Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 125. Nia jatuh


__ADS_3

Seusai acara Nia dan yang lain pamit pada Johan dan Dessy. Mereka juga berpamitan dengan Bu Dina dan juga Catty beserta suami dan anaknya. Dan saat mereka hendak keluar gedung, mereka berpapasan dengan Ridho yang datang terlambat ke pesta pernikahan Johan dan Dessy.


"Kamu tidak setia kawan Dho..sahabat nikah bukannya tepat waktu datangnya. Jangan jangan kamu sengaja datang terakhir biar di kasih buntelan banyak sama Johan." Ucap Lena dengan tertawa.


"Sembarangan, aku tadinya sudah siap datang. Tapi karena ada panggilan darurat dari rumah sakit aku pending datang ke sininya." Jawab Ridho dengan nafas yang ngos ngosan karena berlari saat turun dari mobilnya.


"Kamu benar benar dokter yang bijaksana kawan, aku suka gayamu. Kalau dokternya Lena pasti dia lebih penting pergi ke pesta dari pada nyawa pasiennya." Ucap Ello dengan menepuk pundak sahabatnya.


"Betul itu El, ngomong ngomong kenapa kalian terburu buru?" Tanya Ridho.


"Sudah malam dan harus istirahat, besok pagi harus kembali ke Jogja. Karena lusa jadwal Nia untuk operasi caesar." Jawab Ello dengan merangkul Nia.


"Wah..selamat kawan, akhirnya di antara kita berlima. Kalian yang lebih dulu menggendong momongan." Ucap Ridho yang ikut senang.


"Terima kasih Dho..doakan lancar ya operasinya!" Ucap Nia dengan mengusap usap perutnya.


"Pasti aku doakan yang terbaik untuk kamu dan juga semua anak anakmu Nia."


"Semua anak anakmu?" Tanya Lena. "Satu aja belum lahir kamu bilang anak anakmu." Imbuhnya.


"Kan anaknya Nia..."


"Sttt," ucap Ello dan Nia bersmaan. Ridho pun tidak melanjutkan ucapannya. "Maksudnya Idho..setelah anakku lahir kita akan buat lagi, begitulah seterusnya sampai jadi banyak anakku."


"Kamu pikir istrimu kucing, lahiran hamil lagi, lahiran terus hamil lagi sampai rumah gak muat di tempati banyak anak." Ucap Lena.


"Istrimu suruh diam itu Zac, aku nitip Nia sebentar. Ada yang ingin aku bicarakan pada pak dokter,"


"Siap Kak Bos," ucap Zac dengan hormat.


"Awas kamu jangan bikin istriku pusing Len, jagain Nia sebentar!" Ucap Ello dengan menunjuk Lena dan menatapnya tajam. Ello dan Ridho masuk kedalam dan mencari tempat di mana tidak ada yang mendengarnya.


"Iya.." ucap Lena lemas. "Kita sudah kaya' baby sister aja Zac."


"Kita? Kamu aja kali, aku itu jagain sekaligus nemenin Kakakku sendiri." ucap Zac yang tak mau kompak dengan Lena.


"Ish..dasar suami rese," ucap Lena dengan mengepalkan kedua tangannya karena kesal.

__ADS_1


.


.


.


"El, apa kamu gak tahu Nia hamil kembar?" Tanya Ridho.


"Ya tahu lah, kamu jangan bilang bilang sama Lena. Nia ingin membuat kejutan pada Mama dan Omaku, kalau Lena tahu. Bisa bisa bocor dan gak jadi kasih kejutan buat mereka, tahu sendiri Lena mulutnya seperti apa." Jawab Ello.


"Haha..benar kamu El, dan aku heran kenapa sepupumu mau menikahi wanita mulut mercon seperti Lena."


"Entahlah, aku juga bingung." Elak Ello.


"Aku ikut senang, akhirnya kamu mendapatkan wanita pujaanmu. Dan kebahagiaanmu semakin lengkap dengan hadirnya kedua babymu El."


