
Esoknya Mayra berniat bertemu dengan Ansel,setelah mengurus Nayla untuk sarapan karena efek kejadian semalam Nayla jatuh sakit dan pagi ini Mayra dengan telaten mengurus makanan kakaknya meskipun cibiran panas Fina, akibat rasa kesal semalam yang tak tertahankan lagi bahkan makian juga diterima oleh Mayra setiap paginya tidak terkecuali pagi ini juga ,Fina terus berceloteh memarahi Mayra habis-habisan namun karena buru-buru mengejar waktu ,Mayra berlalu dari hadapan Fina tidak meresponnya sama sekali, biarlah hari ini dia dianggap kurang ajar, toh selama ini Mayra sudah berbaik hati terus-menerus menerima penghinaan untuk nya yang bertubi-tubi.
Pesan Mayra semalam sama sekali belum mendapat balasan dari Ansel, meskipun pesannya terbaca namun Ansel tetap belum membalas.
''Aku harus bisa bertemu dengan Ansel hari ini, bagaimana pun caranya,semuanya harus selesai hari ini juga,kak Nayla harus kembali seperti sedia kala ,apapun resikonya untukku nantinya ''Gumam Mayra sedang memasang kerudung pashminanya.
''Tidak mungkin aku terus menunggu balasan pesannya ,aku harus bertemu dengannya tapi dimana,villa ? bagaimana aku tahu alamatnya ,kemarin itu aku tidak hafal jalan menuju kesana ,tunggu perusahaan nya kan terkenal aku cek di situs dulu ,siapa tahu aku dapat alamatnya '' Mayra mengambil ponselnya kemudian menulusuri aplikasi untuk mencari alamat lengkap kantor milik Ansel .
Tak lama kemudian Mayra menyimpan alamat kantor Ansel yang sudah didapatkan nya,segera mungkin Mayra mengambil tas kecilnya dan berlalu meninggalkan mansion ,di luar pekarangan ojol yang dipesankan Mayra lewat aplikasi sudah menunggu.
''Maaf lama pak !! '' Ucap Mayra ramah segera meraih helm di tangan Abang ojol.
''Tidak masalah non '' Balas Bang ojol tidak kalah ramahnya.
Setelah sampai ke alamat yang di tuju Mayra segera membayarnya.Mayra begitu terpukau menatap gedung yang menjulang sangat tinggi dan besar,jika sebesar ini gedung dan Ansellah pemiliknya sudah tertebak siapa sosok Ansel di mata dunia .
Rasa minder Mayra tiba-tiba muncul . Bagaimana mungkin seorang anak jalanan bersanding dengan sultan sejagat raya ,yang ada dirinya akan mendapat perhitungan yaitu cibiran dari para masyarakat.
Berbeda dengan Nayla kakaknya sudah jelas kastanya ,berasal dari keluarga yang jelas dan berpengaruh di dunia bisnis bukan seperti dirinya hanya mampu menjadi seorang koki biasa itupun berkat kebaikan dari keluarga Bramantyo.
Rasa sesak kian menyeruak di benak Mayra kala mengetahui siapa Ansel sebenarnya bahkan keringat pun berharga ,bagaimana bisa Ansel mencintai gadis biasa sepertinya bagi Mayra ini salah dan segera harus di perbaiki walaupun hati Mayra akan terluka kembali.
Tidak menunggu lama segera Mayra memasuki lobby perusahaan tersebut dan melangkah mendekati resepsionis yang sedang berkutat dengan tugasnya.
''Permisi mbak boleh saya bertemu dengan tuan Ansel Eric Julian '' Sapa Mayra pada resepsionis tersebut.
Bukannya menjawab resepsionis itu terus memandangnya bahkan meniliknya dari atas sampai ke bawah,Mayra merasa salah tingkah saat mata resepsionis memandangnya tidak suka.
''Apa anda sudah membuat janji dengan tuan Eric nona ? '' Tanya Resepsionis dengan nada tidak suka.
''Belum mbak ,tapi tuan Ansel mengenal saya ''Ucap Mayra kembali.
Tidak mungkin dia mengakui statusnya pada orang lain mengingat siapa sebenarnya pria itu.
__ADS_1
''Maaf nona kami tidak bisa melayani jika anda tidak membuat janji temu dengan CEO kami ,silahkan anda membuat janji dulu baru datang kemari kembali '' Balas Resepsionis ketus.
''Mbak tolong saya benar-benar harus bertemu dengan bos Anda,tolong izinkan saya bertemu dengannya,saya sudah mengirimkan pesan padanya tapi belum di balas ''Ujar Mayra jujur ,namun sayang kejujuran Mayra membuat yang mendengarnya tertawa.
