Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Mahkota Direnggut Paksa


__ADS_3

Tubuh kecil Mayra berhasil di tindih Ansel yang bertubuh besar. Kedua tangan Mayra di letakkan di atas kepalanya dan di genggam dengan sangat kuat. Hanya tersisa kaki saja yang masih bebas namun itupun tidak dapat di gapai nya karena tubuhnya langsung di himpit Ansel dengan kasar.


Mayra terus melawan meskipun hanya dengan kepalanya, Ia melawan tidak akan membiarkan tubuhnya di kuasai Ansel agar pemerkosaan tersebut tidak akan terjadi.


''Jangan jual mahal wanita licik...aku akan menghancurkanmu sehancur- hancurnya...'' Ucap Ansel menyeringai licik.


''Justru kamu menghancurkan gadis yang ingin kau lindungi mas...hils...tolong sadarlah...hiks...aku Mayra bukan Nayla...please...'' Tangis Mayra terus meyakinkan Ansel yang sudah di butakan nafsu setan nya.


''Mayra ...''Lirih Ansel menghentikan aksinya.


Ansel terus menyusuri mata Mayra yang terlihat menyedihkan. Begitu juga dengan Mayra yang membalas tatapan Ansel mengiba ,berharap lelaki itu menyadari kesalahannya.


''Ya..aku Mayra, wanita yang sangat kamu cintai mas...tolong jangan merusak ku...aku sangat mencintaimu begitu juga dengan mu bukan...kita sudah berjanji akan selalu bersama hingga hubungan yang akan kamu lakukan ini terjadi dengan cara yang halal...please mas...'' Mayra terus membujuk Ansel yang sedikit merubah sikapnya.


Tangis Mayra sedikit mereda karena Ansel hampir tenang dan sedikit hampir mengenalnya...Mayra yakin itu.


''Mayra...ku? '' Lirih Ansel menatap mata Mayra yang terhias dengan ketakutan sudah di penuhi air mata.


''Ia mas aku Mayra ....tolong lepaskan aku ''.Mohon Mayra mengiba.


Tangan Mayra sedikit merenggang dari kedua tangannya .


Hampir saja jiwanya lega tiba-tiba...


Dan.....


Srekkk...,


Mayra langsung kaget tidak menyangka sama sekali jika Ansel tega berbuat seperti itu. Mayra semakin ketakutan, Ansel berhasil merobek gaun nya dengan sekali tarikan beserta hijab yang selama ini menutup surai indahnya yang tidak ketinggalan di tariknya hingga kulit dagu Mayra sedikit lecet terkena jarum di pashminanya.


Mayra yang tidak memakai baju dalaman langsung memperlihatkan tubuh cantiknya yang sudah terekspos. Hanya dua bagian sensitifnya yang masih tertutup.


Tadinya Mayra masih memakai celana panjang di dalam tapi sayangnya sebelum Ansel datang Mayra sudah menanggalkan celana tersebut saat ia buang air kecil.


''Mau mengelabui ku hah...kau kalah pintar Nayla...'' Berang Ansel dengan nada tinggi.


''Kamu gila Ansel...aku bukan Nayla ...aku Mayra...lepaskan aku ....''Teriak Mayra semakin histeris.


''Dalam mimpimu...'' Teriak Ansel yang telah menjadi sosok lain dari yang Mayra kenal.


Mayra tau jika Ansel tidak menyadari perbuatannya tapi dia juga tidak akan membiarkan lelaki manapun merebut kegadisannya dengan cara yang haram .


Jikapun itu terjadi , siapapun itu walau Ansel sendiri yang sejatinya lelaki yang telah memberi warna dalam hidupnya juga akan di bencinya ,ya Ansel telah melukai hati Mayra dengan cara tidak sadar atau lebih tepatnya dalam keadaan mabuk berat.


''Lepaskan ak..Hmmpppppp ''


Dengan kasar Ansel mencium Mayra ,bahkan bibir Mayra digigitnya saat gadis tersebut terus melawan menghindari setiap ciuman itu mendarat.

__ADS_1


Bau alkohol yang menyerang penciumannya membuat Mayra kian sesak ,di tambah lagi Ansel menciumnya dengan kasar dan kuat.


Mata Mayra kembali terbelalak sambil menangis terkejut karena Ansel berhasil membuka penutup intimnya. Mayra mencoba menendang-nendang agar tangan pria tersebut tidak berhasil membuka penutup tersebut.


Apalah tenaga kecilnya itu di bandingkan tenaga tubuh besar Ansel .


Saat ini tubuh mereka sama-sama polos, Percuma melawan ujung-ujungnya sama. Tenaga Mayra terkuras habis dengan aksi meronta-ronta nya tadi ,hingga tubuhnya melemah,apalagi tubuhnya yang terasa sesak akibat himpitan yang tidak ada longgarnya sedikitpun.


Mayra Hanya bisa menangis dan memanggil nama Tuhannya serta sesekali dia memanggil nama keluarganya.


Namun sayang beribu sayang, Nafsu Ansel yang telah di kuasai setan tidak dapat di bendung lagi.


Mahkota yang dijaganya selama ini akan segera direnggut oleh pria yang sangat di cintainya.


Cinta ?...


Mungkin saja ungkapan tersebut akan tergantikan dengan luka yang tak berdarah.


