
Ke esokan harinya Alan datang dan membuat keributan di depan gerbang Villa milik Pak Sanjaya. Penjaga yang tidak ingin mengulangi kesalahan seperti kemarin, terpaksa melakukan kekerasan pada Alan dan Lala.
"lapor Tuan, di luar ada orang yang memaksa ingin bertemu dengan Tuan!" salah satu pengawal masuk untuk memberi tahu Ello. Ello melihat dari laptop yang tersambung pada cctv luar gerbang.
"mau apa mereka." gumam Ello.
"mungkin mereka sedang menjalankan rencana mereka!" sahut Nia yang juga melihat Alan dan Lala dari laptop.
"oke, permainan di mulai. Sudah siap semua?" tanya Ello pada seluruh anggota keluarga yang tengah duduk di halaman belakang Villa.
"siap..." jawab mereka kompak.
"baiklah, biarkan mereka masuk!" perintah Ello tegas.
"baik Tuan." penjaga pun keluar dan memberi tahu pada dua pasangan yang tengah di butakan mata hatinya.
Alan dan Lala masuk dengan di iringi para penjaga Ello. Mereka harus siap berjaga jika mereka berdua melakukan hal yang membahayakan majikannya terutama Nyonya mudanya.
"kamu harus bersikap seperti yang aku perintahkan!" bisik Alan pada Lala.
"tapi Mas, kenapa aku harus melakukan ini?" tanyanya bingung sekaligus takut jika akan mebuat Pak Ilham membencinya.
"kamu tahu, Ayah membenci kita gara gara hubungan gelap mereka. Dan mereka sudah pengaruhi Ayah agar membenci kita. Kita harus hancurin hubungan mereka agar Ayah membenci Ello dan Nia, dan menyuruh mereka berpisah. Dan dengan seperti itu Ayah tidak akan membenci kita berdua! Kamu cinta kan sama aku?" tanya Alan.
"tentu aku cinta Mas," jawabnya lirih.
"kalau cinta, ya kamu harus bisa membuat mereka merasakan apa yang kita rasakan! Ini demi kepentingan kita berdua, agar bisa bersama bahagia bersama anak kita. Dan Ayah juga kembali bersama kita!" lagi lagi dia meracuni Lala agar mau melakukan apa yang dia minta. Dan Lala dengan mudahnya mengiyakan perintah perintah gilanya Alan.
๐ฟ๐ฟ
__ADS_1
Mereka kini tengah berada di ruang tamu dan menunggu pemilik Villa datang menemui mereka. Lala tampak gelisah, dia takut perbuatannya akan membuat dirinya malu sendiri dan membuat Pak Ilham semakin illfeel dengannya. Tapi perasaan itu selalu hilang saat Alan selalu mengancamnya berpisah, dia tak mungkin berpisah dengan Alan dengan keadaan dirinya mengandung anak Alan.
"ohhh Tuan Alan dan Nyonya Lala, selamat datang di Villa kami!" Ello menyambutnya ramah, begitu juga dengan Oma, Pak Ilham dan Papa Mama Ello.
"bagaimana kalian tahu dimana Villa kami berada?" tanya Bu Sanjaya berpura pura ramah.
"tentu kami tahu, karena Ello sering mengajak Lala istri saya ke Villa ini dan berbuat m**** di Villa ini." Alan mulai berakting marah marah di depan orang tua Ello. Dan mereka yang mendengar pura pura terkejut, dan memarahi Ello.
Alan pun memberi tahu kan maksud kedatangannya ke Villa ini, dan memberikan beberapa gambar Ello dan Lala. Dan Lala membenarkan kata kata Alan, dan dia juga berkata jika Ello berjanji akan menikahinya.
Alan berkata jika Lala sedang mengandung anak Ello sedangkan dirinya sudah lama tak menyentuh Lala. Dan Alan memfitnah Ello telah menghamili Lala, Nia yang mendengar dari samping ruang tamu merasa kesal. Dan dia juga tak menyangka jika Alan akan senekad itu, untuk memisahkan dirinya dengan Ello. Nia juga tak habis fikir jika Alan tega mengorbankan Lala demi dia mendapatkan obsesinya. Jika Ello tak menepati janji yang tak pernah dia ucapakan, Alan akan mengancam menyebar luaskan foto foto buatan Alan. Ello hanya diam tak melawan seperti biasanya dan dia pun mengikuti permainan Alan.
"baiklah, besok kalian harus menikah!" ucap Pak Sanjaya dengan nada penuh emosi.
"tidak bisa, karena aku dan Lala belum berpisah, dan Ello juga masih sah suami Nia..." protes Alan.
"dan kau harus berpisah dengannya!" sahut Pak Ilham yang semakin membenci Lala yang sudah berani melakukan hal bodoh seperti ini.
