
Waktu telah menunjukkan hampir tengah malam . Mayra dan Ansel sedang rebahan di ranjang saling berhadapan .
Sementara baby Anzela telah di culik oleh Raisa agar tidak mengganggu malam penting putra dan menantunya .
'' Sayang , kenapa dari tadi kamu hanya diam saja ? jikapun kamu belum siap , aku tidak akan memaksakan kehendakku , " ucap Ansel .
" Bu-bukan begitu Mas , aku sudah siap . Ta-pi__
" Kamu masih trauma dengan masa lalu ? " dengan cepat Mayra menggeleng , ia menggerakkan tubuhnya mengikis jarak dengan suaminya . Sementara Ansel kian merasa jika ini adalah lampu hijau isyarat dari istrinya .
" Se-sebenarnya , aku gugup mas " Cicit Mayra sambil menunduk dengan tangan terus meremas piyama depan Ansel menahan gugup yang menyerang.
Ansel meraih dagu Mayra , hingga pandangan antara keduanya begitu dekat karena Ansel menariknya.
" Aku akan membuatmu nyaman sayang , percayalah " Mayra terus menyelami mata Ansel , terlihat di sana kabut gairahnya sedang memuncak .
Kali ini ia semakin pasrah, apalagi Ansel sudah terlihat begitu resah menahan gejolak N**** menguasai dirinya . Meskipun hasrat Mayra belum terpancing sama sekali .
Bibir Mayra terus bergerak-gerak , demi apapun pertahanan Ansel langsung rubuh saat bibir menggoda istrinya kian menyentil adrenalin yang tak tertahankan lagi.
Ia langsung bangkit dari tidurnya. Kemudian Ansel juga menarik istrinya dengan lembut memposisikan istrinya duduk di di pangkuan Ansel sendiri.
Lalu dengan cepatnya ia menyentuh ubun-ubun Mayra , Ansel langsung berdoa agar nantinya benih yang ia tanam di rahim Mayra tumbuh menjadi anak yang mulia . Maka dari itu ia tidak berani menyentuh istrinya terlebih dahulu , ia tidak akan memulainya sebelum berdoa.
Mayra langsung mengerti , ia memejamkan matanya meresapi setiap tuturan doa yang keluar dari mulut suaminya . Hingga tiba-tiba tanpa terasa air mata bahagia Mayra langsung tertetes membasahi pipinya .
Sedikit terhenyak, Ansel langsung mengusap kristal cair yang mengalir tersebut.
" Kenapa ? " bisik Ansel .
Mayra menggeleng membalasnya dengan senyuman .
" Aku bahagia " jawab Mayra .
" Benarkah ? " Mayra mengangguk pasti .
" Jadi ? "
" Aku siap mas , secara lahir batin . "
Sekilas senyuman lega sekaligus nakal tampak terlihat di wajah Ansel yang kian bahagia dengan jawaban Mayra . Dengan cepat ia ******* bibir merah ranum istrinya. Mayra memejamkan mata menikmati setiap sentuhan-sentuhan Ansel dengan penuh kelembutan .
Suasana panas terus menyerang mereka, hingga penyatuan itu terjadi . Hal yang ditakutinya akhirnya hilang seketika . Doanya terkabulkan, Mayra menerima setiap perlakuan manis Ansel hingga mereka saling berbagi peluh dan ternyata trauma itu sama sekali tidak menghampirinya hingga puncak nirwana sama-sama mereka lewati . Rasa takut itu seakan telah lenyap di telan oleh rasa yang begitu syahdu yang di persembahkan oleh Ansel untuk Mayra .
Meskipun rasa sakit itu masih ada karena itu kali keduanya Ansel menyentuhnya , Mayra tidak memperdulikan . Rasa sakit bercampur nikmat itu sukses membuat Mayra terbuai , bahkan Mayra bersikap aktif dalam membalasnya.
Malam pertama mereka akhirnya tergapai juga dengan aksi saling menyerang satu sama lain . De***** serta E****** keduanya memenuhi ruangan yang sudah kedap suara .Ansel merasa puas sekaligus bangga pada istrinya . Mayra sukses memuaskan suami mesumnya tersebut . Hingga benih itu tersiram beberapakali ke tempat yang seharusnya.
__ADS_1
" Aku mencintaimu , Mayra Eric Julian " ucap Ansel di akhir pelepasannya untuk seberapa kalinya.
***
" Kenapa wajah cantiknya di tutup sayang , aku masih ingin memandangnya " ujar Ansel kala olahraga ranjangnya telah usai .
" Aku malu mas "
" Kenapa harus malu , semua sudah kulihat bahkan sudah kurasakan lagi "
Wajah Mayra langsung memerah , kembali ia menenggelamkan dirinya dalam selimut.
" Aku mau lagi " bisik Ansel dengan nada sensual.
Seketika Mayra langsung membuka selimutnya, wajahnya terlihat begiyu kesal .
" Aku lelah mas , sudah kita tidur saja " ucap Mayra kesal.
Bagaimana tidak kesal , Ansel terus menggagahinya tanpa ada jeda sedikitpun . Bahkan tubuhnya hampir remuk di buatnya.
" Sayang nya , aku tidak bisa tidur . Please sekali saja . Janji deh ! setelah itu kita langsung tidur , " bujuk Ansel memelas.
" Tapi tubuhku remuk , mas " protes Mayra .
" Kali ini aja , habisnya aku sudah kecanduan sama tubuhmu " ucap Ansel semakin nakal.
