Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 68. Kebohongan Alan.


__ADS_3

"kau tahu, Ayah yang mengajak Nia pergi dari Ibu Kota. Ayah sudah muak dengan kelakuanmu yang terus saja mengikuti Nia dan membuat Nia ketakutan."


"bagaimana Ayah tahu? Tapi maafkan aku Yah, waktu itu aku sudah gelap mata. Aku janji akan berubah,"


Pak Ilham pun menjelaskan semuanya pada Alan kenapa beliau tahu jika Alan selalu mengikuti Nia. Beliau juga menceritakan kenapa memilih kota ini untuk menghindar darinya, dan menceritakan masalah pernikahan Ello dan Nia. Jika mereka tidak ada hubungan gelap di belakangnya saat masih sah suami istri.


Nia ikut menjelaskan jika dia dan Ello tak sengaja bertemu di kota ini, dan mereka juga baru menikah. Bukannya pergi dari Ibu Kota dan langsung menikah dengan Ello, karena Ello dan yang lain sama sekali tak mengetahui keberadaanya di kota ini.


"sial, kenapa aku bisa telat sampai di sini. Jika saja dari kemarin aku tahu, aku akan gagalkan pernikahan itu dan mengajakmu kabur Nia!" batinnya dengan melirik sinis pada Ello.


"aku yakin kau hanya berpura pura jinak Al." gumam Ello dan berpura pura tak melihat lirikan Alan.


Sore hari Alan pamit untuk kembali ke Ibu Kota, dia tak tahan jika harus berlama lama melihat Ello yang sok romantis di depannya. Dia pergi dengan penuh emosi yang melanda hatinya, dia berjanji akan membuat Ello dan Nia tidak merasakan kebahagiaan.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Di keheningan malam terlihat seorang wanita yang sedang menatap langit malam. Kedua matanya menatap nanar pada gelap malam, seperti gelap hatinya saat ini. Hati yang sudah berkali kali tergores oleh pria yang begitu dia cintai.


"kemana cintamu yang dulu, aku merindukan cinta dan kasih sayangmu Mas. Kasih sayang yang hanya kau berikan padaku, aku sakit Mas. Bahkan kau tega membohongiku demi dia, apa belum cukup dengan hadirnya makhluk di dalam perutku ini...." Lala menangis mengingat ada seseorang yang mengirimkan gambar Alan sedang menemui Nia dan Pak Ilham.


"terlalu banyak luka yang kau berikan padaku Mas, dan aku tak terima kau ikut melukai calon anakku!" lirihnya dengan menangis sesegukan dan mengepalkan tangannya.


Alan baru saja sampai di rumah dan langsung memasuki kamarnya. Dia melihat Lala yang sedang duduk di kursi luar kamar, dia menghampirinya.


"kamu belum tidur La...?" tanyanya datar.


"belum," jawab Lala singkat tanpa melihat Alan.


"cepat istirahat tidur, kasihan anak kita!" ajak Alan dengan meraih tangannya.


"aku bisa sendiri, dan aku minta kamu jangan berpura pura peduli denganku Mas!" sentak Lala dan menepis tangan Alan, Lala pun berlalu melewati Alan begitu saja.

__ADS_1


"kenapa dia berubah?" gumam Alan dalam hati.


Seminggu berlalu tapi Lala tetap saja mendiamkan Alan, dan Alan di buat bingung dengan sikap Lala yang berubah. Bahkan Lala tak pernah memasak lagi untuknya, dan terpaksa dia membeli makanan di luar.


"La, aku ingin bicara denganmu sebentar!" ucap Alan saat Lala keluar dari kamar mandi.


"kenapa kamu mendiamkanku? Biasanya kamu selalu protes dengan perlakuanku yang tak kamu sukai, tapi sekarang kamu diam dan bahkan tak pernah protes jika aku pulang malam."


Lala hanya diam tak menjawab pertanyaan Alan, dia masih malas berbicara dengan Alan.


"jawab La," pinta Alan dengan meraih tangan Lala.


"lepaskan, untuk apa protes padamu? Karena aku sudah lelah protes padamu. Pergilah dan kejarlah apa yang kau inginkan dan tak usah pedulikanku lagi!" ucap Lala menahan air matanya lalu berbaring memunggungi Alan.


