
''Silahkan duduk sayang '' persilakan Ansel duduk di sofa sementara dirinya berlalu kemeja kerjanya melakukan interkom pada OB untuk mengantarkan minuman untuknya dan Mayra selaku tamu istimewanya.
Mayra langsung mendudukkan tubuhnya dengan sopan di sofa ,dia terus menetralkan jantungnya ,entah kenapa tiba-tiba nafasnya seakan tercengal untuk sekedar menatap raga Ansel yang ikut duduk disampingnya sambil tersenyum kearah nya,tubuh Mayra terasa tegang saat Ansel duduk jarak dekat dengan dirinya aroma maskulin pria yang sangat dicintainya begitu menyeruak ke Indra penciumannya.
Entah bagaimana Mayra memulainya,Ansel terus menatap Mayra yang sedang memikirkan sesuatu .
''Ada yang ingin kamu sampaikan sayang '' Mayra tersentak dengan pertanyaan Ansel, terlalu lama berfikir hingga tidak menyadari bahwa dia sedang berada dengan lelaki yang telah membuat Nayla kacau balau.
Dengan tatapan lembut Mayra memberanikan menoleh kearah Ansel.
''Kenapa tidak membalas pesan ku semalam ? '' Tanya Mayra lembut namun tersirat kesedihan di sana Ansel bisa memahami semuanya.
''kamu sudah mengetahui semuanya ? '' Tanya Ansel kembali , Mayra mengangguk membenarkan.
''Kenapa secepat itu ''.Lirih Mayra Airmata ya langsung luruh tak tertahan,dengan cepat Ansel menyekanya namun sayang untuk pertama kali Mayra menepis tangan Ansel ,Mayra melakukan perlawanan pada sikap manisnya Ansel.
Ansel tersenyum getir lalu bangkit dari sofa beranjak ke jendela kaca besar dan berdiri tegap dengan tangan dimasukkan kesaku celana membelakangi Mayra yang sedang menatapnya sedih .
''Kamu datang kemari untuk membujukku kah ? agar kembali menyambung tali yang sudah terputus '' Ucap Ansel tanpa menoleh masih dengan posisi yang sama.
''Sekarang kak Nayla sedang membutuhkan perhatianmu mas ! tidak bisakah kamu berbaik hati sedikit demi kesembuhan kak Nayla '' Ucap Mayra bangkit mendekati Ansel yang masih berdiri.
Tok.. Tok...
Pintu ruangan Ansel diketuk dari luar .
''Masuk ''.Ucap Ansel.
Dengan cepat Mayra menyeka air matanya agar OB Ansel tidak menangkap kesedihannya .
OB tersebut masuk membawa dua minuman lengkap dengan cemilan,setelah selesai menata OB tersebut langsung permisi tanpa jawaban dari bosnya dan Mayra yang mengucapkan terima kasih dengan ramah .
''Mas kamu sudah menghancurkan hati kak Nayla,aku yang bersalah ,bagaimana jika terjadi apa-apa dengan kak Nayla mas,bukankah sudah kukatakan untuk menunggu ---
__ADS_1
''Sampai kapan Mayra !! sampai Nayla tenggelam dalam cinta sepihak nya,pernahkah kamu memikirkan perasaanku secuil saja,pernahkah kamu mengerti bagaimana perasaanku saat tahu kamu bukanlah Nayla hati ku sakit tapi sekarang kau malah datang memohon padaku untuk melanjutkan hubungan yang membuatku semakin gila ,aku kecewa pada mu Mayra '' Ucap Ansel dengan nada tinggi hingga ia meneteskan air matanya.
Tangan kekar Ansel meraih bahu Mayra yang juga menangis dengan ungkapan Ansel yang begitu menyayat hati.
''Hanya pria brengsek yang berani mempermainkan perasaan wanita Mayra '' Ucap Ansel menatap lekat mata Mayra hingga ke retinanya.
''Lalu bagaimana dengan kakak ku mas,penyakit yang aku sebabkan telah merenggut kebahagiaan nya dan sekarang aku andil kembali menghancurkan hatinya,coba jelaskan padaku jalan keluarnya agar kak Nayla hidup tanpa kesialan dari ku '' Tangis Mayra akhirnya pecah.
