Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
part 6


__ADS_3

“udaah diam loh, kalo loh ngak diam terpaksa jam segini Gue suruh loh tidur di luar” ucap Aidan


“iya-iya dhe Gue diam” ucap Bobi


“ok diam aja” ucap Aidan


Mereka berdua pun tidur dengan nyenyak malam itu.


Satu minggu kemudian.....


Akhirnya ujian semester dua pun tiba dan Aidan bersama Syafira sudah siap menghadapi ujian semester tersebut tetapi, sebelum ujian Aidan dan Syafira bertemu di depan gerbang sekolah


“Syafira....... Syafira” ucap Aidan memanggil Syafira


“iya, kenapa?” ucap Syafira


“Gini aku mau bicara in sesuatu ke kamu” ucap Aidan


“iya, kamu mau bicara in apa” ucap Syafira


“ eemmmm .... anu......anu” ucap Aidan ragu-ragu


“hadeh anu apa?” ucap Syafira


“anu......” ucap Aidan


“ Aduh Aidan cepat bilang dong, nanti kita lambat loh gara-gara kamu” ucap Syafira


Aidan yang ragu-ragu dan tidak tau mau bilang mulai dari mana hanya bisa mengambil alasan dengan berkata


“hemm...... gini Syafira kalau ujian udaah kelar gimana kalau kita ketemu nanti di taman karna ada sesuatu hal yang ingin aku kata kan, oh iya satu lagi kamu ujiannya yang semangat yah” ucap Aidan dengan agak salting


“ eeemmmmmm..... iya dhe sampai jumpa minggu depan Aidan, makasih yah sportnya. Eh iya aku duluan yah dah” ucap Syafira pergi meninggalkan Aidan sambil tersenyum


“iya daahhh” ucap Aidan tersenyum melihat Syafira


Tiba-tiba saat Syafira pergi, Bobi datang dari belakang dan mengagetkan Aidan


“wah...... hahahhh kaget yah” ucap Bobi sambil tertawa


“hufftt..... loh...” ucap Aidan yang kaget tapi Bobi langsung memotong ucapan Aidan dengan berkata


“apa? Kaget yah, hahahhh........ Gue kasihan sama loh dan udaah Gue kasi tantangan buat nyata in cinta loh tapi udaah beberapa hari loh belum ngucapin perasaan loh ke Syafira” ucap Bobi meledek Aidan


“yah kaget lah, helleh loh cuman bisa ngomong doang bro, loh kira ngucapin perasaan itu segampang mengaduk Aer enggak kali” ucap Aidan


“helleh malah ngomong kek gitu lagi, udaah dhe loh ngaku aja kalau loh ngak berani, Hahaahahahah.......” ucap Bobi


“bukan Gue lemah bob tapi belum tepat aja. Oh iya, dari padah loh ledekin Gue mulu mending kita ke kelas ke buru bel sekolah bunyi” ucap Aidan


“iya, iya dan Gue ngerti kok, oh iya ayo” ucap Bobi


Mereka berdua pun bergegas pergi ke kelas mereka dan tak lama kemudian sesampainya mereka di kelas guru mereka pun masuk dan memberikan mereka tes ujian


“Assalamualaikum anak-anak” ucap Bu guru di kelas Aidan


“waalaikumsalam Bu”


“baiklah pada pagi hari yang cerah ini, ibu akan membagikan lembar tes ujian semester 2 untuk kalian sebagai penentu kenaikan kelas kalian ke kelas sembilang Smp” ucap Bu guru


“iya Bu”


Ibu guru pun membagikan semua lembaran kertas ujian tersebut satu persatu dan mereka semua pun menjawab ujian tersebut dengan banyak kegaduhan di kelas karna ada yang menyontek dengan diam-diam dan ada juga berdiskusi tampah di ketahui Bu guru, tetapi ada juga yang serius mengerjakan.


Beberapa hari pun berlalu dan akhirnya Akhirnya ujian semester itu pun berakhir dan hasilnya juga memuaskan karna Syafira mendapatkan Juara pertama di kelasnya begitu juga Aidan .


“Syafira lihat dhe nama kamu ada di peringkat pertama di kelas kita” ucap Aisya

__ADS_1


“betulan Aisya coba aku liat?” ucap Syafira


Syafirapun melihatnya dan ternyata Syafira berhasil masuk peringkat pertama


“Aisya kamu bener aku masuk peringkat pertama di kelas kita, oh iya tapi nama kamu di mana Aisya?” ucap Syafira sambil mencari nama Aisya di papan pengumuman


“ heheheh iya aku turut seneng banget Syafira, iya yah nama aku di urutan ke berapa yah” ucap Aisya sembari mencari namanya


“eh ini nama kamu Aisya” ucap Syafira


“iya, tapi kok nama Gue ada di urutan ke 20 yah dari 34 siswa di kelas kita” ucap Aisya yang sedih karna tak masuk 10 besar


“hemm yang sabar Aisya, nanti kita belajar bareng supaya nilai kamu bisa meningkat lagi Oky” ucap Syafira memberikan semangat ke Aisya


“ heheheh makasih yah Syafira karna kamu selalu ada buat aku” ucap Aisya sambil memeluk Syafira


“sama2 Aisya, oh iya.........” ucap Syafira yang tiba-tiba di potong oleh pak guru


“Syafira” ucap pak guru


“iya pak Santos, ada apa pak?”. Ucap Syafira


“Begini nak ada yang bapak ingin sampaikan ke kamu, jadi silakan ikut ke ruangan kepala sekolah bersama bapak nak” ucap pak guru


