Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Menikahlah Denganku


__ADS_3

" Setelah operasinya selesai,aku akan membawa putriku bersamaku meskipun tanpa izinmu sekalipun. " Lanjut Ansel kembali.


DEG...


Ucapan Ansel seketika membuat jantung Mayra hampir copot. Mayra langsung mengangkat wajahnya dengan mata yang berkaca-kaca.Bibirnya Mayra bergetar menahan sesak hatinya.Setega itukah pria yang bersemayam dalam hatinya, pikir Mayra sedih .


" Apa maksudmu mas ? apa maksud kamu membawa putriku bersama mu, apa kamu ingin memisahkan ku dengan putriku mas ? " ucap Mayra dengan bibirnya yang bergetar .


" Bersamaku putriku akan baik-baik saja " Kata Ansel membalas tatapan Mayra.


Meski tak sanggup Ansel terpaksa melakukannya, agar wanitanya mau pulang bersamanya. Ansel tau jika putrinya tersebut adalah kelemahan Mayra saat ini . Walaupun Mayra menolak, Ansel tidak ingin kelengahan yang dulu terulang kembali. Jika Mayra menolak ikut bersamanya, setidaknya bayinya akan di bawa pergi, karena kebutuhan bayinya hanya Ansel yang akan memenuhinya .


" Tidak, mas. Sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan kamu membawa bayiku. Dia hidupku, dia penyembuh setiap lukaku. Jika kamu memisahkan ku dengan putriku ,apa jadinya aku mas, aku akan menggila berpisah dengannya mas. Aku melawan semua orang demi mempertahankannya ,agar dia lahir kedunia . Supaya ia memiliki kesempatan hidup dalam bumi ini, aku sangat mengharapkan hadir nya buah hatiku mas, dengan gampangnya kamu ingin mengambilnya dariku " Tangis Mayra menangkupkan kedua tangannya memohon.


Begitu perih hati Ansel, terlihat wajah sendu Mayra yang tengah menangis, namun tekadnya sudah bulat. Tidak ada kata mundur , untuk mendapatkan cintanya kembali. Apalagi kini ia telah memiliki tiga perempuan yang sangat di cintai nya, termasuk sang Mommy yang sedang menunggu kedatangan mereka di belahan bumi yang lain.


" Maafkan aku, Mayra !! Itu sudah keputusanku. Menyelamatkan putriku dan membawanya bersamaku tanpa izin dari siapapun tidak terkecuali dirimu," .


Setelah berucap, Ansel langsung berdiri dan ingin pergi dari sana , sebab tidak tahan dengan keadaan Mayra yang menyakiti hatinya.


Namun baru selangkah, Mayra langsung menarik tangan Ansel dengan kuat. Hingga tubuh wanita itu terhuyung kedepan akibat tarikan mendadak Ansel yang tidak sengaja .


" Mayra !!! " panik Ansel melihat Mayra telungkup di tanah.


Ansel langsung berjongkok kembali, ingin menggendong Mayra duduk di atas kursi roda kembali. Tapi Mayra menahan tangan Ansel. Masih dengan tangisan perihnya,Mayra terus memohon agar Ansel mau mengurung kembali niatnya untuk memisahkan dirinya dengan sang bayi.

__ADS_1


Ansel semakin menyelami mata sembab Mayra ,menangis dalam rangkulannya. Ada yang sakit di sana ,tentu saja Ansel tidak sanggup jika dirinyalah yang telah membuat wanita nya menangis begitu pilu.


" Mas, aku tahu kamu adalah malaikat penolong untuk bayi kita . Tapi kumohon urungkan niatmu untuk memisahkan ku dengan putriku ,mas. Aku janji tidak akan melarangmu bertemu dengannya. Dia hidupku, dia nafasku mas ...Aku mempertahankannya disaat dia dilarang untuk dilahirkan. Pasti kamu mengerti mas, sebesar apa kasih sayangku padanya, ku mohon mas,jangan lakukan itu... " tangis Mayra menatap mata Ansel dengan sendu.


" Maafkan aku, Mayra. Aku tidak bisa mengabulkan keinginanmu. Awalnya aku berniat untuk melakukan operasi di tempat yang aku mau. Namun melihat perjuanganmu melahirkannya,aku membatalkan rencana ku. Agar ibunya dapat menatapnya sebentar lagi. '' Ucap Ansel.


" Mas,tega kamu memikirkan niat seperti itu. Aku tidak akan menurut keinginan serakah mu,mas. aku menyayanginya...sampai kapanpun aku tidak akan rela dipisahkan dari putriku. Aku yang berhak atas dirinya mas " Jawab Mayra tegas dengan aliran air mata.


