Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 40. Di Permalukan Alan


__ADS_3

Enam hari kemudian, saat ini Nia dan Lena sedang berada di Mall untuk melepas penat. Dan setelah mereka selesai nonton film kesukaan mereka. Karena sudah lapar Nia dan Lena pun menuju salah satu restaurant di dalam Mall, dan ternyata di tempat itu mereka berjumpa dengan Ello dan Sinta.


Nia dan Lena yang sudah lama tak berjumpa dengan Sinta, mereka senang akhirnya bisa kembali bertemu dengan mantan kekasih sahabatnya itu. Lena sempat berfikir jika Ello dan Sinta sedang menjalin cinta kembali, tapi dugaanya salah. Ello menemui Sinta karena masalah Lala dan Alan.


Sinta pikir Alan menikahi Lala untuk menjadi istri satu satunya, ternyata Lala hanya menjadi madu. Sinta tidak tahu jika Alan sudah menikah, setahu dia Alan dan Lala sudah lama berpacaran. Dan pernikahan Alan dan Lala hanya di gelar sederhana. Dan hanya di hadiri kerabat dan teman Lala saja, bahkan Nia dan orang tua Alan pun tak ada di pernikahan itu.


"buat Lala di pecat dari perusahaan Hans!" pinta Ello. Setelah Sinta banyak bertanya pada Nia dan Nia menjawab jujur semua tentang dia, Alan dan Lala.


"jangan Ta, Lala tidak salah. Aku mohon jangan dengarkan permintaan Ello!" sahut Nia. Dia tidak mungkin menghancurkan karir Lala, walau Lala sudah salah karena mau menjadi madunya.


"aku tidak bisa membuat Lala di pecat dari kantor Hans, tanpa ada kesalahan yang tepat El..." ucap Sinta. Dia juga bingung, karena masalah pribadi tidak mungkin bisa membuat seseorang di pecat begitu saja.


"temanmu itu benar benar wanita tidak punya harga diri. Hanya karena ingin selalu bersama dia rela menjadi istri dari suami orang lain! Dan secara langsung menyakiti hati dan perasaan istri pertama suaminya." ketus Ello.


"jika aku tahu dari kemarin, tak akan aku lepaskan laki laki keparat itu dari tanganku!" geram Ello. Seharusnya dia tak percaya pada kata kata Alan yang akan belajar mencintai Nia, seharusnya dia selidiki apa penyebab Nia pergi dari Alan dan memilih tinggal di kontrakan bersama Lena.


Sinta paham akan kekecewaan Ello pada Lala, tapi dia tidak bisa berbuat apa apa. Nia juga sudah memintanya untuk tidak membuat Lala kehilangan pekerjaannya.

__ADS_1


"aku juga sangat kecewa dengan Lala El, aku merasa jijik berteman dengannya!" ucap Sinta. Dia pamit untuk ke toilet sebentar, dan di ikuti oleh Lena.


Ello dan Nia saling diam, ingin rasanya Ello memeluk dan menenangkan Nia. Dia paham akan kesedihan sahabatnya itu, dia salut pada Nia. Masalah yang begitu besar dan rumit dia pendam sendiri, dan dia bisa kuat sampai saat ini.


"aku pasti akan menemui suamimu yang baik hatinya kelewatan itu," sinis Ello.


"untuk apa kamu menemuinya?" tanya Nia.


"untuk membalaskan sakit hatimu!" ucap Ello dengan mengepalkan tangannya.


"ohhh...ini alasanmu untuk minta cerai dariku. Kamu bisa mendapatkan hartaku, lalu kamu bisa bersenang senang dengan pria ini dengan hartaku. Licik sekali kamu Nia...," tukas Alan pada Nia. N


"brengsek kau," teriak Ello dan hendak melayangkan pukulan pada Alan. Tapi pukulan nya di tangkis oleh Lala yang ada di samping Alan.


"singkirkan tangan kotormu dari tanganku Nona!" pinta Ello. Lalu dia menghempaskan tangan Lala dengan kasar.


"Ello kenapa sikapmu seperti itu padaku?" tanya Lala bingung. Karena dia memang tidak tahu jika Ello adalah teman Nia.

__ADS_1


"jangan sok akrab denganku," sinis Ello dengan menyunggingkan bibirnya.


"sini kau," Alan mencengkram dan menarik tangan Nia dengan kasar, hingga Nia memekik kesakitan. Lala hanya diam saja, karena dia pikir Nia dan Ello mempunyai hubungan spesial.


"kau itu masih istriku, kenapa bisa kamu jalan dengan pria lain di tempat umum!" teriak Alan dengan menunjuk Ello. Semua pengunjung Restaurant melihat ke arah Alan dan Nia.


Ello pun langsung menghajar Alan hingga dia tersungkur di lantai. Ello terus memukul Alan hingga babak belur, Nia tak mampu melerai. Karena Ello tak menghiraukan teriakan Nia, emosinya sudah tidak terkontrol.


Hingga akhirnya Satpam Mall datang dan menghentikan kerusuhan itu.


"istri macam apa dia itu, jalan dengan pria lain yang bukan Mahramnya!" ucap Alan yang masih terduduk di lantai. Semua orang yang mendengarnya, langsung menatap dan mencibir Nia. Nia yang di permalukn Alan di depan umum hanya diam, bahkan Lala juga diam tak membela Nia.


"jaga kata katamu keparat," geram Ello. Jika kedua Satpam Mall tidak menahannya dengan kuat, dia pasti sudah menghajar Alan kembali. Dia tidak terima Nia di permalukan seperti ini, karena kenyataanya tuduhan Alan tidaklah benar.


"itu ada apa rame rame Ta?" tanya Nia pada Sinta.


"entah, aku juga gak tahu. Ayo kita lihat," Sinta dan Lena pun jalan tergesa gesa untuk segera sampai pada kerumunan.

__ADS_1


__ADS_2