Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 41. Di Permalukan Sinta.


__ADS_3

"bisa bisanya kamu bermain api di belakangku, kamu bilang teman. Nyatanya lebih dari sekedar teman," teriak Alan. Nia lagi lagi menangis, dia benar benar benci pada Alan.


"hentikan kata kata menjijikanmu itu. Apa kamu di rumah tidak punya kaca Tuan?" ucap Ello ketus. Dia berontak dan ingin memukul Alan lagi, namun di pegang kuat oleh Satpam.


"ada apa ini?" tanya Sinta pada Nia yang berdiri dan menangis, dia langsung memeluk Nia.


"lepaskan teman saya Pak!" pinta Lena pada Satpam Mall.


"maaf Nona, Tuan ini sudah membuat keributan di sini. Hingga semua pengunjung terganggu dengan perkelahian Tuan Tuan ini!" ujar salah satu Satpam.


Lena melihat Alan yang sedang terduduk di lantai dengan wajah yang babak Belur, dan menatap sinis pada Lala yang sedang menopang tubuh Alan. Lena pun membubarkan kerumunan dan pengunjung kembali duduk di tempat mereka kembali.


"apa yang terjadi Nia?" tanya Sinta kembali. Dia mengajak Nia duduk dan memberikan air putih pada Nia. Nia hanya diam tak menjawab, dia masih menangis dan malu.


"Pak lepaskan teman saya! Saya janji tidak akan ada keributan lagi. Ini hanya karena salah paham!" ucap Sinta. Dan Satpam itu akhirnya melepaskan Ello, namun mereka tetap mengawasi Ello.


"kamu tanyakan saja pada teman baikmu itu, bisa bisanya dia diam saja melihat Nia di tuduh seperti ini" ketus Ello pada Sinta. Dia tahu Sinta pasti akan tanya tentang apa yang sudah terjadi.


Sinta melirik ke arah Alan dan Lala, enggan rasanya dia bertanya pada Lala. Tapi karena ingin menyelesaikan masalah ini, mau tidak mau dia bertanya pada Lala.

__ADS_1


"apa yang terjadi La," tanya Sinta tanpa melihat ke arah Lala.


"dia ada hubungan dengan Nia!" tukas Alan kembali dengan menunjuk Ello. Membuat Sinta membalikkan badannya dan menatap Alan tajam.


"apa masalahnya buatmu, jika Ello dan Nia ada hubungan? Aku rasa itu lebih baik dari pada Nia berhubungan dengan pria pengecut dan egois!" ucap Sinta ketus.


"tentu masalah buatku, dia istriku. Kenapa bisa dia mempunyai hubungan dengan pria lain!" jawab Alan. Membuat Ello kembali emosi, tapi Lena segera menahan tangan Ello.


"bukankah, istrimu itu dia!" ucap Sinta dengan menunjuk Lala.


Akhirnya Sinta membalas Alan dengan mempermalukan Alan di depan banyak orang. Sinta membongkar kebusukan Alan, dan Sinta juga membenarkan hubungan Nia dan Ello. Semua orang pun menyoraki Alan dan mencibir Alan habis habisan. Sinta tidak peduli jika hubungan pertemannannya dengan Lala akan renggang.


"maafkan kami Tuan Nona," ucap Satpam pada Ello dan Nia.


Lala hanya diam, dia bingung akan hubungan Nia Ello dan juga Sinta. Dia berpikir bagaimana bisa Ello Nia dan Sinta bisa seakrab itu. Karena setahu dia Ello dan Sinta tidak mengenal Nia.


"tidak masalah Pak, bawa mereka pergi dari sini Pak!" pinta Ello tegas. Dia sudah muak melihat kedua pasangan itu, dan dia semakin muak dengan Lala. Bisa bisanya dia diam saja melihat Nia di permalukan di depan umum.


Pak Satpam pun membawa Alan dan Nia pergi dari Restaurant tersebut.

__ADS_1


"ini belum selesai Tuan!" teriak Ello pada Alan. Alan hanya menoleh dengan senyuman seringainya tanpa menjawab ucapan Ello.


Nia dan Ello meminta maaf pada semua pengunjung di Restaurant. Karena sudah membuat mereka semua terganggu akibat kesalah pahaman itu. Mereka memutuskan untuk pergi dari Mall agar Nia bisa tenang setelah kejadian tadi. Ello dan Lena memutuskan untuk mengantar Nia dan Lena pulang.


"kamu yang sabar ya Nia, aku yakin Tuhan akan memberikanmu kebahagiaan. Dan Tuhan pasti sudah mempersiapkan jodoh terbaik buat kamu!" tutur Sinta. Dia bisa merasakan kesedihan dan penderitaan Nia.


"lain kali, jika ada masalah kamu harus cerita dengan kami. Jangan kamu pendam sendirian Nia," ujar Ello.


"kamu tahu sendiri Nia. Dari dulu orangnya seperti itu!" sahut Lena.


"kamu juga, teman ada masalah sebesar itu kenapa tidak kamu cerita denganku." kini Ello melirik tajam pada Lena yang duduk di sampingnya.


"jika aku cerita padamu, aku bisa habis oleh Nia!" jawab Lena


"Lena...Lena...cewek bar bar sepertimu kenapa harus takut dengan Nia yang lemah itu," sindir Ello pada Nia. Dia berharap Nia bisa berubah menjadi wanita yang tidak lemah dan tidak mudah di tindas oleh orang lain.


"maksut kamu apa?" akhirnya Nia membuka suara.


"maksut Ello, kamu harus bisa melawan Alan. Kamu bisa mencontoh Lena yang berani dan kamu Jangan mudah di tindas olehnya, jangan terlihat lemah di depan Alan. Jika Alan berbuat sesuatu padamu, kamu harus bisa melawannya!" Sinta menjelaskan maksut dari ucapan Ello.

__ADS_1


Nia pun mencerna semua kata kata dari sahabat sahabatnya itu. Dia berjanji pada dirinya sendiri, dia tidak akan membiarkan Alan menginjak injak harga dirinya lagi. Cukup sudah Alan memperlakukannya dengan tidak baik, ini saatnya dia belajar untuk bisa melawan semua perlakuan Alan.


__ADS_2