
POV Ansel ...
Pagi ini tubuh dan pikiran ku begitu fresh,sejak tadi malam bayang-bayang gadis impianku terus bermain-main di kepalaku,aku tidak sabar lagi .Berharap pagi itu segera datang,sudah seminggu lebih aku meninggalkan gadisku karena apa ? tentu penyebabnya adalah Kesehatan Mommy ku.....
Tentu aku sudah tidak adil padanya .Harusnya aku selalu mengabarkannya tapi malam itu aku harus menuruti kemauan Mommy jika tidak sudah pasti Mommy tidak mau menjalankan operasinya.
Malam setelah kebenaran kekasihku terungkap,aku segera menemui Mommy pagi itu sebelum berangkat ke kantor. Sampai di sana aku langsung mencari keberadaan Mommy,dan raga wanita kesayanganku sebelum Mayra sedang menyirami Bunga-bunga kesayangannya.
Aku langsung memeluk wanita yang telah melahirkan ku dan juga mengganti sosok Daddy setelah pergi. Kupeluk dengan erat tubuh Mommy dari belakang dengan lembut. Awalnya Mommy kaget tapi dengan aroma khas ku Mommy tau jika yang memeluknya adalah putranya,aku terus memeluknya juga mengecup pipi Mommy ku , perlakuan itu sudah sering ku lakukan semenjak kecil,bagiku Mommy adalah hidup dan mati ku ,sebesar itulah rasa sayang ku pada beliau tak dapat terganti dengan apapun.
'' Tumben putra Mommy pulang kesini,pasti ada maunya ya ? '' Tebak Mommy berbicara padaku dengan posisi masih ku peluk.
'' Aku kangen sama Mommy,maaf akhir-akhir ini Eric gak jenguk Mommy , bagaimana kesehatan Mommy. Sudah berkurang rasa sakitnya...? '' Sahut ku yang masih enggan melepaskan pelukan pada Mommy.
Mommy mengusap tanganku malahan tidak menanggapinya sama sekali.
'' Bagaimana hubungan mu dengan Nayla ? , apakah kondisinya sudah baik ? '' Bukannya menjawab pertanyaan ku ,malahan mommy bertanya balik padaku.
Aku menghela nafas dan membuangnya dengan keras. Ku lepaskan pelukanku lalu ku bimbing Mommy menuju bangku taman yang tersedia di taman mansionnya.
'' Mom... Ada yang ingin Eric bicarakan sama Mommy...dan kabar yang Eric bawa akan mengubah semua pernyataan yang Mommy tau selama ini '' Ucap ku setelah memposisikan Mommy duduk dengan baik.
Perubahan wajah Mommy tertangkap netra ku. Aku membalasnya dengan senyuman manis, ku tahu jika Mommy masih belum mencerna kata-kata ku.
''Mommy ...'' Ucapku sembari menggenggam tangan Mommy dengan lembut aku mengecup tangan tersebut di sela tatapanku pada Mommy.
''Aku akan menikah !! '' Ungkap ku langsung Mommy tersenyum dan mengangguk kecil tanda bahagianya kembali tiba.
__ADS_1
''Bukan dengan Nayla ,Mom ''. Lanjut ku seketika merubah kembali wajah tegas Mommy ku mendominasi dirinya.
'' Kedatangan mu kemari hanya ingin merayu Mommy agar merestui mu menikah dengan gadis itu '' Sentak Mommy yang tiba-tiba menghentak tanganku yang menggenggam nya dan langsung terlepas.
''Mom Gadis itu punya nama , kenapa Mommy membencinya ? '' Bujuk ku berusaha menjelaskan pada Mommy .
''Mommy tidak perduli , pulanglah jika kedatanganku hanya untuk itu, mommy rasa kamu sudah tau jawabannya bukan? Mommy juga akan membatalkan pengobatan mommy jika kau berani membatalkan pernikahan mu dengan Nayla '' Gertak mommy ,aku tidak habis pikir dengan fikiran mommy ku .
Mommy segera bangkit dengan langkah cepat mommy masuk kedalam mansion mereka. Aku mengekor ikut masuk mengikuti langkah Mommy.
''Pulanglah Eric ,jangan kamu pikir Mommy akan termakan bujuk rayu mu itu , sampai air membeku pun Mommy tidak akan merestui mu kecuali dengan Nayla ,karena dialah orang yang tepat sekaligus amanah dari Daddy mu ,Nak ! ''Ucap mommy sembari berjalan.
Aku langsung menghentikan langkah. Berusaha mengatur nafasku agar leluasa untuk mengatakan yang sebenarnya.
Sedangkan Mommy sudah berada di tangga pertama tangga ingin naik kelantai atas.
