Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Kejujurannya


__ADS_3

Selesai menunaikan ibadah kami kembali dan langsung masuk kedalam mobil Ansel. Dalam perjalanan aku mencoba memulai membuka suara demi rasa Penasaran yang kian mengganggu di otakku.


''Ehmm ...Mas ?? '' Panggil ku .


Sudah diduganya aku pasti akan menagih janji penjelasan kembali.


''Ya sayang ? hmm(Ansel menghela nafas dan mulai menjelaskan)...baiklah aku akan jujur padamu ,tapi setelah semuanya terungkap,kamu jangan marah-marah ok. '' Nego Ansel , ah aku tidak perduli apa yang akan terjadi nantinya asalkan rasa penasaranku mempunyai jawaban ,yang ku inginkan adalah mengumpulkan semua kepingan rasa penasaranku agar menyatu. Aku tidak menjawab ujaran Ansel tapi hanya mengangguk saja.


'' Aku menyadap ponselmu dan meretasnya '' Jujur Ansel langsung mengagetkan ku ,sungguh kenyataan yang luar biasa.


''Apa !! kamu gila mas !! '' Berang ku sangat tidak suka dengan tindakannya.


''Maaf sayang ,aku takut kamu selingkuh ,maka dari itu aku terpaksa melakukannya '' Nyengir Ansel tanpa dosa sembari mengemudikan mobilnya.


''Tapi aku tidak suka mas !! ponsel adalah privasi ku mas ! kamu tidak berhak mencuri akses kehidupan ku melalui sadapan ponsel ,kamu tidak percaya pada ku mas !!. '' protes ku dengan emosi sudah hampir meluap.


''Maaf sayang !! kamu jangan ngegas gitu dong ,baru ponsel doang yang disadap ,gimana jika nantinya kamu yang aku sekap biar gak lari kemana-mana ...heh...heh... '' Ucap Ansel di iringi tawa kecilnya.


Aku semakin geram saja dengan tingkah yang super duper menyebalkan .Aku membuang wajahku tanda perang dengannya sudah terbentang nyata , pria ini harus di beri pelajaran agar tidak semena-mena kedepannya . Kelakuan Ansel kali ini sulit diterima oleh kewarasan ku.


''Sayang jangan ngambek gitu dong , apa masalahnya jika keinginan ku mengenalmu terlalu dalam seperti ini '' Bujuk Ansel meraih tangan ku namun secepatnya ku tepiskan dengan wajah masih tidak menoleh kearahnya.


'' Tidak juga ponselku kamu sadap ,aku ini juga butuh privasi ,tindakan mu persis seperti pencuri mas !! kamu sangat keterlaluan '' Cetus ku masih dengan posisiku.

__ADS_1


''Sayang kalau ngomong itu lihat orangnya '' Seru Ansel mencoba menarik dagu ku namun masih sigap ku tepis kembali.


''Sayang !!! jangan mengabaikan ku seperti ini dong...'' Melas Ansel tak karuan.


Tak terasa air mataku lolos membasahi pipiku ,rasa kecewaku pada Ansel sangat menyakiti hatiku. Kali ini Ansel sudah melakukan kesalahan fatal ,mungkin saja butuh waktu memaafkannya.


Ansel menangkap kelakuanku yang sedang mengusap air mata dengan mata memandang ke samping jendela mobil . Spontan Ansel segera menepikan mobilnya agar lebih leluasa memperbaiki kesalahannya tanpa harus fokus dan sibuk menyetir.


Dia meraih kembali wajahku ,meraihnya dengan kedua tangannya di pipiku ,mau melawan tapi tangan besar itu sukses menampakkan wajahku yang basah oleh air mata.


Ansel tersentak kaget ,tidak percaya jika pengaruh dari sikap prosesif nya terhadapku dapat berimbas pada batin ku,sangat berlawanan dengan pemikirannya.


''Kamu menangis !! Mayra aku minta maaf jika hati mu telah aku lukai ,tapi sikapku padamu yang seperti itu karena aku takut kamu pergi meninggalkanku May ''


''Aku tidak menyangka jika kelakuanku menyakiti mu sayang maafkan aku '' Sesal Ansel meraih tanganku dengan kuat di karenakan perlawanan ku masih berlangsung.


Apalah tenaga kecilku ini ,sudah tentu Ansel pemenangnya. Bertubi-tubi tanganku di kecup nya ,aku tahu wajah Ansel sangat jelas memperlihatkan rasa gelisah yang kuat. Tapi sulit untuk ku terima.


