Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 120. Teman atau mantan?


__ADS_3

"Maaf Oma, Zac lupa." Ucap Zac canggung. "Saya akan sabar dan berusaha untuk menjadi suami yang baik untuk Lena Yah."


"Terima kasih Zacky,"


.


.


.


"Lena..selamat menempuh hidup baru kawan.." Ucap seseorang yang baru datang dan menghampiri semua orang yang berkumpul di ruang tengah.


"Johan.." Teriak Nia dan Lena bersamaan.


"Kenapa kalian terkejut?" Tanya Johan.


"Kenapa kau ada di sini? Siapa yang memberi tahumu jika hari ini aku menikah?" Tanya Lena kesal.


"Aku di sini karena ingin mengucapkan selamat untuk pernikahanmu, apa salah? Dan yang kasih tahu kabar ini adalah..sepupumu.." Ucap Johan menunjuk Ello.


"Duduklah Nak!" Ucap Tante mempersilahkan.


"Terima kasih Tante." Johan pun duduk di bangku yang masih kosong.


"Kamu temannya Lena? Atau mantan pacarnya Lena?" Tanya Tante saat Johan sudah duduk dan ikut bergabung dengan semuanya.


"Ha..ha..ya saya temannya Lena Tante, saya bukan mantan pacarnya Lena. Mana mung..." Ucapannya terhenti saat mendapat sorotan tajam dari Lena dan juga Nia.


"Mana mung, apa?"


"Mana mungkin seorang mantan mau datang ke perkawinan mantannya, itu maksudnya Tante. Oh iya, mana hidangannya Tante. Saya merasa lapar," ucap Jo yang langsung membuat semua orang tertawa.


"Baiklah mari kita makan.." Ajak Tante, mereka pun menikmati hidangan yang sudah di siapkan. Walau tatapan Johan sedikit sinis pada Alan.


...


Kini Lena, Johan,Zacky, Nia dan juga Ello berkumpul di taman belakang. Sedang para orang tua masih berada di ruang makan.


"Kenapa mendadak sekali? Kapan kamu pacarannya dan kapan kamu di lamar oleh suamimu itu Len? Kenapa aku gak mendengar kabar itu sama sekali?" Tanya Jo yang merasa penasaran.


"Itu..."


"Karena kita ta'aruf alias nikah tanpa pacaran, dan saat lamaran dan pernikahan. Memang sengaja tidak kasih tahu siapa pun." Sahut Zacky yang merasa sinis terhadap Johan. Lena hanya menghela napasnya dan meminum minumannya.


"Oh..aku pikir kalian menikah mendadak karena hamil.." Ceplos Johan yang membuat Lena tersedak saat minum.

__ADS_1


"Kamu pikir aku ini wanita apaan.." Pekik Lena yang spontan menginjak kaki Johan tanpa ampun.


"Ampun Len..aku hanya bercanda, ini sangat sakit Len." Ucap Jo dengan merengek kesakitan, Lena pun menghentikan aksinya dan kembali duduk di tempatnya.


"Sayang sekali, aku pikir kamu akan berubah setelah menikah. Ternyata sama saja, masih bar bar." Gerutu Johan.


"Aku yakin dia akan berubah Jo, setelah merasakan indahnya sebuah pernikahan." Sahut Nia.


"Betul.." Sahut Ello yang merangkul Nia.


"Boleh bergabung?" Tanya Alan yang sedari tadi ragu untuk bergabung.


"Tidak.." Teriak Lena dan juga Johan.


"Boleh.." Sahut Nia, Ello dan Zacky.


"Duduk saja Mas," ucap Nia ramah.


"Terima kasih," ucap Alan yang duduk di bangku kosong.


"Kenapa kamu mengijinkan dia bergabung dengan kita," protes Johan.


"Memang kenapa, dia bagian dari keluarga istriku. Tidak ada salahnya jika dia bergabung," sahut Ello yang masih setia merangkul mesra istrinya.


"Bagian dari keluarga?"


"Dan kau kesini tidak membawa perempuan mu.."


"Cukup Jo." Ucap Nia.


"Kenapa?"


