
Satu jam perjalanan menuju mansion pribadinya Ansel dan Mayra masih dengan diamnya.
Bukannya Mayra marah pada pria yang berhasil memiliki hatinya,melainkan ada hati yang harus di jaganya. Sedangkan Ansel terus menyibukkan dirinya dengan notebook yang ada di pangkuannya. Terus fokus dengan kerjaannya meskipun masih di bilang sangat pagi.
Tujuan Ansel tidak mengajak Mayra berbincang-bincang supaya gadis itu tidak berniat minta turun di jalan sebelum sampai di mansionnya.
Ada rasa bersalah timbul dalam diri Mayra seketika, saat Ansel bersikap cuek padanya meskipun Ansel lah yang memaksanya mengikuti Ansel walau dengan alasan yang masuk akal untuk mengambil kembali barang-barang berharganya yang kemarin itu tertinggal di kantor milik Ansel.
Mobil memasuki pelataran parkiran mansion .Sikap Ansel dengan tiba-tiba berubah dingin ,dia langsung turun tanpa permisi ataupun mengajak Mayra terlebih dahulu. Sikap Ansel sungguh mengganggu perasaannya.wajah dinginnya begitu mendominasi hati Mayra yang semakin terluka,meskipun rasanya perih ,itu pilihan Mayra sendiri dan dia mestinya harus sanggup menghadapinya.
''Nona mati saya antar ke dalam '' Ucap supir Ansel bersikap sopan.
''Tidak usah pak ,saya bisa sendiri.Walaupun hanya sekali saya mendatangi mansion tuan Ansel ,saya masih menghafal jalannya '' Tolak Mayra secara lembut,tanpa menunggu balasan sopir Ansel ,Mayra buru-buru turun dan langsung memasuki mansionnya yang terlihat berbeda.
Ada keanehan dengan suasana mansion Ansel tapi Mayra tidak memperdulikan nya .Saat ini tujuannya datang kemari hanyalah untuk mengambil barangnya dan segera pulang setelah semua urusannya selesai, apa yang terjadi di mansion ini bukanlah urusannya .Terlalu tidak sopan mencampuri urusan orang lain.
Dengan langkah cepat Mayra mencari keberadaan Ansel yang sedari tadi menghilang entah kemana. Entah ada apa dengan Ansel yang tiba-tiba berubah dingin padanya.
Satu sisi Mayra begitu sedih jika pria yang dicintai nya cuek dan tidak perduli padanya,namun di sisi yang lain Mayra merasa sedikit tenang karena pelan-pelan perasaan Ansel sepenuhnya akan berubah mencintai Mayra.
''Permisi Bu ,boleh saya tanya tuan Ansel ada di mana sekarang ya.Bisakah ibu panggilkan majikan anda sebentar ,saya perlu sekali dengannya '' Tanya Mayra pada salah seorang pelayan kebetulan melewati ruangan di mana dirinya sedang mencari Ansel.
Pembantu itu terkejut dengan panggilan yang digunakan Mayra saat menyebut nama tuannya yang sangat dilarang keras untuk di sebutkan. Sementara gadis cantik di depannya begitu santai menyebut nama larangan tersebut.
''Maaf nona saya dapat pesan tadi dari tuan ,jika saat ini tuan tidak boleh di ganggu dulu '' Mayra tercengang mendengarkan penuturan pembantu mansion Ansel.
''Tapi Bu saya juga harus bergegas menemui tuan Ansel secepatnya,tadi tuan sudah berjanji saat membawa saya kesini '' Ucap Mayra dengan perasaan kesal , akhirnya jebakan terjadi kembali tepatnya di mansion ini .
''Jika nona memang sangat perlu sekali dengan tuan mari saya antar menemuinya,tapi saya hanya bisa menunjukkan ruangan tuan muda saja '' Tawar pembantu tersebut.
Sejenak Mayra berpikir jika dia tidak melawan pria itu dan terus berlama-lama berada di mansion Ansel bisa berakibat fatal di kemudian hari. Mayra menghela nafas kesalnya lalu mengangguk menerima tawaran pembantu Ansel.
__ADS_1
Mereka langsung berlalu menuju ke sebuah tangga yang memiliki ketinggian yang luar biasa,tapi pembantu tersebut bukannya menaiki tangga malahan dirinya hanya menaruh sebuah vas bunga di samping tangga dan kembali melangkah ke sebuah tabung besi lalu mengajak Mayra menaikinya.
Di dalam lift pembantu tersebut hanya menatap kearah depan dan enggan untuk berbicara. Mayra terus mencuri pandang pada pembantunya yang tidak jauh beda dengan sang tuannya sama-sama memiliki tampang bringas irit senyum jika berbaur dengan orang lain selain dirinya,bahkan wajahnya tiba-tiba memerah saat membayangkan ciuman pertamanya di ambil paksa oleh pemuda tersebut.
Mayra langsung menepis bayangan itu ,bayangan yang hanya akan menyakitinya terlalu dalam.
''Dingin banget ibu ini ,tidak jauh beda dengan majikannya , atau memang sikap dingin tersebut adalah syarat utama untuk bekerja disini '' Batin Mayra bergumam terus memperhatikan pembantu tersebut dari pantulan dari besi lift di depan mereka.
Ting
Pintu lift terbuka , Mayra berdecak kagum dengan interior mansion Ansel tingkat atas benar-benar terlihat begitu indah sekali .
