Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Jeritan Hati Mayra


__ADS_3

Pintu NICU terbuka lebar. Terlihat dengan jelas seorang bayi tertidur pulas dalam sebuah Inkubator dengan alat-alat medis menempel di seluruh permukaan tubuhnya.


Hati Mayra seakan menjerit di dalam sana, menyaksikan sendiri bagaimana menderitanya sang buah hati saat hidupnya diambang Kematian. Andaikan bisa Mayra akan memohon pada sang pemilik kehidupan, agar rasa sakit sang buah hati dipindahkan saja padanya .


Ibu mana tidak akan menangis ketika bayinya menderita seperti itu. Namun Mayra tidak pernah menyesali perjuangannya yang telah mempertahankan sang buah hati mulai dari sebongkah darah hingga bayinya lahir kedunia ini.


Memang bayinya tidak seberuntung bayi lainnya, tapi Mayra tidak akan patah semangat berjuang untuk selalu berusaha menyembuhkan sang buah hati. Meskipun masa lalunya ikut terlibat kembali, Mayra sudah bertekad bulat, memutuskan untuk bertemu kembali serta memberitahukan pada ayah biologis putrinya jika bayinya adalah darah dagingnya yang selama ini Mayra sembunyikan demi perasaan orang lain.


Sungguh ironis, entah kesalahan apa dirinya di masa lalu, sehingga semua dosanya Mayra , putrinyalah yang menanggung akibat dan efeknya. Entah ini hukuman untuk Mayra ? ataukah ujian untuk hidupnya ?. Hanya Tuhan yang maha Tahu.


" Putriku , selamat datang sayang dalam hidup bunda. Maafkan bunda sayang, terus memaksa mempertahankan mu untuk kebahagiaan bunda, sehingga putri bunda harus menanggung semua rasa sakit begitu perih. Harusnya bunda yang merasakannya sayang. Bunda mohon bertahanlah demi bunda sayang, jangan sia-siakan perjuangan bunda nak. Teruslah bertahan sayang, sebentar lagi ayahmu akan datang menolong putri cantiknya bunda . " Lirih Mayra menangis pelan, menahan sesak begitu dalam .


Ingin sekali Mayra merengkuh tubuh kecil tersebut , memeluknya dengan erat . Agar rindu terpanjangnya yang terus dinantikan tersalurkan dengan segera. Namun takdir berkata lain, putri kesayangannya harus terlebih dahulu tersiksa dengan berbagai alat-alat medis yang tertempel di tubuhnya,dan tertancap di dalam daging kecilnya.


Terasa bahu Mayra diusap Farel dari belakangnya dengan lembut. Sudah tertebak jika Mayra terluka ketika melihat langsung bayi mungil nan cantik itu dengan keadaan yang terlihat miris .


" Bersabarlah Mayra, orang-orang ku sedang mengabarkan keadaan kalian disini, " Ucapan Farel semakin membuat Mayra bersedih .


Bagaimana Mayra menghadapi keadaan yang pasti akan terlihat berbeda saat pertemuan dengan ayah dari bayinya, pria yang masih sangat dicintainya tapi telah menjadi kakak iparnya ,begitulah pemikiran Mayra yang sedang berpacu dengan sangkaan-sangkaannya.


'' Aku tidak sanggup kak !!, tubuh bayiku sangat kesakitan...bagaimana bisa aku tahan melihatnya. Sakit...banget, sekecil ini bayiku harus menghadapi pahitnya dunia yang nyata. Bukan ini yang ku mau kak Farel !! " Ucap Mayra dengan tangisan semakin pilu.


" Semoga setelah datangnya pertolongan, kalian akan bahagia bersama Mayra. Jika Ibunya terus merintih dan menangis seperti ini, bayimu akan semakin terluka . Semangati bayimu... ucapkan kata-kata indah padanya. Berikanlah dia harapan bahagia ,jika bayimu mendengarnya maka dia akan terus kuat untukmu . Jangan menangis di depannya. meskipun dia terlihat kecil , tidak dengan harapannya !, Bayimu butuh semangat kuat dari Ibunya " Jelas Farel, menyemangati Mayra yang semakin rapuh.


Mayra mengusap air matanya, benar semua yang dikatakan Farel . Tidak seharusnya Mayra terus menyelami air matanya tanpa henti. Harusnya Mayra terus berdoa tanpa harus banyak mengeluh seperti ini. Tidak !! Semua takdir baik, hanya saja Mayra sedikit lebih sabar dalam menghadapi segala cobaan hidupnya. Berkat ucapan Farel,Mayra sedikit lebih tenang dari sebelumnya.


Tangan Mayra di masukkan ke salah satu lubang Inkubator dari samping. Di sentuhnya tangan mungil buah hati yang telah dikandungnya selama sembilan bulan. Akhirnya dia dapat menyentuh bayi cantiknya.


Di luar dugaan, bayi Mayra merespons sentuhan tersebut. Begitulah ikatan batin antara ibu dan anaknya .


Mayra tersenyum bahagia, ternyata bayinya merasakan kehadiran bundanya, sedang berada di dekat nya.

__ADS_1


" Kak , lihatlah bayiku bergerak,dia menggengam telunjukku...'' Ujar Mayra bahagia.


'' Tentu saja, dia anakmu. Pasti merasakan kehadiran Ibunya, itu bukti kekuatan kalian. Percayalah anakmu akan segera baik-baik saja,jika Ibunya dalam keadaan baik juga. '' Sahut Farel kembali.


" Kakak benar, tidak seharusnya Mayra mematahkan semangat putri kecilku yang sedang berjuang untuk hidup. " Ucap Mayra .


