Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Bukti Dari Mayra


__ADS_3

''Jangan menghina putraku Mayra!! sudah ku katakan bukan,kau lebih hina darinya?, untung saja putraku meniduri gadis pilihanku. Eric bersiaplah untuk melamar Nayla sebelum dia hamil ! '' Raisa bernafas lega dengan kenyataan,tapi hanya sebentar dirasakan karena perang hati antara Ansel dan Mayra masih berlangsung .


'' Tentu saja aku akan melamar putri om Bram serta bertanggung jawab penuh terhadapnya. Tapi bukan putri angkatnya ,melainkan wanita yang sedang berada di hadapanku sekarang ini Mom. Tepatnya putri kandung Bramantyo . '' Tegas Ansel menatap Mayra penuh makna.


Raisa menegang. Gusar dengan ucapan putranya yang masih bersikeras menolak kenyataan.


Mayra semakin mendengus kesal dengan sifat keras kepala ansel, Pria itu sangat meyakini dan merasakan jika dirinya ikut tercebur juga. Tapi jika dia mengakui sudah tidak memungkinkan.Karena Nayla juga mengalami pelecehan tersebut,dan otomatis Ansel tetap akan memilihnya. Lalu bagaimana nasib Nayla yang menjadi korban Ansel juga ? sungguh Ansel semakin tidak waras dalam berfikir. Ditambah lagi sifat buruk ibu Ansel yang membuatnya meradang karena ucapan pedas yang mengandung emosi itu sangat menyakitkan, sudah pasti Mayra tidak akan tenang hidup bersama wanita itu.


''Kenapa kamu keras kepala Ansel ? ,berapa kali lagi aku mengatakannya. Kamu sudah meniduri kakak ku,bukan diriku !! '' Kesal Mayra mengusap sisa air matanya dengan kasar.


''Setiap ucapan yang ku katakan, tidak meleset sama sekali. Kamu Mayra Putri kandung tuan Bramantyo, wanita yang telah kurenggut kegadisannya .'' Telak Ansel membuat Mayra tidak berkutik.


Raisa semakin meradang dengan jawaban plin-plan dari dua muda mudi di depannya.


Mayra jengah dengan situasi yang tidak ada penghujungnya seperti ini. Ingin sekali dirinya pergi meninggalkan dua manusia yang satu angkuhnya tak ketulungan apalagi yang satunya begitu percaya diri dan santainya mengungkap setengah kebenaran yang nyata. Mayra sedih jika ia pulang dan bertemu dengan Nayla tanpa membawa solusi yang terbaik.


''Bagaimana bisa, kamu seyakin itu telah meniduri ku, ?'' Tantang Mayra .


Bukannya takut Ansel malah tersenyum manis pada Mayra . Hampir saja Mayra terlena dengan hipnotis ketampanan asli sang kekasih yang masih dicintainya sekaligus di bencinya.


Ansel merogoh sesuatu dalam kantongnya, di ambilnya benda berbentuk kalung ,lalu Ansel menyodorkan barang tersebut untuk menunjukkan langsung pada Mayra.


Sementara Mayra sudah menebaknya jika kalungnya sedang berada di tangan seseorang. Terlihat di tangan Ansel dua kalung yang saling mengait menjuntai kebawah. Untung Mayra lebih cerdik dari yang di bayangkan.

__ADS_1


''Ini buktinya ? ,bukankah ini kalung mu...aku pernah melihatnya sekali saat hijab mu tersingkap oleh angin. '' Ucap Ansel merasa menang.


Mayra hanya menjawab dengan senyum remeh. memperlihatkan Ansel kalah telak dengan memperlihatkan bukti yang jelas akan segera mempersatukan Ansel dan juga Nayla.


''Itu bukti yang sangat membuatmu yakin telah meniduriku ?, Lalu bagaimana jika itu salah ? ,apa masih ingin menghindar lagi dari tanggung jawabmu ? '' ucap Mayra sembari melirik benda yang masih bergelantungan di tangan Ansel.


''Eric, kenapa kamu terus saja memaksa kehendak yang salah. Tadinya Mommy sempat bahagia jika putra ku sudah tepat dalam memilih. Tapi setelahnya kamu kembali lagi membuat Mommy semakin emosi saja. Sudah cukup kamu mengharapkan wanita itu yang jelas tidak kau tiduri , dia saja begitu Keukeh memperjelaskan jika Nayla lah wanita yang menjadi korban mu. Bukan wanita hina ini '' Hardik Raisa ,kembali menyayat hati lembut Mayra.


Seolah tidak perduli, Mayra tetap tidak beralih tatap kemanapun . Saat ini jawaban Penerus Julian yang sedang di nantinya.


''Tentu saja, aku akan mempertanggung jawabkan kesalahan ku. '' Jawab Ansel dengan berat hati.


Akhirnya Mayra lega, puas dengan jawaban Ansel.


Mayra memasukkan tangannya kedalam hijabnya seperti menarik sesuatu, Lalu Mengangkat benda tersebut tepat di depan wajah Ansel guna memperlihatkan barang tersebut pada Ansel . Sehingga membuatnya seketika langsung mematung tidak percaya. Tangannya terlihat mengepal ,entah apa yang di tahannya.