Bukan saja luas ,mansion itu juga memiliki banyak ruang menurut penglihatannya tadi saat mereka melewati setiap ruangan menuju ke lift.
Langkah Mayra terhenti sejenak saat mulutnya tak berhenti berdecak ,memiliki rumah yang lengkap dengan isinya saja sudah sangat bersyukur.Apalagi ini ? sungguh Ansel benar-benar sultan memiliki tempat tinggal bagai istana dari negri dongeng yang dipenuhi banyak kristal-kristal cantik dari segi ukirannya.
''Maaf nona , tuan ada di ruangan itu .Dan sepertinya tuan juga sedang menunggu anda ,masuklah saya permisi dulu masih banyak pekerjaan belum saya selesaikan '' Ucap pembantu tersebut dengan menunjukkan sebuah ruangan yang memiliki pintu besar dan terlihat tidak tertutup ,mungkin saja pintu itu juga menggunakan akses kode.
Jantung Mayra terus berdegup- degup tidak karuan ,bermacam kejadian terus terbayang - bayang dan terus menari dalam pikirannya.
Mayra mencoba menetralkan hatinya dan terus membuang nafas dengan kasarnya. Kemudian dipaksa kakinya terus melangkah menuju ruangan tersebut dalam keadaan jantung yang sedang memompa - mompa membuatnya terlalu gugup.
''Tidak ,aku tidak bisa masuk ke sana , aku sangat takut jika pria itu memperlakukan diriku seenaknya .'' Gumam Mayra mondar mandir di depan pintu besar merasa bimbang antara takut dan memalukan kian mendera perasaannya.
Mayra masih bingung mengingat perkataan pembantu tadi Ansel menitip pesan agar tidak ada yang mengganggunya. Tapi jika terus berlama-lama di sini yang ada waktu Mayra akan terbuang sia - sia.
''Masuklah '' Suara bariton Ansel mengejutkan Mayra dengan posisi membelakangi Ansel yang sedang berdiri di pintu ruangan tersebut.
Mayra langsung menoleh dengan sedikit gemetar .Mengingat barangnya harus segera di ambil ,Mayra langsung berbalik memberi Ansel senyum terbaik agar tidak menahannya lebih lama lagi di mansion Ansel.
''Jangan menggoda ku Mayra ,jika aku tidak bisa menahannya kamu dan tubuhmu akan menjadi sasarannya '' Ucap Ansel menatap tajam namun juga mengandung rasa cintanya terus mengarah kearah Mayra dengan tangan masih bergetar.
__ADS_1
Ucapan Ansel berhasil menakuti Mayra yang terlihat mematung dengan terus menelan Saliva nya.
''Apa perlu aku menggendong mu Mayra supaya secepatnya masuk ke dalam ? '' Goda Ansel masih terlihat dingin meskipun dalam hatinya Ansel terus tertawa dengan tingkah lucunya Mayra.
''Aaa maaf .Tidak perlu repot-repot mas ,aku hanya ingin mengambilkan barang ku saja tolong kamu ambilkan , setelah nya aku akan segera pergi dari sini ,percayalah aku tidak akan berpikir macam-macam dengan kejadian ini ,dan semuanya murni juga atas keteledoran aku '' Tolak Mayra masih berdiri di depan pintu Ansel.
Tatapan Ansel membuat Mayra merasa salah tingkah hingga tubuhnya terlihat insecure menghadapi Ansel secara dekat dan lebih jelas saat menatap Ansel dalam diamnya.
''Mayra jangan terus memaksaku , turuti perintahku jangan suka menyanggahnya ,sekali lagi aku katakan masuk karena barang tersebut kamu sendiri yang harus mengambilnya '' Paksa Ansel meminggirkan tubuhnya mempersilahkan Mayra masuk kedalam.
Rasa kesal kembali bangkit untuk pria yang positif pemaksa nya sudah di atas rata-rata.
Terlalu Lelah dalam menghadapi tingkah berkuasanya Ansel ,Mayra hanya bisa mendengus mengikuti kemauannya , jika Mayra tetap pada pendiriannya sudah di pastikan Ansel akan terus memaksanya sampai dirinya mau mendengarkan semua perintahnya ,tetap saja kaum hawa selalu harus mengalah.
Mayra langsung memasuki ruangan tersebut dan di ikuti dengan Ansel dari belakang dengan senyuman yang mengukir wajahnya.
Berkali-kali rasa kagum itu terlontar dalam batinnya,ingin mengagumi dengan berlarian mengunjungi setiap ruangan yang jelas lebih banyak lagi kejutan yang tidak terduga.
Mata Mayra terus saja terkagum kagum dengan senangnya ,tanpa di sadari jika di sana bukan Ansel saja yang sedang bersamanya melainkan seseorang yang akan meluruskan segala kesalah pahaman dua orang yang saling mencintai.
''Kapan kamu sampai sayang ''Mayra langsung terkejut mendengar suara yang familiar di gendang telinganya,seketika Mayra menoleh mencari arah suara tersebut,Mayra langsung kaget bukan main dengan kenyataan jika orang tuanya berada disini , di mansion nya Ansel.
Deg...
'' Pa-pa '' Ucap Mayra kaget.
.
.
.
__ADS_1
πΊπΊπΊπΊπΊ