
"Kalian jahat, Bulan juga. Om Zac gak mau lagi diajak main Bulan," Zac semakin memanyunkan bibirnya dan meletakkan kepalanya di pangkuan Tante Binti.
"Gak mau diajak main juga gak papa, Bulan bica main cendili baleng Kak Ntang!" Ucap putri kecilku dan dia pergi menghampiri Kakanya yang tengah asyik bermain mobil mobilan.
"Ma..." Rengek Zac seperti anak kecil.
"Kamu kenapa sih Zac?" Tanya Tante Binti bingung, begitu juga dengan kita semua.
"Lena, Ma..." Rengek Zacky lemas, dan menghentakkan kedua kakinya.
"Om Zac bisik, dama mulu!" Teriak Bulan dari dalam kamar bermainnya.
"Ha...ha...denger tuh Zac, Bulan aja tau kamu banyak drama!" Timpal Mama membuat Oma dan Suamiku tertawa.
"Nenek sama cucu sama nyebelinnya!" Ucapnya.
"Om Zac yang nyebelin, dama mulu...dama mulu...bocen aku!" Sahut Bulan lagi.
"Aduh mulutnya pedes seperti mulut Nenek sama Mbah Buyutnya!"
"Dasar cucu gak ada akhlak kamu Zac!" Ujar Oma dan hampir mau menarik telinga Zac, tapi aku hentikan.
"Sudah sudah, sebenarnya kamu kenapa Zac?" Tanyaku.
"Lena Kak,"
"Lena kenapa?" Tanyaku dengan menatap Lena yang hanya diam dan hanya tersenyum sambil bermain dengan Langit.
"Ada apa dengan Lena? Mama lihat dia sedang bahagia. Lihat senyumnya," ucap Tante.
"Lena...oh tidak..." Ucap Zacky yang tak sanggup melanjutkan perkataannya.
Kami semua jadi penasaran, apa yang terjadi dengan mereka? Sedang Zacky ditanya hanya menjawab begitu.
"Ada apa dengan Lena...dasar bocah gen**ng." Ucap Oma yang sudah emosi dengan tingkah Zacky.
"Minum dulu Zac, biar rileks dulu nanti baru bicara lagi!" Ucapku dengan memberikan segelas air putih.
"Makasih Kak Nia, kau memang yang terbaik!" Ucapnya dengan mengacungkan jempol kanannya kearahku, sedang tangan kirinya memegang gelas dan meminumnya.
"Terbaik...terbaik...kamu asisten tersongong." Ketus suamiku.
"Jangan bicara seperti itu Sayang..." Bisikku ditelinganya.
__ADS_1
"Habisnya dia selalu saja membuatku emosi!"
"Sabar..." ucapku dengan mengusap dada bidangnya.
"Kau memang yang terbaik, selalu bisa membuat hatiku padam akan amarahku!" Ucapnya sambil merangkulku.
"Kau benar benar kejam Kak!" Ucap Zacky.
"Kenapa kejam?" Tanyaku.
"Kalian bermesraan di depanku, padahal aku ini sedang kesusahan! Tega sekali kalian terhadapku!"
Sontak kami semua terdiam, dan melihat kearah Lena yang sedari tadi diam dan terus bermain dangan Langit dan tersenyum bahagia. Ada apa dengan mereka, Zacky sedih sedang Lena bahagia.
"Lena.." bentak Mama pada Lena.
"Em..." Jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari Langit.
"Kamu selingkuh ya..." Celetuk Mama, dan kami semua langsung melihat kearah Mama kemudian kearah Lena. Lena pun mendongakkan kepalanya dan terlihat terkejut.
"Selingkuh?" Gumam kami semua, kecuali Zacky yang terlihat menelan ludahnya dengan susah payah.
Ada apa mereka ini, selingkuh? Apa iya Lena selingkuh, aku tahu awal mereka menikah karena tak ada cinta. Tapi setelah berselang lama mereka terlihat saling mencintai. Bagaimana bisa satu di antara mereka saling menghianati.
"Lalu apa yang membuat Zacky sedih seperti ini?" Tanya Tante Binti.
"Zac...kamu jadi laki jangan seperti itu kenapa? Akui saja perbuatanmu!" Celetuk Lena.
Kami semua semakin bingung dengan kelakuan pasangan satu ini.
