Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Extra Part 1.


__ADS_3

14 tahun sudah berlalu, kini Twins B telah berusia 17 tahun. Nia dan Ello memutuskan untuk memiliki dua anak saja, bagi mereka memiliki anak kembar adalah anugerah terindah dirumah tangganya. Bintang dan Bulan anak anak yang sangat aktif, mereka berdua memiliki sifat yang hampir sama dengan Ayahnya.


Jika mereka memiliki sifat yang sama dengan Ello, artinya mereka juga memiliki sifat yang tak jauh berbeda dengan Oma dan juga Grandma mereka bukan.


Suasana dirumah Ello kini lebih rame, karena kini keluarga besar Papa Sanjaya memilih tinggal bersama Ello. Bahkan Tante Binti pun pindah rumah bersebelahan dengan Ello, jadi tak heran jika Langit dan Mentari lebih sering kerumah Ayah Ello dari pada kerumah Papa mereka. Dan tak terbayangkan serame apa keluarga mereka jika sudah berkumpul jadi satu.


Kini Twins B telah tumbuh menjadi remaja, mereka anak anak yang cantik dan tampan, mereka juga anak anak yang cerdas dan tentunya sangat sangat usil. Sedang Langit dan Mentari (adiknya langit) yang usianya beda satu tahun tapi mereka disekolahkan bersamaan, Tari sekolah lebih cepat dari teman seusiannya. Jadi Tari dan Langit satu kelas, kini mereka duduk dikelas 9. Sedang Twins B duduk dikelas 12, dan mereka sekolah disekolah terbaik di kotanya. Dimana SMP dan SMA yang menjadi satu sekolahan.


...****************...


Bulan dan Bintang adalah siswa siswi yang sangat populer disekolah mereka.


Mereka sekolah disalah satu sekolah terbaik di kotanya, SMP-SMA Be Smart. Tak heran mereka berempat selalu dekat bahkan menjadi pusat perhatian seluruh siswa, kecuali Mentari.


Hanya mentari saja yang pendiam diantara mereka berempat, dan banyak yang tidak suka berteman dengan Tari, karena penampilannya yang tak semenarik Bulan. Tari cantik hanya saja dia berpenampilan apa adanya tanpa merias wajah seperti Bulan. Rambut yang selalu dikuncir dua, terkadang juga dikepang dua. Mirip sekali dengan anak TK.


Siang Hari🌞


Ketika Bulan dan Tari duduk ditaman sekolah sembari menikmati minuman dinginnya, tiba tiba ada dua siswi yang menghampiri mereka berdua.


"Hai Bulan, yang cantik...boleh nitip ini untuk Bintang?" Ucap teman sekolahnya dengan centil dan menyodorkan sebuah kotak pada Bulan.


"Nitip ini juga ya buat Langit!" Ujar teman satunya lagi kali ini di berikan pada Tari.


"Kenapa gak langsung kalian kasih ke mereka sendiri? Aku gak mau!" Ucap Bulan menolak.


"Kalau aku sendiri yang ngasih, pasti ditolak!"


"Lah sama! Kalau kalian nitipnya ke aku, ataupun ke Tari. Sudah dipastikan kamar aku dan Tari akan penuh dengan kotak seperti yang kalian kasih!"


"Kenapa kamar kalian yang penuh?"


"Sebab mereka selalu menolaknya, dan diberikan padaku semuanya! Mending kalau bisa aku gunain, semua barang cowok jadi mana bisa aku pakai!"


"Sombong banget sih mereka!"

__ADS_1


"Bukannya sombong, hanya saja....!" Bulan terdiam tidak meneruskan ucapannya. Kedua siswi itu penasaran.


"Hanya apa...?" Tanyanya penasaran.


"Rasain kalian berdua..." Gumam Bulan dalam hati sembari tertawa jahat.


"Aku gak enak bilangnya, takut kalian kecewa!"


"Ayolah Bulan...katakan, jangan buat kita penasaran!" Bulan menyeringai melihat rengekan mereka.


"Baiklah...dengan berat hati aku kasih tahu sama kalian. Sepertinya mereka gak suka sama cewek!" Ucap Bulan.


"Kena kalian berdua...suka usil denganku sih, usilin balik lah...maaf ya." Gumam Bulan dengan tertawa jahat dalam hatinya. Namun Tari tercengang mendengar perkataan Bulan.


"What...Serius kamu Bulan?"


"Serius, apa kalian pernah lihat mereka jalan sama cewek? Gak kan!" Mereka menggeleng.


