Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Ingin Tahu Penyebabnya


__ADS_3

''Pergilah dari hadapanku . Urus urusan mu sendiri jangan pernah sok perduli padaku ,aku tidak butuh...jika memang kau haus perhatian bukan di sini tempatnya,aku sangat muak dengan manusia munafik macam dirimu. '' ketus Nayla menatap Mayra sinis .


Mayra tercengang mendengar kata demi kata dari kakaknya yang tiba-tiba berubah dalam sekejap. Bahkan Mayra belum bisa menerima perubahan Nayla .


Mayra tidak menyadari jika Nayla sudah masuk setelah menghardik adiknya.


Di dalam sana Nayla terus memukul mulutnya yang dengan sengaja mengeluarkan kata menyakitkan untuk adik yang sebenarnya masih sangat di sayanginya. Tapi hatinya masih belum bisa berdamai , Nayla benci kebohongan apa lagi pengkhianatan ...sangat membencinya.


Dengan langkah cepat Nayla langsung berjalan mendekati laci nakasnya terus membukanya dengan gerakan cepat ia meraih beberapa botol obatnya meminumnya agar sakit di kepalanya cepat mereda.


Dengan deraian air mata Nayla terus meneguk butiran obat dari tangannya.


Di luar sana Mayra masih menatap nanar ke pintu kamar Nayla yang tertutup rapat.


Ada apa dengan kakaknya hari ini ?


Mengapa ucapan itu menyakitkan ?


Apakah itu sebuah prank untuk mengejutkannya ?


***


Esoknya diruang makan.


''Nayla sepertinya papa tidak bisa mengikuti event antar perusahaan di Bali . Bisakah kamu menghandle nya dengan siapapun ,tapi tidak dengan orang di luar lingkaran perusahaan . '' Tutur Papa di sela makannya.


''Baik pa ,nanti Nayla atur semuanya '' Balas Nayla dengan raut wajah datar .


Tidak biasanya wajah cantik Nayla dingin seperti itu. Masih terlintas potongan kejadian semalam saat ucapan yang disangka Mayra hanya candaan tapi kenyataannya sampai pagi ini jangankan mengobrol dengan Nayla menyapanya pun Nayla sangat enggan , tatapannya sangat tajam kala melihat keberadaan Mayra yang juga sedang bergabung di meja makan pagi ini.


Tidak tinggal diam Mayra harus mengetahui penyebab perubahan sikap Nayla sejak semalam sampai sekarang pada Nayla.


Otak cerdas Mayra langsung bekerja dengan cepat.


''Pah bolehkah Mayra saja yang menggantikan papa memenuhi undangan tersebut,lagi pula Mayra masih dalam lingkaran perusahaan papa, juga sebagai koki dalam perusahaan papa ,walau hanya koki CEO dan wakilnya. '' Usul Mayra dengan wajah sumringah dengan ujung mata melirik Nayla yang terlihat sedang menghentikan mengunyah makanannya, wajahnya langsung terlihat masam tanda tidak suka.


''Bagaimana dengan restoran mu sayang ? ,yang papa tahu saat ini keadaan di sana sedang ramai bukan? '' Bram memastikan jika tidak menggangu usaha putrinya.

__ADS_1


''Aku bisa merekrut siapa saja , kamu tidak usah ikut campur masalah perusahaan ,bukan itu keahlianmu jadi jangan mengacaukan segalanya . Bidangmu hanya memasak '' Tegas Nayla menyanggah usulan adiknya.


Spontan Bram dan Fina menatap kaget serta bingung dengan ucapan putri tertuanya,tidak biasanya . Orangtuanya mengenal Nayla sebagai gadis lembut dan sopan dalam bertutur namun pagi ini mereka dikejutkan dengan bahasa kasar tanpa adanya kelembutan sedikit pun.


Nyatanya hati Mayra perih dengan kata kasar Nayla yang kesekian kalinya tentu saja tertuju pada Mayra.


Bukan Mayra namanya jika tidak bisa berpura-pura dalam hal menahan rasa sakit,tentunya Mayra jagonya.


''Nayla ada apa dengan mu sayang ? '' Fina membelai bahu putrinya yang duduk di sampingnya.


''Jika kamu tidak-- ''


''Lebih baik orang terdekat kakak yang menjadi partner nya,dari pada orang lain ,yang sudah tentu tidak aman .


Lagian bulan lalu kakak sudah pernah membahasnya denganku pa, kami akan kesana dan tidak ada perubahan lagi ,masalah restoran aku sudah mempekerjakan beberapa chef .


Tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi ,aku mau berkemas dulu ,nanti malam kami bisa langsung berangkat. '' Potong Mayra secepatnya sebelum Nayla berniat membatalkan semuanya ,bukankah ini kesempatan Mayra untuk mengetahui penyebab perubahan sikap padanya.


Nayla menatap nyalang kearah Mayra langsung dibalas senyum oleh adiknya.


