
Sambutan hangat dipersembahkan khusus oleh keluarga Julian Freddy khususnya untuk keluarga besannya yaitu keluarga Bramantyo,kebahagiaan meliputi dua keluarga yang telah berada di halaman belakang tepatnya lokasi perjamuan makan malam antar keluarga, begitu juga dengan Nayla sedari tadi dia merasa sangat gugup dengan jantung berdebar-debar sekali,malam ini adalah pertemuan pertamanya dengan putra satu-satunya keluarga Julian Freddy setelah setahun mereka tidak pernah bertemu di karenakan Nayla bekerja di kantor Bram bagian divisi keuangan,dulu mereka tidak sengaja bertemu pertama kali antara Ansel dan Nayla di sebuah event besar yang langsung di selenggarakan oleh keluarga Julian,disitulah Nayla mulai mencintai Ansel karena pemuda tampan itu begitu ramah padanya hingga sampai kini Nayla selalu mencintainya,dan tidak menyangka bahwa ternyata Ansel juga mencintainya dan langsung melamarnya tanpa persiapan terlebih dahulu contohnya pacaran.
Mereka sudah duduk di kursi masing-masing dengan sopan dan penuh tata Krama,ya meski Bram tau bahwa Julian Freddy dan istrinya adalah sahabat karibnya tidak mengurangi rasa hormatnya pada keluarga yang telah banyak menolongnya tepatnya bergabung dan membangkitkan semangatnya dulu ketika akan runtuh dengan sesuatu hal di masa lalu,andai sahabatnya itu ada disini sudah melipatgandakan kebahagiaan Bram saat ini,namun apa mau dikata semuanya sudah di garis oleh sang pemilik semesta,di kala ada pertemuan sudah pasti perpisahan akan selalu hadir pada makhluk yang bernyawa.
Sementara Ansel yang baru saja tiba dari luar negeri begitu antusias mempersiapkan diri demi bertemu dengan dambaan hatinya yang sangat dirindukan sejak lama,kini Ansel sudah siap dengan penampilan yang begitu sempurna bahkan dia tidak lupa memakai parfum termahal agar gadisnya semakin nempel tak ingin jauh darinya,dirasa semuanya sudah sempurna Ansel keluar kamar segera turun dari lantai tiga langsung menuju tempat di mana wajah yang di rindukannya berada.
Ansel tidak sabar ingin sekali segera bertemu Nayla-nya.
Dari jauh Ansel melihat mereka semua sudah menunggunya senyuman Ansel begitu terlihat jelas kala raga pria tampan itu semakin mendekati perjamuan di taman belakang,namun langkah Ansel terhenti ketika matanya mengedar ke semua tamu ,ada rasa kecewa di hatinya kala gadis yang di damba nya tidak berada di sana,ya Ansel bisa menebak kalau Nayla-nya tidak berada di meja tersebut,bukankah tadi mommy-nya mengatakan jika gadis itu juga akan menghadiri makan malam tersebut ?,tapi dimana Nayla-nya,apa dia sedang permisi sebentar ke toilet,Ansel sama sekali tidak menatap siluet Nayla yang sedari tadi tersipu di sampingnya menatap ketampanan Ansel yang sebanding dengan dewa Yunani, benar-benar Perfect.
''Ansel ? ''.Mommy Raisa memanggil nya,membuyarkan lamunan Ansel seketika.
''Ya mommy ,maaf''.Sahut Ansel lembut sembari melempar senyum ramahnya ke semua tamu.
''Kok bengong disitu,sebelum duduk sapa dulu dong calon istrimu sayang ''.Titah Raisa tersenyum.
''Tapi dimana ?''.Jawab Ansel bingung .
''Itu,disamping kanan mu ''.Tunjuk Raisa ke arah wanita yang sudah berdiri menyodor tangannya dalam artian bersalaman.
Ansel menoleh ke samping ,Ia semakin bingung dengan raga yang berdiri di sampingnya.Ansel menoleh kembali ke arah Raisa memberi isyarat tubuh mengatakan'' siapa wanita ini ''.
Mengerti dari isyarat Ansel ,Nayla memperkenalkan dirinya dengan tangan masih diposisi ingin bersalaman .
''Nayla Bramantyo ''.Ucap Nayla ramah terhias senyuman manis nya.
Ansel langsung kelimpungan mendengar nama yang dirindukannya hampir dua bulan lebih ini diperkenalkan dengan raga orang lain.
''Tap--
''Ansel balas salamnya sayang,kamu masih malu-malu ya ''.Ucap Raisa ibu dari Ansel sambil tertawa kecil diikuti oleh semua orang melihat tingkah Ansel yang begitu lucu kala berkenalan dengan calon istrinya .
__ADS_1
Mengingat bukan tempat yang pantas untuk meminta penjelasan mommy-nya Ansel membalas jabat tangan Nayla.
''Ansel Eric Julian ''.Jawab Ansel singkat,secepatnya melepaskan tangannya dari Nayla.
Ada rasa kecewa menghampiri hati Nayla,gaya salaman Ansel jelas memperlihatkan penolakannya .Bukankah lamaran Ansel menandakan dirinya sudah sangat di kenal,namun raut wajah bingung Ansel menyakiti dirinya.
''Hei kenapa kaku begitu bukankah kalian sudah dekat dari dulu ''.Goda Raisa diikuti senyum semua.
''Tidak Tante kami hanya beberapakali saja bertemu ,itupun waktu event besar Julian Corp di selenggarakan tahun lalu dan dilanjutkan pertemuan rapat divisi keuangan.'' Jelas Nayla ringkas .
