
Ditempat lain Nayla merasa ada yang janggal dengan kepalanya, terasa berat.
''Nona Nayla, bagaimana dengan kontraknya ? Kapan kita bisa melangsungkan kerjasamanya. ''ucap salah satu kolega bisnisnya.Tanpa disadari gadis itu,seringai licik terhias di bibir pemuda tersebut bernama Kevin.
Rencana dan siasat begitu matang direncanakan pria tersebut, demi ambisinya yang ingin memiliki Nayla seutuhnya.
Beruntung Nayla menangkap kelicikan pria itu dengan ujung matanya.
Walaupun rasa sakit di kepalanya semakin berdenyut namun Nayla seorang gadis yang telah lama bergelut di dunia bisnis sudah tugasnya menyelidik sebelum menerima tawaran kontrak tersebut.
Dan naasnya Nayla ceroboh dalam sekejap saja.
Meski Nayla dapat mengatasi permasalah kecil yang sengaja diciptakan oleh para- para penjilat kuasa dan perhatiannya, namun larutan campuran dalam minumannya mengalahkan kenormalan ditubuhnya akibat rasa lelah karena dalam seharian ini Nayla sudah banyak menguras tenaga nya.
Karena kepintaran dan keuletannya Nayla dengan mudah menelisik setiap tingkah laku para kolega yang ingin bekerja sama dengan perusahaan Bramantyo. Ia juga sangat cepat mempelajari segala gerak-gerik kecurangan dari masing-masing mereka.
Selama dirinya menjabat sebagai wakil CEO di perusahaan papanya, Mayra telah berhasil meraih kerjasama di beberapa perusahaan dengan rasa puas, termasuk perusahaan terbesar yaitu Julian corp.
''Mohon maaf sebelumnya, saya rasa perbincangan kita hanya sampai di disini saja. Anda salah orang dalam berbisnis tuan,dari sikap dan anda saya sudah menebaknya jika tujuan kalian bukanlah semata hanya untuk berbisnis . Aku mengenal wajah-wajah licik yang berkedok kerjasama. ''ujar Nayla tegas.
Wajah itu langsung berubah bringas . Seketika Kevin menggebrak meja cafe tersebut, marah dengan penolakan Nayla serta dengan antengnya menuduh sembarangan, meskipun itu benar,tapi Kevin tidak akan menyerah dengan rencana yang sudah disusun dengan rapi. Bahkan demi tujuannya Kevin rela mengorbankan tender lain demi mencapai keinginannya untuk mendapatkan gadis cantik tersebut.
Namun rasanya harga diri Kevin secara spontan diinjak-injak dengan ucapannya.
''Saya tidak terima,kamu sudah mencoreng nama baik perusahaan ku. Kalaupun kamu tidak setuju dengan kerjasama ini, tidak perlu melenceng kemana-mana.'' Sergah Kevin tetap pada pendiriannya.
''Maaf tuan Kevin yang terhormat, saya memang tidak mempunyai alibi untuk menuduh anda macam-macam, tapi jangan salahkan saya jika kelakuan anda yang telah mencampurkan sesuatu kedalam minuman saya,hingga kepala saya tidak nyaman begini , sungguh tidak dapat saya tolerir lagi. Sudah jelas bukan alasan saya mundur dari kerjasama ini. ''
Tidak, bukan Kevin namanya jika menyerah sebelum berperang.
Dengan akal liciknya Kevin kembali berulah.
''Anda harus menggantikan kerugian yang saya keluarkan untuk datang kesini dengan alih kerjasama. '' Geram Kevin gagal mengelabui Nayla .
''Cih, anda yang menjebak saya, kenapa anda malah mengaku rugi. Memang tidak salah tuduhan saya terhadap anda tuan Kevin yang terhormat. Sepintar apapun anda menyembunyikan sifat asli anda, tentu ia akan keluar saat emosi anda tersulut. Terbukti bukan anda seorang penjilat '' Sarkas Nayla bergegas meninggalkan tempat itu, akibat rasa pusing semakin menyiksanya.
Baru saja Nayla melangkah, Kevin dengan cepat mencegat tangan Nayla yang sudah terlihat sempoyongan.
__ADS_1
''Lepas !!. Sungguh lancang perilaku anda tuan Kevin...'' Teriak Nayla mencoba menghempaskan tangan pria tersebut.
''Ayo cepat ikut aku, hanya aku obat pereda sakit mu sayang '' ucap Kevin menyeringai.
Rasa sakit bagai tertusuk-tusuk semakin menjalar sampai ke daerah yang lain.
Kebetulan cafe tersebut tidak begitu ramai, karena waktu pun sudah menunjukkan hampir dini hari.
