
Pelukan hangat seorang Ansel memberikan kenyamanan tiada Tara hingga tanpa disadari ,rasa sakit dan sedihnya Mayra seakan hilang sejenak kala berada dalam pelukan pria yang sangat dicintainya.
Begitu juga dengan Ansel ,Gadis bernama Mayra lah yang mampu menjadikan setiap kekesalan dan masalah yang menimpanya sebagai penawar juga pendingin hatinya.
Seakan dunia milik berdua ,berada di atas bukit yang indah duduk saling berpelukan dengan posisi yang saling menyatukan bagi dua insan yang saling membutuhkan serta dapat menyalurkan kedamaian kesetiap titik terindah mereka.
Hembusan nafas yang terlepas dari keduanya begitu menyatu dengan terpaan angin yang terus memanjakan jiwa mereka.Setiap nada cinta yang dimainkan oleh semesta langsung merantai dalam sanubari ,setiap hembusan angin dalam diam mengantarkan begitu banyak getaran yang diwarnai dengan kebahagiaan,namun hati mereka saling berlomba untuk mendapatkan titik dimana ukiran antara dua hati tertera nama sang pujaan,kemudian rasa itu memberi kenyamanan yang tak terhitung untuk cinta mereka.
Saat ini posisi Mayra sedang bersandar didada bidang Ansel yang sedang merangkulnya dengan sama-sama saling memejamkan mata.
''Mayra ...''.Panggil Ansel lembut.
''Hmmm''.Jawab Mayra masih dengan mata terpejam.
Mereka bersuara namun mata masih sama-sama menikmati indahnya berdua.
''Boleh aku tau bagaimana perasaanmu padaku ?''.Ansel membuka matanya dan menunduk di atas kepala Mayra .
''Kamu masih meragukan rasa dari sikapku saat ini Ansel ?''.Mayra membuka matanya membalas genggaman tangan Ansel .
''Aku bisa merasakan cinta itu,tapi lebih bahagia lagi jika aku juga ingin mendengarnya secara langsung melalui ucapan ,jika hati ku merasakan tidak ada salahnya bukan jika telingaku juga ingin mendengarkan kata indah tersebut''.Ansel memeluk Erat Mayra dan menempelkan dagunya di kepala Mayra yang masih merebahkan kepalanya .
Mayra melepas paksa Pelukan Ansel hingga terlepas dan memposisikan duduknya dengan tegak kemudian beralih menatap Ansel dan tersenyum.
''Kenapa Hmm !! ''.Tanya Ansel juga ikut duduk .
''Aku pegal dengan posisi barusan ''.Keluh Mayra menatap kedepan.
''Tapi aku menikmati nya ,Mayra''.Kelakar Ansel mengedipkan matanya saat Mayra kembali menoleh ke arah Ansel.
Plokk
Mayra memukul lengan Ansel .
''Dasar genit, seharusnya aku tidak melakukan hal itu ''.Balas Mayra.
''Kenapa ? ,bukannya kita juga saling mencintai ''.Tanya Ansel sok polos,Mayra membalasnya dengan pelototan.
''Katakan ? ''.Ucap Ansel.
''Apanya ?''.
''Ungkapan cintamu ''.
''Gak mau ''.
''Kenapa ? ,bukankah aku juga harus tau perasaan mu pada ku ? ''.
Mayra menarik nafas dalam-dalam kemudian melepaskannya,jujur saat ini dia merasa gugup , mulutnya terasa kelu,bagaimana caranya Mayra mengungkapkan balasan cintanya pada pria di depannya.
''Ansel apa itu harus kulakukan? ''.Ansel mengangguk cepat.
''Tentu saja,aku juga harus mengetahui bagaimana bentuk kata-kata cinta yang terungkap mewakili hatimu ''.Ucap Ansel.
Mayra menghela nafasnya kemudian menghadap kearah Ansel yang sedang duduk dengan tangan dilipat di dada bersandar di bangku tempat mereka duduki sekarang.
''Ansel !!! ''.
''Ya sayang ''.
Blush
Pipi Mayra langsung merona dengan ucapan ''Sayang '' yang dilontarkan Ansel dengan santainya.
''Aku----
Drttt...Drttt...Drttt...
__ADS_1
Ponsel Mayra tiba-tiba bergetar di saku Jeansnya.
''Maaf ada yang telfon ''.Ujar Mayra segera merogoh benda pipih tersebut.
Tiba-tiba wajah Mayra berubah kaku saat melihat nama yang tertera di beranda ponselnya.Ansel mengamati perubahan raut wajah Mayra yang masih belum mengangkat sambungannya.
''Kenapa di diamkan ? siapa yang telfon sayang? ''.Tanya Ansel mencoba melihat nama sipenelfon.