''AKU TIDAK AKAN MENIKAH DENGAN NAYLA MOM...WASIAT DADDY TETAP AKAN KUJALANKAN ,TERMASUK MENIKAHI ANAK DARI SAHABATNYA. '' Teriak ku berhasil menghentikan langkah Mommy yang sedang mengantung mau menaiki tangga ke dua, Mommy menjatuhkan kembali kakinya kelantai lalu berbalik badan .Dengan tatapan tajam mengarah ke putranya.
Ku dekati raga beliau ke tangga ,lalu kuraih tangannya kembali namun sayang untuk pertama kali seumur hidup mommy menepisnya.
''Mommy aku sangat mencintai Mayra , sekuat apapun kalian memisahkan ku dengannya ,sama sekali tidak akan menyurutkan keinginan ku untuk segera memperistri Mayra selamanya Mom ! '' Jelasku tanpa basa basi.
''Baik nikahi saja gadis itu ,dan esoknya kamu akan mendapati tubuh Mommy sudah tak bernyawa lagi . Lebih baik Mommy ikut saja Daddy mu jika hidup di sini hanya untuk melihat pengkhianatan putraku untuk diriku '' Gertak Mommy langsung membuatku frustasi dengan ancamannya.
''Mom tapi kenyataannya lain ,sebenarnya--
''Sudah jangan merayuku lagi ,sampai kapanpun kamu dan gadis itu tidak akan pernah kurestui ,jangan menyalahi aturan yang sudah Mommy terapkan sebelumnya '' Ucap mommy berang tak terkendalikan.
__ADS_1
''Tapi Mom...'' Sanggah ku menahan bahu mommy yang ingin berbalik.
'' Cukup Eric !!! '' Bentak Mommy namun aku tak patah arang terus ku kejar langkah Mommy ku yang sedang menaiki tangga dengan raut wajah marahnya.
'' Mom ? tolong dengerin dulu penjelasan ku ,Mayra yang seharusnya ku nikahi bukan Nayla, Mommy tolong mengertilah ...'' Rengek ku tapi mommy masih diam dan terus melangkah di depanku.
''Mommy aku tetap akan menikahi Mayra sesuai perintah Daddy ,karena kenyataannya Mayra lah darah daging dari Bramantyo sahabat dari Julian Freddy '' Teriak ku ,sukses menghentikan langkahnya Mommy yang sudah mencapai pintu kamar Mommy.
Mommy masih mematung dan tidak berbalik sama sekali ,mungkin saja Mommy syok atau apalah , sekian detik kemudian Mommy membalikkan badannya seraya menatapku bingung dan terus menusuk pandangan nya kearah ku.
Mengerti dengan tatapan Mommy yang ingin mendengar kejelasannya ,Aku mengerti dan mulai menjelaskan apa yang telah ku saksikan dan ku ketahui tadi pagi dari Om Bram langsung .
Aku merasa lega telah menjelaskan semuanya sedetail mungkin ,berharap agar hubunganku dan kekasihku seutuhnya terjalin di depan umum ,urusan Nayla aku akan memikirkan caranya nanti . Lagi pula kesehatan Nayla sudah terlihat baik semenjak perhatianku sedikit telah ku curahkan pada kakaknya kekasihku, Larut dalam menuruti kemauannya hingga aku mengabaikan gadis terpenting dalam hidupku.
Lama aku berharap , ternyata kenyataan tidak sesuai ekspektasi , Mommy tidak memperdulikan wasiat itu, Mommy tetap kekeuh mempertahankan keinginannya agar aku tetap menikahi Nayla ,karena saat ini Fina juga sahabat dekatnya dan Mommy sudah berjanji.
'' Mommy... tidakkah mommy memikirkan perasaan Daddy di atas sana , aku mencintai Mayra Mom...tolong jangan bersikap seperti ini,aku ingin bahagia ,tolong sedikit pengertian nya Mom '' Aku terus memohon Mommy ku tidak lagi egois memaksakan kehendaknya,namun apalah dayaku jika kesehatan Mommy jadi taruhannya ,aku tidak bisa memilih antara Dia dan Mommy ku .Mereka sama-sama penting dan memiliki tempat masing-masing dalam hatiku.
Aku begitu frustasi memikirkan masalah antara Mommy dan nasib percintaan ku.
Tidak ada solusi sama sekali ,hanya ada pertentangan saja yang terdengar dari Mommy,aku memutuskan pergi dari mansion mama setelah berpamitan meskipun Mommy tidak perduli dengan kepergian ku.
-------------------------------------------------------------
**POV Ansel akan dilanjutkan kembali di bab selanjutnya ya....
Paling cuma sedikit gak banyak kok !!!
__ADS_1
Agar alur cerita ku gak berantakan kemana-mana.
Jangan lupa dukungan like ... Comment....dan votenya**...