Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Keyakinan Mayra


__ADS_3

" Kakak marah ya ,dengan keputusan mendadak ku ini ? ".


Mayra merasa tak enak hati dengan ekspresi dingin Farel , sejak tadi Chef tampan itu hanya diam saja, tidak menanggapinya sama sekali .


Sikap bisu Ansel membuat Mayra tidak nyaman, kemelowan Mayra tiba-tiba muncul. Dikarenakan Farel tidak suka sama sekali dengan kesedihan Mayra,.Akhirnya Ia menatap Mayra lembut kembali. Sebenarnya bukan tidak bahagia ,ketika salah satu adiknya akan melangkahkan hidupnya ke arah terbaik, tapi Farel masih ragu dengan keputusan Mayra yang langsung luluh dengan kehadiran Ansel dang kekasih.


Bukannya Farel tidak menyetujui perihal keputusan Mayra dengan kesan mendadak tersebut, selebihnya malahan Farel bahagia,tapi ada sedikit keraguan jika sang adik kembali bersikap tidak wajar dengan alih pengorbanan masih mengelilingi hati lembutnya.


Farel takut, jika Mayra akan bersikap seperti itu lagi di Saat Mayra telah berumah tangga. Apalagi calon mertua Mayra sangat berharap Nayla lah yang akan mendampingi putranya, menurut penyelidikan orang terpercaya Farel tentunya .


" Maafkan sikap kakak Mayra. Bukan maksud kakak meragukan kesetiaan tuan Julian, tapi mengingat kesedihan kamu berasal dari mereka, kakak merasa bimbang. Entah keputusan ini murni dari hatimu, atau ada sesuatu yang membuatmu terpaksa menerima pria itu, tapi saran kakak berpikirlah sebelum memutuskan hubungan yang benar-benar akan kamu jalani seumur hidup bersama pria itu. " ucap Farel berterus-terang.


" Aku percaya padanya kak. Disini bukan aku saja yang merasakan kesakitan tersebut, Ansel juga ikut serta dengan sikap naif ku. Hampir setahun aku menyakitinya, bukankah disini aku juga salah ?, meskipun awalnya Ansel melakukan itu dengan cara paksa tentunya dalam keadaan mabuk. Aku juga tidak bisa menyalahkannya begitu saja , bukan ! semua sudah takdir ku , aku juga harus tau diri kak !! " ucap Mayra mengingat kesalahan di malam itu.


" Kenapa sekarang kamu merubah pendirian yang telah kamu tetapkan sendiri May ? "


" Karena aku baru menyadari jika disini Ansel yang paling tersakiti kak, Sejak dulu aku selalu memaksakannya untuk kepentingan perasaan ku kak. Saat itu aku terlalu dibutakan oleh rasa peduli ku pada kak Nayla, hingga tidak menyadari jika Ansel korban yang paling menderita. Bayangin saja kak , bagaimana dulunya Ansel menahan gejolak pedihnya di saat wanita yang dia cintai rela mengorbankan dirinya untuk sang kakak wanita tersebut. Bagaimana sakitnya hati Ansel saat aku hanya memandang kak Nayla dan terus berpaling dari hati Ansel yang sesak, dengan air mata ini aku memohon padanya agar membahagiakan kak Nayla. Sedangkan kami berdua sangatlah menderita dengan perasaan egois ku ini. Menurut kakak siapa yang harus Mayra salahkan ? " Lirih Mayra .


" Kamu menyesali semua yang terjadi dek ?, "

__ADS_1


" Aku bingung kak. Sebenarnya yang sangat aku sesali adalah sikapku yang sudah berlaku tak adil pada Ansel, kala kak Nayla sudah bahagia dengan hidupnya, Ansel malah sebaliknya. Padahal kebahagiaan Nayla ada campur tangan Ansel juga saat itu. "


" Dia telah membuktikan keinginanmu Mayra, itu maksud mu, kan ? " Mayra mengangguk membenarkan .


" Kak Farel benar . Ansel telah membawa kak Nayla bersatu dengan kak Andre,sampai mereka sama-sama mencintai. Tapi di saat kebaikan Ansel di lakukan dengan jalan pikiranku menurut kemauanku , tanpa sengaja aku telah melukainya kembali, lukanya tetap masih basah di dalam sana. Basah karena aku pergi meninggalkan luka terdalam untuknya,hingga ia berubah akan hidupnya dan lingkungannya. Ansel semakin menyeramkan saat hatinya sedang tidak baik-baik saja . " Ucap Mayra sendu.


" Tumpahan isi hatimu telah menjelaskan, jika sosok pria itu masih bersarang dengan kokoh dalam hatimu Mayra. Sekarang jawablah, apakah adikku ini sudah yakin dengan keputusan ini ? . " Tanya Farel menatap Mayra intens .


