Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 62. Calon Besan


__ADS_3

Di rumah sakit Jakarta, kini Lala terbaring lemah di ranjang igd. Alan terlihat panik karena dia telah membuat Lala tak sadarkan diri.


"bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Alan panik.


"dia baik baik saja, anda tidak perlu khawatir!" jawab dokter.


"istri anda kini tengah mengandung, jadi jangan biarkan dia terlalu lelah dan banyak fikiran. Karena bisa berpengaruh pada janinnya!" ucap sekaligus nasehat dari dokter.


"ha...hamil...maksudnya dok?" ucap Alan tak percaya.


"iya, sudah tiga minggu!" jawab dokter dengan tersenyum.


Alan terdiam, dia tak tahu apa yang harus dia lakukan. Apa harus bahagia dengan adanya sebuah nyawa di dalam perut wanita yang kini tengah terluka olehnya. Sedang dirinya masih ingin fokus mencari keberadaan Nia, jika dia terus mencari Nia bagaimana dengan keadaan Lala. Jika lala terlalu banyak fikiran akibatnya bisa berpengaruh ke janinnya, sedang anak itu adalah darah dagingnya sendiri.


"kenapa kamu hamil la...." Alan frustasi dan memaki dirinya sendiri. Kini dia tengah berada di taman rumah sakit, dia masih belum bisa terima jika Lala kini tengah hamil.


"aku masih ingin mencari Nia, aku mencintaimu La tapi aku juga mencintainya. Aku tak ingin orang lain memilikinya," Alan terlihat begitu serakahnya, ingin memiliki dua wanita sekaligus. Dulu dia begitu menyia nyiakan Nia, sedang sekarang dia begitu menyesal pernah menyia nyiakan Nia.


"aku harus bagaimana, aku masih ingin mencari Nia. Tapi bagaimana dengan Lala dan darah dagingku," gumam Alan. Dia terus berfikir bagaimana caranya mencari keberadaan Nia tanpa membuat Lala banyak fikiran yang membuatnya stres.


🌿🌿

__ADS_1


Di taman tempat Ello dan Nia berkumpul dengan keluarganya. Bu Sanjaya malu setengah mati pada Pak Ilham, karena sudah menjelek jelekkan Nia di hadapannya.


"Pak Ilham ini calon besan kita Ma," jelas Pak Sanjaya. Bu Sanjaya hanya tertunduk menahan malu, sedang Pa Ilham hanya menahan tawanya saat melihat Bu Sanjaya tengah diam tanpa kata.


"aduhh...kenapa aku tadi menjelek jelekan Nia di depan Ilham. Ternyata mantan menantunya yang dia bilang baik itu perempuan ini," gumam Bu Sanjaya dalam hati.


"senang berbesan denganmu Ham, maafkan perkataanku tadi. Aku hanya..." beliau kembali menunduk.


"Mama sudah mengenal Pak Ilham?" tanya Pak Sanjaya bingung karena istrinya memanggil Pak Ilham dengan bahasa seperti sudah saling mengenal.


"kami teman satu kelas saat masih berseragam putih abu abu!" jelas Pak Ilham.


"Anne merestuinya..." jawabnya datar.


"akhirnya cucuku akan menikah, tanpa ada perjodohan yang akan membuat menderita di hidupnya!" ucap Oma. Karena beliau tidak lagi susah payah membuat Bu Sanjaya untuk mau menerima Nia di keluarga Sanjaya.


"oh...ya Ne. Jika nanti kamu sudah mengenal Nia, kau pasti akan tahu baik atau tidaknya putriku. Walau dia hanya mantan menantuku tapi dia sudah seperti anakku sendiri." jelas Pak Ilham, semakin membuat Bu Sanjaya menyesal akan perkataannya tadi.


Sebenarnya beliau sangat ingin marah pada Bu Sanjaya, tapi tidak mungkin beliau marah di depan Nia dan yang lain. Itu bisa membuat Nia semakin minder akan status dirinya.


Mereka melihat Nia dan Ello yang sedang menikmati dinner pertama mereka. Pak Ilham akhirnya bisa melihat putrinya yang nampak bahagia saat bersama Ello. Bisa tertawa bahak dengan ke isengan dan ke konyolan Ello. Berbeda jauh saat melihat Nia bersama Alan, yang terlihat hanya keasingan dari pasangan suami istri.

__ADS_1


πŸŽ‰πŸŽ‰


Hari berganti hari, minggu berganti minggu. Hingga tiba saat Ello dan Nia akan menikah, besok adalah acara pernikahan Ello dan Nia. Persiapan sudah selesai seratus persen, dari gaun pengantin hingga gedung pernikahan pun sudah siap semua.


Nia senang karena Lena dan kawan kawan yang lain akan datang di pernikahannya. Mereka sudah di wanti wanti oleh Ello agar Alan dan Lala tidak mengetahui rencana pernikahan mereka.


"El, jika nanti kita sudah menikah. Boleh tidak Ayah tetap ikut tinggal bersama kita?" tanya Nia sepulang dari butik untuk mencoba gaun pengantinnya.


"aku tahu kamu begitu menyayangi Om Ilham, aku tidak akan keberatan jika beliau tinggal bersama kita. Beliau lebih nyaman denganmu ketimbang dengan anak kandungnya sendiri. Aku paham akan hatimu Nia," jawab Ello tegas.


"terima kasih El, kamu begitu mengerti aku!"


"sama sama, apa pun yang membuatmu bahagia pasti aku lakukan. Asalkan itu tidak membahayakan dirimu," ingin rasanya dia memeluk Nia. Tapi dia sadar jika Nia tak mungkin mau di sentuh pria yang belum menjadi mahramnya.


Ello


Penantian panjang itu sebentar lagi akan menjadi kenyataan, cinta yang tak pernah berani aku utarakan. Kini sudah mendapatkan jawaban, semoga aku dan kamu bahagia dengan mempersatukan cinta kita atas ijin Allah.


Hanya karena takut tidak mendapatkan balasan, aku rela menyakiti hatiku sendiri agar melihat kamu bahagia. Kenyataannya kebahagiaan itu tak pernah kamu dapat, dan itu semakin membuatku hancur. Hancurnya hatiku bukannya karena tak bisa memilikimu, melainkan karena kebahagiaan yang tak bisa kamu dapatkan dari orang yang kamu cintai.


Aku berjanji, aku akan selalu menjagamu dan melindungimu. Aku akan membahagiakanmu dengan ketulusan cintaku yang apa adanya. semoga kamu selalu bahagia bersamaku, takkan ku biarkan seorang pun menyakitimu.

__ADS_1


__ADS_2