Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
SAH....


__ADS_3

Beberapa saat kemudian. Pintu aula terbuka kembali, disana terlihat seorang wanita duduk di atas kursi roda dengan balutan kebaya berhijab dan dilengkapi dengan selendang tipis di kepalanya. Tidak ketinggalan juga mahkota mutiara tertata cantik di pucuk kepalanya,sungguh sempurna .


Semua mata tertuju pada wanita tersebut, padahal sebelumnya wanita itu hanya memakai pakaian pasien dengan wajah pucat karena baru beberapa hari melahirkan, Wanita tersebut adalah Mayra Bramantyo, ia telah di sulap oleh perias handal berubah menjadi wanita tercantik bak bidadari.


Semua menatapnya dengan penuh kekaguman. Mayra yang dasarnya jarang bermake-up begitu cantik dengan perubahannya yang biasanya hanya berpenampilan natural . Meskipun alaminya cantik ,Mayra lebih terlihat sempurna lagi saat tangan MUA pilihan Ansel melakukan make over pada wajah tersebut, hingga mata mereka sulit mengalih pandangannya dari bidadari yang sebentar lagi akan menyandang nama besar keluarga Julian .


Mayra mendekati Ansel yang masih enggan mengalihkan pandangan dari dirinya. Mendapati dirinya menjadi pusat perhatian Ansel dan yang lainnya ,Mayra gugup malu .


Ansel bangkit dari kursi ijab Qabul segera menghampiri Mayra .


" Sayang, kamu terlihat berbeda . Hanya satu kata yang mampu aku ucapkan. Kamu sangat cantik sayang "


Wajah Mayra tersipu dengan pujian calon suaminya.


" Mas apaan sih, kamu terlalu berlebihan deh. Sudah bangunlah jangan bersimpuh di depanku seperti ini di depan mereka, aku malu , mas " ucap Mayra terlalu malu.


" Mereka juga merasakan hal yang sama sayang, sungguh kamu cantik sekali " Puji Ansel kembali.


" Mass...ayo cepat kita menikahnya. Jangan menunda-nunda gak baik " Ucap Mayra mengalihkan sikap Ansel yang membuatnya semakin tersipu. Berharap Ansel tidak memujinya lagi di depan umum . Namun sayang , Mayra salah belok kata yang berakhir dengan salah pemahaman pada idenya.


" Sudah tak tahan rupanya ? Jangan terburu-buru sayang. " Goda Ansel langsung membuat Mayra semakin malu saja, karena Ansel salah paham dengan ucapannya.


Semua yang berada dalam ruangan tersebut langsung tertawa melihat tingkah aneh pasangan tersebut.


Sudah jatuh tertimpa tangga pula, itulah istilah yang tepat untuk kesalahan Mayra yang tak sengaja di perbuatnya, Nasib...nasib. Mayra semakin malu, ternyata semuanya sedang menertawakan mereka yang tak sengaja berdebat hal yang sensitive.


Tak menunggu lama lagi, akhirnya Ansel membawa Mayra ke meja ijab Qabul untuk segera menghalalkan sang pujaan hati yang telah lama di perjuangkan nya.

__ADS_1


" Saya nikahkan engkau dan anakku Maura Bramantyo dengan mas kawin sebuah cincin berlian dan uang senilai lima milyar rupiah di bayar tunai. " Ucap Bram selaku ayah kandung Mayra, beliau tidak mau mewakilkan hak putrinya pada penghulu yang langsung di datangkan oleh Ansel sendiri.


Dengan penuh ketegasan, Ansel menjawab.


"Saya terima nikahnya Mayra Bramantyo dengan mahar tersebut di bayar tunai " Jawab Ansel dengan mantap.


'' SAH..."


"SAH "


" ALHAMDULILLAH...."ucap semua yang ada.


" Air mata Mayra langsung mengalir tanpa komando, wanita itu bahagia sekali tampaknya. Langsung saja Mayra melihat suami yang baru disandangnya sedang menatap dirinya penuh rasa bahagia.


Terlihat disana ,mata Ansel berkaca-kaca menandakan perasaan mereka sama. Luapan kebahagiaan yang mereka rasakan, hanya bisa terucap lewat butiran kristal basah tersebut.


Air mata mereka mengalir bersamaan di sela Ansel sedang mengecup dahi istri yang baru di nikahinya baru saja. Mereka bahagia hingga acara berlangsung sampai selesai.


