
Rasa lapar kian menyerang Mayra ,baru saja membuka pintu tangan Bram terangkat ingin mengetuk pintu putrinya.
''Papa ''.Sapa Mayra kaget.
''Sayang kamu lagi tidak sibuk kan ? '' Mayra mengannguk.
''Tenangkan Nayla sebentar nak,sedari tadi dia terus saja menangis ,kami tidak tau harus bagaimana lagi,papa sama Mama sudah mencoba menenangkan kakak mu tapi tangisan semakin menjadi-jadi '' Jelas Bram begitu khawatir.
''Memangnya kakak kenapa ? ''Tanya Mayra penasaran.
Prangggg....
Belum Mayra mendapatkan jawaban dari Bram mereka langsung terperanjat dengan suara seperti benda pecah , dan suara itu berasal dari kamar kakaknya Nayla,mereka langsung berlari menuju kamar Nayla.
✨✨✨✨✨✨
''Sayang lepaskan benda itu ,jangan lukai tubuhmu sayang '' Mohon Fina begitu ketakutan menyaksikan putrinya ingin memotong nadinya dengan pecahan kaca.
''Kakak....'' Pekik Mayra terkejut dengan aksi Nayla .
Tak berbeda jauh dengan Bram bukan main kagetnya ,dia tahu penyebab hancurnya hati Nayla namun ketakutan Bram kini telah didepan mata.
''Lebih baik aku mati ,aku tidak sanggup lagi .....'' Tangis Nayla seraya menekan pecahan tersebut di nadinya.
''Kakak jangan lakukan hal yang di benci Tuhan kak,buang benda itu jika ada masalah yang telah menganggu pikiran kakak mari kita bicarakan dengan hati yang dingin kak '' Bujuk Mayra ,dengan pelan dia melangkah maju ingin merebut benda tersebut.
Bram menggeleng kala Mayra menoleh kearahnya agar Nayla langsung beraksi,saat ini Nayla masih dalam pengaruh emosi hingga kesadarannya hilang takutnya untuk meredam emosi dia bertindak memotong nadinya ,hal itu paling ditakutinya.
Sementara Fina hanya bisa menangis menyaksikan kehancuran putri kesayangannya yang begitu kacau .
''Katakan apa yang sedang terjadi,Mayra akan membantu kakak sebisa Mayra ,kemarilah kakak jangan bertindak gegabah,masih banyak solusi dalam setiap masalah ,kita harus menghadapinya ,bukan seperti ini caranya,kakak sendiri yang akan rugi jika bertindak seperti itu,buang benda itu kemarilah kak peluk Mayra '' Bujuk Mayra pantang menyerah meskipun ingin menangis ia menahannya ,baru kali ini Mayra melihat sosok Nayla yang sangat rapuh hingga pikiran buntu menyerangnya dan beralih mengakhiri hidupnya.
Mayra menangkap sebuah tanda dari sorot mata Nayla yang terus menatap Bram dan Fina bergantian .
''Mama ,papa tolong keluar dulu,tinggalkan kami berdua di sini '' Titah Mayra memberi isyarat mata pada mereka berdua,sayangnya Fina tidak terima.
''Kamu gila apa Mayra menyuruh kami meninggalkan putriku dalam keadaan seperti itu,kamu ingin dia melukai dirinya dengan begitu kamu tidak perlu repot -repot menyingkirkan nya begitu '' Teriak Fina mencaci Mayra yang dirasa mencari kesempatan dalam keadaan Nayla sedang terpuruk.
__ADS_1
Mayra merasa mamanya sudah salah paham namun saat ini keselamatan kakaknya yang terpenting .
''Bukan begitu ma '' Ucap Mayra tidak enak hati,tidak mau membuang waktunya lebih lama lagi Mayra memberi kode Bram dengan kedipan matanya agar secepatnya mengeluarkan Fina dari kamar Nayla yang masih terus menangis,serpihan kaca masih ditempelkan di tangannya,rasa khawatir Mayra semakin kuat .
Bram percaya penuh dengan gadis kecilnya itu, bertahun-tahun hidup dengan kedua putrinya yang saling melengkapi sudah dipastikan Mayra bisa menghadapi sisi kelemahan Nayla.
Tidak ingin berisiko tinggi Bram dengan cepat menarik Fina keluar dari kamar Nayla meskipun Fina melawan sambil menatap sinis Mayra namun tak dihiraukannya ,biarlah nantinya Mayra di marahi habis-habisan oleh Mama angkat nya yang terpenting sekarang ini adalah keselamatan Nayla kakaknya.
Tepat seperti yang dipikirkan Mayra.Setelah pintu kamar Nayla ditutup Nayla langsung membuang pecahan kaca tersebut dan langsung berlari kearah Mayra seketika Nayla menubruk badan adiknya hingga hampir terjungkir kebelakang .
''Dek bagaimana ini,kakak gagal mendapatkan cintanya hiks ..hiks ... '' Tangis Nayla sedang memeluk adiknya.
''Mari kita duduk dulu,setelah itu ceritakan semuanya pada Mayra ,kenapa kakak bisa kacau begini '' Seru Mayra membimbing Nayla menuju tempat tidur Nayla yang sudah porak poranda ,jelas sekali hidupnya sedang terpuruk.
''Sekarang katakan kenapa kakak ingin mengakhiri hidup kakak ? '' Tanya Mayra seraya menghapus air mata Nayla lalu menggenggam tangan Nayla erat.