''Andai ku tahu jika bertemu denganmu hidupku kembali jadi penghancur lebih baik aku terjatuh ke sungai waktu itu dan kak Nayla akan bersatu denganmu, andai aku tidak bertemu dan jatuh cinta pada mu semua ini tidak akan terjadi ,kamu tidak menyaksikan bagaimana semalam kakakku hampir saja mengakhiri hidupnya ,sekarang coba katakan pada ku bagaimana caranya aku menghadapi ini mas ,aku kesakitan saat melihat orang yang telah menyelamatkan ku histeris,dia alasan aku bahagia sampai sekarang ,apa aku harus mendorongnya ke lubang penderitaan supaya cinta segitiga ini selesai katakan mas apa yang harus ku lakukan,aku tidak sanggup dengan jeritan kakakku mas ....'' Lanjut Mayra meremas dadanya semakin kuat tangisannya.
Perasaan Ansel begitu terenyuh,begitu banyak penyesalannya yang terlintas dengan kejadian semalam,andai dia tidak langsung mengambil keputusan sepihak nya semalam pasti rasa sakit Mayra tidak akan muncul sekeras ini,tangisan Mayra begitu menyayat sebenarnya dialah yang menjadi korban bukan dirinya dan Nayla,bahkan dia rela memohon kebahagiaan untuk Nayla ,dan apalagi ini mengakhiri hidup ? ,apa Nayla mencoba bunuh diri hanya karena dia menolaknya ? cobaan apa lagi ini,ujian apa lagi ini sungguh di luar dugaan .
''Maafkan aku May sudah membuatmu sesakit ini '' Ucap Ansel merengkuh Mayra dalam pelukannya .
''Aku mohon temui kak Nayla agar dia pulih kembali mas '' Mohon Mayra dalam pelukan Ansel.
''Aku tidak mencintainya Mayra ,aku hanya mencintaimu , bagaimana bisa kamu memaksaku untuk berpindah lain hati dengan gadis lain,aku bukan mantanmu demi cintanya rela mempermainkan perasaan gadis lainnya,aku bukan lelaki seperti sayang ,tolong mengertilah '' Ansel terus membuat Mayra mengerti dan semakin erat memeluk Mayra.
Pelukan erat Ansel langsung longgar saat tubuh Mayra jatuh dan terlihat seperti bersimpuh ,tubuh Mayra bersimpuh dengan lutut menjadi penyangganya dan memegangi lutut Ansel sangat kuat hingga getaran tubuh Mayra terasa di kaki Ansel yang mencoba lepas dari pegangan Mayra.
Dengan cepat Ansel ikut bersimpuh depan Mayra mensejajarkan tubuhnya lalu mendekap pipi Mayra yang sudah sesegukan .
''Lalu bagaimana dengan cinta kita sayang , seharusnya Nayla mengerti cinta itu tidak bisa di paksakan ,cinta itu murni hadir dari dasar suka namun aku tidak menyukainya, aku hanya menganggapnya rekan kerja saja tidak lebih ,tolong pahamilah '' Ucap Ansel menatap Mayra sangat dalam hingga air matanya kembali keluar setetes.
''Aku akan mundur mas , berarti saat ini kita tidak berjodoh ,kembalilah pada kak Nayla mas ,hanya kamu yang bisa menyelamatkan mentalnya kembali ,hanya kamu '' Ucap Mayra semakin memohon.
Ansel mematung mendengar ucapan Mayra yang benar-benar mengorbankan cintanya untuk Nayla , benar-benar egois sekali ,ada rasa sakit di sana ,luka tak berdarah ,luka yang terciptakan demi pengorbanan , kenapa ujungnya seperti ini ada penyesalan yang akhirnya menganggu sanubarinya ada rasa sesal mengapa ia begitu mudah mencintai gadis di depannya dan sakitnya lagi Mayra adalah cinta pertamanya ,meskipun dulu Ansel banyak sekali berdekatan dengan gadis tapi tak ada rasa sedikitpun.