" Sehat-sehat sayang, Bunda janji akan terus merasa baik demi kebahagiaan putri kecilnya bunda " Lanjut Mayra ,kembali menatap putrinya. Seolah-olah sedang berinteraksi dengan bayi yang sedang terbaring.


Kini Farel sedikit merasa lega, karena adiknya mulai tenang kembali.


" Sudah ? Waktu jenguknya sudah habis. Biarkan putrimu istirahat dulu. '' Ucap Farel bermaksud keluar dari situ.


" Biarkan dulu seperti ini, Mayra masih kangen dengannya kak. Tolong sebentar saja , " Mohon Mayra masih ingin tetap berada di samping putrinya.


" Sesuai prosedur rumah sakit, tidak boleh membantahnya Mayra,dan jangan bersikap seperti itu,kamu baru sadar juga sangat membutuhkan istirahat sepenuhnya. Kita akan menjenguknya lagi nanti, masih banyak waktu kita luangkan untuk bayimu. Bukankah kamu sudah berjanji tadi dengan putrimu ? akan sehat demi dirinya ? " Ucap Farel.


Mayra langsung membuang nafas panjang , dia tidak dapat membantah lagi . Meskipun rindunya masih belum puas di lepaskan dengan sang putri, Mayra tidak boleh egois . Kini Mayra tidak hanya memikirkan kondisi sang putri , melainkan kesehatannya juga harus di utamakan ,demi sang buah hati .


" Baiklah, "


" Putri cantiknya Bunda, maafkan Bunda ya ! . Bunda mau keluar dulu...semoga cepat sembuh sayang... Bunda menunggu kamu, sampai kapanpun. ''


Sekeras apapun Mayra bertahan,namun tidak dengan jiwa keibuannya. Air matanya menetes kembali, masih enggan untuk berpisah dengan putrinya.


Tidak mau kesedihan Mayra terulang kembali, Farel segera membawa keluar Mayra dengan kursi roda yang sedari tadi di duduki Mayra .


Mayra kembali berbaring di ruang rawatnya. Sementara Farel menaruh kembali kursi roda di tempat yang mudah dijangkau Mayra. Setelahnya Farel menghampiri Mayra kembali di brangkar nya.


'' Istirahatlah, nanti kakak akan membangunkan mu jika mereka telah sampai disini. '' ujar Farel sembari mengelus kepala Mayra.


Farel berniat melangkah ke sofa,namun Mayra mencekal tangan Farel yang akan melangkah.

__ADS_1


Iapun menoleh melihat Mayra yang sedang menatapnya.


'' Berjanjilah, Ansel tidak akan merebutnya dariku. Sungguh aku tidak akan sanggup jauh dari bayiku kak !! " Ucap Mayra pelan.


" Percayalah Mayra, tidak akan kubiarkan adikku jatuh untuk kesekian kalinya. Kalian tanggung jawab ku, tidak ada yang dapat merebutnya dariku...meskipun tuan Julian adalah ayah kandungnya sendiri . "


'' Tidurlah, Jangan banyak pikiran... Nanti akan berpengaruh buruk pada kondisi tubuhmu '' Lanjut Farel kembali.


Mayra mengangguk, tidak lama kemudian ia langsung tertidur efek dari rasa lelahnya menangis sejak dia sadar tadi.


***


Di belahan dunia lainnya, Ansel begitu bahagia mendapatkan kabar jika Mayra memintanya untuk datang menemuinya di Italia. Bukan hanya itu saja. Sesuai dugaannya setahun yang lalu, jika Mayralah korban kebiadabannya di malam itu.


Meski adanya penyesalan pada malam kejadian, namun tidak dipungkiri, baginya kelebihan dari sikapnya malam itu akan terus mengikat mereka satu sama lain.


Menurut informasi yang sedang dikulik oleh orang suruhannya, keberadaan Mayra di sana sungguh memprihatinkan. Wanita itu melahirkan seorang bayi cantik namun memiliki kelainan . Ansel yakin Mayra pasti dalam keadaan tidak baik,justru itulah ia akan melengkapi hidup Mayra kembali, itulah janjinya.


Sebenarnya Ansel merasa teka-teki pujaan hatinya sampai saat ini penuh dengan misteri. Bahkan dia masih ragu dengan bayi yang ia lahir kan. Apakah itu memang benar bayinya ? atau bayi pria yang membawa Mayra hingga berpisah dengannya. Siapapun ayahnya Ansel tetap akan menerimanya, asalkan Mayra kembali lagi bersama nya.


Sungguh hebat pria tersebut, membuat Ansel sulit melacak bahkan latar belakang mereka sukses di lenyapkan hingga hilang tanpa adanya jejak barang sedikitpun. Namun itu tidak penting, yang terpenting adalah pertemuannya kembali dengan Mayra , belahan jiwanya yang selama ini telah hilang.


'' Siapkan jetpri ku, malam ini kita akan berangkat ke Italia. Sekalian kabarkan keluarga Mayra juga, aku akan pergi bersama mereka untuk menjemputnya kembali ke Indonesia '' Titah Ansel pada Max,tugas itu langsung di jalankan oleh asisten setianya .


Ansel bangkit dari kursi kebesarannya, ia memperbaiki letak jas yang melekat ditubuhnya . Setelah itu Ansel berlalu keluar dari kantor menuju suatu tempat.


Di mobil , Ansel menghubungi Andre .


'' Hallo Andre, bersiaplah kita akan terbang ke Italia malam ini. Ajaklah Nayla sekalian, dia juga berhak melepas rindunya bersama Mayra " Ucapnya.


Setelah selesai berbicara ,Ansel langsung mematikan sambungannya sepihak. Lalu ponselnya di masukkan kembali kesaku jas mahalnya.

__ADS_1


😘 To be Continue....


__ADS_2