"Apa Zac, kalau gak ngomong. Mama tampol kamu pakai sepatu Mama!" Ucap Tante dengan memegang sepatunya yang baru saja beliau lepas.
"Ampun Ma...Lena tuh, pakai hamil lagi. Aku jadi frustasi Ma..." Dan seketika mata kami membola.
"Hamil...itu berita bahagia, kenapa kamu malah frustasi?" Ucap Tante.
"Selamat ya Lena..." Ucapku dengan memeluk sahabatku. "Selamat ya Langit, bentar lagi ada adek yang bakal jadi teman main Langit!"
"Hei...Zac, pakai nyalahin Lena, itu juga hasil perbuatanmu pakai b*bitmu sendiri! Cah gen**ng!" Ucap Mama dengan menonyor kepala Zacky.
"Ya sedih lah Ma, nanti pas melahirkan apa kabar dengan diriku yang dianiaya Lena! Iya betul b*bitku, tapi salah Lena gak KB."
"Serbu Zacky rame rame, suami gak ada akhlak." Teriak Mama. Mama, Tante dan Oma mencubit Zacky berjamaah. Suara dirumah Papa begitu riuh dengan tingkah mereka.
__ADS_1
"Itu rejeki yang gak bisa ditolak Zac, seharusnya kamu itu bersyukur. Diluar sana masih banyak orang yang menginginkan anak, tapi belum juga kunjung dikaruniai momongan!" Ucapku.
"Seharusnya kamu bersyukur Zac," Timpal suamiku.
"Kasihan sekali anakmu Len, punya Bapak seperti itu!" Celetuk Mama kembali.
"Bukannya aku gak bersyukur, aku belum siap. Langit masih terlalu kecil untuk menjadi seorang Kakak, dan aku masih trauma dengan siksaan Lena saat melahirkan!"
"Itu karena anak pertama, kalau anak kedua biasanya gak sesakit anak pertama. Jadi kamu tenang saja, Lena gak akan menyiksamu Zac!" Ucap Tante.
"Betul itu Zac," ucap Oma dan Mama kompak.
Penglihatan kita langsung tertuju kearah, Tante, Mama dan Oma.
"Benarkah?" Ucap Zacky sedikit senang.
"Bukankah kalian hanya melahirkan satu kali, anak kalian saja tunggal semua!" Timpal Papa yang sedari tadi diam dan fokus pada koran di tangannya. Kita semua pun tertawa kecuali, ketiga tetua dan Zacky.
"Kena mental kamu Zac,"
"Tidak..."
Seluruh keluarga besar pun tertawa melihat wajah Zac yang nampak sangat frustasi. Namun pada akhirnya dia tertawa dan memeluk Lena dan juga Langit.
Akhirnya kami semua hidup bahagia dengan cara kita masing masing. Mas Alan yang sudah bahagia dengan Melly yang berwajah manis. Lena dan Zacky yang selalu berdebat beda pendapat namun saling melengkapi, dan sebentar lagi akan dikaruniai adik untuk Langit. Johan dan Dessy yang sudah dikaruniai seorang putra yang tampan bernama Jeco. Dan Ridho yang masih sendiri setelah ditinggal istrinya pergi dua tahun lalu, tak lama setelah melahirkan putri kecilnya Nayla.
Sedang Lala masih ingin sendiri dan belum ingin menjalin hubungan dengan pria kembali. Dan kafe yang Mas Alan berikan padanya, ia wakafkan untuk Panti Asuhan yang sudah menampungnya dari kecil.
.
.
.
Cekian dan terima kasih buat para pembaca setia Antara Aku dan Maduku. Cerita Nia dan yang lain, Othor tamatkan sampai part ini. Makasih sudah setia menunggu up yang sangat, sangat dan sangat lama ini. Bahkan banyak yang sudah bosen, jenuh dan lupa alur cerita awalnya. Makasih banyak banyak, salam sayang dariku😘😘.
Terima kasih banyak banyak atas dukungan kalian semua, dan terima kasih sudah berkenan membaca cerita ini.
Tunggu cerita baru dariku ya Readers😀.
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Sampai ketemu di cerita selanjutnya teman teman Readers Winda.
__ADS_1
Love kalian semua😘😘 bakal rindu pesan kalian yang demo untuk update.