''Aku tidak suka mas , lepaskan aku ,kalau memang kamu benar-benar mencintaiku tidak perlu kamu mencurigai ku segila itu ,pasti bukan tentang aku dan Key saja yang kamu kuak bukan ? pasti keseluruhan isi dari ponselku pasti sudah kamu ketahui benar kan ? jawab Ansel kenapa kamu memasang wajah itu ,aku tidak akan mempercayaimu lagi ,lepaskan '' Ronta ku berteriak-teriak ,dengan sigap tubuhku sudah tertarik dalam pelukan pria gila di depanku ,aku takut sangat takut kali ini ,entah kenapa aku merasa Ansel sudah mulai berobsesi terhadapku , rasa itu bahaya untukku dan yang lainnya.


''Lepas Ansel !! '' Teriakku memukuli dada bidangnya ,nafasku seakan tercekat dengan perlakuan Ansel yang memelukku sangat kasar .


''Tidak Mayra ,jika aku melepaskan mu pasti kamu akan pergi terus meninggalkan ku ,aku tidak ingin semuanya terjadi ,ku mohon aku khilaf dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali , asalkan kamu tidak pergi dari ku '' Ucap Ansel sendu.

__ADS_1


Ada yang berbeda ,meskipun baru saja aku merasa takut padanya dan ingin segera lepas dari hubungan ini ,lain sekarang setelah mendengarkan curahan hati pria ini .


Aku tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Ansel atas kejadian ini ,harusnya aku juga ikut andil dalam tindakan Ansel yang telah menyadap privasiku.


Dalam pelukan Ansel aku masih terisak akan tetapi sudah agak mereda sedikit ,Ansel sedikit melonggarkan pelukannya dan terus mengelus punggungku dengan lembut. Sudah tidak ada perlawanan lagi dengan penuh perasaan dan cinta Ansel menjelaskan secara detail alasan atas kegilaannya.


''Aku minta maaf sayang ,ada alasan di balik tindakan ku yang sudah menyadap sekaligus meretas akses privasi mu sayang ,karena kenekatan mu agar aku mau menikahi Nayla dari situ lah aku mulai mencurigai mu ,aku takut jika pengorbanan mu adalah sebuah alasan agar kamu bisa berdekatan dengan pria lainnya ,saat itu aku bingung dan terus tidak tenang mendapati kekasihku merelakan ku dengan kakaknya , maaf saat itu aku tidak berpikir bijak ,rasa takut akan kehilanganmu menyiksa batinku sayang ,aku jujur padamu sekarang ini karena kekhawatiran ku dengan asumsi bodohku ternyata tidak nyata ,kau adalah gadis baik ,gadis impianku !! maka dari itu aku menyesal melakukannya andai waktu dapat ku putar ,aku tidak akan segegabah itu ,maaf kan aku sayang '' Jelas Ansel panjang lebar sembari menenggelamkan wajahnya di bahu ku yang tertutupi hijab.


Sementara aku yang tadinya menangis seketika berhenti kala penjelasan Ansel yang masuk akal bagai Boomerang yang menyerangku kembali ,kini berbalik akulah yang ternyata seorang tersangka dengan sengaja menghancurkan hati dan juga dengan teganya melukai perasaannya.


Tidak tahu harus meresponnya bagaimana , seandainya Ansel menatapku saat ini sudah kupasti kan rasa bersalahku kembali terjaga pada lawannya.


Naasnya Ansel melakukan hal yang tidak aku inginkan. Ansel melepaskan pelukannya lalu di raihnya kepalaku dengan tangan besarnya itu Ansel menangkupkan kedua pipi ku ,mata tegasnya langsung membalas tatapanku namun ada kedamaian di mata pria itu.


Meskipun wajahku lembab tidak bisa di pungkiri jika wajah malunya aku terpampang jelas di depan Ansel yang masih setia mengeksplor tatapannya pada mataku.


''Mayra I'm Sorry of I hurt you, you are a part of my soul, please stay with me, believe me ! , I love you Mayra forever (Mayra aku minta jika sudah menyakitimu , kamu adalah sebagian dari jiwaku ,aku mohon tetaplah bersama ku ,percayalah !,aku mencintaimu selamanya ) ''Ungkap Ansel Sungguh-sungguh meruntuhkan semua emosiku yang tadinya meluap ,malahan aku mengangguk menerima pria itu kembali ,dan akhirnya kami berpelukan kembali .


Bedanya pelukan tersebut adalah rasa cinta mereka yang sudah kembali seperti semula.


✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨


Mohon Dukungan Like , Comment dan Votenya...Beri juga Rating terbaik kalian untuk novel othor dari para Riders agar novel receh othor bisa naik kepermukaan ...Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2