"kenapa kamu kembali ke sini, seharusnya kamu tetap tinggal disana bersamanya." kata kata Lala yang membuat Alan terkejut.


"maksud di sana bersamanya?" tanyanya bingung. "apa Lala tahu aku menemui Nia di sana?" batinnya.


"waktu itu aku memang menemuinya, tapi hanya untuk memberinya selamat!" jawab Alan.


"selamat?" kini Lala membalikkan badannya dan menatap Alan.


"Nia sudah menikah dengan Ello!" jawab Alan malas. Lala terpaku mendengar penjelasan Alan jika Nia menikah dengan Ello.


Alan membujuk dan membohongi Lala agar Lala tak lagi marah padanya. Dan Alan juga berhasil meracuni pikiran Lala jika dulu Nia dan Ello ternyata ada main di belakangnya. Sejujurnya Lala tak percaya jika Nia seperti itu, tapi dengan dia melihat Nia berduaan dengan Ello waktu itu dan Alan terus meyakinkan dia, membuatnya sedikit percaya pada kebohongan Alan.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Ello dan Nia kini mengajak Pak Ilham berlibur di Villa milik Pak Sanjaya, yang masih berada di kota Jogja. Mereka sengaja mengajak Pak Ilham pergi ke tempat yang lebih tenang, dan bisa menikmati suasana alami. Pukul 14.30.WIB, Kini Nia mengajak Pak Ilham berenang di kolam renang dan menikmati pemandangan sambil berenang. Dia juga di temani Oma dan Bu Sanjaya yang ikut berenang. Sedang Ello berada di kamar dan tak bisa menemani karena Ello sedang ada pekerjaan penting yang harus dia kerjakan secepatnya.


"Ne, Mama sangat bahagia kamu bisa menerima Nia di keluarga ini. Mama harap kamu benar benar tulus menerimanya, bukan hanya berpura pura!" ucap Oma.

__ADS_1


"Mama....apa Mama gak melihat ketulusan di wajah Anne? Anne benar benar menerima Nia meskipun dia janda...." Bu Sanjaya mengecilkan volumenya saat mengucapkan kalimat terakhirnya.


"biar pun dia janda, yang penting dia cantik baik sholeha dan santun pada orang tua!" ketus Oma dengan menyunggingkan sudut bibirnya.


"maafkan Anne Ma, kalau selama ini aku selalu membuat Mama kesal. Tidak pernah nurut kata kata Mama, aku janji Ma. Aku akan mendengarkan kata kata Mama!"


"Mama pegang janjimu!"


"iya Ma...." ucap Bu Sanjaya dengan menebar senyuman pada Oma.


"kamu senang Nia?" tanya Oma saat Nia terus tersenyum memandangi pemandangan hijau dari kolam.


"Nia senang Oma, rasanya tenang banget. Apa lagi Ayah juga terlihat begitu bahagia, Nia semakin bahagia Oma!"


"jika kamu ingin melihat Ayahmu semakin bahagia, maka segera beri dia cucu agar dia semakin bahagia. Oke...." seru Oma yang berhasil membuat Nia tersipu.


"benar itu, Mama juga sudah tak sabar ingin segera menggendong cucu. Rasanya pasti sangat menyenangkan!" sahut Bu Sanjaya senyum senyum dengan membayangkan menggendong bayi mungil.


"betul kata Oma, kamu harus segera memberi Ayah cucu!" ucap Pak Ilham lalu Nia memeluk Pak Sanjaya.


"doakan ya Yah..." ucapnya.


Bu Sanjaya tak menyangka jika Nia begitu dekat dan perhatian pada Pak Ilham yang bukan lagi mertuanya. Beliau sadar jika Nia wanita yang baik dan tulus.


"sudah sore, ayo balik ke dalam!" ajak Oma, mereka pun beranjak dari kolam dan memakai handuk masing masing.


Di dalam Villa Ello yang sudah selesai mengerjakan pekerjaannya, bergegas untuk mandi agar bisa menyusul Nia dan yang lain.


"kamu sudah selesai renangnya sayang....?" tanya Ello saat tubuhnya sedang di peluk seseorang dari belakang.


***

__ADS_1


Up nya besok lagi ya kak๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™ terima kasih sudah setia menunggu up nya. Sehat selalu wt kk kk semua ya....Aamiin....โคโคโค


__ADS_2