Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Kalung


__ADS_3

Panasnya matahari begitu terik memancarkan bumi.


Waktu pun telah menunjukkan, bahwa para pekerja dan pengais rejeki berbagai golongan untuk beristirahat serta mengisi perut yang telah kosong setelah beraktivitas mulai sejak paginya agar bertenaga kembali siang harinya.


Tepat pada pukul 12:00 siang, pesawat yang di tumpangi Mayra Landing di bandara Soekarno Hatta dengan selamat.


Mayra memanggil taksi yang memang mangkal di sekitaran bandara tersebut menunggu para penumpang.


''Jalan pak ! '' Titah Mayra lembut.


''Sesuai alamat ya nona '' ucap sopir taksi sambil mengemudikan mobil taksi tersebut. Di balas anggukan oleh Mayra dengan sopan setelah memberikan alamat tujuan nya.


Di perjalanan, Mayra hanya bisa termenung diam tanpa ekspresi apapun, menatap sendu kearah kota yang terlihat sedikit macet karena waktu istirahat para penduduk bumi masih sedang berlangsung.


Namun suara kebisingan di jalanan tidak mengusik lamunan Mayra sama sekali. Ia masih tenggelam dalam lamunan dengan kenyataan hidup yang semakin pahit.


Sang sopir terus melajukan mobilnya dengan normal,tak ingin mengusik sang penumpang yang terlihat sangat murung semenjak pertama dia menaiki taksinya.


Mayra terus berupaya mengusir segala bayangan yang terjadi padanya.Di tambah lagi kejadian yang lebih mengejutkan, Ansel berhasil meniduri keduanya dalam semalam,sungguh tak terbayangkan.


Setengah jam kemudian taksi yang di tumpangi Mayra sampai pada alamat yang tertuju.


Sampai mobil berhenti Mayra masih belum menyadarinya.


''Nona...Nona ...'' Panggil sopir taksi, namun panggilan pria tersebut masih belum mengusiknya juga.


Di coba kembali memanggil sang penumpang yang masih setia dalam keterdiamannya. Setelah sekian kali sang sopir terus memanggil, akhirnya Mayra tersadar, kembali kedunia nyatanya.


''Nona , tujuan anda sudah sampai '' seru sopir taksi tersebut.


''Ehmm...maaf pak, saya tidak menyadarinya. Sekali lagi mohon maaf '' sungkan Mayra salah tingkah.


''Tidak masalah nona, anda wanita hebat , bisa menghadapi masalah dengan cara berdiam diri. Terkadang banyak wanita menghadapi setiap masalah dengan cerocosan mulut-mulut pedas mereka. Bahkan pernah dalam taksi saya mereka menangis histeris sambil mengumpat dengan berbagai sumpah serapah, sehingga seluruh hewan di kebun binatang ikut-ikutan di sebut '' Jelas sopir taksi tersebut dengan leluasa.


Mayra terkekeh mendengar penuturan sopir tersebut yang nampaknya mudah sekali akrab dengan para penumpang, menurutnya bapak itu pandai sekali menghibur.

__ADS_1


''Terimakasih atas pujian baiknya bapak '' ujar Mayra mengulas senyuman.


''Sama-sama non '' sahut sopir taksi dengan Enang hati.


''Ini ongkosnya , yang lebih itu rejeki bapak. Semoga hari-hari bapak kala mengantarkan penumpang di permudahkan,'' Mayra memberikan beberapa uang lembar merah pada sopir taksi, namun sang sopir malah bengong tidak bergerak sama sekali.


''Ambil uangnya pak ''. Seru Mayra kembali.


''Non, itu duitnya kebanyakan. ongkosnya gak seberapa , '' Sungkan pak sopir.


''Sudah,jangan di tolak ini rejeki bapak yang sudah menenangkan perasaan saya barusan, '' Lugas Mayra tersenyum, sembari menyerahkan uang tersebut langsung ketangan sopir itu.


''Terimakasih neng...semoga Allah mengangkat segala masalah yang sedang neng hadapi, dan selalu di berkati dengan Rahmat dan hidayah-Nya, '' Ucap sopir taksi, mendoakan Mayra yang langsung dibalas senyum mengembang.


''Amin , terimakasih atas doanya. '' Jawab Mayra lembut.


Mayra segera keluar dari taksi. Sang supir juga sudah mengeluarkan koper miliknya sedari tadi.


Langkahnya kian pelan,takut dengan reaksi keluarganya mendapati wajahnya yang terlihat berbeda, kondisi wajah Mayra masih terlihat sedikit lebam di bibir. Dalam langkahnya yang hampir mencapai pintu utama Mayra terus memaksa otaknya agar secepatnya mendapatkan alasan yang logika tentang kondisi perubahan wajahnya.


''Non Mayra, sudah balik ?, ''Mayra mengangguk ramah.


''Di mana semuanya ?, ''


''Ada di ruang keluarga nona, bapak tidak masuk kerja sebab hari ini hari libur '' Jelas art-nya dengan lugas.


