Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Calon Istri


__ADS_3

Suasana didalam ruangan Nayla begitu mencekam ,semua mata tertuju pada raga yang sedang didorong Bram dengan kursi roda juga memakai baju yang sama dengan Nayla bedanya Mayra memakai hijab.


Mata Mayra tidak sengaja tertuju kearah seorang pria yang juga berkumpul bersama keluarganya dan seorang wanita paruh baya yang kemarin bertemu dengannya di kantor Ansel.


Tatapan tak suka terus diterima Mayra namun Mayra tidak memperdulikannya hanya Nayla lah tujuannya sekarang ini.


''Aku harus kuat ,meskipun dia berada disini ''.Mayra terus membatin kala tatapannya beradu dengan tatapan pria yang dicintainya .


Ya , Ansel sedari tadi berharap jika dirinya bertemu dengan wanita pujaannya ,meskipun hanya dengan menatap saja Ansel sungguh merasa bahagia .


Terlihat dari wajah Mayra yang begitu pucat dan memakai baju pasien sudah bisa di tebak jika Mayra mengalami hal yang menyakitkan hingga masuk rumah sakit ,rasa bersalah begitu banyak dipikul Mayra


Mayra membuang pandangannya kearah lain untuk menutupi rasa getirnya.


Kemudian tatapannya difokuskan kembali pada tubuh yang sedang terduduk dengan disangga bantal di punggungnya.


Bram mendorong kursi roda Mayra mendekati Nayla yang sedang tersenyum hangat menyambut adiknya.


Bram mengitari Mayra ke sebelah kiri brangkar Nayla tepat berhadapan dengan semua orang,dirasa posisi Mayra sudah nyaman Bram meninggalkan dua putrinya di brangkar dan ikut bergabung kembali dengan yang lain di sofa.


''Kakak ...'' Panggil Mayra dengan mata berkaca-kaca.


''Adik kecil kakak kok mewek sih ,jangan sedih kakak sekarang baik-baik saja,kemarilah kakak mau peluk '' Beruntung infus Mayra sudah dilepas sehingga begitu leluasa ikut naik ke brangkar Nayla , diapun langsung memeluk Nayla dengan erat.


Perasaannya kini bercampur aduk antara senang karena kondisi Nayla sudah membaik dan merasa bersalah karena dirinya Nayla berada disini.


''Maaf ''Lirih Mayra masih memeluk Nayla ,hingga Mayra membuka matanya dan langsung menatap Ansel juga sedang menatapnya dengan raut menyedihkan ,Mayra merasa bagai belenggu bagi orang-orang terdekatnya satu persatu hati mereka telah disakiti nya , menorehkan begitu banyak luka untuk pria tersebut terlihat jelas dari tatapannya begitu sakit dan sesak rasanya.


''Mas aku tidak tahu kenapa kamu berada disini ,dan terima kasih kamu telah membuat kak Nayla melewati masa kritisnya '' batin Mayra seraya menampilkan senyum paksaan kearah Ansel yang terus menatapnya penuh arti posisinya sekarang Ansel sedang duduk menopang kan siku di kedua paha dan terus menggenggam tangannya seraya menyaksikan adegan pelukan kakak beradik yang sama-sama mencintai nya.


Sementara Fina ,Raisa dan Bram sedang berbincang-bincang meskipun Fina terus mengawasi Mayra sejak tadi ,walau Raisa mengatakan Ansel akan memperbaiki semuanya Fina juga masih belum sepenuhnya percaya ,tapi ada hikmah yang begitu besar dengan kedatangan Ansel ,Nayla akhirnya sadar berkat kedatangannya.

__ADS_1


Mayra melepaskan pelukan Nayla .


''Jangan mengulanginya lagi ,kakak tahu betapa khawatirnya aku saat mendengar kakak melakukan hal yang hampir menghancurkan hidupku kak '' Protes Mayra lembut.


''Terimakasih kamu menepati janjimu pada kakak '' Mayra menautkan alisnya tanda tidak mengerti.


''Maksudnya ? '' Tanya Mayra bingung.


''Kakak dan Eric akan segera menikah dek '' Ucap Nayla menoleh sejenak pada Ansel dan juga diikuti Mayra yang sama-sama menatap Ansel .


Nayla kembali menatap Mayra bahagia dan terus tersenyum.


''Dan Semua itu berkat kegigihan rayuan mu dek ,terimakasih telah memberi kakak hadiah terindah '' Mayra bergeming hingga air matanya kembali luruh namun secepatnya di seka takut ketahuan semua orang ,tapi sayangnya Ansel melihat semuanya .


Sungguh hati Mayra bagai batu karang begitu kokoh meski terus diterpa air mata tetap senyuman palsunya terus tersirat di wajah ayunya, Ansel tidak tahan lagi dengan jalan hidup yang penuh dengan pengorbanan mengingat Mommy nya yang begitu Keukeuh mendesaknya untuk segera meresmikan hubungan nya dengan Nayla dan secepatnya move on pada Mayra ,dengan ancaman-ancaman yang membuat Ansel tidak bisa berkutik sama sekali hingga menyetujui semuanya.


