Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Penolakan Ansel


__ADS_3

Dari kejauhan Ansel bisa menebak jika dua keluarga yang sedang berbincang bincang sedang menunggu dirinya,benar-benar membuatnya semakin kesal setelah perdebatan dirinya dengan sang kekasih barusan.


Bukan itu saja Ansel semakin merasa kesal pada gadis yang sedang berbaur dengan keluarganya itu.


Nayla langsung menerbitkan senyuman indahnya kala raga Ansel sedang menghampirinya.


''Mas sudah selesai ''. Tanya Nayla disertai senyumannya,Ansel hanya mengangguk menjawab pertanyaan Nayla.


Ansel kembali duduk di sofa berjauhan dengan sofa yang di duduki Nayla.


''Sayang sedari tadi mommy menunggumu eh ternyata kamu lagi masuk kekamar calon istri rupanya''.Goda Raisa sembari tertawa kecil diikuti oleh yang lainnya,yang langsung merubah wajah Nayla tersipu malu.


''Mama tahu dari mana aku mampir ke kamar Nayla ''.Tanya Ansel curiga menatap Nayla sinis.


''Aku mas ''.Jawab Nayla sedikit gemetar dengan tatapan Ansel.


Mendapat jawaban yang semakin membuat Ansel muak akan tingkah Nayla yang menjadi duri dalam hubungannya dengan Mayra,Ansel semakin tidak menyukai gadis cantik yang terus dipaksa Raisa untuk menikahinya.


''Kau berbeda dengan kekasihku Nayla,hal sekecil itu tidak seharusnya kamu melaporkannya pada orang lain,sungguh banyak sekali perbedaan antara kamu dengannya '' Batin Ansel dengan tatapan tidak suka mengarah langsung kearah Nayla.


''Eric mommy sedari tadi menunggumu untuk memutuskan ketetapan pertunangan mu dengan Nayla ''.Ucap Raisa tersenyum hangat menggenggam tangan Nayla yang sedikit gemetar sedang meremas gaun selutut nya.


Semua mata tertuju padanya dengan penuh harap, keputusan Ansel adalah pilihan terakhir karena mereka sudah menggenggam jawaban dari Nayla hanya tinggal menunggu jawaban Ansel saja, karena menurut Bram persetujuan kedua belah pihak lebih baik menurutnya.


Keputusan Ansel kali ini mungkin saja akan menyakiti beberapa pihak namun dia tidak ingin menghianati hatinya yang sudah dipenuhi nama Mayra hingga ke lubuk paling dalam.


''Tuan Bramantyo saya ucapkan begitu banyaknya terimakasih ,jika berkenan saya akan menjawab pertanyaan itu tapi mohon maaf sekali lagi sepertinya saya tidak bisa menikahi anak Tuan yang bernama Nayla ''.Ungkap Ansel formal dan sopan jika itu dengan seorang Bram yang memiliki sisi baik di antara lainnya.


Duarrr


Bagai petir di siang bolong kala Jawaban Ansel begitu lugas diucapkannya dan tanpa merasa bersalah sedikitpun,Nayla begitu syok dengan jawaban yang mungkin saja akan menghancurkannya.


''Eric...kita sudah membicarakan semuanya bukan ,kenapa kamu harus langsung mengambil keputusan sepihak ''.Bentak Raisa yang merasa malu dengan sikap spontan putranya.

__ADS_1


''Harusnya pertemuan ini tidak terjadi jika mommy lebih mengerti aku semua ini pasti tidak akan terjadi,dan jangan menyalahkan sesuatu hal yang ternyata adalah kesalahan Mommy ''.Sanggah Ansel Ngotot.


''Mas ''.Lirih Nayla yang sudah menggenang air mata.


Ansel tahu semua ini salah tapi dia juga harus egois memenangkan hatinya untuk sang kekasih bukan malah menyakiti hati yang lain.


''Maafkan aku Nayla,aku tidak mungkin menikahi mu tanpa rasa cinta ,ku perjelaskan kembali jika aku tidak mencintai mu Nayla,tapi aku mencintai seorang gadis lainnya,maaf aku mengambil keputusan sepihak begini sudah jelas bukan, aku tidak ingin memberi harapan palsu dalam pernikahan kita nantinya,aku tidak ingin menyakiti mu Nayla ''.Ujar Ansel serius.


Nayla menggeleng kuat .


''Tidak Ansel kamu pasti mencintaiku,jika semua itu benar kenapa kamu harus melamar aku dan terus memberiku harapan ''.Tangis Nayla akhirnya pecah,Fina langsung bangkit berdiri terus melangkah mendekati putrinya menenangkan fisiknya yang sedang tersakiti.


Bram masih bergeming mencerna kenyataan yang mendadak dan sudah di pastikan akan berakibat Fatal pada putrinya,tapi mengingat siapa Ansel sebenarnya Bram tidak bisa berkutik namun hatinya terasa perih ketika melihat gerbang kehancuran terlampir di wajah putrinya yang sedang memeluk Fina begitu erat.


