Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Ungkapan Farel


__ADS_3

" Atas dasar apa , anda menuduh saya ingin memadu dirinya. Nayla istri saya dan saya sangat mencintainya. ''


Dari belakang suara yang sangat di harapkan Nayla muncul tiba-tiba. Terlihat pria berbadan kekar sama seperti Farel . Ia langsung menghampiri Nayla dan membawa wanita itu dalam pelukannya.


" Mas..." ucap Nayla sembari mendongak ke atas, dan semakin mengeratkan pelukannya .


" Kamu tidak apa-apa sayang ? Apa pria ini sedari tadi membentak-bentak mu. Aku akan memberinya pelajaran " Kesal Andre ,ia marah dengan sikap pria yang sudah berani membentak istrinya.


Andre menatap tajam kearah Farel yang masih di kuasai emosi tersebut.


" Kau membentak istriku...apa mau mu ? " geram Andre memasang wajah sangar pada Farel. Namun sayang watak mereka terlihat sama. Farel malah tersenyum sinis dengan keduanya.


" Nayla ? sungguh kakak tidak percaya padamu. setelah merusak hubungan adikmu, sekarang dia kembali mengejutkanku dengan mengakui kau sebagai istrinya, sungguh tragis ,padahal dia adalah mantan dari Mayra juga bukan"


Andre dan Nayla hanya bisa diam tak tau harus membalas apa. Meski ucapan Farel mencubit ulu hati Nayla ,meskipun perkataan itu benar adanya . Namun kesungguhan Andre sukses merubah keputusan Nayla dan menerima Andre apa adanya. Cinta ? perlahan hadir, seiring waktu tanpa dipaksakan . Sudah Cukup keributan ini , tahu kemana arah pikiran Farel. Nayla berniat meluruskannya kembali. Ia mengurai pelukan Andre menatap suaminya lalu beralih menatap kakak sepupunya juga .


" Kak Farel, pria ini memang suami Nayla. Untuk masalah mantan Mayra,itu semua kesalahanku yang terus memaksa suamiku untuk menerimanya . Namun suamiku tetap pada perasaannya, dia tidak bisa memaksakan hati untuk mencintai Mayra,karena suamiku sejak dulu sampai sekarang hanya mencintai ku seorang. Jangan kakak kaitkan masa lalu dengan sekarang. Kami sudah memiliki kehidupan masing-masing,Dan bayi yang ada dalam kandungan ini bukanlah anak Eric tapi ia milik suamiku, Andre " tegas Nayla berkata jujur

__ADS_1


" Jadi kau menyangka bayiku ini milik sahabatku " pekik Andre marah.


" Mas... '' Nayla mengusap dada Andre dengan lembut, agar emosi Andre menurun.


Nayla menggeleng mengisyaratkan jangan dilanjutkan lagi.


'' Kak Farel , Aku dan Eric adalah kesalahan masa lalunya Mayra. Kebenaran yang sesungguhnya adalah aku dan Eric tidak pernah bersama. Meskipun dulu aku begitu terobsesi padanya,namun lambat Laun setelah berbagai proses kehidupan dengan banyaknya kesabaran serta perjuangan mas Andre ,akhirnya takdir mempersatukan kami juga . Sedangkan mas Eric selama ini Nayla lihat tidak pernah berhubungan dengan siapapun termasuk denganku. " Jelas Nayla secara rinci .


Farel mengernyit bingung. Haruskah dia percaya dengan penjelasannya Nayla . Dia tahu kedua adiknya itu tidak pernah membohonginya dari dulu . Tapi entah kenapa kesedihan dan tangisan Mayra membuat Farel sulit percaya pada adiknya yang satu ini. Tapi pancaran mata bening Nayla juga menyiratkan kesedihan cukup besar.


" Apa sesulit itukah rasa percaya kak Farel untukku ? '' ucap Nayla sendu.


" Kemarilah " titah Farel memanggil Nayla dengan gerakan tangan .


Nayla yang ingin beranjak, tiba-tiba tangannya di genggam erat oleh sang suami yang belum tau siapa Farel bagi Nayla.


" Aku akan baik-baik saja mas, Kak Farel itu kakak sepupuku. Jangan membuatnya bertambah marah. Sejak dulu aku ,Mayra dan dirinya melalui masa kecil bersama. " ucap Nayla meyakinkan suaminya agar tidak cemburu. Sebab wajah tampan Farel dapat menghipnotis siapapun, Andre merasa seperti itu karena Farel adalah pria sempurna tidak berbeda jauh dengan dirinya , meskipun dirinya sangat susah mendapatkan Nayla dulunya.