💗 Flashback On 💗


''Kamu harus menikahi Nayla Eric , Sekarang ini gadis itu membutuhkan kamu sayang ,tolong berfikir lah sebelum memutuskan semuanya '' Ucap Raisa yabg terus mendesak Ansel mengikuti kemauannya Raisa.


''Mommy jangan memaksa aku untuk menikahi gadis yang tidak ku cintai ,kenapa dengan Mayra dia cantik ,bahkan dia bisa menjaga auratnya apa kurangnya lagi dan satu lagi kami sama-sama mencintai '' Elak Ansel menolak permintaan Raisa.


''Cinta kamu bilang , jelas-jelas Mayra itu bukan darah daging Bramantyo ,kamu mau menentang amanah Daddy kamu Eric ? ingatlah apa yang diharapkan Daddy kamu nak ,dia ingin kamu menikahi anak dari sahabatnya '' Papar Raisa terus menerus membujuk Ansel.


''Mom Mayra juga putri dari Bramantyo '' Ucap Ansel dengan lantangnya.


''Dia bukan darah daging keluarga itu ,dia dipungut dari jalanan dengan bentuk kasihan dan disekolahkan agar berguna dan tidak Luntang Lantung di kemudian hari ,jangan beralasan kamu Eric ''Geram Raisa susah sekali membujuk putranya .


''Sekeras apapun Mommy terus menyatukan aku dengan Nayla ,tetap Mayra lah pemilik hatiku ''.Keukeuh Ansel acuh dan melanjutkan kerjanya tanpa memperdulikan ocehan mommy-nya.


Raisa bangkit dari sofa ruangan Ansel , sebenarnya Raisa sudah mau pulang tadinya namun tiba-tiba ponselnya berdering dengan cepat di angkatnya betapa kagetnya Raisa mendengar kenyataan di balik sana jika kondisi putri sahabatnya sedang kritis ,dia hanya butuh Ansel di samping gadis itu yang bernama Nayla.

__ADS_1


Raisa kembali lagi keruangan Ansel hingga Ansel semakin geram dengan tujuan mommy-nya kembali kedalam ruangan Ansel.


''Eric ayo cepat kita harus segera ke rumah sakit '' Panik Raisa terus menarik tangan Ansel dan Ansel langsung bangkit saat Raisa menariknya ,bagai kerbau dicucuk hidungnya Ansel mengikuti langkah Raisa meskipun mulut Ansel terus memberontak.


''Mom aku tidak mau '' tolak Ansel dengan tubuh terus ditarik mommy-nya.


''Jika kamu tidak mau mommy akan membatalkan pengobatan mommy di rumah sakit luar negeri '' Ancam Raisa sudah kehabisan akal nya.


Seketika tubuh Ansel terhenti saat mendengarkan ucapan mommy-nya yang langsung membuat Ansel pasrah , hingga kegigihannya kembali runtuh ,meskipun raganya akan dimiliki oleh orang lain berbeda dengan dengan hatinya hanya milik Mayra seorang.


Ansel tidak mungkin membantah orang tua satu-satunya yang begitu disayanginya , mengingat riwayat penyakit sang ibu Ansel terpaksa merelakan semua impiannya bersama Mayra demi kesembuhan sang ibu ,biarlah waktu yang menentukan meskipun hatinya dengan keras menolak namun kesehatan sang ibu juga harus di pikirkan nya terlebih dulu , andaikan Mayra seorang putri kandung dari sahabat Daddy-nya pastinya segenggam cinta tidak akan pernah terpaksa di biarkan lepas begitu saja ,semoga cintaku selalu berbahagia ,hanya itulah doanya saat ini untuk Mayra cinta pertamanya.


💗 Flashback Off 💗


Ansel tidak tahan dengan semuanya,pergi dari tempat ini adalah keputusan terbaik .


Mayra bisa melihat jelas saat ini raut wajah Ansel menyiratkan sebuah kemarahan yang sedang ditahannya,namun apa daya jika dirinyalah noda yang harus segera di singkirkan oleh Ansel dan Nayla .


''Eric kamu mau kemana ? ''Raisa langsung menghentikan langkahnya yang hampir mencapai pintu .


''Aku mau keluar sebentar ,disini sudah rame jadi bolehkan aku menitipkan calon istriku pada kalian semua '' Ansel sengaja menekan kata calon istri sambil melirik Mayra yang juga sedang menatapnya.


Ada rasa sesak kian menerpanya kala ucapan Kramat itu di tujukan Ansel untuk orang lain meskipun orang itu adalah kakak yang sangat di sayangi nya.


Sementara Nayla begitu riang hatinya seakan dia sedang berada di taman dihiasi berbagai macam bunga ,perasaan itu kembali menebalkan cintanya pada Ansel.


.


.


.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2