Semuanya memberi selamat pada pengantin itu satu persatu, tak ketinggalan semua dokter yang bertugas di rumah sakit tempat Mayra melahirkan dan merawat bayinya.


Meskipun peluh membanjiri dahi putih pria tersebut, membuktikan jika pria tersebut juga merasakan rasa gugup ketika menjadi seorang pengantin.


***


Bram memeluk erat putrinya, ia masih enggan beranjak dari sisi sang putri . Bram tak menyangka jika putri kecilnya telah menikah serta telah menjadi seorang ibu secepat ini. Bram merasa seakan Mayra masih putri kecilnya yang bersikap dewasa dalam menghadapi setiap masalah.


Kini Bram merasa lega, kala sang putri memilih hidup bersama pria yang memang telah di wasiat kan oleh sahabatnya dulu saat mendoan Freddy masih muda , Bram mengingat kembali kesetiaan Freddy sahabatnya . Dan semua yang ada pada sahabatnya kini terbukti menurun pada putra semata wayangnya.

__ADS_1


" Apa kau bahagia disana sahabat terbaikku. Lihatlah dari sana , keinginanmu telah di tunaikan oleh Putra Putri kita dengan sempurna . Ternyata keinginanmu sesuai takdir tuhan pada mereka berdua. Disini bahagia, bagaimana denganmu sahabatku ? apa kau bahagia ? tentu kau merasakannya karena perjodohan mereka adalah keinginanmu dan di restui oleh sang pencipta. Terimakasih kau pernah memberikan wasiat terbaik untuk anak-anak kita. Semoga kau bahagia disana... Temanku. "


Semua terharu melihat seorang ayah terus memeluk putrinya dengan damai.


" Putri kecilku, berjanjilah jika tidak ada lagi penderitaan yang kamu sembunyikan dari kami. "


" Mayra janji papa " Sahut Mayra terharu.


Bram mengurai pelukannya, lalu ia menangkup kedua pipi Mayra yang telah basah dengan lembutnya.


" Sekarang putri ku sudah menjadi istri sekaligus seorang ibu yang baik untuk mereka. Sekarang putriku telah memiliki penopang harapan pada pria yang berstatus suami mu Mayra, Dan sekarang putriku telah memiliki tempat ia meluapkan segala gundah gulananya, belajarlah dari pengalaman yang telah kamu alami sayang. Jangan pernah menyiksa dirimu saat suamimu telah mengikat hubungan halal denganmu nak !, Ingatlah sekarang suamimu adalah ladang pahala untukmu, jika berbuat salah mohon maaflah padanya. Jika putri papa ini merasa tidak nyaman dengan sikap suamimu beritahu dia, ingatkan dia agar hubungan kalian selalu adem ayem. Papa harap kamu tidak melakukan kesalahan yang sama lagi seperti yang telah berlalu. Berkomunikasi dengan suami itu penting sayang, supaya tidak munculnya kesalah pahaman di antara kalian " Nasihat Bram penuh kebaikan.


Bram mengusap air mata Mayra dengan lembut.


Mayra mengangguk patuh. Sementara Nayla dan Fina maju melangkah mendekati Mayra yang telah terlepas dari pelukan Bram.


Nayla menghampiri adiknya, dan duduk di samping Mayra bersebrangan dengan Bram yang masih duduk di tempat yang sama. Dengan lembut Nayla menarik sang adik memeluknya .


" Kakak minta maaf sekali lagi dek ! , Karena ku kesalah pahaman selalu saja menyertai kalian. Kakak harap kejadian yang merugikan kita semua tidak terulang lagi. Kakak minta tolong terbukalah pada kami. Kalau tidak mampu, setidaknya kamu sudah memiliki tempat untuk menumpahkan segala-galanya. Kakak mohon cukup kesalahan itu kita saja yang merasakan. Jangan sampai sifat terlampau baikmu itu menurun pada putrimu dek ! Kakak berharap banyak padamu, pikirkan orang - orang yang kamu cintai terlebih dulu dan terbuka lah demi kedamaian hidup bersama " Ucap Nayla memberi sedikit wejangan sembari memohon maaf atas segala kesalahannya.


Giliran Fina mendekati Mayra, Nayla langsung melepaskan pelukannya. Kini pelukan tersebut sudah tergantikan dengan Fina.


Tidak ada ucapan keluar dari mulut wanita paruh baya tersebut.


Tubuh Fina bergetar hebat, ternyata Fina sedang terisak memeluk putri kandung dari suaminya.


😘👍🙏 T. B. C

__ADS_1


__ADS_2