Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
99% Cocok


__ADS_3

Sudah satu jam Ansel,Mayra serta yang lainnya yang telah berkumpul di depan ruangan dokter yang menangani penyakit putri Mayra. Setelah menjalankan rangkaian tes ,kini Ansel sedang berbincang bersama Andre serta beberapa pria besar dengan setelan jas yang rapi. Berbeda dengan Ansel dan Andre yang memakai pakaian bebas setelah berganti tadi.


Mayra serta yang lainnya sedang duduk menunggu keluarnya sang dokter.


Sesekali Mayra mencuri pandang kearah Ansel yang sama sekali tidak menghiraukannya dari tadi. Hati Mayra ngilu mendapatkan respon negatif dari pria yang selama ini di cintai nya.


Sesaat yang lalu, Nayla menjelaskan semuanya tentang hubungannya dengan Ansel bahkan lebih mengejutkan ,ternyata Nayla dan mantannya Andre telah menikah. Mayra merasa bahagia , bukan karena dapat memiliki Ansel seutuhnya,melainkan bahagia akhirnya Andre dan Nayla telah bersatu.


Melihat situasi dan keadaan Ansel saat ini ,serasa tak ada lagi rasa untuknya dari Ansel. Apalagi Mayra telah membuat kesalahan terbesar dengan menolak Ansel saat itu, bahkan lebih kejamnya pergi tanpa menoleh lagi kebelakang,yang artinya Mayra telah mengkhianati cintanya. Apalagi Mayra sama sekali tidak memberitahukan keadaan Mayra Yang sedang mengandung anaknya. Mayra lebih memilih menjauh dari Ansel di bandingkan hidup bersamanya.


Sudah pasti Ansel akan marah besar . Kini perasaan takut Mayra semakin besar, saat mengetahui jika anak sang kakak bukanlah bayi Ansel. Yang artinya bayi Mayra adalah keturunan Ansel satu-satunya.Mayra takut jika Ansel akan membawa bayinya pergi darinya.


Mayra sangat berharap Ansel mau berbicara dengannya ,karena dengan begitu ia memiliki kesempatan untuk berbicara dari hati ke hati dengan ayah dari putrinya. Entah alasan apa akan Mayra katakan pada Ansel ? yang pastinya Mayra tidak akan membiarkan putrinya direnggut dari hidupnya. Mayra sangat ketakutan memikirkan hal yang belumlah terjadi.


Ceklek...


Pintu ruang dokter terbuka. Ansel dan Mayra menuju kearah dokter bersamaan. Mayra yang masih menggunakan kursi roda sedikit kepayahan menuju kearah dokter. Baru saja Ansel berinisiatif membantu Mayra ,namun kalah cepat dengan gapaian tangan Farel yang langsung mendorong adiknya menuju dokter tersebut.


Kebetulan dokter yang menangani bayi Mayra berasal dari Indonesia, memudahkan seluruh pasien dari Indonesia berobat kemari. Tentu saja atas rekomendasi Farel agar sang adik mudah berinteraksi perihal pengobatan bayinya.


'' Bagaimana hasilnya dokter? '' tanya Ansel dan Mayra bersamaan.


Pandangan mereka bertemu saat sama-sama sedang menoleh. Namun Ansel sengaja membuang pandangannya kearah lain dan langsung bertanya kembali, tapi Mayra segera menutup rapat mulutnya, hatinya pilu ketika sang pujaan hati menatapnya datar seperti orang asing.

__ADS_1


" Bagaimana hasilnya dokter ? " tanya Ansel penuh harap.


Mayra bungkam,hanya doa yang dapat dia lafal kan ,berharap hasilnya sesuai keinginan.


Sang dokter menatap semuanya bergantian. Dengan nafas panjang nya, senyuman dokter Charles namanya langsung tersenyum kearah Mayra yang terlihat matanya sedikit berkaca-kaca,Entah karena penasaran, atau karena sikap dingin Ansel atas dirinya.


" Syukurlah, hasilnya sangat memuaskan. Tuan Julian tulang sumsum anda ,99% sangat cocok. Kami para dokter lain memutuskan akan melakukan tindakan operasi segera. Karena putri kalian semakin lama kondisinya semakin tidak stabil.


Air mata Mayra luruh dengan senyuman kebahagiaan. Tanpa sadar Mayra menoleh kearah Ansel yang juga sedang menatapnya, dengan penuh kebahagiaan Mayra menebarkan senyum tulusnya pada Ansel,hingga sang pria yang di senyumi terlihat mematung terpesona. Rindu akan Mayra yang terus bersikap seperti itu dulunya. Ansel sebenarnya tidak kuat lagi memerankan sikap dingin pada Mayra,namun Ansel terpaksa menghukum pujaan hatinya untuk sementara. Tapi sialnya Ansel lah yang merasakan efek dari hukuman tersebut.


