
''Bagaimana rasanya setelah mendapatkan pelukan dari orang yang kakakmu cintai Mayra ? ''
Jedarr...
Bagai tersambar petir dengan segala ucapan Nayla lontarkan, Mayra membelalak mendengar penuturan Nayla yang begitu sinis.
Meskipun begitu, banyak kesedihan di sana coba di sembunyikan kakaknya.
''Apa ?kak Nayla tahu jika kami baru saja bersama ? Apa kak Nayla juga melihat kelakuan Ansel yang memelukku tadi ? .Aku yakin kak Nayla melihatnya tadi...Ya Tuhan bagaimana ini ,dari mana aku memulai menjelaskan kebenaran nya.
Apa kak Nayla bakal percaya dengan penjelasan ku...aku takut jika kemarahannya semakin bertalu-talu...'' batin Mayra .
''Maafkan aku kak. Jika marah mu karena masalah ini aku rela mengembalikan cintamu itu ,tapi aku tidak rela kakak mendiami ku seperti ini sakit rasanya . Tuhan ternyata inilah alasan kemarahan kak Nayla yang sesungguhnya. Sungguh sangat bodoh aku ini ,sampai tidak menyadari jika rahasiaku sudah berbau busuk hingga menyeruak membongkar segalanya''.Batin Mayra.
Mayra takut dengan tatapan itu, tatapan yang sama sekali tidak pernah di dapatkan dari seorang Nayla.
Ia tahu kakaknya sangat marah ,tapi kenapa secepat ini Nayla mengetahuinya.
''Aku bisa menjelaskan nya kak ? '' Ucap Mayra merasa bersalah.
Nayla tersenyum miring dengan tatapan sinis seakan mengejek membalas ucapan Mayra.
''Mau bermain drama dengan judul apa lagi Mayra ? Sekali berkhianat selamanya akan menjadi penghianat !! Camkan itu . '' Balas Nayla penuh penekanan .
''Aku tidak berkhianat kak...Semua terjadi karena ---
Belum selesai ucapan Mayra ,Nayla bangkit dengan tergesa-gesa Nayla meninggalkan adiknya dengan rasa muak memenuhi relung hatinya.
Iapun bergegas berniat mengejar Nayla , apapun yang terjadi malam ini semuanya harus selesai.
Segala masalah juga rahasia yang selama ini terlalu berat membebani pundaknya harus segera di hentikan . Apapun hasilnya yang terpenting Nayla tidak bersikap seperti sekarang ini.
Sementara dari depan Ansel jelas melihat jika gadisnya sedang tidak baik-baik saja. Ansel segera memanggil Max untuk menggantikan dirinya sementara .
''Max tolong bersiaga disini . Jika nanti Mommy bertanya aku di mana ? katakan saja aku ada keperluan sebentar. '' Bisik Ansel di telinga asistennya langsung di balas anggukan oleh Max.
Ansel langsung berlalu meninggalkan Max beserta koleganya demi membuntuti Mayra yang terlihat seperti sedang ada masalah.
Langkah Nayla langsung terhenti .
__ADS_1
Ia menoleh kebelakang tempatnya menatap tangannya yang dicegat Mayra sang adik.
''Lepas ? '' Sentak Nayla marah.
''Kak Nayla ,aku mohon mari kita berbicara ''. Mohon Mayra semakin mengeratkan genggamannya.
Nayla berbalik. Dengan kasar Ia menghempaskan tangan adiknya hingga tubuh kecil Mayra hampir saja terjatuh.
''Penjelasan seperti apa Mayra ? aku begitu muak saat mengingat beberapa waktu yang lalu kebodohanku begitu nyata terlihat ,bahkan aku menceritakan semua isi hatiku pada mu dengan begitu bodohnya ternyata cerita itu aku bagikan pada benalu yang sesungguhnya '' Bengis Nayla dengan air mata perihnya.
''Bukan begitu maksudku ''.
''Lalu bagaimana hah ?? Aku muak Mayra jika alibi dari semua pengkhianatan tersebut karena kau kasihan pada ku . ''
Mayra menggeleng kuat .
''Tidak kak,aku sayang sama kakak . Andai aku tahu kalau Ansel itu orang yang kakak sukai tentu aku tidak akan memulainya ''. Tangis Mayra meyakinkan.
''Apa ? kau memanggilnya dengan nama itu ? kau sungguh berani Mayra .'' Nayla menggeleng tidak percaya dengan kenyataan saat ini.
''Kenapa dengan nama itu kak ? ''. Tanya Mayra sambil menangis.
"Tapi kak , Ansel tidak mengatakan apapun tentang pertentangan nama tersebut ". Ucap Mayra memastikan.
" Waw...lihatlah adik tersayang ku ...sedekat apa sih kalian sampai-sampai mas Eric tidak mempermasalahkan nama tersebut. Sungguh luar biasa kalian memang pasangan yang cocok. Kau tau Mayra aku bahkan hampir mati saat itu namun kedatangan mas Eric menyelamatkan ku dari masa kritis saat itu . Kau pun tau bukan ? tapi aku tidak habis fikir ,ternyata adik yang ku bela-belain sejak dulu ,begitu mudahnya melukai hatiku...apa ini balasan mu Mayra ? '' Ucap Nayla sendu sembari mengusap air matanya dengan kasar.
Mayra mendekati Nayla ,meraih tangannya lalu digenggamnya tangan tersebut dengan gemetar. Sementara tubuhnya terguncang akibat tangisan.