Ansel menatap Nayla intens memastikan kembali wajah gadis yang menyandang nama Nayla Bramantyo.
''Tunggu kenapa Nayla jadi orang lain,kenapa bukan Nayla yang ku maksud menghadiri perjamuan ini,sungguh membuatku bingung ,bukan wajah ini yang kucintai,dia gadis berhijab bukan gadis terbuka seperti ini,apa yang terjadi sebenarnya,apa terjadi sesuatu dengan Nayla ku,apa ini wajah barunya,tapi tidak mungkin Nayla ku membuka auratnya ''.
Batin dan pikiran Ansel kian berkecamuk dengan kejutan yang tidak pernah di duga olehnya.
''Ehmm....segitunya menatap Calon istri,belum sah pamali sayang ''.Goda Raisa yang sedang duduk di samping kiri Ansel.
''Maaf semua,sudah berlaku tidak sopan ''.Ucap Ansel ramah menggosok tengkuknya yang tidak gatal menutup rasa bingungnya.
''Ya udah mari kita makan dulu,nanti makanannya dingin ''.Titah Raisa sopan.
Mereka berdua duduk kembali,Bram begitu bahagia ternyata anak dari sahabatnya lah yang akan menjadi menantunya,suasana di sana begitu hangat dan menyenangkan,sambil menyantap menu-menu yang tersedia mereka terus berbincang sambil makan , Wajah-wajah yang berada di sana terus saja tersenyum bahagia,banyak yang di perbincangkan oleh mereka hingga makanan penutup tiba mereka sangat menikmati perjamuan keluarga Julian Freddy.
Tak terkecuali Fina sedari tadi tersenyum lega melihat putri kesayangannya tersipu menandakan banyak cinta yang di miliki putrinya pada putra Raisa sahabatnya.Ia berjanji tidak akan membiarkan siapapun merenggut kebahagiaan putrinya sekalipun Mayra yang sangat di sayangi suami dan putrinya.
Tidak sia-sia Fina melarang Mayra ikut serta dengan mereka ,kalau raga Mayra terlihat di sini sudah di pastikan Fina kalah dengan emosinya.
Disaat mereka sedang menikmati keharmonisan dua keluarga tersebut ,berbeda dengan Ansel sendiri sedari tadi dia makan dalam diamnya,tidak ada basa basi sama sekali yang keluar dari mulut ****-nya ,hanya raga yang terletak di sana sedangkan pikirannya traveling kemana-mana.
Rasa kecewa sudah pasti ada tapi Nayla sosok gadis penyabar dan bisa memahami suasana,Nayla memaklumi perubahan Ansel mungkin saja ada masalah di kantor yang menganggu pikirannya saat ini,ingin sekali dia berbincang dengan pria yang sudah lama di kagumi nya namun keinginan tak sesuai ekspektasi Ansel terlihat dingin malam ini padanya,namun dia sedikit lega kala Ansel mau makan bersama bahkan di samping bersamanya.
__ADS_1
✨✨✨✨✨
''Oh ya Mas Bram ,mbak Fina kapan baiknya kita lanjutkan rencana baik ini kearah yang lebih serius lagi ''.Ucap Raisa sambil menyeruput teh hangat.
Kini mereka semua sudah berkumpul di ruang tamu setelah selesai mengikuti acara makan malam.
''Kita, terserah anak-anak ''.Sahut Bram.
''Bagaimana dengan mu sayang ?''.Tanya Raisa sembari mengelus rambut pendek Nayla.
''Aku ikut Eric aja Tante,mungkin Eric masih banyak pekerjaan di kantor dan Nayla tidak mau mengganggu pikirannya ''.Jawab Nayla sedikit menyentil hati Ansel yang sedari mendiami Nayla tanpa sebab.
Paham akan maksud dari Nayla,Ansel akhirnya membuka suara.
''Mommy sebaiknya kita saling mengenal dulu lebih dalam ''.Ucap Ansel menatap kearah Nayla penuh arti.
''Loh,kalau itu jawaban kamu sayang untuk apa mommy di desak terus secepatnya untuk melamar Nayla,bukannya kamu lebih tau dengan pilihanmu sayang ''.Protes Raisa.
Bram dan Fina hanya diam menyaksikan pembicaraan ibu dan anaknya.
''Tante Eric benar,dia mungkin sudah mengenalku,tapi aku-nya kan belum begitu mengenal Eric''.Ucap Nayla melerai keduanya.
''Ya sudah tidak masalah Raisa,pernikahan bukan perkara main-main,aku ikut saja apa yang terbaik untuk mereka,yang terpenting mereka saling menjaga hati masing-masing di luar sana.
Ansel bernafas lega,akhirnya dia tidak perlu berdebat hebat dengan Mommy-nya.Mungkin Ansel menjadikan kesempatan ini untuk mencari tau di mana gadis bernama Nayla yang sesungguhnya,setelah semua teka teki yang mengganggunya sedari tadi terkuak maka dia akan menjalankan rencananya tanpa menyakiti banyak hati terutama Mommy dan ayah Nayla sendiri karena sifat dan karakter Bram sangat dewasa dan berwibawa,suatu hari pria matang itu pasti mengerti posisi hatinya.
Sebenarnya juga ada rasa sedih di hati Nayla tapi apa dayanya, Eric lah yang memegang semua kendali karena dalamnya perasaan cinta seorang Nayla.
.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1