Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Kak Farel.


__ADS_3

''Sesakit itu hatimu ??? ''


Mayra langsung menoleh kebelakang menoleh kearah suara bariton tersebut, suara tak asing di telinganya.


Mata Mayra langsung terbelalak,tak percaya dengan kedatangan pemilik suara tersebut.


Suara yang tidak asing , juga sosok Pria paling dirindukan kala hatinya sedang merasa hampa dan rapuh.


Kehadirannya sudah lama menghilang dari nya,rasa penenang hatinya saat dirinya merasakan berbagai rasa yang bercampur aduk menjadi bongkahan air mata yang membasahi pipi cantik Mayra Bramantyo.


''Kak Farel !!! '' Teriak Mayra langsung menubruk tubuh tegap seorang pria yang menjadi penenangnya sejak dulu.


''Kamu kangen kakak ? ''


''Tentu saja...'' ucap Mayra gembira, mendongak dengan wajah sumringah membalas tatapan Farel.


''Kenapa tidak pernah memberi kabar pada kakak, jika adik kecilku ini begitu rindunya padaku '' gemas Farel menarik pelan hidung Mayra yang masih menyisakan ingusnya sedikit,tanpa rasa jijik Farel membersihkannya dengan tangannya sendiri.


''Kebiasaan ! .Dasar jorok...'' ejek Farel diiring senyum tampannya.


''Biarin, jika kakak yang melakukannya, mana mungkin aku protes. '' sela Mayra kembali memeluk Farel dengan erat.


''Sudah, jangan terus di peluk !, nanti di kirain orang kakak suami kamu lagi. '' goda Farel menarik membelai kepala Mayra sejajar dengan dadanya.


''Biarin aja. Itu urusan mereka ,mau menilainya bagaimana. Bodoh amat...asalkan aku puas kangenan sama kakak . Sampai berbusa mereka punya mulut aku tidak perduli. '' Jawab Mayra sekenanya, membuat Farel langsung terkekeh , ternyata adik sepupunya ini masih seperti dulu ,manjanya kelewatan tapi jika bersama Nayla dan dirinya saja.


''Dasar kelinci jinak...sudah gede masih saja belum berubah. '' ucap Farel terus membelai Mayra yang terus melampiaskan rasa rindunya.


''Biarin. Aku melakukannya dengan kakak ku sendiri. '' Omel Mayra sambil tersenyum.


''Kenapa teriak-teriak di tempat umum begini ? apa Andre berulah ?. Atau pria itu menyakitimu ? '' ucap Farel dengan sederet pertanyaan yang langsung di balas gelengan oleh Mayra.


''Hubungan Mayra dengan kak Andre sudah lama berakhir. Jadi tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya. ''


''Terus ? '' Tanya farel kembali bingung.


Mayra mengurai pelukannya seraya menatap lekat manik pria pelindungnya setelah papanya Bram.


Mayra tidak ingin beban masalah kali ini,di ketahui sang kakak. Biarkan kenangan baik dan buruknya cukup dirinya sendiri yang merasakannya.

__ADS_1


''Sudah, jangan membahas hal yang akan menyakiti ku kembali. Awalnya aku sedang merasakan sakit disini.'' Langsung mengalihkan topik Mayra menunjuk kearah dada.


''Tapi sekarang sudah hilang, karena kak Farel muncul di waktu yang cepat. Sungguh aku sangat merindukan kakak. Kenapa kakak perginya lama sekali, apa sekarang kakak sudah menjadi Chef professional ? '' Farel langsung menarik kedua pipi adik kesayangannya tersebut.


''Tentu saja, di sana kakak bekerja dengan sangat tekun,hingga juara dunianya langsung kakak dapatkan berkat kamu juga Nayla. Oh ya! ngomong-ngomong bagaimana keadaan cewek gila kerja itu ? jadi kangen juga sama Nayla . '' Ujar Farel menjelaskan.


''Kakak kok tiba-tiba bisa tahu Mayra ada disini ? '' ucap Mayra sedikit bingung.


''Baiklah ,mari kita ngobrol-ngobrol disana. Jelas kakak punya maksud bertemu dengan mu '' ujar Farel menunjuk kearah bangku terletak dipinggir danau langsung menggandeng tubuh Mayra .


'' Baik,marilah'' balas Mayra.


Farel membawa Mayra kesebuah bangku panjang, sembari memeluk Mayra dari samping.


***


Sedari tadi Nayla terus menghubungi adiknya namun sekalipun tidak mengangkatnya. Padahal panggilan tersebut sudah keberapa puluh kalinya.