Mayra seketika bergidik ngilu membayangkan entah bagaimana rupa area sensitifnya itu setelah menyatu dengan sang suami .
Tanpa jawaban Mayra , Ansel mengulangi pergulatan mereka kembali . Sesuai janjinya Ansel melakukannya dengan lembut sekali , hingga wanita tercintanya menikmatinya kembali .
Meskipun tadinya menolak , tidak di pungkiri Ansel beruntung memperistri seorang Mayra yang terlihat lembut jiwanya namun agresif dalam hal lainnya . Sungguh inilah bonus terindah selama hidupnya apalagi wanita itu pilihannya sendiri .
***
Kumandang azan Subuh saling bersahutan memanggil para manusia agar bangkit dari pembaringan untuk menyegerakan tubuhnya menyembah sang pencipta fajar , malam serta siang hari.
Mata Mayra mengerjap , bersusah payah mengumpulkan nyawanya kembali setelah menyebrang pulau mimpi yang menghantarkan kepuasan batin tanpa rasa takut sama sekali .
Saat kesadaran itu kembali , Mayra menoleh kesamping kirinya . Pesona Wajah tampan Ansel yang begitu teduh terpancarkan dengan sempurnanya , sampai sekilas bayangan malam panas mereka terngiang di kepala Mayra hingga wajah ayu itu langsung memerah mengingat bagaimana kilas balik ia membalas semua perlakuan manis sang suami . Lengkap sudah rasa malunya kali ini , tangan kekar Ansel semakin erat memeluk pinggang ramping Mayra, hingga wanita itu terkesiap takut rona malu Mayra tertangkap.
" Selamat pagi sayang !? '' sapa Ansel dengan suara serak khas bangun tidurnya .
" Pa-pagi mas " jawab Mayra gugup.
" Kenapa menatapku seperti itu , jangan menggodaku lagi . "
" Bagaimana ceritanya aku menggoda , kamu selalu begitu , sudah melempar langsung sembunyi tangan . '' Protes Mayra kesal membuat Ansel terkekeh .
__ADS_1
Bagaimana tidak , suaminya ini selalu menggodanya dan akhirnya Mayra lah yang menjadi korban kemesuman akutnya.
Baru saja Mayra protes, tangan Ansel mulai nakal lagi . Dengan tubuh mereka yang masih polos Ansel langsung meminta haknya kembali . Alhasil subuh mereka langsung telat , Mayra merasa begitu kesalnya pada sang suami . Ah, Mayra hampir lupa sebelum halal pun pria itu dengan lancangnya menyentuh dirinya apalagi setelah mereka halal ? Mayra harus lebih matang mempersiapkan dirinya untuk menghadapi pria mempesona yang pernah ia kenali .
***
" Mommy , Anzela di mana ? "
Mayra menghampiri Raisa yang sedang memasak di dapur .
Raisa langsung mematikan kompor nya ,kemudian menoleh menatap menantunya tersenyum-senyum .
" Cucu Mommy masih tidur . Bagaimana semalam putra Mommy tidak kasar mainnya bukan ? " goda Raisa langsung membuat Mayra bergidik .
Bisa-bisanya mertuanya bertanya hal yang membuat urat malu Mayra bermunculan . Namun jawaban itu langsung terjawab tentu saja yang menjawabnya makhluk tampan yang telah memakannya semalam .
" Aku tidak kasar Mommy !!. Mommy salah duga , yang kasar it--- hmmmppp...
Mulut mesum Ansel langsung di bekap Mayra dengan cepat , sebelum semua tahu jika dirinya itu begitu liar .
Rona merah malu Mayra langsung terlihat . Ansel langsung mendapatkan hadiah cubitan di pinggangnya hingga ia berjengit dengan kekuatan cubitan sang istri. Tubuh kekar Ansel langsung di tarik Mayra menjauh dari Raisa. Sementara Raisa tertawa gemas dengan kelakuan dua kesayangannya itu, kemudian ia melanjutkan kembali aktivitasnya yang sempat tertunda akibat pasangan muda itu.
" Mas !! kenapa kamu membocorkan rahasia kamar kita sih pada Mommy ? "
" Loh, aku tidak membocorkan . Tadikan Mommy bertanya ! " ucap Ansel tanpa dosa .
" Ah, kamu itu bikin aku malu tau . " kesal Mayra dengan wajah bertekuk.
Sejurus kemudian, Mayra melenggang pergi dari hadapan suaminya dengan rasa kesal luar biasa . Namun dengan sigap tubuh Mayra di peluk dari belakang , bahkan cumbuan hangat mendarat di tengkuk Mayra yang tertutupi hijabnya.
" Jangan marah sayang , aku hanya bercanda " bisik Ansel lembut.
" Candaan mu gak lucu mas, aku tidak suka . "
Cumbuan Ansel membuat Mayra blingsatan menahan geli dari bibir suaminya .
" Tapi kamu masih menyukaiku kan ? "
" Gak ada hubungannya kali ? " gerutu Mayra cemberut.
Ansel semakin gencar menciumi wajah Mayra dari samping , hingga sikapnya mulai tak tenang .
" Sayang semakin hari kok istriku semakin cantik aja ya ? " Goda Ansel , masih memeluk istrinya.
" Mas, hentikan...aku mau lihat Anzela dulu . Kamu cepat bersiap - siap kekantor . Kalo kita begini terus kapan kelarnya . " ucap Mayra mencoba menghentikan buaian Ansel .
" Rasanya aku ingin terus mengukungmu seperti semalam "
__ADS_1
" MAS ?! " pekik Mayra pelan .
🤗 To be Continue...