Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 39. Kembali Jakarta


__ADS_3

Dua hari kemudian, Nia dan Lena harus kembali ke Ibu Kota dan di antar oleh Pak Ratno. Dia harus kembali bekerja karena hanya ijin satu minggu saja. Dan dia kembali ke Bandung saat nanti sidang keputusan akan di gelar. Karena beberapa sidang sebelum keputusan, Johan yang akan mengurusnya.


Johan berusaha keras agar sidang berjalan dengan cepat, agar Nia cepat berpisah dengan pria pengecut itu. Nia pun percaya jika sahabatnya itu akan menjalankan tugasnya dengan baik.


Nia dan Lena bekerja seperti biasa, untung saja Pak Hendri sudah membereskan pekerjaan Nia yang menumpuk. Namun tidak dengan pekerjaan Lena, kini Lena sedang sibuk dengan tugasnya yang menumpuk akibat seminggu di tinggal cuti.


"Pak Hendri benar benar menyebalkan, bisa bisanya tugas tugasmu dia selesaikan. Sedang tugasku, astagaaa...." pekik Lena. Lalu meletakkan kepalanya di atas meja kerjanya.


"tenang nanti aku bantuin," bisik Nia. Lena langsung menegakan kepalanya dan tersenyum manis pada Nia.


"oh..terima kasih kawan. Kau sahabat terbaikku..," ucap Lena bersemangat.


"itung itung membayar kamu yang sudah sering membantuku," ucap Nia dengan tersenyum.


"ah...baik lah," ucap Lena datar.


Nia pun membantu menyelesaikan tugas tugasnya, tugas itu pun selesai tepat saat akan istirahat. Lena langsung menyerahkan semua tugasnya pada Pak Hendri.


tok tok tok....


"masuk..," teriak Pak Hendri dari ruangannya.


"ini tugasnya sudah selesai semua Pak," ucap Lena sambil meletakkan tumpukan berkas di atas meja Pak Hendri.


"kerja bagus..," puji Pak Hendri.

__ADS_1


"kerja bagus...kerja bagus... dari hongkong. Dasar Bos gak ada akhlak," umpat Lena dalam hati.


"kalau begitu saya permisi Pak," ucap Lena. Lalu keluar ruangan setelah di jawab anggukan oleh Pak Hendri.


Nia dan Lena langsung keluar kantor untuk makan siang, seperti biasa Nia dan Lena makan siang di Mars Resto.


Mereka duduk dan memesan makanan, dan di lanjutkan dengan obrolan tentang pekerjaannya tadi. Lena masih saja mengumpat Pak Hendri di sana, dan Nia hanya bisa berkata.


"sabar Len, namanya juga kerja. Pasti banyak pekerjaan," tutur Nia enteng.


"namanya juga hidup pasti banyak cobaan, kalau banyak cucian namanya laundry!" seloroh Lena dan mereka pun tertawa. Melupakan sejenak beban hidup mereka masing masing, Nia tidak ingin membahas tentang perceraiannya dulu.


Setelah makanan datang, mereka pun langsung menyantapnya dengan tenang dan tak bersuara.


"kalian beberapa hari ini tidak kelihatan kemana saja?" tanya Ello yang kini bergabung dengan mereka.


"wahh..kalian berlibur tidak mengajak aku? Trus kenapa itu muka di tekuk, bukannya habis liburan harusnya muka terlihat fresh ya. Kenapa kamu tidak Len?" tanya Ello. Dia sebenarnya sudah mengetahui semua dari Johan, tapi dia berpura pura tidak mengetahui.


"bagaimana aku bisa tetlihat fresh, jika di Bandung Nia dan Alan ber....aw...aw..," pekik Lena karena kakinya di injak oleh Nia dari bawah. Dia selalu saja mudah keceplosan di depan Ello.


"ada apa kamu dengan Alan?" tanya Ello penuh selidik.


"tidak ada apa apa, aku dan dia baik baik saja!" jawab Nia berbohong.


"aku tahu kamu berbohonng Nia, aku sudah tahu semuanya!" ucap Ello. Nia dan Lena terkejut dan saling memandang.

__ADS_1


"maksutnya?" tanya Lena penasaran.


"Johan sudah cerita denganku," ucap Ello pilu. Dia sebenarnya ingin Nia cerita sendiri padanya, tapi Nia tetaplah Nia. Dia tahu Nia tidak akan pernah terbuka, apa lagi mengenai masalah pribadinya pada orang lain selain Lena.


Nia menunduk, tadinya dia tidak ingin membahas masalahnya dengan Alan. Namun Ello justru membahasnya, membuat dia tidak lagi berselera makan.


"aku dan Alan akan bercerai," kini Nia berkata jujur. Ello menatap Nia sendu, dia tidak tega sahabatnya di lukai oleh suaminya. Dia tidak rela karena Nia adalah wanita baik dan lemah, maka dari itu Ello dan yang lain selalu ingin melindungi Nia.


"itu lebih baik, dan kau tidak pantas bersedih untuk pria b******* itu. Kau jangan terlihat lemah, karena jika kamu lemah. Alan dan wanita murahan itu akan merasa senang dan menang!" ucap Ello menguatkan Nia.


"dan kenapa masalah sebesar ini kau pendam sendiri Nia...," Ello frustasi dan mengacak acak rambutnya. Nia hanya diam, karena semua sudah terjadi.


"siapa wanita jalang itu?" tanya Ello tegas.


"Lala," jawab Lena cepat.


"Lala?" gumam Ello dalam hati. Seperti nama yang tak asing bagi Ello, dia mencoba mengingat.


"tunggu, apa Lala itu sekertaris di perusahaan Hans.Group? tanya Ello.


"iya, apa kamu mengenal Lala El..?" tanya Nia.


"pantas saja aku merasa pernah melihat wajah Alan. Ternyata Alan kekasih Lala!" gumam Ello dalam hati.


"Ello apa kau mengenal Lala?" tanya Nia kembali. Karena Ello hanya diam saja.

__ADS_1


"dia temannya Sinta, sekaligus sekertaris di perusahaan calon suaminya Sinta!!" ucap Ello. Nia dan Lena semakin terkejut, Nia takut Ello akan melakukan hal yang tidak di inginkan pada Lala.


Kini Ello sudah mengetahui semua, dia tidak habis pikir. Seorang Lala yang dia kenal baik ternyata dia mau saja menikah dengan suami orang.


__ADS_2