__ADS_1


Merasa pegangan Andre mengendur. Nayla langsung beranjak ke arah Farel melepaskan dirinya dari Andre. Sampai di hadapan Farel Nayla hanya menunduk takut tak berkutik sama sekali. namun sekian detik kemudian, raga Nayla langsung di tarik dalam pelukan Farel hingga membuat Andre terkejut, tapi rasa terkejut itu langsung berubah menjadi rasa kecewa saat Nayla membalas pelukan pria itu.


" Maafkan aku, Nayla.Kakak telah salah paham padamu. Aku seperti ini karena tidak sanggup melihat betapa hancurnya Mayra saat itu. Bukannya aku membedakan kalian , akan tetapi aku takut hubungan kalian merenggang tidak seperti dulu ,hanya karena lelaki. Saat itu aku merasa sakit saat mengetahui jika Mayra yang lebih kecil dari kita malah bersikap dewasa demi kebahagiaan mu. Demi kesembuhan mu tentunya. Dia rela mengorbankan cinta sang kekasih demi sayangnya kepadamu. Harusnya di saat seperti itu kitalah yang lebih condong memperhatikan adik kita Nayla . akan tetapi Mayra dengan ikhlas berkorban untuk dirimu. meskipun dibalik pengorbanan itu hanya rasa sakit yang berkepanjangan yang dirasakan Mayra ,gadis kecil kita dulu. " ungkap Farel sendu, hingga membuat Nayla menyadari sesuatu yang sebelumnya tidak pernah peka terhadap adiknya itu.


Nayla hanya bisa menangis,meratapi kesalahan yang baru terungkap ,selama ini Mayra terus berkorban padanya. Terbayang bagaimana Nayla menghardiknya dulu saat ketahuan membohonginya saat itu. Ternyata dibalik kenyataan itu, Nayla lah yang merebut bukanlah Mayra. Pantas Ansel sampai sekarang tidak mau berpaling dari Mayra . Ia terus saja melawan orang tuanya demi Mayra , yang memiliki hati bagai malaikat.


" Maafkan aku kak, amanah mu telah ku abaikan. Hukumlah aku jika itu membuat Mayra tersenyum kemabli. Aku sudah membuat kesalahan besar padanya. Bahkan aku sudah memisahkan Mayra dengan cintanya...aku minta maaf kak Farel '' Tangis Nayla dalam pelukan Farel.


Ingin sekali di rengkuh sang istri ,tapi kondisinya saat ini berbeda, bukannya Andre tidak gentle saat melihat wanita yang dicintainya menangis dalam pelukan pria lain, tapi tepatnya Andre mengalah untuk sementara dan terus menekan rasa cemburunya karena pria itu masih memiliki hubungan keluarga dengan sang istri, meskipun Nayla tidak sedarah dengan keluarga Bramantyo. Tapi sosok Farel sudah seperti kakak kandung bagi istrinya.


" Sudahlah, jangan menangis lagi. Kalau kamu sedih begini,bagaimana bisa kamu menyemangati Mayra yang sedang terpuruk. Sekarang mari sama-sama kita berdoa agar operasi Tuan Julian serta bayi Mayra berhasil. Dan semoga kedatangan tuan Julian, ayah dari putri Mayra membawa berkah yang besar untuk anaknya. '' ucap Farel mengusap kepala Nayla.


Sementara Nayla kebingungan dengan ucapan Farel. Mayra mendongak menatap wajah tampan kakak sepupunya yang sedang menunduk membalas tatapanya.Nayla menelisik wajah tersebut guna mencari kebenaran dari ucapannya.


" Apa maksud kak Farel,mengatakan Eric ayah dari putrinya Mayra ? apakah bayi Mayra adalah anaknya Eric ? Jadi kejadian malam itu membuat Mayra sampai hamil...oh ya ampun...Mayra...Sebesar itukah masalahmu ,dan kamu terus memikirkan ku padahal kamu adalah korban aslinya..." Nayla mulai menangis kembali, bisa dikatakan tangisan penyesalan.


" Sudah, lupakan semuanya. Masalah yang terjadi sudah berlalu, saatnya kita fokus untuk kesembuhan putri Mayra...selanjutnya kita akan bicarakan, langkah bagaimana yang diinginkan Mayra. Apakah hubungan mereka akan dilanjutkan, atau akan diakhiri,apalagi ada sosok bayi yang telah hadir dalam hidup mereka berdua ,semua keputusan ada pada mereka. Yang harus kita pikirkan sekarang adalah kondisi bayinya Mayra. '' Tukas Farel menyudahi tangisan Nayla.

__ADS_1


Nayla mengangguk . Setelah itu ,mereka langsung menghampiri Mayra serta keluarganya kembali.


😘 To be Continue


__ADS_2