
''Tidak mas ,kau tidak boleh memberitahukan semuanya pada Nayla ,kondisinya sedang tidak stabil saat ini ,jika Nayla tahu nyawanya dalam bahaya mas '' Mohon Fina sambil menangis.
''Sayangnya Nayla sudah tahu semua mah ''.
''DEG''
''Nayla ?? ''Ucap Bram dan Fina bersamaan.
Rasa cemas langsung menyerang kedua paruh baya tersebut ,mengingat mental Nayla yang belum stabil saat ini,apalagi Nayla terlihat kacau dengan mata sembab juga selembar kertas digenggamnya erat.
Mereka melirik benda itu secara bersamaan,sudah tertebak Nayla telah mengetahui semuanya.
Sebenarnya Bram hanya ingin menggertak istrinya saja agar tidak menggangunya lagi,tapi di luar dugaan putri pertamanya memergoki mereka ,entah semua ucapan saat pertengkaran mereka terjadi Nayla mendengar semua.
Rasa bersalah kian menyeruak dalam hati keduanya saat menatap mata polos Nayla yang masih berlinang air mata.
Dengan pelan Nayla melangkah seperti orang kesakitan mendekati kedua orangtuanya,meskipun kenyataan mengiris hatinya namun Nayla belum siap untuk di buang Bram seorang figur ayah yang baik dan bersahaja Budi pekertinya,hingga kini Nayla bisa membedakan yang mana baik dan yang mana buruk.Sungguh Nayla tidak kuat berjauhan dengan sosok pria baik seperti Bram.
Tatapan teduh Nayla begitu menyakitkan dan Bram sungguh merasakannya.
''Papa maafkan aku sudah merebut mu dari Mayra,andai aku tahu dari dulu aku tidak akan merebutnya dari nya pah,tapi Nayla mohon meskipun Nayla bukan anak kandung papa setidaknya jangan pernah membenciku pah '' Isak Nayla memilukan.
Hanya tatapan lembut diberikan Bram untuk Nayla meskipun mulutnya masih terkatup rapat tanpa jawaban.
''Sayang ,jangan berpikir terlalu jauh nak,jangan pikirkan itu dulu sayang ,kamu masih belum sehat '' Ucap Fina sedih sembari menyentuh bahu putrinya.
''Bagaimana aku tidak memikirkan nya ,selama ini semua fasilitas dan kasih sayang yang seharusnya didapatkan Mayra sudah ku renggut dengan sengaja,dan tentu itu semua ulah mama,kenapa mama tega padaku mah,setiap pagi Mayra terus saja menangis dengan semua penghinaan mama ,menuduhnya merebut kasih sayang papa untukku .Setiap pagi mama terus saja menyakiti hatinya mah !! ,bukan setahun dua tahun mah ,tapi belasan tahun mama melukai Mayra bahkan didepan papa kandungnya sendiri !!kurang apa lagi rasa sakitnya mah ,padahal saat itu mama tahu jati diri Mayra yang sebenarnya,tapi dendam mama telah merusak segalanya,menghancurkan semua hati kami mah !! '' Teriak Mayra saking kecewanya dengan kenyataan yang ada.
Sementara Bram yang sedari tadi terpancing emosinya terus menatap tajam kearah Fina yang sekalipun tidak merasa bersalah.
__ADS_1
''Kamu ingin memojokkan mama Nayla,mama melakukan itu semua juga demi kamu sayang '' Ucapan Fina membuat Nayla bertambah kecewa padanya.
''Aku tidak butuh itu mah,andai semua itu dari dulu terungkap aku tidak akan merasa malu berdiri di depan pria baik ini mah,tapi sekarang pantaskah aku memanggilnya papa , memikirkannya saja Nayla sangat malu mah,kenapa mamah sedikitpun tidak merasa bersalah. '' Tutur Nayla semakin kuat tangisannya.