" Aku juga berhak atas dirinya. Meskipun kamu yang menghamilinya dan melahirkannya, aku adalah papa kandungnya Mayra,asal kamu tau itu Mayra,putriku darah daging ku yang nyata. " sanggah Ansel mempertahankan niatnya.


" Tidak mas, sesuai hukum pun akulah yang berhak merawatnya. Dia butuh ASI ku. Dan satu hal itu tidak bisa kamu penuhi. " ucap Mayra Keukeuh.


" Dengan kekuasaan ku, putriku sepenuhnya milikku Mayra. " tegas Ansel .


Ansel menatap tajam Mayra yang masih sesegukan. Tanpa menjawab Ansel langsung membopong tubuh Mayra dan langsung menduduki tubuh Mayra dengan pelan. Dengan tatapan tajamnya Ansel kembali melangkah, namun tangan Ansel kembali dicekal Mayra, langkah Ansel seketika terhenti , ia memejamkan matanya menahan gejolak dalam hati.


" Bawa aku bersamamu, asalkan aku tidak akan berpisah dengan putriku mas... " ucap Mayra setengah berteriak.


Senyuman lega terukir di wajah pria tampan tersebut. Akhirnya keadaan sesuai keinginan yang direncanakan Ansel . Ia langsung berbalik arah,mendekati Mayra kembali memastikan jika pendengarannya barusan tidak salah.


" Ucapkan sekali lagi Mayra, katakan dengan jelas ucapanmu yang baru saja kamu lontarkan. ''


Dengan sedikit keberanian Mayra mencoba menatap Ansel. Namun pengulangan tersebut begitu lirih di ucapkan. Mayra terpaksa, mengingat ucapan Farel. Tentu saja Mayra tidak boleh egois, putrinya juga butuh orang tua yang lengkap.


" Ulangi " pinta Ansel .

__ADS_1


Dengan satu tarikan nafas panjangnya yang masih diiringi sesegukan, Mayra mengucapkannya kembali penuh perasaan.


" Bawa aku juga bersamamu, jika keputusan tersebut akan membuat aku dan putriku bersama . " ucap Mayra bergetar.


" Akan ku penuhi, Dengan begitu aku , kamu dan putri kita akan bahagia. " ucap Ansel bahagia. Senyuman indah terukir kembali dari pria tampan yang beberapa saat lalu terlihat dingin dan datar.


Berkat senyuman itu,Mayra langsung berhenti menangis, entah kenapa Mayra merasa nyaman bersama pria yang sangat ia cintai tersebut.


" Sebelum aku mengabulkan permintaan mu, aku memiliki syarat, tapi itupun jika kamu berkenan. Akan tetapi jika kamu menolaknya, aku tidak bisa membawamu bersama ku Mayra. Terpaksa aku dan bayiku akan kembali berdua tanpa ibunya. " Nego Ansel ,berharap Mayra setuju dengan persyaratan nya.


Sungguh Mayra kecewa dengan ucapan Ansel, ia mengira Ansel akan menerima usulannya. Setidaknya mereka akan merawat putri mereka bersama meskipun beda rumahnya. Namun Ansel tidak sebodoh itu, Niatnya kesini bukan hanya saja menolong putrinya,melainkan memiliki Mayra sekaligus.


" Jika kamu keberatan, aku tidak akan memaksa. " Ansel kembali menggertak Mayra dengan cara yang sama, pergi dari sana meninggalkan Mayra. Lagi - lagi, Ansel bersorak gembira dalam hatinya cekalan tangan Mayra kembali lagi terjadi.


" Beri tahu aku mas, apa syaratnya " Lirih Mayra menggenggam tangan Ansel kuat,agar pria itu tidak pergi. Sesuai keinginan Mayra Ansel jongkok kembali bersimpuh di depan Mayra.


Di awali senyuman bahagianya, Ansel siap mengutarakan syarat tersebut.


" Mayra , aku akan memenuhi permintaanmu jika kamu mau menikah denganku " Mayra tersentak kaget.


Bukankah, raut wajah Ansel beberapa saat yang lalu memperlihatkan jika dia telah membenci Mayra karena kesalahannya. Tapi kenapa sekarang Ansel malah melamarnya.


" A..apa maksudnya ? " tanya Mayra terbata.


" Menikahlah denganku, Mayra. Mari kita merawat putri kecil kita bersama. Kembalilah padaku, aku sangat mencintaimu sayang " Ungkapan Ansel penuh makna.

__ADS_1


😘 To be Continue...🙏👍


__ADS_2