Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Kembali Di Benci


__ADS_3

Brakkk....


''Nayla ?? ''. Pekik Fina dengan wajah yang begitu menyala mendobrak kasar pintu kamar putrinya, setelah di hubungi sahabatnya Raisa baru saja.


Nayla begitu terkejut saat namanya di panggil dengan amarah. Sedari tadi Nayla terus menangis saat Ia bangun tidak mendapati Mayra di sampingnya.


Hatinya kembali kalut, takut dengan kenyataan yang terjadi.


Fina langsung berjalan mendekati Nayla yang masih belum beranjak sedikitpun ,tubuhnya kaku dengan aura wajah sang mama.


Dengan kasar Fina menarik lengan Nayla hingga tubuhnya terpaksa berdiri berhadapan dengannya.


''Jelaskan kepada mama, siapa yang meniduri mu!!! '' Berang Fina menatap tajam putrinya.


Nayla langsung menunduk,merasa bersalah pada Fina serta malu menatap mamanya yang sangat kecewa padanya.


''Jawab Nayla !!! kenapa kamu diam saja,sementara pria yang sudah menidurimu tidak mau bertanggung jawab sama sekali. Cepat katakan siapa pria itu, atau mama saja yang akan menyeretnya untuk mengakui semua perbuatannya!!! , Jawab Nayla jangan diam seperti patung di depan mama !!! '' Teriak Fina langsung membuat Nayla menangis.


Tubuh Nayla merosot kelantai, dia juga langsung memeluk lutut sang mama yang sedang menahan emosi luar biasa.


''Maaf mama...hiks...maafin Nayla, semua itu terjadi begitu cepat,bahkan diluar kesadaran kami. Maafin Nayla mah , aku sudah membuat kalian kecewa....maaf. '' Tangis Nayla tersedu-sedu.


''Apa kalian dalam keadaan mabuk, Nayla ? selalu mama ingetin kamu, supaya menjauhi minuman haram tersebut. Lihatlah efek dari minuman laknat itu Nayla,kamu sekarang rusak !!! . Mama tidak habis pikir ternyata jati diri Eric itu adalah seorang pria yang sangat bajingan,sudah berbuat tapi tidak mau bertanggung jawab '' Murka Fina dengan wajah beringas .


Siapa yang tidak sakit hati, saat Raisa menjelaskan semua yang terjadi hari ini. Hati Fina kembali sakit saat nama Mayra di sebut sebagai penghalang yang membuat Ansel tidak mau mengakui perbuatannya.


Rasa benci itu kembali mencuat kepada anak kandung dari suaminya. Padahal dengan susah payah Fina berusaha menerima Mayra kembali hidup dalam keadaan baik-baik saja beriringan dengannya.


Kemarahan Fina kali ini tidak terbendung lagi, masalah Nayla tidak main-main keadaannya. Fina merasa harga diri putrinya sedang di injak-injak oleh dua sejoli yang saling mencintai, begitu memuakkan, pikir Fina.

__ADS_1


Meskipun, tadi Raisa terus membujuknya lewat telfon, berjanji akan segera menikahkan Ansel dan Nayla . Ibu yang mana yang tidak tergores hatinya melihat putrinya yang terlihat pasrah keadaan. Padahal tubuh dan hatinya terluka ,menurut pemikiran Fina .


'' Tidak ! Nayla tidak pernah melanggar peringatan mama, aku di jebak oleh kolega bisnis papa dengan sengaja memasukkan sesuatu di minumanku , dan selanjutnya aku tidak tahu apa-apa lagi sesampainya di hotel tempat Nayla menginap . '' Terang Nayla mendetail.


''Lalu ? Kenapa kalian sampai melakukan hal menjijikkan itu hah!! Jawab sejujurnya Nayla !! '' teriak Fina semakin meradang.


''Mah aku tidak ingat apapun saat itu , tapi Mayra akan menjelaskan titik terangnya pada mas Eric sendiri. Mungkin sebentar lagi Mayra pulang membawa kabar gembira untuk ku mah '' sangga Nayla masih menangis.


''Cukup Nayla, masih saja kamu membela adik licikmu itu. Susah payah mama menerimanya kembali,tapi masih juga dia menyakitimu kembali. Dulu wanita itu hampir membuatmu pergi dari mama,dan sekarang dia akan mengulangnya kembali...kamu pikir ,mama akan menerima semua beban dengan pasrah seperti mu ? tidak Nayla ,mama tidak bodoh seperti mu, harusnya kamu memperjuangkan harga dirimu bukan mengemis terus-menerus pada benalu perusak itu '' Berang Fina semakin memanas.


Nayla Bangun dari lantai ,menjawab semua salah paham Fina terhadap adiknya.


''Mayra tidak akan mengkhianati ku. Aku percaya padanya ,melebihi diriku sendiri. Maafkan aku mah,bukan maksud Nayla melawan mama, tapi yang mama katakan tadi sungguh semua kebalikan dari sifat asli adikku mah. '' Protes Nayla .


