
"kau mau apa Mas," ucap Nia. Karena kini Alan berdiri di depannya. Dan langsung memeluk Nia dengan erat, Nia terus berontak dan memukul punggung Alan. Tapi Alan tetap tidak melepaskan Nia.
"lepaskan aku Mas," pekik Nia. Kini Alan mencium bibir Nia dengan lembut, walau Nia menggigit bibirnya dia tidak menghentikan aksinya itu.
"emm....," mulut Nia terbungkam dan tak bisa teriak. Dia menjambak rambut Alan pun Alan tak juga berhenti, Alan membuka paksa pakaian Nia. Nia hanya menangis, Alan benar benar laki laki pengecut dan tak beradab.
""Lena...Lena...cewek bar bar sepertimu kenapa harus takut dengan Nia yang lemah itu," kini dia mengingat kata kata Ello yang menyebut dirinya lemah.
"aw...aw...," pekik Alan. Nia menendang milik Alan dengan kakinya, dan tendangan itu sangat kencang. Nia meraih selimut untuk menutupi setengah badannya yang sudah di buka paksa oleh Alan.
"kau benar benar laki laki brengsek Mas. Di mana akal sehatmu, bisa bisanya kau ingin merenggut kesucianku dengan paksa!" ujar Nia diiringi isak tangisnya.
"itu hakku karena kau masih sah istriku. Dan seharusnya kau melayaniku dengan baik," ucap Alan dan mendekati Nia kembali. Nia berhalis di kungkung Alan kembali, Nia pun kembali menendang milik Alan dengan sangat keras.
Nia berlari menuju pintu keluar, tapi pintu itu sudah di kunci oleh Alan. Kini Alan tertawa bahak, melihat Nia yang ketakutan dan tidak akan bisa lolos dari dekapannya.
"kamu tidak akan bisa lari dariku Nia," ucap Alan dengan langkah gontai menghampiri Nia yang terpaku di depan pintu.
"tolong Mas, jangan lakukan itu. Apa belum cukup kamu membuatku menderita, bahkan dulu kamu saja tidak menginginkan aku. Tapi kenapa sekarang kamu...," ucapannya terbungkam oleh ciuman Alan kembali.
__ADS_1
"Ya Allah tolonglah hambamu," batin Nia memohon pada Allah.
Alan menggendong Nia dengan paksa dan membanting tubuh Nia di atas ranjang dan mengungkung Nia dengan kuat. Dia mencium bibir Nia dengan penuh gairah, dan ciuman itu semakin dalam, hingga Nia sulit untuk bernafas.
Kakinya dan tangannya sudah di tindih dab di pegang kuat oleh Alan. Hingga Nia tidak bisa lagi berontak dan berlari lagi dari Alan.
"kau akan menjadi milikku selamanya sayang...," ucap Alan dengan nafas yang terengah engah.
"tolong jangan lakukan ini Mas!" pinta Nia. Air mata pun tak henti hentinya mengalir, namun Alan tak memperdulikan itu.
"jangan memaksaku untuk berbuat kasar sayang...," lirihnya di telinga Nia. Membuat Nia bergidik kegelian, Alan pun tersenyum melihat reaksi Nia.
Nia menarik selimut itu kembali, untuk menutupi tubuh dan kepalanya. Ello dan Lena datang dengan mendobrak pintu kamar itu. Dan di ekori oleh Sinta di belakang mereka.
"b******* kau," Ello murka dengan kelakuan bejat Alan. Dan dia memukul Alan dengan penuh emosinya yang memuncak.
"kamu tidak apa apa Nia?" tanya Lena. Dia menatap pilu pada sahabatnya yang kini menutupi tubuh dan kepalanya dengan selimut.
Nia hanya menangis di balik selimut, dia enggan membuka selimut itu. Alan pun melawan Ello, dan terjadilah baku hantam di dalam kamar tersebut. Sinta berlari menuju mobilnya untuk mengambil sesuatu dari mobil. Lalu dia berlari dengan tergesa gesa untuk kembali menuju kamar Resort itu kembali.
__ADS_1
"Nia, ayo ganti pakaianmu!" ucap Sinta dengan menggandeng Nia menuju kamar mandi.
"hentikan El," ucap Lena. Karena mereka sama sama babak belur dan saling melawan.
"aku tak akan melepaskan laki laki bejat ini Len!" sahut Ello dengan nafas yang terengah.
Ello kembali melayangkan pukulan pada Alan, kini Alan tersungkur di lantai. Ello kembali memukulnya, namun Lena menahannya.
"cukup El, ayo kita pergi. Nia sudah di luar bersama Sinta." ajak Lena dengan menarik tangan Ello.
"aku belum puas menghajarnya Len," ucap Ello. Dan dia kembali memukul Alan yang hendak bangkit untuk mengejar Nia.
"apa kau ingin membunuhnya!" teriak Lena kesal. Dia takut jika sampai Alan kenapa napa itu akan membuat Ello bermasalah dengan hukum.
"aku memang akan membunuhnya," geram Ello. Alan hanya tersenyum sinis, dia tidak takut dengan ucapan Ello itu.
"Ello, sekarang yang terpenting Nia. Dia pasti sedang menangis, apa kamu tidak kasihan padanya." ucap Lena. Ello pun menghentikan aksinya, dia segera keluar untuk melihat keadaan Nia.
"suami macam apa kamu, dulu kamu tak mau menyentuhnya dan selalu mengabaikannya. Sekarang saat Nia ingin bercerai denganmu, kamu memaksanya untuk memenuhi hakmu. Dasar b******* pengecut! cuiihh...menjijikan," ucap Lena sambil meludah di depan Alan, lalu dia berlalu meninggalkan Alan yang masih tergeletak di lantai.
__ADS_1