
Air mata Mayra terus berderai membasahi pipi putihnya, mengingat kejadian yang baru saja terjadi bagaikan mimpi , hasil dari tujuannya tidak sesuai dengan rencana yang sudah di tata rapi olehnya ,malah Mayra kembali terjerat kembali ke dalam lubang cinta Ansel hingga kesalahannya kembali terulang ,sedih bercampur amarah yang terus menodong dirinya yang benar-benar tidak tahu terimakasih,mengingat keadaan Nayla yang semakin parah dan kembali Mayra lah yang menjadi tersangkanya lagi ,entah mengapa terkadang dia berkeinginan memperbaiki semuanya namun lagi-lagi Mayra menghunuskan bahaya untuk Nayla kembali.
Ting....
Pintu lift lantai bawah tepatnya dimana para karyawan lebih banyak yang berada di sana telah terbuka.
Segera mungkin Mayra menghapus air matanya lalu dengan langkah cepat Mayra keluar dari lift tersebut,dan sialnya lift tersebut terletak di tengah-tengah mereka sudah dipastikan semua mata tertuju pada Mayra yang terus berjalan dengan wajah sembabnya.
Mengingat ucapan direktur mereka tadi,seketika semua karyawan yang menyaksikan kemarahan Ansel serentak membungkuk kan tubuh memberi hormat untuk gadis yang membuat mereka kena amarah yang berkobar-kobar,takut hal itu terjadi kembali mereka terus membungkuk meskipun saat itu Mayra merasa risih.
Namun didikan Mayra yang begitu beradap dengan penuh kesopanan Mayra juga membalas hormat mereka hingga para karyawan di sana merasa di hargai, bukan seperti direkturnya yang tidak pernah membalas ,hanya wajah dingin, juga datarnya yang terus di perlihatkan,tapi mereka sudah terbiasa menghadapinya
Berbeda dengan kenyataan dari gadis yang tadinya di anggap dan di remehkan ,mereka berdecak kagum pada Mayra yang di terka adalah orang spesial dari direkturnya , secara selama ini direktur mereka tidak pernah begitu marahnya demi seorang gadis sudah jelas bukan ! .
Langkah Mayra berhenti di teras kantor ,terlihat alam seakan juga sedang menangis mewakili hatinya dan keadaannya yang begitu rapuh ,Mayra terus mengedarkan pandangannya ke arah parkiran tidak terlihat juga raga dan mobil Fina di manapun ,tapi Mayra tetap semangat mencarinya Meskipun hujan terus mengguyur bumi .
Mayra terus mencari keberadaan Fina tidak perduli tubuhnya tidak terlindungi apapun bahkan dia tidak perduli Petir menyambar di mana-mana , pikirannya semakin gencarnya mencari Fina disekitar kantor Ansel,hingga penjaga kantor Ansel menghampiri Mayra yang sedang menangis di bawah guyuran dengan membawa payung untuknya namun sayang Mayra tidak meresponnya karena saat ini pikirannya tidak berada di sana.
''Nona sedang mencari siapa ,hujan sangat deras nanti nona bisa sakit '' Ucap penjaga tersebut terus mengikuti langkah Mayra yang terlihat mutar-mutar.
''Saya sedang mencari mobil mama saya ,tapi tidak ada hiks... '' Mayra terus menangis berjongkok di bawah guyuran hujan ,akhirnya dia meresponnya.
''Mobil apa yang digunakan mama anda ? apakah mama nona baru keluar dari kantor ini '' tanya penjaga itu dengan suara keras sebab suara hujan lebat itu menelan semua suara.
Mayra mengangguk.
''Mobil Terios warna silver pak,apa bapak melihatnya '' Mayra terus berharap jika Fina masih berada di situ .
__ADS_1
''Berarti percuma anda mencarinya nona ,baru saja mobil yang sama dengan ciri-ciri yang non katakan sudah keluar nona ,mungkin masih belum jauh dari sini ,jika cuaca begini bisa di katakan Pemilik mobil tersebut belum jauh ''Ucap Penjaga itu .
Mayra langsung bangkit dan berterima kasih pada penjaga tersebut,Mayra langsung berlari keluar pekarangan kantor Julian Corp Dengan terus berlari ,bahkan Mayra tidak sempat mengambil payung di tangan penjaga tersebut.
✨✨✨✨✨
Beberapa saat kemudian setelah Raisa pergi dari kantor ,Ansel kembali merenung di kursi kerjanya sambil menyandarkan tubuh tegap itu dan terus menutup matanya.
Kejadian tadi bahkan ucapan demi ucapan Mayra terus saja bermain -main di kepala Ansel hingga air mata itu kembali menetes mewakili hatinya terasa sakit dengan semua ucapan Mayra yang begitu mudah menghancurkan hubungan mereka demi obsesi Nayla yang terus mengharapkan cintanya .
Nayla bukan saja cantik ,dia juga terkenal baik ,juga sangat pintar semua perusahaan begitu puas dengan semua pemikiran dan kecerdikannya dalam menarik perhatian setiap investor,namun sayang Mayra lah yang sudah mencuri hatinya sungguh dunia begitu kecil ,Ansel begitu kecewa saat kebenaran antara gadis yang dicintainya dan gadis yang terobsesi padanya adalah dua orang yang bersaudara ,sekuat apapun juga Ansel mempertahankan cintanya agar tidak runtuh tapi Mayra tetap saja mudah goyah dan sekarang dia kehilangan gadis tersebut , kekasihnya itu lebih memilih kebahagiaan kakaknya dibandingkan kebahagiaanya ,sungguh egois sekali ,Ansel kembali merasa kecewa.