Jelas tidak ada keraguan di sana, Mayra telah memutuskan hal terbesarnya memilih Ansel sebagai hidupnya apalagi mereka tidak hanya berdua, sudah ada malaikat cantik hadir dalam kehidupan mereka. Dan lagi-lagi Ansel yang menjadi salah satu penyelamat kebahagiaan Mayra sekali lagi. Ansel telah menyatu dalam kehidupan Mayra.


Pengorbanan mereka berdua memperlihatkan betapa kerasnya mereka berjuang demi menyatukan dua cinta yang telah menjauh, namun berkat kegigihan Ansel kini Mayra luluh kembali, menerima cinta Ansel dengan penuh keyakinan. Pancaran mata Mayra kelas membuktikan saat ucapannya begitu sinkron dengan kalbunya, Mayra masih sangat mencintai pria ,ayah biologis putri cantiknya.


" Aku yakin sekali kak, dengan keputusan ini. semalam aku berdoa untuk hari ini. Memohon petunjuk terbaik dari yang maha kuasa, agar aku mampu menatapnya. Namun saat Mayra bermimpi, wajah Ansel terlihat jelas disana sedang menggendong putriku , dalam mimipi tersebut hatiku bergetar bahagia, aku merasa tenang saat berdekatan dengan Ansel dan putriku. " Cerita Mayra pada Farel.


Farel menggenggam tangan Mayra ,menyalurkan ketenangan saat bahagia itu terlalu menggebu-gebu mendatanginya.


"Baiklah, jika keputusanmu membawa kalian menuju kebahagiaan, kakak lega mendengarnya. Tapi ingat jika hal itu terjadi kembali, jangan salahkan kakak saat hari itu tiba,kakak akan membawamu pergi sejauh mungkin untuk berpisah darinya " ucap Farel sedikit ancaman , masih ada kelembutan dalam ucapannya.


" Aku pastikan tidak akan ada lagi kejadian - kejadian menyedihkan itu, percayalah. Sudah cukup aku egois pada mereka hingga berujung menyakiti hati kedua belah pihak ."

__ADS_1


" Kakak percaya padamu Mayra, sekarang sudah waktunya kamu bahagia bersamanya. Hiduplah dengan baik, lupakan kebodohanmu di masa lalu, jadikan kepahitan dan kesalahan lampau sebagai pelajaran hidup bagi mu dan suamimu kelak. "


" Terimakasih atas doanya kak. Dan terimakasih banyak atas kebaikan kak Farel ,telah banyak menolong adik bodoh ini dan telah begitu ikhlas menghadapi tingkah Mayra yang sangat merepotkan kak Farel selama Mayra hamil hingga melahirkan putri cantik kami kedunia ini. Mungkin tanpa kakak perantara dari Allah ,mungkin Mayra akan terus bersedih dan terpuruk tanpa adanya penghujung. "


" Jangan berterima kasih adikku . Sudah menjadi tanggung jawab kakak mengurus mu, kakak sangat ikhlas sekali mengurusmu dan menjadi teman baikmu. "


Mayra mengangguk pelan , menatap Farel di sertai buliran air mata yang hampir mengenang.


Kepala Mayra diusap Farel dengan lembut. Sekarang impian sang adik telah tergapai, entah kenapa Farel sedikit tidak rela jika adiknya akan segera meninggalkannya di negara ini. Namun Farel juga harus tau diri,jika Ansel adalah pelabuhan terakhir Mayra di mana tempat itulah Mayra mendaratkan kebahagiaannya.


" Yasudah , mari kita masuk. Berlama disini sangat berbahaya. " Celetuk Farel seadanya.


" Hah ? Bahaya ? emangnya disini tidak aman kak? " Tanya Mayra pada Farel masih belum ngeh. Padahal Farel hanya bercanda saja.


" Ckk...urusan nikah aja respon ! , coba kalau main tebak-tebakan pasti pikirannya kacau, apalagi di campur dengan sedikit candaan " Ucap Farel.


" Ah...males nimplung, kakak kalau udah bersastra susah aku nangkapnya. " ucap Mayra sedikit merungut, dengan sikap Farel yang menyebalkan.


Farel menarik hidung mancung Mayra .

__ADS_1


" Aww...kenapa sih , semua orang selalu mendaratkan tangannya disini. Ntar lama-kelamaan duluan nyampe hidung dari pada langkah jika dipakai jalan. " Kesal Mayra sudah kembali ke jati dirinya sendiri, suka ngambekan.


📗📓 Selamat Menikmati


__ADS_2