
Tepat didepan ruang operasi, Mayra duduk tertunduk dengan mulut terus berkomat Kamit membaca segala doa serta terus berharap pada sang penyelamat yaitu Allah SWT, agar suami dan putrinya selamat dan bisa berkumpul kembali dengan dirinya.
Semua orang juga ikut serta menunggu jalannya operasi tersebut dan terus berharap jika kedua nyawa selamat sampai selesai.
Beberapa saat kemudian , seorang perawat keluar dengan tergesa-gesa berjalan dengan cepat dan berlalu dari depan Mayra serta keluarganya.
Melihat raut wajah suster bule tersebut , rasa takut kian membuncah menerpanya. Mayra langsung pucat pasi menyaksikan raut wajah suster yang terlihat gusar, berlalu di depan mereka .
" Ada apa ini, kenapa suster itu panik . Aku harus masuk melihat suami dan putriku, apa yang telah terjadi di dalam sana. " Panik Mayra, Ia bangkit dari kursi rodanya dan berjalan cepat ke arah pintu operasi tersebut.
" Mayra, tolong jangan panik nak ! siapa tahu dugaan mu salah. Teruslah berdoa untuk mereka, suami mu kuat papa yakin dia akan melewati semuanya, Kuasa Allah yang menjaganya sayang . " Ucap Bram memeluk putrinya agar lebih tenang.
'' Aku Takut pah, aku belum siap kehilangan mereka. " Tangis Mayra tersedu-sedu , dalam pelukan Bram.
" Tenangkan dirimu,nak . Meraka akan baik-baik saja di dalam sana, yakinlah pada kuasa Tuhan, " ucap Bram menenangkan Mayra kembali.
Nayla juga Fina tak kuasa menahan air matanya. Mereka juga ikut menangis mengingat seorang Mayra yang memiliki hati bak malaikat yang terus menerus memikirkan kebahagiaan orang lain, harus terpuruk kembali,padahal kebahagiaan nya baru saja di gapai Mayra, namun Mayra harus kembali bersedih lagi.
Jelang tengah malam operasi tersebut belum juga kelar. Mayra semakin tidak tenang, operasi besar itu telah menghabiskan waktu hampir sepuluh jam. Sungguh Mayra sangat ketakutan.
Wanita itu tetap terjaga , menunggu dua belahan jiwanya di dalam sana sedang bertaruh nyawa demi melengkapi kebahagiannya. Namun sampai sekarang para dokter-dokter yang menangani operasi Ansel dan putrinya belum ada yang menampakkan batang hidungnya. Mayra semakin gelisah dengan kondisi keduanya.
Hati dan mulutnya tidak berhenti berdoa sejak tadi dengan sebuah butir tasbih ditangannya guna untuk Mayra berdzikir.
Disampingnya Farel terus mengusap bahu Mayra , menenangkan adiknya adalah perioritas nya saat ini. Mayra butuh ketenangan untuk hal buruk yang akan terjadi setelah ini, namun di hati kecilnya Farel merasakan jika ayah dan putri itu sangat kuat bertahan demi Mayra.
Saat putri Mayra lahir ke dunia, didapati jika kondisinya tidak bergerak sama sekali , namun suara Mayra sukses mendorong sang bayi untuk bergerak kembali. Kesimpulannya putri Mayra bisa merasakan kekhawatiran sang ibu yang berharap sang bayi kembali kepada Mayra.
Dengan izin Allah SWT, putri Mayra selamat dan bernafas kembali dengan bantuan alat medis, karena bayi Mayra terdeteksi memiliki kekurangan organ tubuhnya, dan harus segera mendapatkan pengobatan secara intensif, meskipun menghabiskan biaya besar, Farel tidak menghiraukannya asalkan putri Mayra selamat dan ibunya tidak drop pasca melahirkan.
Begitu juga dengan Ansel, Farel yakin pria itu akan terus berusaha dari alam bawah sadarnya, untuk terus bertahan demi kedua wanita yang sekarang ini menjadi keluarga kecilnya, sumber kebahagiannya.
Farel tau sejak di mulainya operasi, Mayra tidak makan dan minum apapun. Wanita ini sungguh tidak adil pada tubuhnya, Farel tidak bisa mendiamkan keteledoran adiknya jika itu menyangkut masalah kesehatan.
__ADS_1
Semua juga sedih , akan tetapi Mayra juga tidak boleh egois pada tubuh yang terlihat semakin melemah. Wajahnya kian memucat, rasa cemas dan panik telah menganggu asupan makanan Mayra yang sejak tadi belum memasuki perutnya.
Sejak tadi, Mayra terus menggulirkan satu persatu butir tasbih sambil berdzikir tanpa memikirkan bibirnya kian memucat.
Akhirnya Farel tidak bisa berdiam lagi, di gendongnya Mayra langsung di bawa kekamar rawatnya.
" Kak Farel, turunkan aku . Mayra tidak mau ke sana, Mayra mau menunggu Ansel dan putri Mayra kak !!! , turunin Mayra !!! " Ronta Mayra ,mengiba.
" Diam !!! " Sentak Farel sambil berjalan menggendong adiknya.