''Ya sudah ,aku masuk dulu bibik ya...'' Pamit Mayra segera melangkah masuk ke kamarnya dengan sedikit tertatih. Perubahan cara jalan Mayra tidak luput dari tangkapan Art nya dengan rasa heran dan penasaran.


''Non Mayra kok jalannya gitu yah ? kayak orang baru malam pengantin aja, '' batin art dengan selorohan sedikit geleng-gelengan juga kebingungan.


''Siapa bik ?, ''tanya Bram sekembalinya dari ruang Olahraga yang selalu dilakukan nya di hari libur kerja.


''Non Mayra tuan, '' sahut Minah sopan, sembari meletakkan teh panas diatas meja ruang keluarga.


Bram mengernyitkan keningnya. Perasaan semalam Nayla menghubunginya jika dua putrinya akan melanjutkan sisa dua hari mereka untuk menikmati kota indah tersebut.

__ADS_1


''Terus Nayla ? apa dia juga kembali bersama Mayra?, '' kali ini Fina ikut bertanya.


''Tidak Nyonya, hanya nona Mayra saja yang terlihat, ''Jelas Minah.


Dirasa tidak ada lagi yang perlu ditanyakan oleh tuan rumah mereka, Minah pamit kembali ke dapur melanjutkan tugas wajibnya.


''Pah, bukannya semalam Nayla bilang kalau mereka berdua besok lusa baliknya, lalu kenapa Mayra udah duluan pulang . Gak bareng kakaknya lagi,aneh kan pah ?apa hubungan mereka terganggu lagi. padahal semalam Nayla memberitahukan jika mereka sudah berbaikan '' Ucap Fina heran.


''Ah, paling urusan percintaan mah,sudah gak usah khawatir Nayla juga sudah menyusul adiknya...tadi Andre menghubungi papa. Katanya Nayla juga sudah balik ke Jakarta, mungkin putri kita baru Landing mah. Sudah tidak usah di fikirkan mereka sudah pada dewasa. '' Seloroh Bram melanjutkan minum tehnya.


Setelah menghabiskan setengah dari cangkirnya,Bram masuk ke kamar segera membersihkan tubuhnya yang berkeringat seusai olahraga rutinitas di hari liburnya.


Sementara Fina masih asik dengan dugaan-dugaannya yang tidak menentu.


***


Dikamar Mayra termenung,sesekali gadis itu,eh ralat tepatnya seorang wanita yang sudah di renggut paksa mahkotanya dalam api amarah sang pria yang di cintainya.


Entah kenapa,setelah kejadian laknat tersebut. Ingin sekali Mayra membenci Ansel sepenuhnya namun cinta tetap mengalahkan segala keburukan yang ada.


Sebuah benda berbentuk liontin cantik, terus di genggamnya . Kalung cantik yang akan merubah segala-galanya di kemudian hari demi sang kakak tercinta yang menurutnya juga ikut merasakan kesakitan yang sama seperti dirinya.


Dengan cepat Mayra memakai kalung yang sama persis dengan dirinya. Mayra sengaja mengambil kalung Nayla yang tergeletak di nakas untuk mempermudah segalanya saat di Bali tadi pagi. Sebelum ia mengambil kalung kepunyaan Nayla,Mayra sudah terlebih dahulu mencarinya di setiap sudut kamar namun nihil hasilnya, kalung itu tidak di temukan.


Mayra masih mengingatnya, saat Ansel terus menyerangnya tanpa ampun kalung yang mereka pakai saling mengait hingga dengan hentakan perlawanan Mayra kalung itu putus bersamaan dan jatuh entah dimana.


Ansel bukan orang bodoh yang bisa dikelabui oleh siapapun. Belajar dari tajamnya kepintaran Ansel, Mayra selangkah lebih maju.


Saat Nayla sedang di kamar mandinya, Mayra mengambil kalung tersebut lalu dikantonginya segera. Sebelum dia menghilang dari kamar tersebut.


''Kamu pasti sudah menangkap gelagat takutku padamu mas !, dan kamu juga akan membuktikan dengan segala cara untuk meninggalkan kak Nayla dalam keadaan hancur seperti itu. Aku takut sekali jika kamu tau kalau juga telah kamu perkosa ,sudah pasti aku yang akan kamu pilih mas ! sementara kak Nayla akan semakin terpuruk saat kenyataan dia tidak diterima kala semuanya sudah tiada. Tapi aku adalah adiknya yang tidak akan membiarkan kakakku di buang begitu saja setelah kamu pakai. Aku rela menjadi egois atas hidupku sendiri, daripada harus melihat kak Nayla menderita lagi. Aku tidak peduli dunia mengatakan bahwa aku adalah wanita bodoh yang rela berkorban di saat semuanya memihak padaku karena sejatinya kak Nayla adalah sosok perantara untuk hidup keduaku '' Lirih Mayra menangis terisak,serta menyesakkan karena cintanya telah ternodai.


🥺 Happy Reading...


 

__ADS_1


__ADS_2