Karena kelemahan Mayra ,kebaikannya yang terus berkorban hingga berjuang sampai titik dimana Mayra hampir saja kehilangan kakak tercintanya kini berganti dengan mahkotanya yang akan hilang saat Nayla nya kembali dalam hidupnya lagi.


''Kehancuranmu akan membuahkan penyesalan yang sangat dalam Nayla''


Ucap Ansel menggertak kan giginya menahan nafsu yang sudah diubun-ubun.


''Tepatnya kehancuran seorang Mayra yang kamu cintai mas...aku membencimu , benci dengan semua yang sudah kau goreskan . Mulai saat ini aku akan menganggap mu sebagai pria terbejat seumur hidupku ''


Mayra langsung memejamkan mata menahan rasa sakit yang begitu menyiksanya. Berharap jika esok saat dirinya terbangun kisah terburuknya malam ini adalah sebuah mimpi untuknya sebagai bunga tidur.


Hujaman dari pria yang sangat di benci olehnya mulai saat ini begitu menyakitkan, Ansel melakukannya dengan kasar sesuai perasaan emosinya.


Tubuh Mayra kian remuk...sejak tadi tidak ada lagi perlawanan karena tenaganya terkuras habis.


Ya ,Mayra sedang menikmati rasa sakit di hatinya begitu juga rasa sakit di tubuhnya.


Beberapa saat kemudian Ansel mengerang memanggil namanya berulang-kali saat pelepasan terjadi.


Mayra muak,benci,serta marah saat namanya disebut saat akhir dari segalanya selesai di tumpah ruah kan dalam rahim Mayra.


Ansel puas...atas dasar apa? hanya dia dan Tuhan yang tahu..


Setelah menyemburkan benihnya beberapa kali akhirnya pria kejam yang sudah menjelma bagai iblis kesetanan tumbang. Tubuh Ansel langsung terpelanting kesamping Mayra lalu menarik selimut menyelimuti dirinya masih dalam keadaan polos pria langsung tertidur pulas.


Mayra masih bergeming tidur melentang juga dengan tubuh yang masih polos.


Tatapannya kosong hanya air mata yang masih setia dan tidak berhenti mengering membasahi wajahnya.


Lama pikirannya Menerawang entah kemana. Kesadarannya sedikit-demi sedikit kian kembali hingga tangisan memilukan tersebut terdengar.

__ADS_1


Mayra membekap mulutnya agar pria bejat di sampingnya tidak mendengar.


Mayra menyesali keputusannya tidak ikut Nayla tadinya. Andai dia tahu akhir dari cintanya seperti ini, Mayra tidak akan mau mengenalnya.


Penyesalan tetap akan datang di akhir permasalahan...termasuk masalah besarnya kali ini.


Dengan sisa tenaga yang ia punya, Mayra bangkit dari tempat tidur memaksa dirinya turun dan berjalan menjauhi singa iblis yang sedang tertidur pulas setelah meraup nikmatnya madu milik Mayra.


Rasa sakit bagian intimnya yang di paksa masuk entah sebesar apa sampai membuat organ tersebut lecet . Terasa perihnya kuat sekali.


Dengan langkah terseok-seok Mayra memaksa dirinya memungut baju yang sudah robek untuk memakainya kembali .


Meskipun sudah tidak layak dipakai, Mayra tetap menggunakan semua pakaiannya kembali.


Diambil tas tersebut lalu di keluarkan kartu card kamar keysha.


Sebelum keluar Mayra menatap pria yang masih tertidur pulas dengan tatapan sinis dan benci. Air mata menjadi saksi jika cinta juga bisa ternodai hingga benci menjadi penghujungnya.


Tidak menunggu lama lagi Mayra langsung meninggalkan kamar hotel kakaknya menuju kamar hotel Keysha yang sudah tak berpenghuni.


Beruntung tidak ada yang lewat, yang akan melihatnya keluar dari kamar hotel secara mengenaskan.


Bagaimana tidak Mayra memakai kembali semua pakaian sobek dan tidak lupa juga hijabnya juga menutupi kekurangan dari gaun yang sobek.


Begitu sampai di pintu kamar Keysha, dengan bergetar Mayra membuka pintu tersebut. Awalnya kartu kamar itu terjatuh akibat getaran tubuh Mayra yang tak terkendali.


Namun setelah beberapa kali mencoba akhirnya.


Klik


Pintunya terbuka.


Mayra menutup pintu serta menguncinya dengan cepat supaya Ansel tidak bisa memasukinya lagi dan kembali menggagahinya lagi.


Tangisan yang di tahannya tadi langsung pecah ruah di balik pintu tersebut. Mayra memeluk lututnya menangis sejadi-jadinya hingga kulit tangannya terluka akibat cakarannya yang berusaha membersihkan setiap jamahan Ansel tadi.


Tidak cukup disitu Mayra langsung berlari masuk ke kamar mandi mengguyur tubuhnya di bawah air.


Semua tanda merah yang di buat Ansel di kulit putih Mayra tak luput dari cakarannya. Rasa sakit di tubuh Mayra tidak sebanding dengan rasa sakit di hatinya.


Mayra seorang gadis yang menjaga dirinya. Dalam sekejap berubah menjadi wanita yang kalah dengan cintanya.


Mulai sekarang tidak ada lagi cinta , semua berganti menjadi rasa benci yang menyakitkan.


Hanya tangisan dan jeritan menggema dalam kamar mandi tersebut. Jeritan Mayra sungguh menyayat hati bila di dengarkan.


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

__ADS_1


__ADS_2