''Maaf nona anda bukan satu-satunya yang mengaku mendapat nomor pribadi CEO kami,sudah banyak wanita yang mengaku-ngaku kekasih CEO ,meskipun busana anda berbeda dengan yang lain kami tidak bisa ditipu,jangan mempermalukan diri sendiri ,anda tahu bukan pintu keluarnya ? silahkan pergi dari sini ,jika anda berulah tidak segan-segan kami akan menyeret anda keluar dari sini '' Bentak resepsionis tersebut ,bahkan mereka ikut menertawakan Mayra yang terus keras kepala ingin bertemu Ansel.
''Terserah anda berpikir saya seperti apa,tapi izinkan saya menunggunya di sini '' Ucap Mayra kembali membuat resepsionis itu menggeram dan langsung mendelik sinis.
''Penjaga kemari '' Resepsionis itu memanggil penjaga dan menyuruh Mayra agar segera meninggalkan kantor Ansel hingga Mayra diseret kasar oleh dua penjaga yang menjaga di tempat itu.
''Pak saya ingin bertemu dengan nya ,saya janji tidak akan lama '' Mohon Mayra saat tubuhnya di seret kasar oleh dua satpam tersebut.
''Nona bekerja samalah ,disini kami juga membutuhkan pekerjaan tolong jangan buat keributan di sini ''Ucap Satpam yang berbadan agak kecil berbeda dengan satpam satunya lumayan besar tubuhnya.
''Pak saya hanya minta izin untuk menunggunya saja ,tidak lebih '' Dua satpam tersebut tidak menggubrisnya tiba-tiba sebuah tangan kekar menarik Mayra kuat hingga membuat kedua penjaga itu menunduk.
Melihat perubahan dari kedua satpam itu Mayra langsung menoleh ke arah tangan dan juga mendongak melihat empunya tangan yang sedang menyentuhnya.
Semua orang yang berada di situ tertunduk sama sekali tidak berani membuka suara jika bos mereka sudah berteriak seperti itu ,mereka terus mengutuk diri mereka sendiri telah salah menilai gadis berhijab tersebut.
''Siapa yang berani macam-macam dengannya ,jawab '' Teriak Ansel kembali ,tidak ada yang berani menjawab,entah
kemana perginya semua keangkuhan karyawan Ansel ? hanya mereka yang tahu .
Terlalu fokus pada gadisnya hingga membuat Ansel lupa jika di belakangnya ada sekitar dua puluh orang yang merupakan jajaran dewan direksi yang akan mengikuti rapat di lantai dua puluh juga menyaksikan kemarahannya.
Mayra juga ikut tertunduk dengan teriakan Ansel yang begitu menakutkan ,sisi lain dari Ansel terlihat jelas saat ini.
Mendapati kekasihnya juga ketakutan dengan teriakannya Ansel menghela nafas dan beralih menoleh kearah Asistennya.
''Max ajak mereka keruang rapat direksi ,lanjutkan saja rapatnya terus kirim hasilnya ke email saya ,jangan ganggu saya dulu ,jika sudah selesai saya akan menghubungi kamu '' Mark mengangguk .
''Baik Tuan ,mari bapak-bapak kita lanjutkan aktivitas kita '' mereka semua langsung berlalu dari lobby menuju tempat yang telah di siapkan.
__ADS_1
Semua orang di situ masih mematung dan menyadari ada kesalahan besar yang diperbuat hingga bos mereka meninggikan suaranya, resepsionis dan yang lainnya langsung menunduk dengan rasa bersalah dan sangat takut di pecat.
Ansel begitu geram pada pegawainya yang sudah kasar pada kekasihnya meskipun tidak ada yang tahu hubungan mereka.
''Ingat jika gadis ini datang kemari ,layani dia dengan semestinya,jika hal barusan terulang kembali siap-siap angkat kaki dari kantor ku ,mengerti '' Bentak Ansel .
''Baik Tuan '' Serentak mereka berucap.
Ansel menarik tangan Mayra dan langsung disaksikan semua pegawainya tak terkecuali ,Ansel membawanya ke kotak besi dan langsung menekan tombol di mana ruangannya berada.
Selama di dalam lift Mayra menatap Ansel melalui pantulan bayang di depannya begitu juga dengan Ansel sama sekali tidak membuka suara kala di dalam lift.
Ting
Lift terbuka menunjukkan mereka telah sampai ke lantai paling atas.
Di lantai itu juga terdapat beberapa karyawan yang tengah menatap Mayra bingung karena dia terlihat memakai setelan pakaian sederhana dengan tangan digandeng orang nomor satu di kantor tersebut.
Sebenarnya Mayra begitu risih dengan perlakuan Ansel ,namun kekuatannya kalah sedari tadi Mayra mencoba melepaskan tangannya tapi tetap tidak bisa ,Ansel malah semakin mengeratkan genggamannya.
Sesampainya di depan ruangan nya Ansel melepaskan genggamannya pada Mayra.
''Masuklah '' Perintah Ansel mendahului langkahnya dan segera didorong daun pintu yang terbuat dari kayu mahal dengan ukiran indah.
Mayra mengangguk tanpa menjawab dan ikut masuk mengikuti langkah Ansel .
.
.
.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1