''Eric jangan membuat ini semakin rumit,mama begitu menyayangi Nayla ,begitu banyak harapan kami agar kalian dapat mempersatukan dua keluarga ini nak ''.Harap Raisa bernada memohon.


''Mom jangan memohon seperti ini,jika mommy ingin aku bahagia maka restui saja aku dengan orang yang sangat aku cintai ''.Pungkas Ansel bangkit dari duduknya.


Ansel menatap Nayla yang sedang menangis dalam pelukan Fina,sebenarnya Ansel merasa bersalah telah membuat gadis lain berimbas demi tercapainya tujuan untuk segera bersatu dengan Mayra.


Nayla bangun dari pelukan Fina ,riasannya sudah mulai kacau akibat air matanya yang begitu deras,dia bangkit dituntun oleh Fina ,lalu mendekati raga tegap Ansel yang sedang berdiri menatapnya.


''Mas Eric ...tidak bisakah kamu membuka sedikit hatimu untukku,aku begitu mencintaimu,bukan pria yang lain yang kuharapkan tapi kamu mas,kamu pria yang sudah lama aku cintai,bukankah karena cinta itu juga kamu melamarku,sekarang dengan santainya kamu melukaiku mas,kamu marah padaku aku minta maaf ,dan jika aku salah aku juga minta maaf aku janji tidak akan mengulanginya lagi,kumohon jangan batalkan pertunangan kita,aku sangat mencintainya mas ...''.Tangis Nayla mencekram kerah jas Ansel yang sedang menatap iba padanya tidak bergerak sedikitpun.


''Maaf...''.Lirih Ansel masih bersikukuh dengan keputusannya.


Tangisan Nayla semakin menjadi jadi ,dia langsung terduduk tidak bisa menahan tangisannya.


Bram langsung menghampiri putrinya dan membantu Nayla untuk berdiri saat melihat Ansel hanya diam saja.


''Fina bawa putri kita ke kamar ''.Titah Bram .


''Tidak papa jika aku pergi mas Eric pasti akan meninggalkanku dan membatalkan semuanya pa,aku tidak bisa hidup tanpa dirinya pa...''.Ucap Mayra semakin kuat menangis.

__ADS_1


''Masuk ke kamarmu nak,Fina cepat bawa Nayla kekamarnya ''.Tegas Bram tidak tahan lagi mendengar tangisan putrinya yang begitu menyayat hatinya.


Tidak menunggu lama Fina segera membawa putrinya naik keatas menuju kamarnya.


Bram kembali menoleh ke arah Ansel yang masih bergeming di tempat nya.


''Tuan Ansel Eric Julian,kami paham dan mengerti dengan perasaan anda ,saya juga tidak bisa merubah keputusan anda ,jika memang benar anda tidak mencintai putri saya Nayla untuk apa anda melamarnya dengan terburu-buru seolah-olah dia akan di miliki orang lain ''.Ujar Bram begitu kecewa dengan keputusan Ansel.


Ansel membalas tatapan Bram yang terlihat menguasai rasa kecewanya pada Ansel.


''Itulah kesalahan saya tuan Bram,jika saat itu saya lebih meneliti kembali gadis yang saya lamar mungkin saja Nayla tidak akan mengharapkan saya menjadi suaminya ''.Jawab Ansel merasa bersalah .


''Tidak mungkin aku mengatakan jika semua ini berawal dari Mayra bukan ,gadis yang sangat kucintai saat ini ''.Batin Ansel .


''Maafkan saya tuan muda Eric ,di karenakan terlalu menyayangi Nayla hingga sudah lancang mempertanyakan semua itu pada anda ''.Ucap Bram lugas .


Ansel Mengangguk kemudian dia berpamitan karena dirasa masalah sudah terselesaikan,meskipun tatapan Raisa terlihat menyedihkan Ansel tidak mengambil hati dan langsung keluar dari rumah Bram tanpa menoleh lagi kebelakang.


''Bram maafkan putra saya,sebenarnya saya sangat kecewa dengan sikapnya yang telah menyakiti putrimu,tapi apalah dayaku jika watak putraku susah untuk ku kendalikan,bagiku kebahagiaannya segala-galanya untukku,meskipun hari ini terjadi sesuatu antara keluarga kita kumohon kedepannya Jangan merenggang dari keluarga kami,karena kalian adalah sahabat baik mendiang suamiku.''Mohon Raisa berucap panjang lebar.


''Kami mengerti Raisa,kami juga memakluminya,mau dipaksa pun juga akan menyakiti mereka nantinya,lebih baik sekarang daripada nanti saat Nayla semakin mendalami cintanya pada putra mu ''.Ucap Bram membenarkan ucapan Raisa.


''Jika kamu memakluminya aku tenang sekarang,kalau begitu kami pamit dulu sudah malam, kapanpun jika kalian butuh kami jangan sungkan,walaupun ada masalah hari ini tidak akan membuat palang antara kita ''.


Bram mengangguk setuju.


Raisa pun segera pamit ,tidak lupa dirinya menitip salam untuk Nayla dan Fina,bahkan Mayra tidak berdampak sama sekali pada mereka.


.


.


.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2