Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 109. Lena dan Zacky


__ADS_3

Kini mereka sudah sampai di rumah Zacky, Lena yang tertidur itu sangat susah di bangunkan oleh Zacky. Bahkan Zac hampir putus asa untuk membangunkannya.


"Tidur saja sudah seperti kerbau, ngorok lagi." Ucap Zac. "Bangun Len, di sini ada Oppa Oppa Korea apa kau tak ingin melihatnya?" Sedikit teriak Zac pun berhasil membuat Lena terbangun.


"Dimana Oppa Koreanya," ucap Lena dengan melihat kesana kemari. Namun dia tak menemukannya. "Kau mengerjaiku Zac, di sini mana ada Oppa Oppa Korea." Ucap Lena dengan menatap tajam Zac.


"Apa kau itu buta, ini Oppa koreanya!" Ucap Zac dengan bergaya sok cool, Lena menatapnya dengan bergidik.


"Huwek..kau Oppa Korea. Buwa..ha..ha.., Oppa korengan iya." Ucap Lena dengan tertawa bahak, dan dia keluar dari mobil Zacky. Dia berjalan begitu saja memasuki rumah Zac dengan tertawa terpingkal pingkal.


Saat di dalam rumah dia menatap seluruh ruangan, sangat megah namun tampak sangat sepi.


"Ini rumah Zacky, gede juga. Tunggu dulu, aku lupa menanyakan ajakannya ke sini untuk apa. Dan kenapa rumah ini terasa sepi seperti tak berpenghuni, apa jangan jangan..." Lena pun kembali keluar rumah dengan berlari.


"Kau mau kemana.." Ucap Zac menghalangi jalan Lena.


"Aku mau pergi dari sini, aku harus segera ke tempat Nia dan Ello." Ucap Lena yang sudah mulai berpikir jelek tentang Zacky.


"Tidak boleh, kau harus tetap di sini. Kau harus menuruti semua yang ku katakan, karena saat ini kau sedang bersamaku dan di rumahku." Zacky memegang kuat tangan Lena agar tidak pergi dari rumah Zacky.


"Menuruti semua yang kau katakan, tidak mau. Jangan macam macam kamu," teriak Lena dengan menatap tajam Zac dan menunjukkan kepalan tangannya pada Zac. "Akan ku beri bogeman jika kau berani macam macam denganku."

__ADS_1


"Ngapain macam macam denganmu, aku hanya ingin kau ikut denganku. Dan aku hanya ingin satu macam saja darimu, yaitu menuruti permintaanku." Ucap Zacky dengan senyum seringai yang menakut nakuti Lena. Lena pun menelan salivanya dengan sangat susah.


Zacky pun menarik paksa Lena menuju kamar Tante Binti, dia tak peduli teriakan Lena yang kesakitan. Entah jurus bar barnya Lena hilang begitu saja, pikirannya buntu. Di pikirannya kini hanya Zac yang akan berbuat yang tidak tidak padanya.


Dengan kaki terseret seret Lena terpaksa mengikuti Zac, berusaha menahan diri agar Zac susah untuk menarik dirinya.


"Cepat Lena," Zac dengan sekuat tenaga menarik Lena menuju kamar Mamanya.


"Lepaskan aku Zac, aku janji aku tidak akan lagi mengata ngataimu lagi. Aku janji aku tidak akan suka mengerjaimu dan tidak ketus lagi padamu, tapi biarkan aku pergi dari sini." Ucap Lena memohon.


"Tidak akan ku biarkan kau pergi dari sini, cepat Len aku sudah tidak sabar." Ucap Zac, yang membuat Lena semakin takut.


Pintu kamar pun mulai terbuka oleh Zacky, Lena hanya memejamkan matanya. Dia pun mengumpulkan keberanian untuk melawan Zacky, dia mulai beraksi tanpa membuka matanya untuk melihat keadaan.


"Dasar asisten mesum, kau pikir aku cewek apaan. Jangan macam macam kau pada Lena," teriak Lena dengan memukul mukul kearah mana pun. Namun pukulannya tak mengenai apa pun, hanya melayang layang di udara.


"Ada apa dengan Lena," tanya Mama Anne bingung. Zac hanya mengangkat kedua bahunya, dan mengahampiri Mamanya.


"Ma..Lena sudah Zac ajak ke sini, Mama harus makan dan Mama harus sembuh ya. Biar ku minta Lena menyuapai Mama," ucap Zac lembut. Tante pun mengangguk, dan Zac menarik tangan Lena.


"Lepasin," teriak Lena dengan memukul tangan Zacky.

__ADS_1


"Lena.." teriak Mama dan memukul lengan Lena dengan keras. Lena pun membuka matanya saat mendengar suara yang begitu ia kenali.


"Aw..aw..Tante Anne, sakit.." ucap Lena terkejut dan mengusap usap lengannya.


"Kau ini kenapa?" Tanya Mama dengan menahan tawanya.


"Aku..aku..he..he..aku gak kenapa kenapa Tante," ucap Lena dengan menggaruk garuk tengkuknya. Lalu pandangannya tertuju pada Tante Binti yang berbaring lemah di atas ranjang.


"Tante sakit?" Tanya Lena penuh perhatian.


"Iya Mamaku sakit, sebab itu aku mengajakmu ke sini. Jangan GeEr dulu ini permintaan Mamaku, bukan inginku." Ucap Zac ketus.


"Aku pikir dia akan berbuat macam macam," lirihnya yang masih terdengar jelas oleh Zacky.


"Otakmu perlu di cuci dengan pemutih pakaian, biar jernih. Mana mungkin aku mau berbuat macam macam denganmu," ucap Zacky.


"Sembarangan, lagian kenapa tidak bilang dari tadi jika kau mengajakku untuk menemui Tante. Kalau dari tadi bilang, gak mungkin aku berpikir macam macam padamu." Sahut Lena.


"Dasar kau saja yang berotak mesum, mana mungkin pria tampan sepertiku mau berbuat macam macam denganmu." Ucap Zacky sinis yang membuat Mamanya terbatuk batuk.


"Mama.." teriak Zacky penuh khawatir.

__ADS_1


__ADS_2