
'' Astaghfirullah !! " ucap Raisa ,
Ia tidak menyangka ternyata wanita masa lalu putranya pintar sekali bersilat lidah, menuduhnya sejahat itu. Bahkan ia pandai mendramanisasi perannya di depan penerus Julian . Untung saja Mayra masih mempercayai putranya itu . Betapa beruntungnya Raisa memiliki menantu yang memiliki sifat yang begitu dewasa . Raisa lega mengetahuinya , menurut cerita Ansel kala Mayra berhadapan langsung dengan Cindy .
" Berarti Mommy bukan pelakunya ? " tanya Ansel memastikan.
" Kamu menuduh orang tuamu sendiri , Eric ! tentu saja Mommy tau membunuh itu dosa. Lagi pula Mommy saat itu hanya mengenal ayahnya saja , kenapa wanita itu pintar sekali mengarang " Cerca Raisa geram.
" Mommy jaga emosi Mommy . Eric percaya Mommy tidak akan pernah melakukan perbuatan kotor seperti itu . Eric hanya ingin mengumpulkan bukti kuat agar Cindy tidak bisa mengancam keluarga kita kedepannya. " Jelas Ansel.
" Kamu pikir Mommy takut ancamannya ? Sekali-kali wanita itu harus di beri pelajaran . Enak saja main tuduh-tuduh . Untung wanita itu tidak ada di depanku , sudah habis kuremas wajah penipu itu jika dia ada disini . " Geram Raisa.
" Mommy , istighfar...Tuhan lebih tau apa yang akan terjadi kedepannya . Secepatnya Eric akan menyelesaikan masalah yang melibatkan orang-orang terdekat Eric . Mommy , Mayra serta Anzela adalah perioritas utama bagi Eric, tentu saja kalian akan selalu kulindungi. " Ujar Ansel menggenggam tangan Raisa dengan lembut.
" Sebaiknya kita harus secepatnya bertindak sebelum wanita itu bergerak lebih dulu . Mommy yakin sekali setelah bertemu denganmu pasti dia tidak akan membiarkan kamu terlepas kembali. '' Ansel menautkan alisnya dengan ucapan Raisa.
" Kenapa Mommy seyakin itu ? " tanya Ansel bingung.
Raisa mencebik , ia pikir putranya ini cepat tanggap meskipun kejeniusan nya di atas rata-rata.
" Cerna sendiri , Mommy mau istirahat dulu . Sana temui istrimu ,kamu masih banyak salah dalam dua Minggu ini padanya " Ucap Raisa bangkit sambil melangkah keluar dari ruang kerja .
Ansel menatap lekat punggung Raisa yang hampir menghilang di balik pintu, sambil tersenyum geli mengingat betapa puasnya ia kala sang istri mulai merespons dirinya kembali .
" Gak tau aja Mommy , gimana gercep puteranya ini . Gak tanggung-tanggung di gudang pun jadi , ah !! jadi pengen cepat-cepat menemuinya ." Gumam Ansel terkekeh.
***
__ADS_1
Di kamar , Mayra menutupi rasa gugupnya dengan kegiatan rutinnya yaitu , membaca Alquran sebelum memasuki waktu magrib .
Di sela bayinya sedang tertidur , Mayra selalu menggunakan waktu tersebut untuk lebih mendekatkan dirinya pada sang Kuasa . Meskipun ilmunya tidak tebal , sedikitnya ia masih mengingat pelajaran agama saat ia masih berusia belia . Berkat kegigihannya menuntut ilmu agama Mayra sudah paham seluk beluk agama yang di anut nya . Maka dari itulah ia tidak pernah meninggalkan kewajibannya pada sang kuasa , terkecuali jika ia memang sedang berhalangan .
Namun di sisi lain , Mayra menyesali kelakuannya yang terus saja menolak kewajibannya pada sang suami . Padahal Ansel sudah sangat baik sekali , menunggunya dalam waktu yang lama .
Malam ini , sanggup tak sanggup Mayra telah bertekad akan memberikan hak Ansel sepenuhnya . Ia tidak mau akhir dari traumanya membawa dosa terdalam untuk suaminya . Mayra takut sekali Ansel jajan di luar demi kebutuhan biologisnya yang harus segera tersalurkan . Berdosa sekali jika di rumah sudah memiliki wanita halal namun enggan memberi hingga Ansel harus menuntaskannya dengan wanita di luar sana. Memikirkan saja membuat Mayra takut , maka dari itu mulai malam ini Mayra akan melawan keras trauma yang mengganggunya . Selemah apapun dirinya , ia akan tetap melaksanakan ritual malam pertamanya yang pernah tertunda .
Ceklek...
Pintu kamar terbuka lebar , Mayra yang sedang fokus membaca ayat suci Alquran di dekat box bayinya menoleh melihat ke arah pintu .
Entah kenapa tubuh Mayra mendadak gugup saat tatapan mereka bertemu , di tambah lagi pria itu terlihat begitu tampan dengan penampilan acak-acakan masih dengan pakaian kantor yang masih di kenakan Ansel .