Beruntung semalam Nayla cepat mengonsumsi pereda sakitnya ,kalau tidak sudah pasti saat ini raganya sudah berbaring di brangkar rumah sakit.


Ternyata di khianati orang terdekat lebih menyakitkan .


''Ada benarnya juga usulan Mayra,papa jadi lebih tenang kamu menghadiri event tersebut. Berkemas lah sayang nanti malam kalian langsung berangkat,karena acaranya besok jadi Nayla istirahatlah dulu supaya nanti tidak kelelahan ,kamu juga Mayra baik-baik di sana ,mungkin papa tidak bisa mengantar , sebentar lagi papa harus menghadiri beberapa proyek di Surabaya nanti papa akan suruh supir kita mengantar. ''Ucap Bram pada putri-putrinya.


''Baik pah '' Sahut mereka serentak.


''Mah papa berangkat dulu '' Pamit Bram .


Fina mengangguk ,lalu mengikuti suaminya mengantar sampai ke mobil .


Rutinitas yang sudah lama di abaikan Fina kini sudah di kerjakan kembali saat semua keadaan sudah membaik ,Bram senang jika istri baiknya kembali lagi seperti dulu.


Di meja makan.


''Gak usah sok pintar , sudah ku katakan aku tidak perlu bantuan mu ,jadi tidak usah susah-susah menghadiri acara yang tidak ada kaitannya dengan keahlianmu '' Ketus Nayla saat orang tuanya sudah meninggalkan ruang makan.

__ADS_1


Mayra tersenyum manis menutup rasa perihnya atas ucapan kasar Nayla.


''Aku sudah berjanji pada papa ,jadi tidak ada yang namanya pembatalan . Mayra naik duluan mau istirahat. ''


Mayra langsung meninggalkan Nayla sendirian di meja makan ,di sela langkahnya menapaki tangga air mata yang sudah ditahannya kian luruh ,seiring langkahnya tetesan itu membasahi pipi cantiknya . Mayra bukan wanita kuat tapi keahliannya menyembunyikan sungguh luar biasa.


Sementara Nayla tidak jauh berbeda dengan adiknya ,sepeninggalan Mayra tetesan air yang di tahannya juga lolos dari kelopak cantiknya,seharusnya Nayla tidak bertindak seperti itu namun hatinya sakit... Eric pria yang di cintainya telah di rebut adiknya dengan cara menyakitkan.


''Nak..'' Fina memanggil Nayla ,dengan cepat Ia menyeka air matanya agar mamanya tidak curiga. Setidaknya mama hanya bertanya tentang perubahannya.


''Ya ma... ''.


Fina duduk di samping Nayla yang masih melanjutkan sarapannya.


'' Ada apa sayang ? kamu lagi berantem sama Mayra ? ''.


''Tidak ma ,aku hanya lagi bete aja ,banyak kerjaan belakangan ini membuat mood Nayla jadi berantakan ...''


Bohong Nayla agar mamanya tidak terlalu mengorek perubahannya.


''Jangan terus menguras pikiranmu dengan banyak pekerjaan sayang ,nanti tubuh mu drop lagi '' tegur Fina khawatir.


Di luar dugaan ,perubahan Nayla tidak hanya di suguhkan pada Mayra ,tapi Fina mendapatkan imbasnya juga.


''Cukup ma...,Nayla tau jika tubuh penyakitan ini menyusahkan kalian semua . Menguras semua tenaga kalian ,tapi aku tidak suka di kasihani ,jika berat gak usah peduli . Aku bisa mengurus penyakitku ini tanpa bantuan kalian . Aku juga tidak butuh air mata kalian ,aku sadar jika aku wanita tidak sempurna ,puas kalian semua ....'' Teriak Nayla langsung meninggalkan Fina dengan rasa kesalnya.


Fina mematung mendapati perubahan putri kandungnya ,air matanya langsung mengalir ada rasa sakit di mata putrinya sangat terlihat ,tapi apa . Tangannya terus mengelus dadanya tanda syok dengan kondisi Nayla yang berubah.


Di balik tembok lantai dua Mayra menyaksikan semua yang terjadi di bawah sana ,menangis dalam diam itulah yang sejak tadi Mayra lakukan.


Getaran ponsel di tangan yang tertera nama kekasihnya terus di abaikan , entah kenapa dari relung hatinya ,Mayra menerka jika perubahan kakaknya ada kaitan dengan Ansel. Mayra merasakan hal tersebut namun belum dapat memastikannya.


''Maafkan aku mas ,mungkin sudah saatnya kalian bersatu ,rasanya sakit diabaikan. Rasanya sakit di diamkan olehnya ,aku ingin kakakku yang dulu bukan yang sekarang . Baru sehari sikapnya berubah hati ku sudah hancur apa lagi selamanya ,maafkan aku mas ...''


Mayra membatin ,menatap ponselnya yang tiada henti bergetar dengan nama yang sama...sepertinya Ansel tidak lelah sebelum Mayra mengangkat sambungnya.


-------------------------------------------------------------

__ADS_1


__ADS_2