"Terima kasih Dho..tapi kenapa kamu bisa tahu Nia hamil kembar?" Tanya Ello yang penasaran sedari tadi.


"Kamu lupa aku ini siapa?" Tanyanya dengan bersedekap.


"Bukan, aku si buta dari goa hantu."


"Ha..ha.., sudah sana temui sahabatmu. Dari tadi dia menunggu kedatanganmu,"


"Hey..kawan..kamu terlambat datang ke pernikahanku, apa sesibuk itukah dirimu." Teriak Johan yang menghampiri Ello dan Ridho yang tengah mengobrol.


"Maaf Kawan, pasienku lebih penting dari dirimu." ucap Ridho dengan memeluk sahabatnya.


"Kau benar benar kejam kawan, dan kau El. Katanya mau pulang kenapa masih di sini?"


"Memang ada larangan orang yang mau pulang tapi balik lagi ke sini?"


"Memang tidak ada larangan, tapi kamu meninggalkan istrimu tercinta di mana?" Ledek Johan.


.


.

__ADS_1


.


Di depan gedung, Nia, Lena dan Zacky tengah duduk di anak tangga depan gedung. Nia terlihat begitu lelah.


"Kenapa Kakakmu lama banget Zac, aku sudah lelah ingin cepat istirahat dan tidur nyenyak." Gerutu Nia di depan gedung.


"Sebentar lagi Kak,"


"Lala..." Teriak Nia saat melihat Lala yang keluar gedung.


"Nia.." Ucap Lala dia melangkah menghampiri Nia yang tengah duduk di tangga depan gedung.


Nia berniat menghampiri Lala, tapi saat berdiri dari duduknya dia justru tergelincir dan terguling jatuh ke bawah. Membuat Lena, Zacky dan juga Lala terkejut dan berteriak, mereka bertiga sama sama panik.


"Nia.." Teriak Lena dan Lala.


"Kak Nia..." Teriak Zac yang langsung berlari mengahampiri Nia.


"Sa..kit.." Rintih Nia memegang perutnya, dia tergeletak lemas dan gaunnya penuh dengan darah.


Ello yang mendengar suara keributan langsung bergegas keluar gedung. Dan betapa terkejutnya dia mendapati istri tercintanya terkulai dengan gaun yang di penuhi darah. Dia langsung mendorong tubuh Zacky, Lena dan juga Lala dengan kasar yang tengah menopang kepala Nia. Air matanya tumpah, dengan sigap dia langsung menggendong Nia menuju mobil. Zacky membukakan pintu dan mengendarai mobilnya.


Kepanikan terjadi di depan gedung, hingga sang pemilik acara ikut panik dan langsung bergegas pergi mengikuti Ello bersama Lena dan juga Lala. Begitu juga dengan Ridho, dia langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi agar dia segera sampai di rumah sakit.


"Sakit.." Lirih Nia dengan mata yang terpejam.


"Sayang..bertahanlah Sayang.." Ucap Ello dengan derai air mata. Meletakkan kepala Nia di pangkuannya dan memeluk tubuh Nia dengan erat. Seakan dia begitu takut kehilangan istrinya.


"Zac..cepat Zac..aku takut terjadi apa apa pada Nia dan anakku Zac!"


"Iya Kak, ini juga sudah cepat." Ucap Zacky, dirinya tak kalah khawatir dari Ello. Dia merasa bersalah karena tidak menjaga Nia dengan baik, bahkan tangan dan tubuhnya ikut gemetar karena takut terjadi sesuatu pada Nia.


"Sayang..maafkan aku tidak bisa menjagamu dengan baik." Ucap Ello mengecup tangan Nia yang sudah tak sadarkan diri.


"Kamu yang tenang Kak, jangan panik."


"Sayang, bertahanlah sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit. Lebih cepat lagi Zac!" Teriak Ello.

__ADS_1


__ADS_2