Nayla menoleh kembali kearah Bram yang sedang menatap tajam Fina. Nayla mengatupkan dua tangannya yang masih menggenggam kertas usang milik Fina di dadanya isyarat memohon.
Lalu Bram yang masih betah dengan diamnya menoleh kembali kearah Nayla dengan raut wajah yang berubah sendu.
''Papa aku tahu ,karena ku mama menghancurkan perasaan papa dan juga menyakiti adikku Mayra,aku mohon maafkan aku papa,tolong jangan jauhkan aku dengan Mayra ,jangan jauhi Nayla dengan papa,meskipun darah lebih kental dari air ,namun kasih sayang dan keikhlasan papa dalam menjaga kami sungguh tak ternilai,tolong jangan membuang ku papa,jangan membenciku pah ,aku tidak sanggup pisah dengan kalian hiks...hiks... '' Mohon Mayra sambil menangis ,diakhir ucapannya dia langsung duduk bersimpuh di kaki Bram .
Refleks Bram ikut berjongkok menahan tubuh Nayla agar tidak bersimpuh.Bram langsung membantunya berdiri kembali , kemudian mengusap air mata Nayla yang tanpa henti membasahi pipinya.
''Nak ,tidak akan ada yang berubah ,meskipun kenyataan yang terpampang dalam kehidupan kita adalah benar jika Nayla bukan darah daging papa,tapi rasa sayang papa padamu tidak akan papa tukar dengan apapun,jangan lagi katakan hal tersebut,demi Allah papa sangat menyayangi mu nak,meskipun kamu bukan anak kandung papa,rasa sayang papa padamu sangatlah tulus.Bagaimana bisa papa membencimu nak,hati mu begitu baik sayang. Ikatan antara Mayra dan kamu nak sangat kuat,bagaimana bisa papa akan menyingkirkan mu sayang ,kamu figur penting untuk Mayra sayang. '' Tutur Bram menenangkan putrinya.
''Terimakasih papa atas cinta dan kasih sayang papa untuk Nayla . '' Ucap Nayla meraih tangan Bram lalu menciumnya ,meski Nayla ingin sekali memeluk raga tersebut,mulai saat ini Nayla tidak pantas lagi menginginkan pelukan tersebut sebab Bram bukanlah ayah kandungnya.
Bram membalas dengan mengelus rambut Nayla yang berantakan.
Fina terkejut saat sapuan tangan Nayla menyentuh pundaknya,namun Nayla salah mengira jika keinginannya Fina memohon maaf pada papa dan Mayra ternyata itu hanyalah keinginan semata,terlihat dari tatapan tajam penuh kebencian menatap kearah Bram dan juga dirinya.
''Aku mau kamu meminta maaf pada Mayra jika kamu ingin aku maafkan mu Fina. '' Ucap Bram bernegosiasi dengan istrinya.
''Kau lebih memilih putri pelakor itu dibandingkan istri sah mu mas !! ''Ucap Fina menyeringai.
''Mama '' Mohon Nayla yang berdiri di dekatnya masih sesegukan.
Bram meradang ,dia begitu geram pada istrinya yang terus mengulangi kesalahan tersebut dan terus mengungkit Masalalu yang sudah terkubur bersama jasad ibunya Mayra,. Sungguh Fina sosok wanita keras kepala dan licik,sudah salah masih juga nyolot.
''Nayla kamu juga sama dan terus mengkhianati orang yang bersusah payah mengeluarkan mu dari perut mama ,harusnya kamu mendukung mama karena alasan mama melakukannya juga karena ingin kamu bahagia,tapi mama sangat kecewa ternyata kamu dan mas Bram terus memojokkan mama '' Sentak Fina tidak terima.
__ADS_1
''Mah sudah jelas mama salah ,kenapa masih keras seperti ini. '' Sela Nayla membujuk Fina agar lebih tenang , Nayla merasa bersalah pada ibunya yang tidak bermaksud melukai ibunya,memang kenyataannya Fina telah bersalah.
