
Tiga tahun kemudian. Terlihat sosok kedua anak kembar yang tengah asyik bermain di taman belakang rumah bersama kedua orang tuanya. Anak anak yang begitu aktif dan suka berdebat, namun sebenarnya mereka saling sayang satu sama lain.
"Bintang..Bulan..sini Nak!" Pinta Ayah anak anak tersebut.
Mereka pun berlari menghampiri Ayah mereka dan langsung memeluknya. Ayah yang sangat menyayangi mereka, dia memeluk anaknya dengan penuh kasih. Membelai kepala kedua anaknya dan mengecupnya dengan lembut. Dan sang Ibu melihat dan tersenyum bahagia. Begitu terlihat jelas betapa mereka saling mengasihi dan menyayangi. Dia begitu bahagia melihat kedekatan sang anak dan Ayah.
Keluarga yang begitu berarti untuknya, dan dia begitu bersyukur masih di beri kesempatan untuk melihat anak anaknya dan suaminya. Masih memiliki kesempatan untuk merawat dan membesarkan baby twinsnya. Impian untuk memiliki keluarga yang begitu sempurna telah tercapai. Memiliki suami yang begitu menyayanginya, begitu memperhatikan istri dan anak anaknya. Menjadikan keluarga sebagai prioritas utamanya. Dan kebahagiaannya begitu sangat sempurna saat melihat anak anak kembarnya tumbuh sehat dan cerdas.
Anak anak yang begitu lucu dan menggemaskan, terkadang mereka akan bertengkar berebut mainan dan akan kembali akur setelah sang kakak mengalah.
"Anak anak Bunda pasti haus kan?" Ucap Bundanya yang datang menghampiri mereka dengan membawa nampan yang berisi gelas dan juga botol air minum. Kedua si kembar pun kompak menganggukan kepalanya, dan melompat lompat.
"Nih..Bunda bawain minum untuk anak anak Bunda!" Ucap Bundanya dengan mengisi gelas dengan air, kemudian ia berikan pada kedua anak anaknya. Sang Bunda dan Ayah pun memeluk mereka bersamaan. Tak terasa buliran bening pun menetes karena Bunda dan Ayah menangis bahagia.
"Aku tidak menyangka akan bisa berkumpul seperti ini bersama keluarga kecilku," ucap Thania dengan bersandar di dada sang suami.
"Karena kamu adalah wanita hebat dan kuat. Kamu begitu menyayangi kami, buktinya kamu berada di sampingku dan anak anak." Ucap Ello dengan mengecup pucuk kepala istrinya.
🌿Flash Back On.🌿
Tiga tahun yang lalu, saat Nia mengalami kejang dan jantungnya berhenti. Kala itu setelah dokter melakukan denyut jantung, dan detak jantungnya kembali berdetak. Nia pun langsung membuka matanya.
"Bagaimana dengan istri saya Dok?" Tanya Ello pada salah satu Dokter.
Dokter pun menghela nafasnya dengan berat, seluruh keluarga pun semakin lemas mendengar helaan nafas sang Dokter.
"Bu Nia baik baik saja, dan dia saat ini ingin bertemu dengan anak anaknya!" Jawab Dokter dengan tersenyum begitu juga dengan para perawat.
"Berarti Nia sudah sadar Dok?" Tanya Ello dan di jawab anggukan oleh Dokter. Ello langsung bergegas masuk ke ruangan dengan senyum yang merekah. Dan seluruh keluarga ikut tersenyum dan merasa lega.
"Kamu benar benar wanita yang kuat Nia, aku bangga punya sahabat sepertimu. Kamu tahu, saat ini aku sedang merajuk pada suami absurdmu itu!" Adu Ridho pada Nia.
__ADS_1
"Kenapa dengan Ello?"
"Nanti kamu akan tahu sendiri, aku jamin dia akan bertekuk lutut memohon maafku." Ucap Ridho percaya diri. Dan saat dia mendengar suara pintu terbuka dan dia sangat yakin jika itu adalah Ello. Ridho langsung duduk di kursi dengan menyilangkan kakinya dan tangan bersedekap. Dia begitu yakin jika sahabatnya akan langsung meminta maaf padanya.
"Sayang..akhirnya kamu bangun juga, aku begitu menghawatirkanmu. Aku takut terjadi sesuatu padamu!" Ucap Ello yang langsung memeluk istrinya dan tak menghiraukan keberadaan Ridho di sampingnya.
"Anak kita dimana sayang?" Tanya Nia yang mengusap lembut pipi suaminya.
