
'' Ia, Mommy janji . Tapi tolong kamu ralat nama perempuan itu dalam setiap ucapannya itu . Mommy benci mendengarnya '' Kesal Raisa , bersungut .
'' Harusnya ucapan itu tertuju pada anda Nyonya Freddy !!! ''
Keduanya menoleh kearah suara dari arah pintu besar ruangan Ansel .
Suara yang berasal dari seorang wanita berjalan gontai menuju Ansel serta Raisa . Mereka berdua langsung berdiri , sementara Raisa bukannya merasa bersalah atas ucapannya , ia malah menatap jijik kearah gadis tersebut siapa lagi kalau bukan Cindy .
" Siapa yang mengizinkan kamu masuk keruangan putraku wanita jahat !!! " Hardik Raisa geram .
Bukannya malu , Cindy membalas tatapan tersebut dengan sinisnya . Ansel terdiam bukan karena mengingat siapa Cindy dulunya , hanya saja ia belum waktunya membuka suara .
" Jangan emosi begitu Tante Raisa . Aku kemari bermaksud baik , kenapa seperti ini cara orang berkasta menerima tamu " Ejek Cindy tersenyum devil kearah Raisa .
" Jangan menguji emosi ku wanita sialan . Jika tujuanmu untuk menganggu putraku lebih baik segera keluar dari sini sebelum ku panggilkan security supaya melemparkan mu dari kantor ini , "
" Mommy , jaga emosi Mommy . Cindy to the poin saja , apa tujuanmu kemari ? bukannya asisten ku sudah menyelesaikan semuanya ? bahkan di bandingkan yang lain kamu keluarga korban yang mendapatkan ganti ruginya lebih besar " Ansel mengelus punggung Raisa mencoba menenangkan .
Mendapat tanggapan kekasih hatinya Cindy meradang . Seharusnya Ansel membelanya bukannya ikut-ikutan mengusir dirinya dari kantor Ansel sendiri . Merasa harga dirinya seakan di injak oleh orang berkasta di depannya , Cindy tak terima .
" Apa kamu bilang , Eric !! Ganti rugi ? KAMU PIKIR IBUKU BISA KEMBALI DENGAN UANGMU HAH ??? " teriak Cindy penuh emosi .
Tepat seperti tebakannya . Bukannya takut ,ia menanggapi kobaran api perasaan Cindy hanya dengan senyuman mengejek .
Cindy menahan geram , tangannya mengepal hingga buku-buku jarinya memutih .
__ADS_1
" Kamu benar sekali , uang tidak bisa mengembalikan ibumu kedunia ini . Tapi asal kamu tahu Cindy , Mommy ku tidak ada sangkut pautnya dengan kematian ibumu . Sekarang beliau ada di depanmu tanyakan saja kejelasannya . "
" Asumsi mu selama ini adalah kesalahan besar ! jangankan membuat ibumu mati , rupanya saja saya sama sekali tidak mengenalnya , bagaimana mungkin aku membunuh ibumu itu...harusnya kau menuduh ayahmu yang berselingkuh di belakang ibumu . Saya tahu itu hanya akal bulus mu agar kau bisa menghancurkan rumah tangga putraku !! " Telunjuk Raisa tertodong ke arah Cindy .
Tak terima dengan sikap Raisa yang menyudutkan dirinya emosinya langsung naik . Ia langsung mendekati Raisa tanpa sopan santun ia segera meraih jilbab Raisa lalu menariknya kasar hingga tubuhnya terhuyung hampir terjatuh untung saja Ansel dengan sigap menahan tubuh ibunya .
Setelah memastikan Raisa baik-baik saja , tatapan amarahnya kembali menatap tubuh Cindy yang terlihat masih menyisakan emosi .
" Lancang kau Cindy . Berani sekali kau berbuat kasar pada wanita yang telah melahirkan ku . Aku yang putranya tidak pernah berbuat kasar padanya , lalu siapa kau ? dengan santainya menarik Mommy ku hampir celaka , " Geram Ansel ,terlihat urat leher serta mata yang sudah memerah menahan amarah sangat kentara terlihat di aura Ansel saat adanya orang yang berani menyentuh miliknya .
" Baru segitu kamu bilang kasar , Eric ? Bagaimana dengan ibuku yang nyatanya telah meninggalkan ku sendiri disini . Dan itu semua ulah ibumu " Ucap Cindy tak terima di salahkan .
" APA KAU TULI CINDY MOMMY KU TIDAK ADA SANGKUT PAUTNYA DENGAN KEMATIAN IBUMU KENAPA KAU TERUS MENUDUHNYA " teriak Ansel dengan murkanya .
Nyali Cindy langsung ciut , baru kali ini ia melihat sisi lain dari Ansel yang tak pernah di kenalnya . Aura wajah Ansel persis seperti singa yang sedang menatap mangsanya . Dengan Dewi nafas kasar dan dada naik turun Ansel terus mendekati Cindy , sementara Cindy yang terlanjur ketakutan hanya bisa mundur supaya tidak diterkam oleh Ansel yang sudah terlihat buas .