Suara dering ponsel bernada asing mengusik dirinya , Ansel kemudian bangkit mencari arah suara tersebut namun tak disangkanya ternyata suara tersebut berada di atas sofa tepatnya dalam sebuah tas yang tidak asing baginya.
Segera Ansel bangkit dari kursi tahtanya melangkah mendekati tas tersebut,diraihnya tas berwarna hitam pekat lalu dirogoh untuk mengambil ponsel di dalam sana .
''Cantik ''.Ucapan itu lolos dari bibir menawan Ansel diiringi senyum bahagianya melihat foto gadisnya begitu sederhana dengan baluran hijab begitu sempurna saat panggilan itu terhenti sejenak ,terbesit sebuah rencana dalam benaknya kala menatap ponsel yang sudah sangat di kenalnya.
''Sejauh mana kamu menjauhiku sayang ? takdir tetap mendekatkan kita kembali sayang ,baiklah jika ini adalah kemauan mu ,aku akan meladeninya sayang ,akan ku pastikan jika kamu lah yang lebih dulu menemui ku ,sungguh Tuhan begitu menyayangi ku Mayra Bramantyo '' Gumam Ansel menatap ponsel milik Mayra yang tertinggal di ruangannya tanpa memperdulikan siapa yang menghubungi ponsel kekasihnya .
Ansel kembali melanjutkan kerjaannya,perasaan sedihnya kini sudah berganti dengan bahagia, bagaimana tidak kini kepercayaan nya kembali melambung ,Ansel mengenal betul siapa kekasihnya itu , tawanan Ansel kali ini untuk mendapatkan Mayra kembali sudah ada ditangannya,yaitu barang paling berharga yang selalu di bawa Mayra kemanapun tak terkecuali saat Mayra kesini ,namun sayangnya karena kejadian tadi yang begitu cepat Mayra langsung melarikan dirinya dari Kantor Ansel guna mengejar Fina dan melupakan tas yang terletak di atas sofa ruangan Ansel.
✨✨✨✨✨
Jedarrr....
Jedarrr.....
__ADS_1
Jedarrr......
Suara dentuman keras dari langit terus beradu dengan guyuran hujan yang sepertinya tidak akan berhenti.
Di bawah guyuran hujan yang di selimuti kabut tipis Mayra terus menyusuri jalanan dengan tubuh yang basah dan kedinginan nampak dari dua lengannya terus memeluk tubuhnya sendiri,Mayra masih menangis mengingat kebodohannya yang terus menerus bersarang di otaknya ,saat sejenak tadi Mayra berhenti di sebuah halte Mayra baru menyadari jika semua barang-barang nya yang berada dalam tas tertinggal di kantornya Ansel,begitu ceroboh dirinya ,bagaimana mungkin Mayra kembali lagi kesana tapi isi dalam tas itu juga sangat berharga,kini kekalutan hatinya kembali bertambah ,masalah bukannya selesai satu persatu ini malah bertambah banyak.
''Tuhan bagaimana ini ,kemana aku harus pergi hiks....di mana kak Nayla sekarang,aku ingin tahu keberadaan kak Nayla Tuhan,aku ingin menebus semua kesalahanku Tuhan...Hiks...hiks....tapi sekarang aku harus bagaimana,bahkan aku tidak punya apa-apa,pantaskah aku pulang ke rumah orang yang sudah aku khianati Tuhan...,aku juga sudah melukainya Tuhan ,pantaskah aku hidup jika ujungnya mereka semua tersakiti hiks...hiks...'' Racau Mayra menangis sembari berjalan dengan tubuh basah kuyup di bawah guyuran hujan.
Jedarrr....
''Aaaa '' Teriak Mayra langsung berjongkok di pinggir jalan menenggelamkan kepalanya dengan kedua lengannya,petir kembali menyambar dengan kerasnya.
''Ansel....aku takut ,papa aku takut...tolong...'' Teriak Mayra dengan tubuh bergetar.
Terlalu lama di guyur hujan lebat tubuh Mayra kian melemah , Airmata yang keluar tanpa henti dan terus bercampur dengan air hujan membuktikan jika hidupnya begitu menyedihkan,tak lama kemudian penglihatan Mayra meremang tidak jelas,kepalanya mendadak pusing seakan-akan kepalanya seperti baru saja terbentur batu besar hingga otot-otot kakinya tidak mampu lagi menopang berat badannya dan akhirnya Mayra tergeletak pingsan dalam guyuran hujan di pinggir jalan .
Sebuah mobil mewah berhenti di dekat tubuh Mayra yang tergeletak ,keluarlah lah seorang pria dengan sebuah payung dia mendekati raga Mayra yang pingsan,pria itu berjongkok menatap sendu ,tangannya terulur membelai pipi Mayra yang sudah memucat ,hatinya kembali teriris melihat wajah itu begitu menyedihkan .
''Maaf '' Kata itu lolos dari bibir pria itu dengan pilunya.
Tubuh Mayra langsung diangkat dan di bawa masuk ke mobil mewahnya ,dan pria itu langsung menjalankan mobilnya kembali juga membawa raga Mayra pergi dari sana.
.Mohon Dukungannya 🙏🙏💗
.
.
__ADS_1
.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