Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 87. Belajar memasak


__ADS_3

Pukul 09.00.WIB, di rumahnya hari ini membuat Ello merasakan pening di kepalanya. Pagi tadi dia sudah rapi mengenakan pakaian kantor, namun dia langsung berganti pakaian rumah saat mendengar kabar Mama dan Oma akan belajar masak hari ini. Dia rela membatalkan meeting pentingnya karena ingin menjaga Nia dari kerusuhan Mama dan Mamanya. Namun yang dia lihat, Nia justru merasa senang lain dengan dirinya yang memijat mijat kepalanya terus terusan. Dapur yang tadinya rapi, kini telah porak poranda.


"Mama coba lagi ulek ketumbar, kunyit sama bawang putihnya!" ucap Nia dan dia melangkah untuk mengambil cobek dan ulekan. Ini sudah ketiga kalinya Mama belajar untuk mengulek bumbu ungkep Ayam.


"Mama..angkat cobeknya sendiri, itu terlalu berat untuk istri dan anakku Ma..." pinta Ello saat melihat Nia yang ingin mengambil cobek, dia duduk dan tertawa puas karena Mamanya mau mengikuti perintahnya.


"nggeh...ndoro Ello..."


"bagus...." ucap Ello terkekeh.


"Oma iris lembut bawang merah dan putihnya ya!" ucap Nia, dan Oma pun mengiris bawang merah dan putihnya. Dan di gurui oleh Ello dari kursi tempatnya duduk.


"bukan seperti itu ngirisnya Oma..." teriak Ello, karena Oma bukan mengiris tapi membelahnya menjadi dua bagian saja.


"sok tahu kamu Mars, kamu diam saja di situ! Dari tadi di salahin terus, ngiris sayuran salah. Ngiris bumbu pun kamu salahin!" sahut Oma yang merasa dirinya benar. Jelas Ello salahin, di suruh bersihin toge justru togenya di iris iris.


"yang Ello katakan itu benar Oma, itu salah." seru Nia dengan terkekeh.


"oh..my..god...." teriak Mama.


"astaga Mama...kenapa bisa cobeknya kebelah lagi..." lagi lagi Ello berteriak, sedang Nia semakin tertawa terpingkal pingkal.


"maafkan Mama El, Mama akan menggantinya seribu kali lipat cobek yang sama persis seperti ini." ucap Mama dengan senyum yang memperlihatkan giginya.


"Ma..Ello heran sama Mama, apa dulu Mama ini mantan tkw?" tanya Ello sinis.


"tkw apa? Mama ini mantan pacar Papamu lho...bukan mantannya tkw!" jawab Mama enteng.


"tkw alias tukang keprok watu. Secara cobek batu yang kuat bisa Mama takhlukan!"

__ADS_1


"sayang...aku gak ngerti..!" sahut Nia.


"tukang pukulin batu..." jawab Ello, Nia pun semakin terkekeh.


"sembarangan kamu ini El,"


"sudah sudah...kita lanjut lagi masaknya!" ajak Nia, Ello pun mengakhiri omelannya.


Satu jam kemudian, Oma dan Mama belum juga bisa mempelajari dengan benar yang Nia ajarkan.


"ah..gosong lagi.." ucap Mama kesal dengan membuang kembali hasil masakannya ke dalam tong sampah yang sudah penuh oleh Ayam goreng hitam buatannya.


"kau itu bagaimana Ne, masak seperti itu saja gagal terus!" ejek Oma.


"kaya' Mama bisa aja!" ejek Mama tak mau kalah. Karena Oma juga sama saja menggoreng Ayam dengan hasil yang tidak memuaskan.


"masih mending Mama, goreng ayam gak jingkrak jingkrak ketakutan sepertimu!"


"hey..Oma, mana ada orang masak pakai jas hujan, helm sama sepatu boots. Oma mau masak apa mau tempur di bawah air hujan?" tanya Ello yang tertawa bahak namun juga merasa kesal.


"jangan mentertawai Oma, nanti Oma tidak akan membagi hasil masakan Oma padamu Mars." sahut Oma.


"Mars juga tidak bermimpi dapat mencicipi masakan Oma!" jawab Ello sembari menjulurkan lidahnya seraya berkata 'huwekkk'.


"kau itu, bukannya memberi Oma semangat. Ini justru membuat Oma minder," ucap Oma kesal.


"iya kasih Oma sama Mama semangat untuk membuat dapur Mars berantakan." jawab Ello sinis, lalu dia duduk kembali dan mengamati aktivitas ketiga wanita terkasihnya.


"namanya juga belajar masak sayang, ya pastinya dapur akan berantakan!" ucap Nia.

__ADS_1


"kau selalu saja membela mereka," gerutu Ello dengan bersedekap.


"jangan ngambek, apa kamu lapar?" tanya Nia dan Ello pun mengangguk dengan wajah memelas.


"kamu makan bekal yang sudah aku siapin tadi pagi dulu." Nia pun memberikan kotak nasi yang tadi pagi dia siapkan untuk Ello.


Ello pun memakan bekalnya tadi, dan menikmati sambil melihat wajah ayu istrinya. Dia makan sambil tersenyum, hingga dia tak sadar jika ada yang merebut makanannya.


"boleh Oma minta sedikit Mars...?" ucap Oma, yang di jawab anggukan oleh Ello yang masih menatap Nia yang tersenyum manis padanya.


"asyik..." ucap Oma dan Mama bersamaan.


"ini namanya apa Nia...?" tanya Mama sambil melahap makanan Ello yang bergatian dengan Oma.


"ayam teriyaki Ma..." jawab Nia.


"oh...bumbunya apa?" tanya Mama.


"heleh...sok nanya bumbu, bikin bumbu ungkep saja tidak bisa bedain mana ketumbar sama lada." sahut Oma sinis.


"kan basa basi dikit gak apa apa Ma..."


Makanan pun habis dan mereka kembali fokus pada penggorengan masing masing. Sedang Ello tersadar saat dia menyedok wadah kosongnya.


"kok habis.." ucap Ello bingung.


"kau yang makan, kau juga yang protes habis. Enak ya..sudah kenyang sendiri. Sedang kita yang tua masih kelaparan!" sahut Mama berbohong dan menahan tawanya.


"sayang..kok aku masih kerasa lapar ya?" tanyanya sambil menggaruk tengkuknya.

__ADS_1


Mereka tertawa puas karena berhasil mengerjai Ello yang sedari tadi komentar pedas pada mereka. Dan Ello pun sadar jika dirinya sudah di kerjai oleh Oma dan Mama. Dia hanya menatap kesal pada mereka bertiga yang mentertawai kebodohannya.


__ADS_2