"oke..." ucap Alan. Seketika Lala meneteskan air matanya, dan dia merasa jika Alan hanya memanfaatkannya saja. "biar adil Nia juga harus berpisah dengan Ello!" pinta Alan tak tahu malu.
"sampai kapan pun, aku tidak akan berpisah dengan Ello. Aku setuju jika Lala ingin menjadi maduku lagi, jika memang Lala di hamili oleh Ello. Biarkan Ello menikahinya, dan aku akan membantu menyiapkan acara pernikahannya!" ucap Nia sambil berjalan mendekati Ello dan duduk di sampingnya.
"terima kasih sayang, aku janji aku akan bersikap adil. Tak seperti pecundang yang dulu menikahimu," sindirnya.
"urus saja perceraianmu dengan Lala, agar aku secepatnya bertanggung jawab atas kehamilannya. Dan Nia setuju dan tak keberatan dia di madu, jadi jangan harap Nia bisa meninggalkanku..." ucap Ello dengan menyandarkan kepala Nia di dada bidangnya.
"kau harus berpisah dengan Nia, El..." teriak Alan tak terima jika Nia masih tetap bersamanya.
"kau sudah menghamili Lala di belakangku, dan kau akan menikahinya. Agar adil kau harus berpisah dengan Nia...." protes Alan kembali. Karena hasilnya tak sesuai dengan rencananya.
__ADS_1
"dan kau bisa menikah dengan Nia, begitu maksud kamu Mas. Kamu tega Mas..." Lala menangis tak tahan dengan kebohongan Alan, dia menyesal sudah melakukan semua perintah kotor Alan.
"maksud kamu apa La, kau..." kata katanya terpotong oleh ucapan Lala.
"bodoh sekali diriku, mau saja menuruti semua perintahmu. Ini semua untuk kepentinganmu sendiri, bukan untuk kepentingan kita berdua. Maaf Mas, aku tak bisa meneruskan kebodohanku ini!" ucap Lala dengan menyeka air matanya yang sedari tadi keluar.
"Lala...." bentak Alan.
"kenapa kalian bertengkar di sini, dan kamu La. Ello akan menikahimu jadi kau tenang saja," ucap Pak Sanjaya.
"La, aku gak nyangka jika kamu akan menjadi maduku lagi. Dulu kamu menikah dengan Mas Alan saat sepekan kami menikah, dan sekarang kamu juga akan menikah dengan suamiku saat usia pernikahanku belum genap dua minggu. Dunia ini begitu sempit, aku dan kamu akan di pertemukan dalam pernikahan poligami kembali. Aku tahu kamu wanita baik, dan tak akan mungkin kamu mengulanginya lagi. Tapi kenyataannya kini kamu telah hamil dengan suamiku, dan lagi lagi aku akan di madu." ucap Nia menangis pilu dengan mendekati Lala.
"mungkin aku terlahir di dunia ini, hanya untuk selalu menderita dan tak pantas bahagia... Jika aku menjadi kamu, aku akan berfikir dua kali untuk menikah dengan pria yang sudah menikah. Meskipun aku dan dia saling cinta, tak mungkin tega aku masuk dalam ikatan pernikahan yang sah. Lebih baik aku terluka dari pada aku menyakiti hati sesama perempuan." Nia terus mencurahkan semua keluh kesah yang dia pendam selama ini. Lala hanya menangis dan menyesali semua keputusannya.
"aku gak bisa...aku gak bisa menyakiti wanita yang sama untuk kedua kalinya. Aku tidak bisa, aku sudah banyak menyakiti hati dan perasaan wanita sebaik Nia...." gumamnya dalam hati dengan menggelengkan kepala dan menangis sesegukan.
"maafkan aku Nia, aku tak bermaksud melukai hati dan perasaanmu. Aku di butakan oleh cinta hingga rela menjadi istri kedua Mas Alan. Aku dan Ello tidak punya hubungan apa pun Nia...." ucap Lala jujur dan membuat Alan murka.
"kau berkata apa sih La...." bentak Alan yang melangkah menghampiri Lala, namun di hadang oleh Pak Ilham.
Lala mengakui semua kebusukan Alan, dia tak tahan dan sadar jika dirinya hanya di manfaatkan Alan. Dia memilih kehilangan cinta Alan dari pada seumur hidupnya dia di bayang bayangi kesalahannya pada Nia. Dia tak peduli jika Alan meninggalkannya, yang terpenting dia bisa membesarkan anaknya tanpa rasa bersalahnya pada wanita yang sudah baik dan selalu mengalah padanya. Nia memeluk erat tubuh Lala, dia bersyukur Lala sadar dan mengakui akan kesalahannya yang sudah menuduh Ello.
๐ฟ
๐ฟ
Terima kasih banyak Noveltoon๐๐ Sudah menganti dan membuatkan Cover Eksklusif untuk ceritaku๐๐๐
Terima kasih juga buat pembaca setiaku๐๐๐ sehat selalu wt semuanya๐๐
__ADS_1