Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Aku Mayra bukan Nayla


__ADS_3

''M-mas...Kamu ''


Mayra langsung gugup melihat raga tegap yang begitu berantakan sedang berdiri menjulang di depannya dengan wajah beringas seperti singa yang sedang melihat mangsanya.


''Kamu kaget Nayla? '' Ucap pria tersebut dengan suara kasar.


Mayra tahu jika pria tersebut sedang dalam keadaan mabuk, Aroma alkohol begitu menyeruak menusuk ke hidungnya.


''Mas...aku Mayra bukan Nayla ? ''


''Tutup mulut kotormu itu Nayla...kau sudah menghancurkan segalanya '' Berang pria tersebut yang tidak lain adalah Ansel.


***


Tadinya Ansel yang masih betah berada di klub setelah mengusir asistennya, langsung mendapatkan kabar di mana Nayla berada.


''Bukannya ini hotel tempat ku menginap juga...hahaha...ternyata wanita licik ini sengaja berdekatan denganku, tunggu saja kamu Nayla akan ku buat kau menyesal dengan semua ancaman yang kau lontarkan pada kekasih ku '' Ucap Ansel menyeringai licik dengan sisa kesadarannya.


Dengan sedikit sempoyongan Ansel keluar dari klub tersebut.


Max yang melihat tuannya keluar langsung membantu Ansel memapah masuk ke Mobil.


''Kau '' Kaget Ansel yang masih dalam keadaan mabuk.


''Mari saya antar ke hotel tuan'' ucap Max sopan, segera dirinya masuk ke mobil sebelum tuannya memarahinya.


Lima belas menit kemudian mobil mewah yang dikendarai Max memasuki kawasan hotel tersebut.


''Pulanglah, kau tidak perlu mengantarkan ku sampai kekamar '' Titah Ansel dingin dan datar dengan suara orang mabuk.


''Tapi tuan---''


''Jangan membantahku ,jika tidak ingin ku lempar ke luar hotel ini. ''Ancam Ansel dengan emosi akibat mabuk.


Max menghela nafas beratnya. Sebenarnya ada rasa kasihan ketika melihat keadaan sang tuan yang sedang dilanda masalah percintaan.


''Baiklah tuan, kalau begitu saya mau mengurus sisanya. '' Jawab Max sopan, percuma melawan orang sedang mabuk. Ujung-ujungnya dia juga yang kalah telak.

__ADS_1


''Ohya, apa mommy sudah balik ke Jakarta ? ''. Tanya Ansel sembari memijit-mijit pelipisnya yang sedikit terasa pusing.


''Sudah tuan, tapi ---''


Max ragu menyampaikan amanah nyonya besar dalam kondisi mabuk seperti itu.


''Tapi apa? kau pikir saya tidak bisa mengendalikan diri dalam keadaan seperti ini? ''. Bentak Ansel tidak suka dengan anggapan asistennya.


''Bukan begitu tuan,hanya saja amanah nyonya berlawanan dengan kemauan tuan. '' Jelas Max serius.


''Apa itu? ''.Penasaran Ansel.


''Anda disuruh balik ke Jakarta bersama nona Nayla selaku calon istri anda tuan. '' Ucap Max melanjutkan.


Rahang Ansel langsung menggeretak menahan amarah yang luar biasa.


Dengan sempoyongan bercampur emosi Ansel langsung keluar dari mobil tidak lupa menghantam pintu mobil dengan kuat saking marahnya.


Kesadaran normal seketika hilang di balut emosi dalam pengaruh alkohol.


Max langsung geleng-geleng kepala, merasa frustasi menghadapi amarah Tuan muda yang terkenal tidak suka di atur-atur. Meskipun itu orang tuanya sendiri.


***


Tanpa ba-bi-bu Ansel mendorong keras tubuh Mayra hingga tubuh gadis itu terpelanting kebelakang jatuh kelantai.


Mayra begitu ketakutan pada aksi Ansel yang berubah seperti singa lapar. Yang membuatnya gemetaran adalah saat pintu tersebut di kunci pria yang sedang mabuk itu, Mayra bangkit lalu mundur menjauhi Ansel yang juga sedang maju ingin mendekatinya.


''Kau harus merasakan bagaimana rasanya di tinggalkan,kau juga harus merasakan bagaimana rasanya dicampakkan setelah rasa itu bersarang disini '' Teriak Ansel menunjuk-nunjuk dadanya.