Mayra yang di tatap semanis itu langsung terlihat salah tingkah . Namun Ansel yang mengerti perubahan mendadak istrinya langsung membuka suara agar gugupnya sang istri hilang , takutnya Ansel Gatot lagi malam ini . Padahal sejak tadi ia terus dirasuki hal mesum dalam otaknya . Apalagi selama ini , istrinya itu tidak pernah berpenampilan seksi di depannya . Mayra yang sehari-hari selalu menutup auratnya , tidak pernah pula memakai baju seksi bahkan di kamarpun sang istri memakai baju tidur berlengan panjang hingga mata kaki walau tidak berhijab .
Dari luar saja yang masih tertutupi , tubuh Mayra begitu seksi terlihat di balik baju berkain satin itu. Apalagi tidak mengenakan apapun , sungguh Ansel tidak sanggup menahannya , jiwa penasaran meronta-ronta .
Seringai nakal terus terhias di bibir Ansel hingga membuat Mayra bergidik menatapnya. Namun Mayra langsung memutuskan kontak tatapan mereka kemudian melanjutkan kegiatannya yang sempat terhenti gara-gara pesona nakal suaminya itu .
Ansel mendekati istrinya sambil membuka satu persatu pakaiannya . Ia langsung menyambar handuk lalu tanpa malu-malu memakainya di depan Mayra. Sementara Mayra yang sejak tadi jantung terus berpacu ,begitu insecure dengan tingkah Ansel yang tampak biasa-biasa saja , Mayra terlalu kaku padahal mereka sudah sah dan halal untuk melihat lebih dari tubuh masing-masing .
Suara merdu Mayra terhenti , menandakan dirinya sudah selesai mengaji . Lalu tanpa menyadari jika Ansel masih berdiri di sana membuat Mayra terperanjat kaget .
" Mas ! kenapa masih di sini ? aku pikir kamu sudah mandi . " ucap Mayra sambil mengusap dadanya di balik mukenah putih yang di pakainya , akibat terkejut .
" Aku tergoda dengan suara merdumu sayang " jawab Ansel dengan nada sensual .
__ADS_1
Jangan lupakan senyuman maut Ansel yang sukses membuat banyak wanita-wanita rela menyerahkan diri untuk di miliki olehnya . Tapi dari sekian ribu wanita yang terus mengincarnya , Mayra lah gadis manis dan sederhana berhasil meluluhkan hati pria tampan bak Yunani ini sejak pertemuan pertama mereka .
" Jangan gombal deh mas ! aku mengaji bukan beryanyi . Jadi gak boleh tergoda imannya" Jelas Mayra tidak suka .
" Apapun itu , tetap imanku akan terus tergoda jika kamu wanitanya " .
" Sudah stop !! Cepat mandi sana keburu magrib , " Pekik Mayra pelan , terlalu malu jika Ansel menangkap wajah malunya .
" Ya , istri Sholeha ku . Tunggu suamimu , kita sholat berjamaah " Mayra mengangguk .
Ansel langsung bergegas masuk ke kamar mandi , badannya yang sudah gerah sejak tadi tidak menyulitkan dirinya segera mengguyur air ke tubuhnya .
Sementara Mayra merasa lega dengan ujian indah di depannya tadi , bergegas mempersiapkan baju Koko , sarung serta sajadah untuknya dan suaminya . Merasa putrinya masih tenang dalam box , Mayra duduk di ranjang menunggu suaminya .
Sekitar Lima menitan Mayra menunggu , Ansel keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di pinggang serta handuk kecil di kepalanya . Sambil berjalan menuju ke arah Mayra , Ansel terus mengeringkan rambutnya dengan handuk tersebut .
Mayra begitu terkesima dengan tubuh atletis sang suami yang begitu liat di pandang . Tiba-tiba ia perasaannya langsung berdebar-debar kencang , bahkan tenggorokan nya mendadak kering saking indahnya pemandangan di depan dengan maha karya Tuhan yang begitu sempurna . Sadar telah tertangkap oleh suaminya , Mayra langsung menunduk malu ketahuan karena sempat-sempatnya ia terbuai hanya dengan menatap tubuh suaminya itu .
" Lama - lama bisa jantungan aku ini . Ya ampun Tuhan , kenapa aku bisa tergoda dengan suami sendiri . Untung halal , gak jadi dosa deh akhirnya "
" Ehmmm, mas ini pakaian sholatnya sudah aku siapkan ! " Matyra berdehem , menutup rasa gugupnya .
Ansel mengambilnya dan langsung memakainya di depan istrinya , tatapannya tidak beralih ke manapun , membuat Mayra salah tingkah. Ngapain malu melakukannya toh sudah halal , itulah pemikiran Ansel .
_ TbC
_____________
__ADS_1
Hai teman-teman , kalau sudah mampir ke novel receh ku ! jangan lupa tinggalkan jejak ya !!! supaya author tambah strong dalam berhalusinasi 😂🤗