Dan lihatlah sekarang gadis yang sudah menguasai hatinya dengan entengnya dia melepaskan dirinya untuk kebahagiaan kakaknya ,ingin sekali Ansel Menghancurkan hatinya yang sudah terukir namanya.
''Mas !! '' Lirih Mayra membalas tatapan Ansel dengan raut memohon.
''Aku tetap tidak bisa Mayra ,jangan paksa aku ,sampai kapanpun aku tidak bisa mencintai Nayla meski dunia diam tapi aku tetap akan berjuang demi cinta kita,mari kita segera pulang aku akan mengantarmu '' Mayra Menggeleng menolak ajakan Ansel ,tujuannya belum tergapai dia tidak akan pergi sebelum Ansel menyetujuinya.
__ADS_1
''Mari kita putus ,mulai sekarang anggaplah aku orang asing mas ,dengan kita putus kalian bisa bersama.
Ansel tersenyum sinis diiringi lelehan air mata di pelupuk matanya.
''Sayangnya aku tidak mau '' Ansel bangkit berdiri kembali menghadap kejendela memposisikan berdirinya seperti sedia kala.
''Terserah mas '' Mayra bangkit kembali ,beranjak mendekati Ansel .
''Meski kamu menolaknya aku sudah menganggap hubungan kita selesai '' Sarkas mayra hendak pergi dari sana namun baru berbalik tubuhnya sudah di peluk erat dari belakang oleh Ansel ,Mayra terkejut bahunya basah,Ansel menangis menenggelamkan wajahnya di bahu Mayra ,bahkan getaran tubuh Ansel begitu terasa dengan posisi seperti itu,badan Mayra seakan memberi perintah agar diam dan membalasnya ,kini dia juga sudah menghancurkan satu hati lagi ,batin Mayra juga ikut menangis ,kenapa rumit sekali rasanya, Ansel semakin mengeratkan pelukannya saat Mayra bergerak sedikit.
''Jangan pergi ,kumohon aku tidak bisa hidup tanpa dirimu sayang ,jangan tinggalkan aku ,jangan ucapkan kata putus dalam hubungan kita sayang,ku mohon tetaplah bersamaku '' Ucap Ansel menumpahkan rasa sakit di bahu kekasihnya.
''Maafkan aku mas ,aku sudah menyakiti mu ,maaf ''.Ucap Mayra.
Ansel mengangkat wajahnya dari bahu Mayra memutarkan tubuh Mayra menghadap kearahnya ,Ansel menggeleng lalu dengan lembut Ansel mencium kening Mayra dan kedua pipi Mayra bergantian .
Ansel meraih tangan Mayra lalu menempelnya tepat di jantungnya ,Mayra bisa merasakan irama detakan jantung Ansel langsung mendongakkan wajahnya menatap Ansel dengan rasa bersalahnya.
''Kamu dengar sayang ,detakan jantung ini bersaksi jika aku begitu mencintaimu ,tapi sayangnya detakan jantung ini akan berhenti jika kau pergi meninggalkan ku ,lebih baik aku pergi membawa rasa ini daripada aku harus menggantinya dengan cinta yang lain ,ini adalah bukti jika tidak ada yang bisa membuatnya berdetak seperti ini selain dirimu sayang,please jangan pergi ... '' Ungkap Ansel pilu.
Mayra langsung memeluk erat Ansel hingga Ansel pun langsung membalasnya dengan ciuman di kepalanya bertubi-tubi,kini egonya kembali kalah dengan bukti cinta pria yang sedang memeluknya,ada kesakitan dimata Ansel kala kata putus itu terlontarkan ,Mayra sangat menyesali ucapannya yan telah menyentil perasaan ansel tapi Mayra juga di harus mm menyadari ada hati yang tersakiti jika mengetahui kebenarannya.
''Apa-apaan ini ....''
Tiba-tiba suara teriakan !! seorang wanita mengejutkan dua sejoli yang sedang berpelukan di depan jendela kaca,hingga dengan cepat tubuh mereka saling melepas dan segera menoleh ke asal suara .
DEG...
.
.
.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