Awalnya Nayla menolak pertemuan ini, yang jelas-jelas melanggar hak privasinya. Tapi Nayla bukanlah pembisnis yang sombong, dengan segala alasan yang logis di paparkan Kevin bahwasanya besok pagi mereka akan melakukan perjalanan bisnis ketempat lain, sehingga tanpa berpikir panjang Nayla menerimanya.
''Lepaskan tangan wanita itu !! '' suara bariton seseorang terdengar jelas di telinga Nayla yang hampir kehilangan kesadarannya.
Nayla menoleh kebelakang, pria tersebut semakin mendekat kearahnya. Samar-samar Nayla mengenali sosok tubuh tegap itu dengan wajah yang sudah berantakan ,dengan luka dimana-mana.
''Andre '' Lirih Nayla sambil memegang kepalanya.
''Nay, mari kita pulang.''
Andre menghentakkan tangan Nayla hingga gadis itu langsung jatuh ke pelukan Andre dan hasilnya tangan Kevin sang penjilat itu tersentak hingga terlepas dengan cepat dari tangan Nayla.
''Hey kau, jangan ikut campur urusan ku. Wanita itu adalah milikku malam ini . Akan ku buat gadis ini mengerang semalaman memanggil namaku '' ucap Kevin tidak tau malu.
Kebetulan emosinya yang sedari tadi telah di tahannya saat perkelahiannya dengan Ansel langsung ditumpah ruahkan seketika pada lelaki hidung belang di depannya .
Tanpa aba-aba Andre langsung memberinya bogem mentah dengan perasaan tersulut emosi tingkat tinggi.
Terbukti dengan banyaknya darah yang keluar dari mulut Kevin akibat pukulan dan tendangan yang dilakukan Andre baru saja.
Kevin memuntahkan begitu banyak darah dari mulutnya.
'' Itu baru peringatan ! ,Jika berani kau menganggu wanitaku lagi,kau langsung akan berhadapan denganku bajingan,walau hanya niat. Jika itu terjadi maka tinggal pilih saja kau ingin ke rumah sakit, atau langsung ku makamkan, mengerti !!! '' Teriak Andre sambil menjambak rambut Kevin.
Dengan rasa sakit yang begitu terasa, bisa-bisanya Kevin masih tertawa sinis.
''Dasar pecundang ,ayo Nayla aku antar kamu pulang '' ucap Andre seraya menggendong Nayla yang hampir tidak sadar.
Andre berjalan keluar cafe,mengabaikan tatapan orang yang ada di cafe tersebut.
__ADS_1
''Jangan senang dulu brengsek, hari ini aku boleh gagal. Tapi tidak untuk pertemuan selanjutnya '' Gumam Kevin bangkit menahan sakit di perutnya.
Dengan pelan langkah pria itu dibawanya keluar dari cafe tersebut.
***
''Minum dulu ! ''
Nayla masih memijit-mijit pelipisnya dengan sedikit minyak angin yang di berikan Andre.
''Aku tidak haus Andre,aku hanya ingin segera pulang. Mayra pasti belum tidur, mungkin dia sedang menungguku '' tolak Nayla menahan beban berat dikepalanya.
''Aku akan mengantarmu,tapi minumlah obat pereda ini dulu,agar rasa sakit di kepalamu sedikit berkurang '' Bujuk Andre,tidak tega melihat orang yang di cintainya kesakitan begini.
Diraihnya botol serta pil yang di sodorkan Andre untuknya. Nayla segera menelan pil dan meminum air mineral dengan cepat.
''Yasudah, sekarang mari kita ke hotel.''
Nayla mengangguk kembali memejamkan matanya untuk mengurangi rasa sakit yang mendera kepalanya.
Dalam perjalanan tepatnya di mobil Andre.
''Kamu tau darimana jika aku berada di situ Andre ? '' Tanya Nayla lemah dengan posisi bersandar dengan mata yang masih terpejam.
''Tadi aku mengikutimu Nayla '' Sahut Andre fokus dengan kemudinya.
Nayla memaksa membuka mata, menoleh menatap heran padanya.
''Untuk ?.''
''Disini rawan Nayla,jika seorang gadis jam segini masih berkeliaran di jalan '' ketus Andre tidak suka.
Nayla langsung terkekeh-kekeh, gemas melihat sahabatnya seperti sedang protes dengan kebiasaannya yang mudah percaya pada orang lain.
'' Aku bukan remaja lagi Andre, setiap keputusan yang akan aku ambil, tentu saja aku sudah memikirkannya. '' Bela Nayla membalas ucapan Andre.
__ADS_1
Mohon Dukungan Like ,Comment dan Votenya...Beri juga Rating terbaik kalian pada ku dari para RIDERS agar novel receh othor bisa naik kepermukaan ...Terimakasih...