Mayra terperanjat saat wajah Ansel mendekati wajahnya .Mayra menatap Ansel yang masih bingung menatap ponselnya Mayra.
''Nayla ''.Lirih Ansel melihat nama di ponsel Mayra.
''Angkatlah aku tidak akan bersuara ''.Mayra yang masih menatapnya mengangguk kecil dan segera mendorong icon hijau keatas lalu menempelkan ponsel telinganya .
📲''Assalamu'alaikum kakak ''.Ucap salam Mayra sedikit gugup .
📱''Waalaikum salam dek ! ,kamu lagi dimana sekarang,udah selesai kuliahnya ? ''.
Mayra melirik Ansel sekilas dengan wajah sedikit pucat,sementara Ansel terus menebarkan senyum termanisnya hingga Mayra juga membalas senyum tersebut.
📲''Mayra lagi gak di kampus saat ini kak ,Mayra posisinya lagi diluar ''.
📱''Ohh...kakak udah transfer uangnya ya,maaf kakak gak bisa temani kamu belanja,soalnya ada rapat penting dengan Julian Corp,jadi kakak titip belanjaannya ya ?''.
📲''Kakak bakalan ketemu dengan calon kakak ipar ku dong !!! ''.Ucap Mayra dengan tawa kecil,jujur dia sangat merasa bersalah dengan tindakannya yang telah bermain api di belakang Nayla , berduaan dengan Ansel yang sebentar lagi akan berubah menjadi kakak iparnya,namun hati ini kembali egois ingin memiliki.
Mayra sengaja menggoda kakaknya supaya rasa gugupnya mereda .
📱''Boro-Boro ketemu ,yang ada kakak yang terus berharap,kata sekretarisnya dia sedang ada halangan dan sama sekali tidak bisa diganggu,percuma kakak cantik-cantik kalau tau Ericnya gak ikut rapat ''. Gerutu Nayla diseberang sana.
Ansel menatap tajam kearah Mayra saat tatapan mereka beradu, mendengar ucapan Mayra yang membuat Ansel kembali kesal pada Mayra.
📲''Kakak jangan takut gitu dong,Eric itu kan udah di jodohin sama kakak ,jangan kesal gitu ntar cantiknya hilang ''.Mayra membalas tatapan Ansel dengan wajah puppy eyes nya,sangat menggemaskan.
📱''Dasar gombal,awas ya nanti pulang kerumah kakak jewer telinganya ''.
📱''Yaudah pokoknya kakak pulang belanjaan udah ada dirumah,dan satu lagi ajarin kakak masak makanan yang paling enak ''.
📲''Oke kak Nayla ''.
📱''Baiklah kakak mau meeting dulu ,sekretaris calon suami kakak udah datang ''.
Ada rasa sesak di sana kala mendengar nama kekasihnya disebut calon suami oleh wanita lain meskipun wanita itu kakaknya sendiri.
📲''Selamat bekerja kakak ''.
📱''Makasih Chef cantik kakak''.
📲''Sama-sama ''.
📱''Assalamu'alaikum''
📲''Wa'alaikum salam kak ''.
Setelah mematikan sambungannya Mayra menatap manik mata Ansel yang juga sedang menatap dirinya,jujur saat Mayra sedang telponan dengan Nayla jantungnya berdetak dengan kerasnya perasaan rasa bersalahnya pada sang kakak begitu menyiksanya saat mendengar cara Nayla berucap,begitu besarnya cinta Nayla untuk seorang Ansel ,mau bertemu di rapat dewan direksi aja harus cantik dulu kalau natural gak Afdhal rasanya.
''Ansel !!! ''.Panggil Mayra menatapnya serius.
''Ya bidadari ku ! ''.Sahut Ansel dengan tampang tak bersalahnya.
''Kenapa kamu bolos kerja ? ''.Tanya Mayra serius menatap Ansel yang terlihat masih biasa-biasa saja.
''Aku ingin menikmati hari ini bersama mu ''.Jawab Ansel merubah posisinya tiduran di bangku paha Mayra dijadikan bantalnya.
''Ansel ,Apa yang kamu lakukan cepat bangun jangan tiduran begini ''.Pekik Mayra mendorong kepala Ansel tapi sayang Ansel kepalanya tidak bergerak sama sekali,Mayra merasa risih namun Ansel hanya membalas dengan senyum nakalnya.
''Sebentar aja sayang !!! ''.Ucap Ansel santai.
__ADS_1
''Aku risih Ansel !!! ''.Ucap Mayra risih.
''Dibiasakan aja,paling nantinya juga terbiasa ''.
Mayra mendengus kesal ,akhirnya mau meronta dengan makhluk raksasa tidak sanggup terlalu menguras tenaga.