Berbeda dengan Raisa. Di saat Ansel sedang mematung tidak percaya dengan kenyataan nya , Raisa malah bahagia karena barang yang ditunjukan pada putranya, Membuat Ansel akan segera memperistri menantu pilihannya.


''Kamu lihat Eric, Nayla gadis yang harus kamu nikahi. Ternyata keberuntungan selalu memihak keluarga kita agar tidak ternoda dengan gadis sepertinya.'' Cibir Raisa.


Namun Mayra tidak menggubrisnya sama sekali. Bukan merasa kalah tapi tetap saja, Akhlak dan rasa sopan di atas segala-galanya.


''Seperti kutipan kata bijak. Adab dan akhlak itu terletak lebih tinggi daripada ilmu, maka siapapun yang tidak berakhlak dan tidak bermoral tentu saja orang tersebut sangat kurang ilmunya ,bijak lah dalam bersikap dan sopanlah dalam berucap,itu cermin yang sebenarnya tertanam dalam keluarga terpandang. Jika hanya mengandalkan tahta,dan kasta maka sangat di sayangkan sekali bukan?, pandangan apakah gerangan yang tepat untuk manusia seperti itu? hanya Tuhanlah yang tau. '' Sindir Mayra melirik Raisa yang sudah terlihat memerah menahan amarah.

__ADS_1


'' Buktikan ucapanmu Ansel. Semakin kamu menolak kenyataan,tapi kebenaran terus melawan segala kefatalan. Aku percaya kamu terlahir dari keluarga yang berilmu .Jadi gunakan semua itu saat ini, Kalian sangat kaya sekali. Pasti harga diri kalian di atas segala-galanya bukan !. Tunjukkan derajat keluarga yang sudah membesarkan mu Ansel. Lihatlah ibumu !!, sepertinya wajahnya sangat berbinar sekali ketika mengetahui bukan akulah korbannya . Apa kamu ingin menyakiti orang yang sudah bersusah payah melahirkanmu ke dunia ini. Balas lah jasanya. '' ucap Mayra panjang lebar dengan hati yang semakin teriris-iris tentunya.


Namun Mayra merasa sedikit lega. Karena Ansel tidak menolak kenyataan yang terjadi.


''Baiklah kalau begitu. Ansel dan Tante Raisa. aku rasa semua sudah jelas, karena hari sudah petang . Kurasa cukup untuk penyelesaian permasalah ini. Kami menunggu kedatangan mu juga keluarga mu untuk membayar segala yang telah kamu perbuat. Aku yakin kualitas juga reputasi keluarga kalian tentu memiliki pamor yang begitu tinggi. Dan kami sekeluarga berharap semua itu akan di perlihatkan lewat komitmen seorang pewaris tunggal dari keluarga Julian yang terhormat tentunya '' Sindir Mayra lagi masih ditujukan pada Raisa yang angkuh dan sombong.


Namun yang disindir hanya diam tanpa ekspresi.


Persetan dengan tanggapan mereka. Mayra hanya ingin segera menghilang dari hadapan keluarga terhebat itu, saat ini Mayra hanya ingin menenangkan diri segera.


''Kalau begitu saya permisi. Nyonya dan tuan muda Julian . ''


Ada rasa tidak suka saat kekasihnya tersebut bersikap formal seperti itu.


Ansel mengerti luka yang sudah di gores oleh ibunya sangat susah di sembuhkan dalam waktu singkat,apalagi ibunya sudah lancang menghina ibu Mayra yang sudah meninggal . Ansel kecewa pada ibunya yang hanya bisa mengandalkan kekayaan untuk menghina seseorang apalagi wanita tersebut begitu penting dalam hidupnya.


Melihat Ansel masih bungkam tanpa ekspresi ,serta Tante Raisa hanya menatapnya sinis. Dengan cepat Mayra angkat kaki dari hadapan keluarga tersohor di negeri ini.


Senyuman kembali di terbitkan Mayra saat melewati pos penjaga gerbang , setelah membuka pagar yang menjulang. hingga membuat bapak penjaga tersebut terpesona dengan kecantikan alami wanita tersebut. Asik dalam pesonanya, Bapak tersebut tidak menyadari jika Mayra serta motornya sudah melesat hilang bersama kendaraan yang lainnya.


''Aduh neng...cantik banget aslinya . Kesemsem aku menatapnya ? '' gumam bapak tersebut di Sertai tertawa geli.


Ditaman Ansel masih belum percaya dengan kebenarannya.

__ADS_1


''Tidak secepat itu aku mempercayaimu Mayra . Sampai saat ini aku masih merasakan jika aroma tubuhmu yang menjadi candu ku tidak menghilang sejak malam itu terjadi. Aku masih mengingatnya kalau keringatmu lah yang menyatu dengan keringatku. Aku mengenalmu lebih dari segalanya, secepatnya aku akan membuktikan jika kamulah wanita yang seharusnya aku nikahi,bukan Nayla . Tunggulah saat itu tiba....'' batin Ansel setelah hilangnya raga wanita tercintanya.


😘 To be Continue


__ADS_2