"Iya sih...ya mungkin saja mereka milih milih cewek!"


"Astaga...kalau dipikir pikir sih iya yah. Mulai sekarang aku gak mau lagi lah ngejar ngejar mereka!" Ucap teman sekolah Bulan, dia mengambil kembali kotak yang tadinya mau dia berikan pada Bintang lalu pergi begitu saja.


"Kak Bulan....Bisa bisanya ngatain Kak Bintang dan Kak Langit G," ucap Tari polos.


"Kamu diem aja, Ri...jangan bilang ke mereka!" Ancam Bulan.


"Tapi Kak, kalau ketahuan terus mereka marah gimana?"


"Itu urusanku, kamu tenang saja yang penting....sttt!" Ucap Bulan dengan peragakan kunci mulut dan Tari pun mengaguk nurut.


Bulan tertawa penuh kemenangan, dia terlihat bahagia hingga tawa itu sampai tak bisa berhenti bahkan saat dia sudah sampai dirumah. Bintang dan Langit saling tatap, mereka bergidik karena Bulan yang sedari tadi tertawa terus menerus padahal tidak ada yang lucu. Bahkan ditanya pun tak menjawab hanya tertawa terus.


"Adikmu kesambet kali Kak!" Ucap Langit saat Bulan turun dari mobil lebih dulu.


"Setan mana yang berani merasuki orang gesrek sepertinya!"

__ADS_1


"Setan double gesrek lah yang berani merasuki Kak Bulan." Timpal Langit.


"Gak kesambet aja sudah gesrek, gimana kalau kesambet setan gesrek, jadi gesrek dua kali dong!" Celetuk Bintang dengan tertawa dan diikuti Langit.


Mereka berdua tertawa dibelakang Bulan, tapi Bulan tetap saja berjalan menuju kamarnya tanpa pedulikan dua orang dibelakangnya yang membicarakan dirinya. Sedang Tari hanya diam dan menggelengkan kepalanya karena heran dengan kelakuan mereka bertiga.


"Kapan mereka tidak saling usil, dari kecil sampai remaja masih seperti itu" Gumam Tari dalam hati, hanya dia saja yang pendiam dan tidak suka usil. Karena dia lebih suka belajar, belajar dan belajar.


.


.


.


Keesokan harinya, di SMP-SMA Be Smart. Bintang dan Langit yang berjalan bersamaan dibelakang Bulan dan Mentari, bahkan langkah kaki mereka nampak seirama. Biasanya akan selalu ada suara sapaan dari ciwi ciwi saat mereka datang disekolah. Tapi hari ini berbeda, para siswa siswi hanya diam dan tidak menyapa Bintang dan Langit seperti biasanya.


"Kamu rasa ada yang aneh gak Wan?" Tanya Bintang merangkul sambil berbisik didekat telinga Langit. Membuat seluruh siswa yang melihat mereka bergidik dan percaya akan apa yang dikatakan Bulan.


"Hem..." Jawabnya singkat, dan matanya melihat pada seluruh siswa siswi yang kini saling berbisik satu sama lain.


"Ternyata beritanya sudah menyebar!" Gumam Bulan dalam hati. Dan terus melangkah dengan menari nari menuju kelasnya dengan wajah yang terlihat ceria.


"Da...Tari, sampai ketemu nanti istirahat adikku sayang!" Ucap Bulan sambil melambaikan tangan pada Tari dan Tari membalasnya.


"Adikmu dari kemarin terlihat bahagia sekali, Kak. Kemarin tertawa seperti orang kesambet, sekarang menari nari sambil nyanyi gak jelas. Beh....aku rasa ada yang gak beres sama Kak Bulan!" Ucap Langit yang selalu dipanggil Awan oleh Bintang.


"Lihat saja kalau dia berbuat dua macam padaku, semacam saja selalu bikin repot apa lagi dua macam!" Ucap Bintang.


"Macam macam woy..." Sahut Langit, lagi lagi Langit dan Bintang tertawa sambil merangkul satu sama lain. Membuat seluruh siswa siswi semakin percaya dengan gosip yang beredar.


"Kapan mereka akurnya, selalu saja suka usil!" Ucap Tari sambil menggelengkan kepalanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Assalamu'alaikum Readers setia cerita Antara Aku dan Maduku, lama tidak jumpa☺. Gimana kabarnya? Pasti dah lupa sama alur ceritanya, othor lanjut extra partnya. Tapi saat Twins B sudah remaja, semoga kalian suka yah🤗 Othor rindu banget sama komen positif Readers🤗.

__ADS_1


__ADS_2