
Kini Nia dan Ello sedang duduk santai di taman belakang rumah Papa dan menikmati teh buatan Bibi.
"Kamu lihat gak Lena dan Zac tadi Bang?Sepertinya mereka sudah tumbuh benih benih cinta!" Ucap Nia saat duduk ditaman belakang rumah bersama Ello.
"Mereka itu hanya berakting di depan orang tua Lena Sayang!" Ucap Ello.
"Kalian membicarakan diriku!" Ucap Zac yang mengejutkan Nia dan Ello. Dan dia duduk di bangku kosong.
"Apa untungnya membicarakan orang yang gak penting seperti dirimu!" Cetus Ello yang mendapatkan cubitan dari Nia.
"Ampun sayang, ampun.." Rintih Ello, Zac tertawa puas melihat sepupunya teraniaya. "Jangan tertawa, aku pastikan kamu juga merasakan Zac!" Ancam Ello.
"Gak akan mungkin," ucap Zac percaya diri.
"Sayang jangan marah, jelek kalau lagi marah." Rayu Ello pada Nia yang sedang marah padanya karena Ello selalu ketus pada Zac.
"Memang aku sudah jelek dari sononya, mau marah atau gak pasti sama saja." Ucap Nia dengan memalingkan wajahnya dari Ello. Tapi Ello tidak menyerah, dia terus menggoda Nia dengan berbagai cara.
"Ampun ampun..aku gak akan ngambek lagi Bang, ampun.." Ucap Nia dengan tertawa kegelian karena Ello menggelitikinya.
"Baiklah aku ampuni, tapi jangan ngambek lagi cuma gara gara Zacky."
"Iya.." ucap Nia lemas.
"Maafkan aku sayang, maafin Ayah ya Nak. Salah Bundamu membuat Ayahmu ini cemburu karena Bundamu selalu tidak suka jika Ayah meledek Om Zacky." Ucap Ello dengan mengelus perut Nia lalu mencium lembut bibir Nia. Hingga membuat Zac menyesal sudah mengahampiri mereka, karena harus melihat Ello yang menghujani Nia dengan ciuman.
__ADS_1
"Sudah sayang, kasihan Zac, Lena gak ada disini!" Ucap Nia saat melihat Zac bersandar dan mendengus kesal.
"Biarkan saja dia sayang, biar dia bisa melakukan seperti ini pada Lena."
"Kalian benar benar kejam, bagaimana aku menciumnya Kak. Baru ngebayangin aja sudah di tampar, pasti dalam kenyataan aku akan di smackdown." Ucap Zac frustasi dan masih tetap bersandar di bangku dan menatap ke atas.
"Kasihan sekali kamu Zac, menikah dengan macan. Tapi aku akan kasih kamu tips cara membuat Lena bisa luluh padamu," ucap Ello.
"Gak perlu, aku bisa cari cara sendiri. Jika mengikuti caramu, bisa bisa aku sesat."
"Aku ikut senang kamu bisa bahagia bersama Ello, maafkan aku yang tidak pernah membuatmu bahagia. Bahkan senyuman dan tawamu seperti itu tak pernah terlihat saat bersamaku Nia." Gumam Alan dari kejauhan.
Lena yang keluar dari toilet langsung mencari keberadaan dua sahabatnya dan juga Zacky yang sudah menjadi suaminya. Saat di beri tahu Mama keberadaan Nia dan Ello, Lena langsung menuju taman belakang. Namun langkahnya terhenti saat melihat Alan yang berdiri di tengah pintu.
"Kenapa kamu berdiri di situ," ucap Lena sisnis pada Alan.
"Sakitnya tuh di sini di ujung jempolku, sakitnya tuh di sini pas kena jempolku." Lena bernyanyi dan tertawa meledek Alan. Sedang Alan hanya menggelengkan kepalanya.
"Apa kamu merasa cemburu? Atau menyesal?" Tanya Lena dengan nada mengejeknya. Alan hanya menjawab dengan senyuman dan menatap ke arah Nia dan Ello.
"Gara gara di cerai dua istri jadi gagu kali ni orang." Gumam Lena dalam hati.
"Harusnya aku yang disana..dampingimu dan bukan dia, harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia.." Lena kembali bernyanyi meledek Alan, lagi lagi Alan hanya menjawab dengan senyuman. "Astaga, dulu ni orang kalau di ledek pasti akan marah. Ini tampangnya biasa saja, apa dia kesambet." Imbuhnya dalam hati.
"Sudah bernyanyinya?" Tanya Alan bersahabat, Lena hanya diam dan menyunggingkan bibirnya. Alan pun berlalu dan kembali masuk kedalam bergabung dengan para tetua. Membuat Lena terbengong dengan mulut yang terbuka.
__ADS_1
"What..ekspresinya begitu misterius, aku jadi curiga. Dia kesal atau tidak ya melihat mantan istrinya bahagia," Gumam Lena yang langsung melangkah menghampiri Nia.
"Kasihan.." Ucap Lena yang melihat wajah Zac frustasi melihat keromantisan Nia dan juga Ello.
"Diam kamu," gertak Zac yang masih tetap duduk di bangku dan bersandar.
"Maafkan kekhilafan kita berdua," ucap Ello dengan merangkul Nia dan mencium pipi Nia kembali.
"Kalian tidaklah salah, yang salah itu nyamuknya. Kenapa datang pada orang yang suka pamer kemesraan." Seloroh Lena dengan tertawa puas.
"Dan yang bicara tadi adalah istrinya nyamuk," ucap Zac tanpa bergerak dari posisinya. Lena yang kesal langsung menginjak kaki Zac. Zacky pun memekik dan seketika Zac yang kesakitan langsung terbangun dan menarik pakaian Lena.
"Brukk.." Lena pun jatuh di pangkuan Zac dengan posisi membelakangi Zac.
"Waw..tak di sangaka kalian begitu agresif di depan umum." Ucap Nia dan Ello bersamaan, sedang Lena masih terdiam di pangkuan Zac.
"Pisangku..kejepit," ucap Zacky dengan merengek Nia dan Ello tertawa terpingkal pingkal. Dan Lena pun tersadar dan langsung bangun dan berdiri.
"Pisang?" Ucap Lena tak mengerti.
"Lihat suamimu," Lena pun melihat Zac yang meringis kesakitan dan memengang sesuatu. Dia pun terbengong.
"Zac..apa itu sakit?" Tanya Lena cemas.
"Sakit.. Lena.." Akhirnya Zac pun memekik dengan sekencang kencangnya. Membuat Nia dan Ello tertawa tanpa henti, sedang Lena kebingungan antara ingin tertawa atau menolong Zac.
__ADS_1
Akhirnya Lena pun membantu Zac bangun dan memapahnya duduk di bangku kembali. Dia tidak berani tertawa melihat Zac yang meringis kesakitan, dan dia pun meminta maaf pada Zac. Ini kali pertama Lena meminta maaf pada Zac, karena biasanya dia akan cuek dan tertawa diatas deritanya.