Nayla tidak menolak tangannya di genggam. Masih tersisa sayangnya untuk Mayra namun kemarahannya saat ini seakan hampir menghilangkan rasa kasih sayang itu. Nayla membuang wajahnya kearah lain , Sejujurnya Nayla tidak sanggup menatap mata Mayra yang sedang menangis.
''Kakak ku mohon maafkan Mayra . Aku tidak tahu awalnya jika pria yang kakak ceritakan itu adalah kak Eric orang yang sama dengan pria yang aku ceritakan...aku minta maaf tidak jujur dengan kenyataan. Aku hanya menundanya saja ,awalnya Mayra ingin memberitahukan kebenaran itu . Tapi malam itu membuatku berpikir kembali saat tubuh kakak tidak mampu merespon hal-hal buruk ''. Lirih Mayra menangis sesegukan.
''Jadi semua benar . Aku memang payah sekali...aku gadis yang tidak sempurna tidak salah jika mas Eric lebih memilihmu dibanding wanita penyakitan seperti ku . Ku harap kau akan bahagia Mayra ''. Ucapan Nayla seketika mengiris hatinya yang kembali perih. Mayra menampik semua ucapan Nayla yang menyayat hatinya.
''Tidak kak ,justru Sikap kakak yang seperti ini yang membuatku sedih . Aku hanya orang ketiga dalam hubungan kalian . Aku akan mengembalikan semuanya, meletakkan semuanya pada tempatnya tapi ku mohon jadilah kak Nayla seperti dulu . kakak yang selalu bersamaku dikala aku gundah dan merana please...''
Tangisan Mayra semakin pilu saat Nayla menarik tangannya dengan kasar. Aura marahnya kembali terhias dari wajah cantik Nayla. Mata tajamnya sangat tajam...meski masih berair tapi tidak menghalangi kebengisan itu terpancar dari sana.
''Itu tidak akan pernah terjadi . Rasa sakit ku dikhianati sungguh tidak dapat ku terima Mayra ! . Masih terbayang saat mata pria itu menatap mu penuh dengan cinta. Merengkuhmu penuh damba , menciummu penuh rasa . Lalu letak mana yang salah ,kau ingin memperbaikinya ? Tidak Mayra semuanya sudah terlambat .'' Teriak Nayla mewakili rasa perih dihatinya yang sembilu.
__ADS_1
''Kakak hubungan kami tidak terikat...walaupun Ansel mencintaiku tapi aku tidak seberuntung kakak. '' Cegah Mayra meyakinkan.
''Kau mengejek ku Mayra ? Seberuntung apa wanita penyakitan ini ? '' Pekik Nayla sungguh di luar kendali ,wajahnya memerah akibat terlalu menahan amarah sejak tadi.
''Kak Nayla begitu mudah masuk dalam hubungan ini ,kakak memiliki dukungan yang berwujud. Ibu Ansel ingin kakak yang mendampingi putranya. Jika kak Nayla menyerah kakak juga akan menyakiti hati Tante Raisa '' Jelas Mayra sesegukan .
Nayla bergeming . Apa yang dikatakan Mayra ada benarnya Raisa seratus persen mendukungnya untuk bersanding dengan putra pewaris Julian corp tersebut. Tapi untuk mendapatkan semua itu Mayra tidak boleh berada di sekitar Ansel karena hal yang sama akan terulang kembali.
''Kamu pernah mengatakan pada ku jika hubunganku dengan mas Eric akan segera terjalin ,namun apa yang ku ketahui kamulah yang menjalin hubungannya dengan mu bukan aku !! '' Hardik Nayla memancing.
''Kali ini aku berjanji akan menjauhinya ,aku akan berusaha melupakan nya . Jika ada yang harus kulakukan agar kakak tenang ,Dengan senang hati aku bersedia melakukan nya termasuk pergi dari kehidupan Ansel kak '' Ucap Mayra menahan perih .
Jujur sulit untuk Mayra mengucapkan kata berpisah dengan pria yang selama ini memberi warna padanya sesudah Nayla.
''Kau yakin ?akan menurutinya ? '' Tanya Nayla sinis .
Mayra mengangguk.
''Akan aku usahakan ''.
''Pergilah dari kehidupan kami . Aku rasa itu langkah terbaik untuk solusi semua masalah ini ''. Sarkas Nayla berhasil menghancurkan hati adiknya.
Air mata Mayra kembali berlinang dengan permintaan kakaknya , ucapan kasarnya terlihat serius.
Mayra menguatkan diri dan hatinya dengan permintaan Nayla.
''Baik ,aku akan pergi dari semua yang berhubungan dengan Ansel termasuk papa ''. Ucapnya dengan nafas tercekal menahan tangisnya yang akan tumpah.
''Baiklah jika memang sudah memilih ,itu lebih baik. Secepatnya menjauhkan dari kami.'' Ucap Nayla smirk jahatnya.
Dengan langkah anggun Nayla pergi dari hadapan Mayra yang masih mematung di tempat.
Saat sadar dengan kepergian kakaknya. Mayra seketika beringsut ketanah menahan tangisannya yang begitu memilukan. Ia telah mengambil keputusan yang tepat menurut Mayra sendiri ,meskipun Mayra harus meninggalkan orang-orang tercintanya.
''Maaf ...ini solusi tebaik ,ini maksud dari meletakkan sesuatu pada tempatnya. Aku harus kembali hidup sendiri ''.
Batin Mayra berteriak berharap semua adalah mimpi . Tapi kenyataannya semua Nyata.
Tepat tidak jauh dari mereka. Ansel menggeram dengan sikap buruk Nayla yang mengancam adiknya membawa nama dirinya. Tangannya terus terkepal hingga buku-buku jarinya terlihat memucat.
__ADS_1
-------------------------------------------------------------