Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Bibir Bengkak


__ADS_3

Mayra renungkan lah ,kesalahan apa yang telah membuat hati pria itu hancur ,jujur papa merasa bersalah pada Ansel ,padahal pria itu cinta mati padamu nak,kali ini keputusanmu mengecewakan semuanya " Pesan Bram bangkit mengikuti Ansel keluar dari ruangan tersebut,Bram juga sama dengan Ansel ,merasa kecewa dengan keputusan yang dipilih putrinya,bisa saja syarat tersebut akan menghancurkannya,beruntung Ansel langsung menolak syarat Mayra dengan mentah .


Setelah punggung Bram menghilang dari balik pintu tangisan yang telah di tahannya sejak masih bersama Ansel kian memecah ,mengeluarkan segala keluh dan kesah atas kesalahannya yang kesekian kalinya. Mayra telah mengambil keputusan yang salah besar.


"Maaf mas ,aku sudah menyakitimu kembali , kenapa aku terus saja menggores luka di hatimu mas !!! ''Tangis Mayra semakin pilu dan lepas.


Larut dalam tangisnya kembali bahu Mayra di sentuh seseorang. Mayra yang merasa bahunya disentuh langsung menoleh melihat empunya tangan.


''Mas Ansel ??? '' Ucap Mayra terkejut,entah sejak kapan Ansel berada di belakangnya,bukannya tadi Ansel marah padanya dan keluar dari ruangan ini.


''Jangan menangis lagi ,apapun permintaanmu aku akan menerimanya,termasuk syarat yang kamu tawarkan padaku ,aku menyetujui nya,tapi berjanjilah satu hal jangan menangis lagi seperti ini,air matamu sangat berharga sayang '' Ucap Ansel sendu sambil mengusap air matanya.


Mayra langsung mengangguk dengan senyuman sumringah yang masih terisak .Bersyukur itulah kata yang tepat untuk yang terjadi saat ini. Hampir saja Mayra mengurungkan syarat yang di ajukan kembali pada Mayra. Hanya tinggal menyesuaikan saja dimana letak Mayra sesungguhnya dalam hati Ansel. Pun dengan Mayra sendiri.


''Ini tas dan ponsel mu ,bukannya tadi kamu ada janji dengan sahabatmu ,mari aku antar sekalian aku juga akan berangkat ke kantor. '' Ucap Ansel lembut seraya menyerahkan barang milik Mayra .


Tas dan ponselnya langsung di ambil dari tangan Ansel yang berjongkok di depannya lalu Mayra secepatnya mengangguk sambil mengulas senyum Ia menerima ajakan Ansel ,meskipun kenyataannya senyum itu masih terbalut dengan luka.


Mereka pun langsung berlalu meninggalkan ruangan tersebut,kemudian pergi dari mansion Ansel dengan mobil mewahnya.


Di perjalanan mereka hanya diam saja.Ansel sesekali melirik pujaannya yang terlihat murung sedang menatap ke luar jendela mobil ,entah apa yang sedang dipikirkannya.Ansel merasa ada sesuatu yang sedang mengganggu pikiran gadisnya itu.


Sesaat kemudian Ansel menyentuh tangan Mayra ,gadis itupun menoleh menatap pria di sampingnya dengan ulasan senyum menutup kemurungan yang terhias di wajahnya.


Ansel sejenak tertegun menangkap perubahan wajah Mayra yang begitu pintar berekspresi serba bisa.


''Apa yang sedang kamu pikirkan sayang. ''Ansel mencoba memecahkan keheningan dengan bertanya pada Mayra sambil menggenggam tangan kekasihnya dan tangan satu lagi fokus dengan setir.


''Aku ? . '' Mayra balik bertanya memastikan lontaran pertanyaan itu tertuju padanya .


Aura kesal Ansel langsung terlihat hingga membuat Mayra langsung mengulum senyum menatap perubahan wajah Ansel terlihat menggemaskan.

__ADS_1


''Tentu saja aku bertanya padamu sayang ,memangnya ada orang lain di dalam mobil ini selain kita apa ? '' Dengus Ansel kesal.


Mayra tertawa renyah mendapati jawaban Ansel yang bercampur kesal.


''Wah...wah...wah...ternyata gadis ini sudah berani menertawakan ku ya. '' decak Ansel langsung melepas genggaman nya diganti dengan menarik hidung mancung Mayra hingga gadis itu meringis karena kekuatan tarikan Ansel yang tiba-tiba begitu kencang.


''Mas...sakit ,lihat hidungku jadi merah. '' Rintih Mayra seraya mengusap hidungnya yang berubah merah.


''Haha lihatlah hidungmu sayang sangat berbeda jika warnanya berubah seperti itu ,hahahaha....'' Ansel terus merespon candaan Mayra tak mau kalah.


''Jangan menertawakan hidungku ,udah kesakitan di ejek lagi sungguh sempurna balasan mu mas !!! '' Balas Mayra kesal sambil mengerucutkan bibirnya ,tanpa sadar telah membangkitkan adrenalin Ansel yang ingin sekali mencecap bibir Mayra kembali,Ansel menelan ludahnya ,terlihat pada jangkung yang sedang naik turun menahan godaan di sampingnya.