''Mas...maafkan aku, aku benar-benar tidak tau jika efek dari kejadian tadi seperti ini...aku minta maaf sungguh aku menyesal ''.


Mayra yang ketakutan dengan sikap Ansel yang kasar dan marah dalam keadaan mabuk membuatnya langsung menangis. Dalam hatinya Ia terus berdoa agar ada seseorang mau menolongnya di tempat yang sudah dikurung Ansel.


Mayra sadar Ansel mengira jika dirinya adalah Nayla kakaknya. Namun pertanyaannya adalah kenapa Ia semarah itu pada Nayla yang tidak tau menahu masalah pertengkaran nya dengan Nayla tadi.


Apa saat itu Ansel berada ditempat itu juga mendengar semuanya?..oh tidak kenapa semuanya semakin rumit.

__ADS_1


''Kenapa terus mundur Nayla? bukankah kau ingin memiliki tubuh ku ini? Bukankah demi mendapatkan ku kau tega membuang adikmu? sekarang kemarilah dan layani aku...jika itu membuatmu puas wanita licik ''Seru Ansel semakin beringas.


Ansel terus mendekati Mayra dengan langkah nya yang lebar. sementara Mayra yang begitu ketakutan semakin cepat dia mundur hingga berlari kesembarang arah.


Ansel yang sudah tersulut emosi dalam keadaan mabuk langsung naik pitam kala gadis yang disangka Nayla terus menjauhinya.


''Sekuat apa kau ingin menjauhiku wanita licik ''.


Ansel mengejar Mayra dengan amarah yang sudah memuncak. Hampir sedikit lagi Ansel berhasil meraih tubuh kecil Mayra namun ketakutan Mayra berhasil membuat langkahnya semakin cepat. Mayra naik ke sofa langsung meloncat kebelakang untuk menghindari pria yang sudah menjelma sebagai pemangsa.


''Jangan menghindari ku wanita jahat...kau pikir dengan berpakaian seperti Mayra ku aku akan luluh ,berlarilah sekuat tenaga mu . Malam ini akan ku tunjukkan siapa aku sebenarnya...hahahah....


Mayra menangis terus bergumam agar Nayla segera pulang namun semuanya nihil tidak ada yang membuka pintu tersebut.


Terlalu memikirkan kakaknya dalam ketakutan ,Mayra tidak menyadari jika Ansel sudah berada di dekatnya.


Langsung saja tubuh kecil Mayra diangkatnya ,Mayra terus meronta berteriak sambil menangis.


''Ansel lepaskan aku...aku Mayra bukan Nayla...aku cintamu, tolong jangan lakukan ini padaku,kumohon...aku bersumpah akan membencimu jika kau tidak menghentikan kegilaan mu Ansel '' Teriak Mayra memilukan. Perlawanan serta pukulan-pukulan dari tangan Mayra tidak ada rasanya sama sekali di dada Besar Ansel.


Bukan pukulan saja, Mayra juga sempat menjambak rambut tebal Ansel hingga tubuhnya melayang di lempar dengan kasar oleh pria tersebut.


Mayra dengan cepat beringsut kebelakang sampai ke pojok tempat tidur hingga tubuhnya mentok di sandaran kasur.


Ansel membuka satu persatu kancing bajunya serta membuka celana panjangnya hingga tandas, di lemparnya pakaian tersebut kesembarang arah.


Mata Mayra langsung membulat, sambil menangis Mayra terus menggeleng-gelengkan kepalanya sampai memohon pada pria yang hampir telanjang itu agar tidak mendekatinya.


''Ansel kumohon jangan lakukan itu...hiks..kamu sudah berjanji padaku akan menjagaku bukan? tolong jangan menodai ku hiks..., jangan membuatku membencimu seumur hidupku mas...''.Tangis Mayra begitu ketakutan hingga bergetar.


Tangisan Mayra begitu menyakitkan...tubuhnya bergetar akibat rasa takut yang kelewat batas.


''Tutup mulut busukmu Nayla ,jangan pernah kau memanggil namaku seperti itu. Hanya Mayra orang yang ku izinkan memanggil ku dengan nama itu '' Teriak Ansel dengan mata masih memerah dan tubuh sempoyongan sudah diluar kendali normalnya akibat mabuk berat bercampur emosi.


Ansel naik ke kasur dengan gerak cepat menarik pergelangan kaki Mayra yang terus meronta-ronta minta dilepaskan.


''Jangan.....''Pekik Mayra dengan tubuh ditarik kasar oleh kekasihnya.

__ADS_1


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


__ADS_2