Sesampainya di kamar, Ansel meletakkan adiknya dengan lembut. Mayra langsung meraih tangan Farel ,memohon agar dirinya diizinkan kembali ke depan ruang operasi.
" Kakak , aku mau melihatnya, please ! " ucap Mayra menangis pelan.
" Suamimu lebih marah lagi, saat ia tahu kondisi istrinya sengaja melupakan kesehatan nya. Tindakan mu sungguh tidak bisa Ditolerir lagi Mayra. Jika kamu berharap mereka baik-baik saja di dalam sana, maka utamakan terlebih dahulu kesehatanmu. Bagaimana kamu akan menyambut mereka saat tubuhmu semakin tidak terkendali,kamu sudah hampir dehidrasi Mayra, tunggu disini kakak mau mengambil makanan dulu. " ucap Farel, setelahnya langsung melenggang keluar dengan tujuannya.
***
" Sepertinya sejak tadi Mayra belum makan ataupun minum apapun paman. Wajahnya semakin pucat, dia baru saja melahirkan, tidak baik untuk dirinya dibiarkan perutnya kosong. " jawab Farel.
" Astaghfirullah, kami terlalu fokus pada putri dan suami Mayra hingga melupakan asupan Mayra yang harusnya terpenuhi. Baiklah nak biar Tante saja yang menemani Mayra, papa disini saja mama mau keruang Mayra dulu " Sambut Fina ,setelahnya langsung pamit menghampiri putri keduanya.
" Farel permisi dulu kekantin, mencari makanan untuk Mayra dulu ,paman . " Pamit Farel langsung pergi setelah diangguki Bram tanda setuju.
" Ya, Allah...maafkan hamba yang lalai menjaga putri hamba saat dirinya baru saja melahirkan dan kini kami hampir membuat kondisinya memburuk. Bantu kami melewatinya dengan hati yang sabar, hingga kabar baik itu datang. Amin... " Pinta Bram mengadahkan tangannya meminta agar dianya terkabulkan.
***
Ceklek....
Farel masuk kedalam ruang rawat Mayra dengan sebuah nampan makanan. Ia membawa nampan tersebut mendekati adiknya.
" Biar Tante bantu " Pinta Fina yang sejak tadi menemani Mayra .
__ADS_1
Farel langsung mengiyakan serta menyerahkan nampan tersebut.
" Makanlah, menunggu itu juga harus sehat " Ucap Farel.
" Bagaimana, operasinya sudah selesai kak ? " Tanya Mayra penasaran, karena sejak tadi dirinya di kurung Farel.
"Kamu ingin mengetahui kondisi suami dan putrimu ?, aku akan menjawabnya ,tapi setelah makanan mu habis tak bersisa. " Tegas Farel.
" Aku tidak lapar kak ! , jawab saja, aku khawatir entah bagaimana keadaan mereka berdua. " tolak Mayra semakin menundukkan wajahnya menahan tangisnya.
" Sudah makanlah dulu, Farel tidak akan membohongi mu. Sini biar mama yang suap " ucap Fina lembut, berbeda dengan dulu. Ketus dan tak berhati.
Fina menyodorkan sesendok bubur hangat ke hadapan mulut Mayra.
Melawan Farel percuma, akhirnya Mayra mengalah dan terpaksa menelan makanan tersebut hingga tandas yang langsung di suapi oleh mama Fina dengan sangat telaten.
Sejujurnya baru sesendok Mayra mencicipi bubur tersebut, Mayra langsung bisa merasakan jika dirinya ternyata sedang lapar, sedangkan tadi karena terlalu larut dalam kecemasan, rasa lapar itu hilang begitu saja.
" Aku sudah melakukan perintah kak Farel, sekarang katakan bagaimana lanjutan jalannya operasi tersebut ? Mereka baik-baik saja kan kak ?, " Tanya Mayra semakin penasaran saja.
Begitu juga Fina , sejak tadi ia sedang menemani putrinya .Tentu saja ia juga tidak tau menahu kelanjutan operasi keluarganya.
Farel mengusap kepala Mayra sambil tersenyum dia berucap, " Alhamdulillah...mereka berhasil melewati semuanya. Sebentar lagi suami dan bayimu akan di pindahkan keruangan rawat, tapi putrimu harus menjalankan serangkaian tes terlebih dahulu pasca operasinya, jadi putrimu tetap akan di bawa keruang yang sama lagi. " Jelas Farel .
Satu sisi Mayra merasa sangat bahagia mengetahui Ansel selamat. Namun di sisi lain Mayra langsung bersedih kembali saat tahu jika putrinya harus kembali lagi keruangan yang menakutkan hatinya.
Menangkap kesedihan Mayra, Farel menerka dengan tepat. Jika adiknya ini sedang memikirkan sang putri.
" Tenanglah, bayimu juga sudah lebih baik. Bahkan bisa dikatakan telah sembuh. Jangan khawatir Mayra ! Putrimu sudah melewati masa kritisnya, tinggal menunggu kesembuhan selanjutnya. " jelas Farel , melanjutkan.
Mayra lega, serta puas dengan berita yang disampaikan Farel.
😘 TbC
__ADS_1