"Kita perlu bicara bertiga?" Ajak Ello.


Ello dan Nia hanya ingin membuat Johan untuk tidak lagi mengungkit ungkit masa lalu Nia dan Alan dulu. Karena Nia tidak ingin mengingatnya kembali.


"Jo..tolong jangan ungkit ungkit masa laluku dan Mas Alan lagi. Dan jangan pernah kamu sebut Lala perempuan seperti itu,"


"Maafkan aku Nia, aku masih kesal saja dengan dia dan juga istrinya." Ucap Johan saat mengingat wajah mengesalkan Lala dan Alan saat di persidangan dulu.


"Lala sebenarnya wanita yang baik Jo, dia tak sepenuhnya bersalah. Lagi pula mereka sudah bercerai,"


"Mereka bercerai?" Tanya Jo yang di jawab anggukan dua sejoli di hadapannya.


Kini Johan menceritakan semua tentang Lala yang ada hubungan darah dengannya. Ello dan Nia terkejut. Setidaknya itu membuat beban pikiran Johan sedikit berkurang.

__ADS_1


Dengan berbagi cerita dengan kedua sahabatnya inilah Johan akan merasa sedikit lega. Dab Sebagai sahabat yang bijak, Ello pun memberikan saran pada Johan. Begitu juga Nia memberi saran yang baik pada Johan. Dan semua tergantung pada hati Johan, setidaknya mereka sudah memberi solusi agar Johan menggunakan hati bukan emosi.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


"Aku gak nyangka kalau Lala dan Zacky ada hubungan darah Bang." Ucap Nia saat di dalam mobil untuk kembali ke rumahnya.


"Aku juga sama gak nyangka kalau mereka ternyata saudara. Kita doakan saja yang terbaik untuk mereka berdua, semoga mereka bisa menjadi kakak adik yang saling menyayangi." Ucap Ello.


"Iya Bang, Lala itu sebenarnya wanita baik baik. Bahkan dulu saat kami masih menjadi istri Mas Alan. Dia selalu membujuk Mas Alan untuk bersikap adil dan memberi perhatian dan kasih sayang sama untukku. Hanya saja Mas Alannya dulu sangat egois." Ucap Nia.


"Kamu dulu merasa cemburu?" Goda Ello dengan menyengolkan sikunya pada Nia.


"Sudah Bang, jangan bahas itu lagi." Ucap Nia.


"Ah..cemburu itu,"


"Iya aku cemburu, puas kamu Bang.." Ucap Nia kesal tapi sudut bibirnya bergetar tidak bisa menahan tawanya melihat ekspresi wajah Ello.


"Sakit...." Rintih Ello dengan menyentuh dadanya, merengek dan memukul stir mobilnya.


"Sakit kenapa?" Tanya Nia yang masih berusaha menahan tawanya.


"Terkena duri cinta," jawab Ello dengan meringis seolah kesakitan.


"Waw..sakitnya dimana?" Tanya Nia meledek.


"Di sini, di sini, di sini dan di sini.." Sahut Ello menunjuk perutnya, dadanya dan seluruh tubuhnya.


"Bhaaaa...Meriang Bang?" Ucap Nia dengan tertawa keras. "Kita ke dokter untuk periksa!"


"Kamu jahat tertawa di atas sakitnya hatiku. Tidak perlu, dokternya sudah ada di sini!"


"Mana?"


"Di sampingku, dokter cintaku!" Ucap Ello yang langsung menepikan mobilnya dan langsung memeluk Nia dengan penuh kasih.


"Kamu ini..," Ucap Nia.


"Pokoknya jangan pernah bahas masa lalu lagi!"


"Iya aku janji gak akan membahasnya lagi, kamu juga jangan pernah membahas lagi."


"Iya tadi hanya kebawa suasana karena kebaikan Lala yang gak pernah bisa aku lupakan!"


"Kita doakan mereka segera mendapat kebahagiaan yang hakiki."

__ADS_1


"Aamiin"


Ello pun melajukan kendaraannya kembali, dia tidak mau berlama lama di rumah Zacky. Karena dia tidak mau Nia kelelahan.


__ADS_2