Farel mengusap pundak Mayra yang juga ikut bahagia. Namun tatapan mata elang Ansel tertusuk ke mata Farel yang pura-pura tidak melihat Ansel. Namun Ansel adalah pria terlatih, sedikitpun tidak dongkol dengan tatapan tersebut. Malahan Ansel tak perduli sama sekali.


Farel tau jika , Ansel sedang cemburu.Tapi dengan sengaja Farel semaki memanaskan perasaan Ansel. Namun sayangnya Ansel masa bodoh.


" Kapan , jelasnya operasi tersebut akan di mulai ,dokter ? " Ansel bertanya kembali.


''Kalau begitu, saya permisi dulu. "pamit Dokter Charles pada semua. Langsung di balas anggukan oleh semuanya pula. Sang Dokter pun berlalu melanjutkan tugasnya.


" Mayra...aku ingin berbicara sebentar denganmu, hanya BERDUA " ucap Ansel menekankan kata "Berdua" sambil melirik kearah Farel yang sedang bersama Mayra.


Mayra pun mengangguk lalu menoleh kearah Farel, mengisyaratkan semua akan baik-baik saja.


"Ingatlah semua akan baik-baik, kamu harus bisa menjaga kesehatanmu ... terutama kesehatan hatimu. Keputusan ada padamu, jangan egois terhadap bayimu Mayra...dia datang kedunia ini bukan untuk melihat orang tuanya berpisah. Sebelum bertidak kamu juga harus memikirkan nasib putrimu. Tuan Julian adalah ayah biologis putrimu,maka dia juga memiliki hak penuh untuk bersama. " Ucap Farel pelan.

__ADS_1


" Apa kakak akan memberikan putriku untuknya ? bukankah kakak berjanji padaku tadi, tidak akan membiarkan pria itu mengambil putriku. " Ucap Mayra bergetar menahan tangisnya.


"itu Sebelum semuanya jelas. Kenyataanya Pria itu tidak bersalah adikku. Dia yang telah berjuang saat ini demi kesembuhan putrimu. Ikutlah bersamanya dulu. Jika memang kalian tidak ingin bersama maka jelaskan alasannya. Kakak yakin jika pria itu masih mencintaimu,dan semua jelas masih terlihat dari sikapnya. " balas Farel.


Ansel melangkah mendekati Mayra yang masih berbicara dengan pria yang sedari tadi sangat mengganggu .


"Ayo, biar aku dorong kursi rodanya " ucap Ansel tanpa menunggu dua orang beda jenis itu berbincang yang entah apa, Ansel tidak mendengarnya karena pembicaraan mereka pelan dan lirih.


Jantung Mayra langsung berdetak kencang saat tubuhnya sudah terdorong oleh tangan kekar pria yang begitu rapi tersimpan dalam hatinya.


Tidak ada yang berbicara mereka berdua diam, Ansel yang terus mendorong kursi roda Mayra hanya menatap datar kedepan. Sementara Mayra menunduk tak berani berbalik meskipun sangat ingin menatap sang kekasih.


Sampai di sebuah taman rumah sakit, Ansel berjongkok mengunci dua roda tersebut. Mayra menyaksikan serta mencuri pandang disetiap gerakan Ansel yang sedang telaten membantunya. Dan saat sudah selesai Ansel ingin berdiri kembali tapi tatapan mereka bertemu . Tatapan yang saling merindukan jelas terlihat di mata keduanya.


Wajah dingin Ansel telah hilang seiring tatapan sendu penuh cinta di perlihatkan langsung oleh ibu dari putrinya. Hingga tanpa sadar saking Mayra tak sanggup menahan gejolak tersebut tetesan air mata menetes tanpa izinnya, dan refleks Ansel dengan lembut mengusap air mata tersebut.


Jantung Mayra semakin berpacu, ingin sekali ia masuk dalam pelukan pria itu, namun rasa malu masih menguasainya, hingga tak tahan lagi dengan perasaannya,Mayra menunduk memutuskan pandangannya pada Ansel yang juga sedang menatapnya penuh perasaan.


" Mayra... Kenapa kau sembunyikan perasaanmu padaku. Apakah aku tidak bernilai hingga teganya kamu menyembunyikan semuanya,termasuk saat kamu mengandung benihku ?, apa serendah itu aku di matamu..? " Lirih Ansel.


Ucapan Ansel menyentil hatinya Mayra,yang setiap saat merasa bersalah pada ayah dari putrinya . Mayra tidak menjawab apapun, posisinya masih sama , tidak berani menatap saking malunya dengan perbuatan masa lalunya.


" Setelah operasinya selesai,aku akan membawa putriku bersamaku meskipun tanpa izinmu sekalipun. " Lanjut Ansel kembali.

__ADS_1


DEG...


😘 Happy Reading


__ADS_2