“iya pak Santos” ucap Syafira mengangguk


Syafirapun pergi mengikuti pak Santos ke ruangan kepala sekolah dengan sedikit cemas karna baru kali ini guru memanggilnya ke ruang kepala sekolah. Sesampainya di ruangan Syafira kaget karna banyak guru yang telah menunggunya di ruangan kepala sekolah dan seketika itu Syafira bengong dan bertanya-tanya dalam hatinya


“aduh aku sudah berbuat apa yah kok banyak guru yang nungguh aku di ruangan kepala sekolah terus raut muka mereka kok pada serius semua” ucap Syafira dalam hatinya yang mulai merasa cemas dan tiba-tiba pak guru memanggilnya


“Syafira “ ucap pak Santos


“iya pak” ucap Syafira agak kaget


“kok bengong aja nak, ayo masuk dan duduk” ucap pak Santos


Setelah Syafira duduk seketika itu kepala sekolah berdiri dari tempat duduknya dan berkata


“begini nak saya menyuruh pak Santos memanggil kamu karna hari ini adalah hari terakhir kamu di sekolah bapak” ucap kepala sekolah dengan agak tidak rela melepas Syafira


“tapi pak kenapa, apakah saya berbuat kesalahan yang patal pak?” ucap Syafira


“tidak nak kamu tidak melakukan kesalahan apa-apa, tapi......” ucap kepala sekolah yang langsung terpotong dengan ucapan Syafira


“tapi apa pak?” ucap Syafira


“begini nak orang tua kamu menghubungi bapak tadi pagi katanya kamu akan pindah Ke negara B untuk tinggal karna papa kamu di tugaskan memegang perusahaan cabang baru di negara tersebut jadi dengan berat hati bapak memberikan surat pindah untuk kamu dan sebentar lagi orang tua kamu akan menjemput kamu” ucap kepala sekolah


“tapi pak kenapa orang tua saya tidak memberitahu saya” ucap Kepala sekolah


“karna keputusan ini terburu-buru nak jadi orang tua kamu tidak sempat memberi tahu kamu” ucap kepala sekolah


“iya pak, jadi hari ini saya akan pergi pak tampah ada perpisahan dengan teman-teman saya pak?” ucap Syafira


“iya nak, orang tua kamu akan ada 10 menit lagi untuk jemput kamu” ucap kepala sekolah


“oh iya pak, kalau begitu saya mau beresin loker saya dulu pak untuk ambil barang-barang saya” ucap Syafira


“iya nak” ucap Kepala sekolah


Syafirapun keluar dari ruangan dan pergi ke lokernya untuk membereskan barang-barangnya yang ada di loker dan tak lama kemudian orang tua Syafira pun akhirnya ada di sekolah untuk menjemputnya


“Syafira” ucap Ayah Syafira dengan lembut


“iya Pa” ucap Syafira


“udaah siap kan nak, ayo kita pulang dan beres-beres barang bawaan kita” ucap papa Syafira

__ADS_1


“iya pah” ucap Syafira dengan bahagia walaupun sebenarnya hatinya terasa berat untuk meninggalkan kelas dan sekolahnya terutama teman-temanya juga.


Syafirapun naik ke mobil dan bergegas pergi tampah mengucapkan sepata katah-kata pun ke teman-temanya atau berpamitan sebelum pergi


Beberapa menit kemudian mereka sampai ke rumah dan bergegas membereskan Barang-barang bawaannya dan seketika saat itu Syafira ke ingat dengan janjinya bertemu Aidan di taman sebentar sore


“oh iya kok aku lupa yah hari ini kan aku mau ketemu Aidan di taman” ucap Syafira dalam hatinya sambil memukul dahinya


Jadi Syafira meminta izin ke pada papa Nya untuk ke taman sebentar sekali


“pah aku boleh ngak ke taman dulu? “ ucap Syafira


“ngak bisa nak soalnya 15 menit lagi mobil yang bakalan anter kita ke bandara udaah mau nyampe dii sini” ucap papa Syafira


“iya pah” ucap Syafira


Jadi Syafira yang tidak di perbolehkan pergi pun memikirkan cara untuk mengabari Aidan, jadi dia berinisiatif untuk menulis surat untuk Aidan jadi dia bergegas ke kamarnya untuk menulis surat terakhir untuk Aidan, dab beberapa menitpun mobil yang menjemput keluarga Syafirapun ada di Depan rumahnya


“Syafira” ucap ibu Syafira memanggil Syafira yang sedang berada di lantai dua rumah mereka


“iya ma” ucap Syafira bergegas turun


“ayo nak, mobilnya udaah sampe. Ayo kita pergi sekarang” ucap mama Syafira


“iya ma” ucap Syafira


Syafirapun turun dan bergegas keluar dari rumah. Saat iya ingin menaiki mobil ia menitipkan surat Yang di tulisnya untuk Aidan kepada tetangganya dan mereka pun pergi.


*puisi


kini aku telah meninggalkan mu


kini aku akan berpisah darimu


kini langkah ku akan tak searah denganmu


dan kini aku sudah sangat jauh


pelagi kini hanya menjadi kenangan


suara kini hanya menjadi sebuah kenangan


wajahmu kini hanya bisa ku kenang


dan perlahan itu semua tinggalah hayalan


Angin kini menjadi saksi kerinduan ku


Hujan juga kini telah menjadi saksi sakitku


Andai kau tau aku tak ingin pergi jauh darimu


tapi Tuhan berkata saatnya engkau melangka jauh


Aku dan kamu kini seperti dua samudra


yang tak pernah bersatu ataupun bertemu


aku tak mati tapi aku jauh dari mu


begitupun engkau


dan kini kau hanya bisa ku kenang


sebagai sosok yang pernah ku sayang


untukmu yang jauh dariku

__ADS_1


I LOVE YOU


__ADS_2