''Kamu bodoh Nayla, Mayra terus saja mempermainkan kesetiaan mu di belakang sana. Dia dan Eric memiliki hubungan spesial ,pasti kamu akan terkejut mendengarnya bukan ? '' Hasut Fina.


''Tidak mah, aku tidak terkejut sama sekali. Aku sudah tau tentang hubungan mereka. Dan jawabanku adalah ikhlas. '' Ujar Nayla dengan yakin.


''Kamu tahu ? '' Nayla mengangguk .


''Lalu kamu juga ikhlas ,Mayra merebut Eric kembali ? ''


Nayla bungkam, tidak tau harus berkata apa. Mungkinkah Mayra kembali mengkhianatinya kembali ?


Mungkinkah Nayla mampu ikhlas ?


Tidak, Nayla tidak bisa memutuskan secepat itu.


Kemarin-kemarin Nayla masih utuh tapi sekarang semuanya telah hilang. Apalagi dugaan akan hilangnya mahkota terbaiknya dengan noda darah yang ada di seprai putih di hotel Bali.

__ADS_1


''Kenapa diam Nayla ? , Eric dan Mayra saling mencintai . Dan dirimu ? apa Eric juga merasakan hal yang sama dengan Mayra ? jelas tidak putriku . Mayra telah memiliki celah kembali untuk takluk dalam hubungan mereka. Sedangkan kamu ? sudah jelas telah hancur sehancur-hancurnya . '' Tegas Fina memberi pengertian pada putrinya tersebut.


Nayla mengangkat wajahnya menatap sang mama dengan penuh keyakinan.


''Aku percaya adikku mah, dan juga mempercayai takdir yang telah digariskan '' Lirih Nayla dengan sedikit sesegukan.


''Baiklah, mama tidak akan mengubah pilihanmu itu. Tapi ingat !!! jika kau hamil !! . Lebih baik gugurkan bayimu segera mungkin. Karena keluarga Bramantyo sangat anti dengan keturunan yang tidak memiliki orang tua lengkap '' Final Fina beringas menatap tajam begitu menusuk bahkan kedalam relung hati putrinya. Dengan penuh kekecewaan Fina keluar dari kamar putri tersayangnya , hatinya ngilu dengan kenyataan jika cinta sang putri terhadapnya tidak ada apa-apa dibandingkan pada adik yang terus menghancurkan hidup putri kesayangannya.


Fina keluar dari kamar Mayra langsung membanting pintu kamar putrinya dengan keras, membuat Nayla terkejut bukan main.


Nayla semakin kalut dengan ucapan sang mama . Hamil ? bagaimana jika itu terjadi ?


''Tidak !!! aku tidak boleh hamil, bagaimana nasib putriku jika dia lahir nanti tanpa seorang ayah yang melengkapi hidupnya. Apa yang harus aku lakukan sekarang. Tuhan semoga Mayra membawa titik terang dalam masalah pahit ini '' Lirih Nayla dengan perasaan tidak tenang juga masih stres memikirkan ancaman mamanya yang tidak akan menerima bayinya saat lahir nanti tanpa seorang ayah.


Nayla kembali termenung ,menerawang bermacam-macam bayangan menyakitkan di benaknya.


***


Tangisan pilu begitu tersayat terdengar di sebuah danau tidak jauh dari jalan raya.


Mayra terus menangis sembari menenangkan emosinya yang tertahan sejak pertemuannya dengan ibunya Ansel. Segala hinaan atas dirinya tidak akan meruntuhkan hatinya dengan gampang. Tapi ibu Ansel salah besar kali ini, Dia mampu merusak pondasi hatinya yang terlalu rapuh ketika sang ibu yang bersusah payah melahirkannya kedunia di hina habis-habisan oleh ibu kekasihnya.


''Kenapa ? Kenapa ibuku harus di sebutkan juga. Jika kalian ingin menghinaku, maka hinalah !! aku siap dan tidak akan membalas kalian . Tapi kali ini kalian sudah kelewatan , kalian sudah keterlaluan . Ibuku sudah meninggal tapi kalian terus saja menghinanya. Aku selalu mengharapkan jika ibuku kembali kepangkuan ilahi dengan kedamaian...tapi kalian mengganggu istirahat panjangnya dengan omong kosong kalian. Ibu maafkan Mayra...Mayra selalu membuat ibu di hina bahkan sampai ibu telah tiada di dunia ini lagi '' teriak Mayra dengan keras. Begitu leluasa terlihat danau tersebut ,mungkin karena sudah petang dan kunjungan ke danau tersebut sudah terlihat sepi. Dan Mayra pun lebih nyaman dalam menenangkan hatinya.


''Sesakit itu hatimu ??? ''


Mayra langsung menoleh kebelakang menoleh kearah suara bariton tersebut, suara tak asing di telinganya.


Mata Mayra langsung terbelalak,tak percaya dengan kedatangan pemilik suara tersebut.

__ADS_1


😊TbC


Ayo dukung karya receh Author dengan like , Comment,dan Votenya.


__ADS_2