Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 58. Restu Ayah


__ADS_3

"Nia akan mencobanya Yah, Ello memang pria baik Yah. Justru karena dia pria yang baiklah yang membuat Nia merasa tak pantas untuknya. Ello lebih pantas mendapatkan wanita yang baik dan tentunya tidak berstatus janda sepertiku Yah." Lirih Nia, dengan menahan air matanya.


"pria yang baik akan menerima kamu apa adanya, tak akan memandang status orang yang dia cintai Nak. Apa kamu tak merasakan ketulusan Ello?" tanya beliau.


"aku merasakannya Yah, mungkin Ello dan Oma bisa menerimaku apa adanya. Belum tentu Papa dan Mamanya mau menerima status Nia Yah...." ucap Nia sendu.


"Ayah memberimu restu dengan Ello, Ayah hanya bisa berdoa agar orang tua Ello bisa menerima semua kekurangan dan kelebihan yang ada di dirimu Nak..." Pak Ilham pun memeluk Nia.


Sejujurnya Nia hanya ingin dia di terima baik oleh pasangannya dan juga keluarga pasangannya. Nia tak ingin merasakan apa yang dulu dia rasakan, dulu begitu di inginkan oleh Ayah mertuanya. Namun tidak di inginkan oleh suaminya, jika dengan Ello bisa di sayangi dan di cintai Ello. Akan tetapi jika orang tua Ello tak menginginkannya, sama juga dia akan merasakan kepedihan kembali.


Jika di cintai dan di sayangi oleh pasangannya beserta keluarganya, bukankah itu sesuatu yang sangat sempurna. Itu juga impian semua wanita di dunia ini bukan.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Di kediaman keluarga Sanjaya, Ello terlihat sedang berbincang dengan Papanya di taman samping rumahnya.


"Pa, Ello ingin berbicara serius dengan Papa!" ucap Ello dengan hati yang berdebar debar.


"bicara tentang apa?" tanya Pak Sanjaya yang kini menatap putranya dengan rasa penasaran. Karena melihat wajah Ello yang memerah.


"tentang hati Ello!" jawab Ello cepat.

__ADS_1


"hatimu...? Ada apa dengan hatimu, kamu mau menerima wanita yang di pilihkan Mamamu?" tanya Pak Sanjaya ragu. Beliau tak habis fikir jika putranya mau saja di atur atur soal hatinya oleh Mamanya.


"ishhhh...Papa apa apaan, mana mungkin Ello mau menuruti permintaan Mama yang satu itu. Ello juga bukan lelaki bodoh Pa..." jawab Ello sinis.


"lalu hatimu kenapa?" tanya Pak Sanjaya penasaran.


"aku mencintai seorang wanita berkerudung, baik nan sholeha." ucap Ello lemas.


"lho...mencintai seorang wanita. Itu kabar baik bukan? Tapi kenapa kamu jadi layu seperti itu?"


"wanita itu sepertinya tak mencintai Ello Pa. Dia masih menutup hatinya untuk seorang pria, karena masa lalunya!" jawab Ello masih dengan wajah yang lesu.


"masa lalu seperti apa yang membuat gadis itu menutup hatinya untuk seorang Marcello Sanjaya?" beliau terus menanyakan tentang gadis yang di cintai putranya itu.


Pak Sanjaya begitu terkejut mendengar jawaban Ello. Lalu Ello pun menceritakan semua tentang Nia dengan jujur pada Papanya. Dan dia menceritakan sejak kapan dia mempunyai rasa pada Nia, dan apa alasannya masih mencintai seorang sahabatnya yang kini menjadi seorang janda.


"jika dia memang wanita baik, Papa merestuimu. Tapi sebelumnya Papa ingin bertemu dengannya." ucap Pak Sanjaya.


"dia wanita baik Pa, mana mungkin Ello menyukai perempuan yang tidak baik. Ello kan sudah cerita alasan dia menjadi janda!" ucap Ello mencoba meyakinkan Papanya.


"siapa yang seorang janda....," ucap Bu Sanjaya yang tiba tiba datang menghampiri mereka.

__ADS_1


"Mama..." lirih Ello dan Pak Sanjaya bersamaan dan menengok pada sumber suara.


Pak Sanjaya dan Ello saling menatap, karena mereka tahu pasti Bu Sanjaya akan menolak Nia menjadi menantunya. Namun Ello tetap menceritakannya, bagi Ello untuk apa menyembunyikan sesuatu yang akhirnya akan ketahuan juga. Dia yakin jika Mamanya pasti akan mau menerima Nia, meskipun Mamanya seperti itu namun Mamanya juga punya sisi baik di dirinya.


"Ello ingin mengenalkan Mama pada wanita spesial di hati Ello!" ucap Ello sedikit ragu.


"wanita spesial?" tanyanya yang di jawab anggukan oleh Ello.


"Cintya?" tanya Bu Sanjaya yang di jawab gelengan oleh Ello. "terus bagaimana dengan Cintya." ucap Bu Sanjaya lemas. Ello dan Pak Sanjaya hanya mengangkat sedikit kedua bahunya dan mengeryitkan keningnya.


"itu urusan Mama, yang ingin menjadikan dia pasangan Ello kan Mama. Ya Mama selesaikan sendiri lah, jangan memaksakan hati Ello. Dia sudah punya tambatan hatinya!" ucap Pak Sanjaya sinis, beliau juga tak pernah menyetujui keputusan istrinya itu.


"Papa tega sama Mama, mau di taruh di mana muka Mama. Jika Cintya dan Ello tidak bisa bersama," ucap Bu Sanjaya putus asa. Karena Cintya dan keluarganya begitu menginginkan Ello bersanding dengan Cintya.


"memangnya kamu ingin memindahkan mukamu di mana...." sindir Oma yang ikut menghampiri Ello dan Papanya.


"Mama suka sekali jika aku sedih...." rengek Bu Sanjaya.


"jangan pernah memaksa cucuku untuk menikahi wanita itu!" sentak Oma.


Bu Sanjaya pun terdiam, karena suaminya pun ikut menyalahkannya.

__ADS_1


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Pagi hari di kedai, Ello menemui Nia untuk membicarakan sesuatu padanya. Ello mengajaknya pergi ketaman agar lebih nyaman untuk berbicara dengan Nia. Pak Ilham mengijinkannya, beliau terlihat bahagia karena Nia mendengarkan apa yang Pak Ilham katakan. Beliau berharap Nia bisa membuka hatinya untuk pria baik itu.


__ADS_2