Sementara Mayra masih belum sadar ,Ia terus berceloteh dengan bibir mungil nan seksi itu dengan bermacam gerakan.Tidak tahu jika singa di sampingnya sudah siap menerkam bibir tersebut.


Mayra menoleh menatap Ansel dengan mode julid , tidak terusik sama sekali dengan perubahan wajah Ansel yang mati-matian berusaha menahan gejolak libidonya.


''Wajah kamu kenapa merah seperti itu mas. '' Mayra seketika khawatir menatap wajah Ansel yang terlihat berbeda , Bahkan cengkraman jari tangan Ansel di kemudi mobil terlihat pucat sepertinya aliran darah ke jarinya tertahan.


''Kamu sakit ya mas !! , Lihatlah tanganmu berubah pucat seperti ini '' Ucap Mayra tiba-tiba merasa khawatir .


Kesalahan besar telah dilakukan Mayra saat ini,Mayra mencoba menyentuh tangan polos yang sedang memucat .Tak tertahankan lagi dengan getaran *****nya Ansel dengan cepat menepikan mobilnya ,segera dia membuka sabuk pengaman kursi kemudi dengan cepat Ansel langsung membungkam bibir tersebut dengan nafas memburu hingga Mayra langsung kelabakan terkejut dengan aksi spontan Ansel terhadapnya,Ansel lagi-lagi mencuri ciuman Mayra kembali.


Mayra terus memukul dada bidang Ansel ,nafasnya memburu Ansel sungguh membuat Mayra ketakutan akan hal yang lebih .Bahkan Ansel begitu brutalnya mencium Mayra hingga ******* dan ****** tidak luput dari serangan Ansel pada bibir kecil Mayra yang terlihat berantakan.


Tangan Mayra di genggam dengan kuatnya agar tidak memukul dada bidang Ansel ,dirasa tidak ada lagi perlawanan dari lawannya Ansel kembali melakukannya dengan lembut hingga waktu terus berputar diiringi alunan cinta yang begitu syahdu menjadi saksi dalam penyatuan dua bibir yang saling membalas.


Entah kenapa Mayra kali ini terhipnotis pada Ansel namun dia sadar apa yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan besar .Akan tetapi melawan pun percuma karena tidak ada pengaruhnya sama sekali pada pria mesum di depannya ini. Lama mereka saling menukar Saliva dan melilitkan lidah lawannya , hingga kesadaran Mayra yang sebagian tadi terhipnotis kini kembali menjadi satu ,hingga Mayra kembali melawan namun tidak digubris sama sekali oleh pria yang telah membuatnya dilema.


Akhir dari segalanya Mayra terpaksa melawan menggunakan giginya yang langsung menyentuh bagian dari tubuh Ansel ,dengan kekuatan yang dimilikinya Mayra langsung menggigit bibir tebal nan seksi itu hingga permukaan bibir Ansel terluka hingga berdarah .


Dikejutkan oleh rasa sakit yang di timbulkan dari gigitannya Mayra , dengan gercep Ansel menarik bibirnya dari bibir gadis pujaannya menjauh.

__ADS_1


''Aww sayang ,kau menggigit ku '' Ringis Ansel menyentuh bibirnya yang berdarah dan terasa sakit.


''Ansel ??? Kenapa kamu menciumku lagi ???...'' Geram Mayra setelah mengatur nafasnya kembali.


''Kamu yang menggodaku '' Ujar Ansel membela dirinya.


Mayra melongo mendengar pembelaannya yang sudah pasti menyudutkan Mayra.


''Mas ??? kenapa kesalahan mu seenaknya kamu lempar ke aku ,kamu yang menerkam ku duluan,lihat sampai bibirku bengkak seperti ini ,sekarang bagaimana aku ke kampus jika kondisi bibirku bengkak dan berantakan '' Sembur Mayra berapi-api .


''Sayang kenapa marah-marah sih ,bukan bibir kamu aja yang bengkak ,lihat ini malahan bibirku bukannya di ***** malahan digigit ,oh ternyata kamu buas juga ya sayang '' Goda Ansel mencairkan suasana.


Plak!!!


Plak!!!


Dengan kerasnya Mayra memukul lengan kokoh Ansel karena penuturannya yang condong vulgar.


''Aww sayang ,kau sudah menggigitku jangan tambah lagi siksaannya ,kamu tidak kasihan apa dengan penderitaan ku '' Rengek Ansel seperti anak kecil.


Mayra bukannya merespon candaan Ansel malahan gadis itu semakin brutal memukul Ansel ,tidak tanggung-tanggung Mayra melancarkan aksinya dengan bantuan tas miliknya terus menubruk lengan sampai kepalanya.


Sementara Ansel hanya bisa menahan pukulan super mak-mak itu dengan lengannya.


'' Ampun aku tidak akan mengulangnya lagi '' Mohon Ansel yang sedang melindungi dirinya dari pukulan maut kekasihnya itu.


''Aku tidak akan melanggar nya, Kamu benar-benar berhasil menyiksa bibirku habis-habisan '' Sesaat sesudah menghentikan pukulannya ,Mayra mengambil cermin kecil dari tasnya dan langsung memeriksa kondisi bibirnya yang terlihat lebih tebal.


''Bentuk bibir seperti itu sangat menggoda iman sayang '' Ansel kembali menggoda Mayra kembali menjailinya.


.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹.


__ADS_2