Sedangkan handphone Mayra terus bergetar dengan nada yang sudah di silent kan di dalam tas yang tergeletak di tanah samping danau. Sementara Mayra sedang asik berbincang hangat dengan kakak sepupu yaitu anak dari kakak laki-laki Bram sendiri dalam arti kata Farel adalah wali dari Mayra sendiri jika dilihat dari hubungan Bram dan dirinya.


''Ya ampun,Mayra kamu lagi dimana sih. Kenapa ponselnya masuk tapi tidak ada balasan sama sekali. Robbi semoga adikku dalam keadaan baik dan segera pulang dengan keadaan selamat tanpa terluka apapun. '' Lirih Nayla gelisah tiada henti.


Nayla langsung memeriksa pemanggil tersebut. Ternyata bukan Mayra, dengan kesal Nayla menjawab panggilan tersebut.


''Ya ,Ndree...? '' jawab Mayra sedikit malas.


''Nay ? kamu sudah di Jakarta rupanya. Aku sangat khawatir disini saat tidak menemukan mu di hotel . Kamu baik-baik saja ? kenapa balik secepat itu, terus Mayra juga tidak kutemukan. Apa kalian baliknya bareng ? ''


Andre terlalu khawatir sehingga tanpa sadar,ia terus bertanya tanpa memberi celah sedikitpun untuk Nayla menjawab.


Yang tadinya Nayla merasa sangat jengkel, sekarang tiba-tiba perasaannya menjadi tidak enak hati, seharusnya dia harus memikirkan Andre juga saat dirinya bertolak kembali ke Jakarta,meskipun ada alasan kenapa dirinya begitu terburu-buru pergi.


''Maaf...''Lirih Nayla.


''Apa karena kolega bisnis bajingan itu, kamu pulang ? ''


''Bukan . Aku tidak bisa ceritakan sekarang...pokoknya ada alasan logis kenapa aku dan Mayra kembali lebih awal. ''


''Baiklah , aku sekarang sudah lega setelah mendengar kabar kalian.''

__ADS_1


''Terimakasih, sudah perduli . ''


''Sudah tugasku '' jawab Andre lembut di seberang sana.


Merasa sungkan ,Nayla sedikit berbasa-basi . Bersikap sopan pada pria yang sudah menolongnya malam itu.


''Kamu kapan balik, Ndre ? '' Tanya Nayla pelan.


''Kemungkinan seminggu lagi atau bisa juga lebih, masih ada beberapa pekerjaan lagi yang harus ku selesaikan di sini. ''


''Semangat kerjanya, Ndree. semoga kamu sehat-sehat terus agar kerjanya cepat siap. '' ujar Nayla tanpa sadar berucap semanis itu.


Mendengar ucapan Nayla yang berbeda ,Andre merasa sedikit senang . Satu langkah Nayla semakin dekat dalam hatinya, meskipun hanya sekedar semangat-semangat kecil seperti yang di ucapkan barusan.


Lama saling diam, kedua orang lain jenis ini sedang asik dengan pikiran masing-masing.


''Nay, kamu sudah makan. '' Ucap Andre guna memecahkan keheningan lewat udara.


''Sudah, '' Bohong Nayla supaya Andre tidak mengkhawatirkan dirinya kembali.


''Baguslah, jaga kesehatanmu. Jika butuh sesuatu,dengan senang hati aku akan membantumu , Kamu mengerti .'' peringat Andre langsung di balas anggukan oleh Nayla meskipun Andre tidak dapat melihatnya.


''Terimakasih. '' Ucap Nayla tulus.


''Cukup Nayla, jangan sebutkan ucapan itu pada ku. Tidak ada kata Terimakasih untuk sesama teman. Aku melakukannya tulus langsung dari relung hatiku. ''


''Kamu juga baik-baik disana. ''


Entah kenapa tiba-tiba hati Nayla merasa sedikit nyeri saat seluruh huruf yang menjadi sebuah kalimat yang berasal dari suara Andre membuatnya sedikit berdesir diikuti detak jantung berirama cepat.


''Dan satu lagi, jangan terus merindukan ku manis. semoga hari mu baik, aku tutup dulu. Assalamualaikum. ''


Tutt... tutt....


Belum juga jawaban salam di balas. sambungan keduanya langsung terputus.


''Apa sesibuk itu, sehingga untuk ngobrol saja begitu singkat. '' Gerutu Nayla pada Andre.


''Kok tiba-tiba perasaanku melow gini ya, ah...tidak mungkin aku jatuh cinta padanya. Tapi kenapa perhatianmu membuatku tidak tenang begini Andre. Kamu terlalu baik untukku. Maaf....'' Lirih Nayla sendu.

__ADS_1


😘 To be Continue


__ADS_2