''Tiduran di pangkuanmu rasanya tidurku begitu nyaman ''.Ucap Ansel menikmatinya sementara Mayra mencoba terus mendorong kepala Ansel kembali namun tetap saja kalah telak.
''Kamu tahu sayang ,pangkuanmu kalah dengan bantal di kamarku ''.Ucap Ansel memejamkan matanya dengan tangan saling melipat didada tidur terlentang kakinya yang panjang menjulang menggelantung di ujung bangku.
Mayra menonjok lembut kepala Ansel yang berambut hitam lekat dan tebal, dengan cepat Ansel menangkap tangan Mayra dan menciuminya bertubi-tubi tidak perduli dengan empunya yang terus mencoba menarik tangannya kembali.
''Ansel !!! kenapa kamu jadi pemaksa gini sih,lepas !.''Pekik Mayra menunduk melotot menatap Ansel dengan penuh kekesalan .
Sayangnya Mayra kalah cepat, dengan gerakan cepat Ansel menarik tengkuk Mayra segera ditempelkan bibirnya didahi Mayra ditekannya sangat lama,Mayra mematung kaget dengan aksi Ansel yang spontan.
Ansel melepaskan ciumannya di dahi Mayra lalu menatap kekasihnya penuh perasaan.
''I Love you Mayra Bramantyo ''.Desis Ansel penuh arti.
Mayra membalas tatapan Ansel yang begitu mendebarkan,ingin sekali dia egois tidak mau menyerahkan Ansel untuk Nayla tapi rasa bersalahnya pada Nayla lebih dari cintanya.
''Tidak berniat membalasnya sayang ? ''.Tanya Ansel tiba-tiba membuyarkan lamunan Mayra yang entah kemana.
Entah dari mana datangnya kekuatan tersebut refleks Mayra berhasil mendorong kepala Ansel dan hampir saja tubuh Ansel mendarat ketanah.
''Aku mau pergi Ansel !!!''.Ucap Mayra sembari memakai tasnya bangkit dari bangku dan pergi meninggalkan Ansel yang masih duduk santai duduk di bangku.
''Sayang ,kita baru sebentar di sini ''.Rengek Ansel bangun menyusul Mayra dan menarik tangan kekasihnya yang belum jauh darinya.
''Ansel aku harus segera pulang,bukannya nanti malam kalian akan bertamu ke rumah kami ,itupun jika kamu belum melupakan rencana kalian, sekarang aku mau ke pasar untuk belanja bahan makanan jika kamu berkenan mau tidak motor mahal mu itu masuk ke pasar tradisional mengantarkan ku untuk belanja ''.Pinta Mayra berbalik menghadap Mayra Ansel yang sedang memegang pergelangan tangannya.
Ansel sejenak berpikir dengan permintaan Mayra yang sama sekali tidak pernah dilakukan nya .
Merasa Ansel tidak meresponnya ,Mayra mengambil android nya dengan tangan satunya lalu menekan sesuatu di sana.
''Kamu mau telfon siapa lagi May ? ''.Tanya Ansel yang terkejut saat Mayra bermain dengan ponselnya.
''Taksi online,mau ke pasar kalau telat belanja ntar yang ada keburu telat masaknya .''Jawab Mayra masih fokus dengan ponselnya.
Dengan gerakan cepat Ansel merebut ponsel Mayra dan memasukkan ponsel Mayra kesaku jaketnya sembari menarik Mayra menuju motornya.
''Ansel ponsel ku ''.Ucap Mayra dengan suara sedikit meninggi.
''Nanti akan kukembalikan setelah selesai belanja ''.Jawab Ansel sambil menggandeng Mayra .
''Kamu mau menemaniku belanja Ansel ? ''.Tanya Mayra berharap dengan wajah berbinar-binar.
''Tentu saja ,tidak akan kubiarkan bidadari ku masuk ke pasar sendiri,apalagi di sana banyak preman yang matanya jelalatan,jika mereka berani menatap mu akan ku congkel mata mereka satu persatu ''.Jawab Ansel dengan nada mengancam.
Mendengar ancaman Mayra membuat Bulu kuduk Mayra bergidik ngeri langsung merinding.
''Ansel kamu itu lucu sekali ,seharusnya kamu sedang rapat di tempat yang super bersih,eh malah sekarang kamu mau ikut aku belanja di tempat becek-becek ''.Sindir Mayra.
''Hey aku ini bosnya jika kamu tidak lupa ''.Ucap Ansel bangga.
Mayra langsung diam malas berdebat lagi dengan manusia songong yang berhasil mencuri hatinya.
Sampai di parkiran Ansel dan Mayra menaiki motor mahal Ansel dan langsung meluncur ke pasar sesuai arahan Mayra sendiri.
.
.
.
Mohon Dukungannya 🙏🙏💗
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