Bukannya meminta maaf Cindy terus mangkir dari perbuatan jahatnya . Sementara Raisa menggeleng tak percaya pada wanita yang telah berhasil ia pisahkan dengan putranya dulu.
" Kau pikir aku percaya ? Belum cukup peringatan ku kemarin , Kamu pikir aku membela Mommy ku karena dia ibuku ? Kau salah Cindy semua bukti sudah berada di tanganku ! " Ansel terus melangkah maju , Cindy terus mundur seiring Ansel yang terus maju , hingga tubuh Cindy bertabrakan dengan dinding .
" E__Eric , jangan seperti ini Kamu membuatku takut , " Ucap Cindy kemudian terus menahan rasa gugupnya .
" Kau sendiri yang memancing kemarahan ku . Kau ___SUDAH BERANI MENYENTUH MOMMY KU ,CINDY ??? jangan salahkan aku jika tangan kotormu itu utuh seperti semula , masih ada kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal pada tanganmu yang tercinta ini " Ancam Ansel dengan seringai ngerinya.
Ucapan Ansel begitu tajam , Cindy bergidik mendengarnya . Segera ia menyembunyikan kedua tangannya kebelakang tubuhnya yang telah menempel di tembok .
__ADS_1
Raisa hanya menyaksikan seringai ngeri sang putra tengah ia persaksikan pada Cindy yang semakin ketakutan .
" Eric , mengapa kau terlihat begitu ngeri . Tidak ingatkah dulu kita saling mencintai , " Desis Cindy menutup matanya , aura binatang Ansel kini tersirat di wajah tampan Ansel , sungguh Cindy telah mengusik ketenangan kebinatangan Ansel hingga ia bangkit untuk membalasnya .
Ansel mendekatkan bibirnya ke telinga Cindy , lalu dengan senyum devilnya , Ansel berbisik dengan nada ancaman di telinga Cindy .
" Jika tidak ingin aku mematahkan semua tulang belulang mu . Enyahlah dari hidupku , dan jika berani mengusik kehidupanku dan keluargaku maka bersiaplah untuk menikmati neraka dunia ala Ansel Eric Julian , mengerti " Bisik Ansel berbisik .
Kali ini Cindy tidak bisa menyelamatkan dirinya lagi jika tak menurut . Akhirnya ia langsung mengangguk dan keluar dari ruangan Ansel dengan kaki gemetar , sungguh Ansel sekarang lebih Ebih mengerikan dibandingkan singa .
Setelah kepergian Cindy , Ansel menghempaskan nafas beratnya . Lalu ia menoleh ke arah Raisa yang sedang menatapnya sedari tadi .
Ansel melangkah mendekati Raisa dengan rasa khawatirnya , tadinya ia begitu kaget dengan aksi Cindy . Berani sekali ia menarik kerudung Mommy-nya tidak ada rasa dipan sedikitpun .
" Mommy gak kenapa-napa 'kan ? " Dengan senyum lega , Raisa mengangguk sebagai jawaban nya .
Putranya ini langsung meraih tangan Raisa lalu menciumnya dengan lembut , Raisa merasa tenang saat di hari tuanya ia selalu dilindungi oleh putra semata wayangnya .
" Beruntung aku cepat menjauhkannya dari ulat sagu itu !! seandainya tidak entah bagaimana hidup putraku kedepannya . Wanita licik itu berbeda sekali dengan menantuku , perbedaan mereka bagai bumi dan langit . Mayra begitu sopannya menghadapi keburukan ku dulu saat aku menghardiknya bahkan menghina ibunya yang sudah tiada . Tapi ulat sagu itu bukannya sadar malah semakin menuduhku . Tuhan terimakasih telah memilih menantu terbaik untukku dan telah menjauhkan putraku dengan wanita tidak benar seperti Cindy , terimakasih ya Allah..."
π€ Selamat menikmati.
MOHON MAAF TEMAN-TEMAN SELAMA BEBERAPA HARI INI TIDAK UP , DI KARENA KONDISI BADAN AUTHOR DI SERANG OLEH DEMAM PANGGUNG EH...RALAT DEMAM BENERAN KOK !! , JADI BEBERAPA HARI INI OTAK TAK DAPAT BEKERJA KARENA LAGI NYUT-NYUTAN .
TAPI KALI INI IMBASNYA BESAR ππLEVEL AUTHOR TURUN ...BANTU AUTHOR DONG TEMAN-TEMAN TERSAYANG , SUPAYA LEVELNYA NAIK KEMBALI . KASIH LIKE , VOTE SERTA KOMENTARNYA SEBANYAK-BANYAKNYA....
__ADS_1
DOAIN YA , AUTHOR HARUS KERJA KERAS LAGI DEMI KALIAN SEMUA ...SARANGEOOOO SEMUANYA .