"Anak anak ada diruang bayi, sebentar lagi akan di ajak kesini sama Mama dan juga Oma. Aku takut kehilanganmu sayang, aku tak sanggup hidup tanpa dirimu. Hidupku takkan ada artinya tanpamu!" Ucap Ello dengan memberi Nia ciuman mesra di seluruh wajahnya dan terakhir di bibirnya.
"Astaga..mataku yang suci telah ternodai!" Ucap Zac yang hanya bisa menelan ludahnya saat melihat kemesraan Ello dan Nia tanpa menghiraukan keberadaannya.
"Jangan dengarkan suara mistis itu sayang, aku begitu merindukanmu." Ucap Ello saat Nia meminta Ello menghentikan aksinya karena dia merasa tidak enak pada Ridho.
"Astaga Ridho..malang nian nasibmu," ucap Lena yang masuk bersama Oma dan Mama yang membawa kedua bayi Nia dan Ello.
"Asal kamu tahu Len, sepupumu selain absurd dia juga hobi menodai mata seseorang." Gerutu Ridho.
Dan di ruangan itu di penuhi kebahagiaan dan canda tawa seluruh keluarga. Bahkan Oma dan Mama tidak merebut bayi Nia untuk bisa menggendongnya. Mama menggendong bayi perempuan Nia dan Oma menggendong bayi laki laki Nia.
"Maafkan aku yang sudah salah paham denganmu Dho," Ucap Ello pada Ridho.
"Lain kali jika dokter masih berbicara jangan di sela, biar gak salah paham." Sahut Ridho dengan ketus.
"Iya Pak Dokter, saya memang absurd." Ucap Ello.
"Apa kamu bahagia?" Tanya Ridho.
"Jelas aku sangat bahagia," ucap Ello bangga.
"Sebentar lagi kamu akan ditertawakan oleh istri dan juga para Ibu Ibu itu. Mereka akan lebih bahagia dari dirimu El." Ucap Ridho dengan menunjuk ke arah Nia dan semuanya.
__ADS_1
"Sayang kamu begitu menggemaskan," ucap Nia dengan menunjukan ponsel Ridho banyak foto Ello menangis.
"Sempat sempatnya kamu memotretku seperti itu Dho," ucap Ello dengan menarik kerah baju Ridho.
"Santai kawan, itu karena aku sangat kesal terhadapmu. Mendorongku sampai aku jatuh, aku potret saja diam diam." Ucap Ridho tertawa puas. Ello pun mengambil ponsel Ridho dari tangan Nia, dan melemparnya hingga pecah.
"Ponselku.." Pekik Ridho.
"Terima kasih sudah membuatku di tertawakan istriku sendiri." Ucap Ello tanpa merasa bersalah.
"Apes apes.." Ucap Ridho dengan memeluk ponselnya.
Dan semua pun tertawa melihat ekspresi wajah memelasnya Ridho. Dan mereka sangat berterima kasih pada Ridho dan para Dokter dan perawat. Karena sudah memberikan yang terbaik untuk Nia. Hingga Nia bisa kembali berkumpul dengan keluarganya dan juga anak anaknya.
Dengan siumannya Nia, membuat seluruh keluarga begitu banyak mengucap syukur. Akhirnya mereka bisa berkumpul kembali dengan Nia.
🌿Flash Back Off🌿
"I'm coming.." Teriak Mama yang baru datang bersama Oma dan juga Papa. Mengagetkan Nia dan juga Ello.
"Genma..." Teriak Bulan yang memang lebih dekat dengan Grandmanya, dia pun berlari untuk memeluk Grandmanya.
"Cucu Grandma yang cantik dan imut, Grandma kangen sama Bulan." Ucap Mama gemas saat memeluk cucunya.
"Lebay.." ucap Oma sinis, Mama pun menyunggingkan bibirnya. "Sini cicit Oma yang paling tampan!" Ucap Oma pada Bintang, dan sang cicit pun memeluk Oma.
"Tidak pernah berubah, mereka berdua pasti akan terus seperti ini. Merasa dirinya paling benar dan tidak akan ada yang mau mengalah." Ucap Papa dengan menggelengkan kepalanya.
"Sebenarnya mereka saling menyayangi Pa, bertengkarnya mereka adalah bukti mereka saling menyayangi dan melengkapi." Ucap Nia.
"Betul kata istriku Pa, buktinya Oma mau menutupi kesalahan Mama sampai sekarang kan!" Sahut Ello.
__ADS_1
"Ha..ha.." Papa pun hanya tertawa, sebenarnya beliau tahu tentang Mama yang memberikan mobilnya pada wanita yang dulu ingin Mama jodohkan dengan Ello. Namun Papa hanya diam, dan tanpa sepengetahuan Mama, Papa mengambil kembali mobil itu dan menyimpannya di sebuah tempat yang dulunya Mama tidak tahu.