''Sudah salah masih juga membela diri '' Ketus Bram tersenyum sinis pada Fina yang sedang menatapnya tajam.
Fina tidak terima dengan tuduhan Bram yang menurutnya menyembunyikan identitas Mayra sebagai bentuk balas dendamnya atas luka yang masih basah hingga saat ini.
''Aku tidak salah ,yang salah itu kamu mas !!!,Dari awal kamulah mas yang telah memercikkan minyak kedalam api hingga berkobar, kamu yang memulainya mas,kamu pikir setelah aku mengetahui kebejatan mu saat itu aku tidak sakit mas,tidak !!! sampai sekarang hati ku sakit meskipun wanita itu sudah tiada,kau telah menggoreskan luka dalam pada ku mas,kedatangan Mayra dalam keluarga kita bagiku sebuah bencana besar,anak mu itu telah membuka lukaku kembali sekian lama ibunya mati lukaku hampir sembuh ,tapi kau membawanya kembali darah daging wanita simpanan mu itu ke dalam hidupku ,dan saat itu aku begitu menyesal pernah menyayangi nya dan menganggapnya putriku juga,tapi semua salah Mayra ,ketika aku tahu jati diri gadis itu, kembali kamu menggoreskan luka baru di atas luka lama mas.Jika kamu ingin aku meminta maaf pada putri kandungmu itu,maka bangunkan pelakor mu itu dari tidur panjangnya agar meminta maaf juga padaku '' Teriak Fina semakin menggila.
Nayla terus saja berusaha menenangkan perasaan ibunya.
Hati Bram begitu teriris mendengar keluh kesah istrinya yang masih terluka akibat ulahnya di masa lalu.
''Sekarang semua itu kau lemparkan padaku mas !!!,aku lebih baik mati daripada harus menerima anak hasil pengkhianatan mu dalam hidupku,kau sungguh telah menghancurkan hatiku mas !!! pembalasanku tidak setimpal dengan luka yang sudah kalian torehkan ,selamanya aku akan membenci gadis itu ,sampai aku mati nama Mayra bencana untukku,sampai mati mas '' Tangis Fina begitu memilukan.
''Cukup Fina !! saat itu aku memang bersalah Fina ,tapi kejahatan mu pada putriku tidak akan termaafkan jika kau tidak minta maaf padanya Fina '' Balas Bram dengan datar dan dingin ,Ia menahan rasa iba nya kali ini untuk memberi pelajaran pada Fina.
Fina tersenyum sinis,dengan kasar Fina mengusap air matanya lalu membalas tatapan tajamnya pada pria yang telah menemani hidupnya dua puluh tahun lebih,tapi saat ini tatapan mereka seperti menyiratkan permusuhan.
Sebenarnya Nayla tidak ingin semua ini terjadi tapi ulah mamanya sudah meretakkan cinta di hati Bram,Nayla benar-benar tidak bisa berbuat apapun.
''Sayangnya aku tidak Sudi '' Ucap Fina langsung pergi dari kantor Bram dengan hati yang hancur.
Bram dan Nayla saling menatap ,mereka butuh waktu menyendiri dari masing-masing .Setelah berbicara panjang lebar dengan Bram hingga ada rasa lega dalam hatinya Nayla langsung pamit pada papanya untuk mastikan Fina sudah berada di rumah,awalnya Bram bersikukuh ingin mengantarnya,namun Nayla menolak dengan alasan Dia datang kekantor membawa mobil sendiri,merasa sudah lebih baik kondisinya,Nayla menyetir sendiri,meskipun tadinya terlihat kacau.
Hari ini Nayla masih mengambil cutinya untuk menyelesaikan masalah yang menciptakan pertengkaran hebat antara mama dan papanya . Sehingga besok Nayla langsung bisa melanjutkan kerjanya yang sudah menumpuk.
Mohon dukungan nya teman-teman 🙏🙏🙏
__ADS_1
.
.