Kini Nayla sedang menetralkan dirinya agar bisa berbicara meskipun suaranya tercekat di tenggorokan nya,namun Nayla tidak bisa menahannya lagi ,dia ingin segera membaginya dengan sang adik yang selalu setia padanya.
Mayra memberi isyarat anggukan agar Nayla segera menceritakan semuanya.
Beberapa menit kemudian Nayla menatap adiknya ,tidak ada tangisan lagi Mayra bagai magnet untuk Nayla hanya dengan sentuhan tangisannya terhenti hanya tinggal sesegukan.Nayla menghela nafasnya kemudian mulai bercerita.
Deg
Mayra tersentak akan kebenaran yang terlontar dari ucapan Nayla.
''Ke-kenapa dia mem- membatalkannya kak ? '' Tanya Mayra terbata-bata juga merasa bersalah akan hubungannya dengan Ansel di belakang Nayla.
''Katanya dia tidak mencintai ku,apa yang terjadi selama ini salah semua katanya,bahkan dengan lugasnya mas Eric mengatakan jika di hatinya telah memiliki gadis yang lain '' Jelas Nayla tercekat akibat menahan tangisannya.
Tes...
Akhirnya air mata itu mengalir juga,lengkaplah kesalahannya kini.
''Ternyata aku lagi penyebab kehancuran kak Nayla Tuhan , kenapa semua itu terjadi kembali Tuhan ,sudah cukup penderitaan kak Nayla Tuhan ,dulu karena menyelamatkanku otaknya cedera ,dan kini aku menyakitinya lagi yang hampir membuatnya mengakhiri hidupnya Tuhan,kenapa selalu aku yang menjadi penyebabnya '' Batin Mayra menangis dalam hatinya.
''Mayra kakak sangat mencintai nya,bagaimana kakak bisa hidup tanpanya,bantu kakak May ,persatukan kami kembali ,untuk apa kakak hidup jika tidak bersamanya,sejak dulu kakak memimpikan hidup berumah tangga dengan nya,juga melahirkan darah dagingnya Mayra,lebih baik kakak mati saja jika tidak bersamanya '' Tangis Nayla kembali pecah ,dua tangan Nayla yang di genggam Mayra dilepas segera ditutup wajahnya dengan telapak tangannya.
__ADS_1
Hati Mayra sempurna hancur,kini semuanya hancur ,kenapa Ansel harus melakukannya ,semua ini berawal dari kebohongan Mayra, kesalahan Mayra sangat kelewat batas dia berhasil melukai semua orang ,melukai Ansel , Nayla ,Bram dan Fina ,egois kah jika dirinya juga merasakan sakit karena luka ,jawabannya tidak !!! Dialah penyebab semua masalah ini.
Mayra meraih tangan Nayla yang menutupi wajahnya,dengan lembut merengkuh memeluk sayang kakaknya .
''Sekarang aku mengerti sebesar apa cinta kakak untuknya ,ku harap kakak terus berjuang mendapatkan cinta kakak kembali dan akulah orang yang pertama mendukung kak Nayla '' Lirih Mayra semakin mengeratkan pelukannya pada Nayla yang masih menangis.
Nayla dengan kasarnya melepas pelukan Mayra ,menangis keras didepannya.
''Mayra jangan beri harapan padaku ,kamu tidak melihatnya bagaimana dia menghancurkan hati kakak tanpa perasaan,bagaimana bisa kamu katakan jika kamu akan mempersatukan kami,aku bukan orang bodoh May,tolong jangan beri harapan yang nantinya akan menyakiti ku kembali '' Racau Nayla menarik rambutnya yang sudah acak-acakan.
Hati Mayra semakin perih ,sekarang bukan Nayla saja yang menagis Mayra juga sudah tidak tahan lagi entah bagaimana caranya dia memperbaiki akibat dari perbuatannya.
''Kakak dengarkan aku ,belum tentu gadis yang di cintai Mas Eric mencintainya bukan,sekarang kakak tenanglah kita masih punya Tuhan,jangan lupa tiada yang mustahil bagi-Nya,Dengan berdoa dan terus berusaha mendekati pria itu keinginan kakak akan terkabulkan,hindari rasa putus asa,jangan kakak ulangi lagi tindakan tadi,jangan hancurkan hati kami kakak,percaya pada Mayra '' Ucap Mayra terus menenangkan Nayla agar tenang kembali meskipun dia juga ikut menangis merasakan sakit dan luka seperti Nayla.
Tidak bisa dijabarkan bagaimana rasa sedih saat ucapan orang yang sangat dicintainya melepasnya tanpa alasan yang jelas,ya sekarang kebahagiaan Nayla adalah tanggung jawab nya yang harus segera dilaksanakan .
''Meskipun air mataku yang tidak akan berhenti mengalir ,sudah cukup penderitaan kakak ,dengan cara apapun aku akan mempersatukan kalian walaupun harus ada hati yang harus mengalah ,kakak terus saja mendorong hidupku agar selalu bahagia,saatnya aku membalasnya ,aku berjanji kakak akan segera menyandang nama Julian dibelakang nama kakak '' Batin Mayra.
Malam itu Nayla menumpahkan tangisnya dalam pelukan adiknya hingga tengah malam Mayra terus mengelus kepala Nayla yang sudah tertidur pulas.
''Maafkan aku kakak ,seandainya aku tidak memberinya harapan mungkin ini semua tidak terjadi,mungkin saja malam tadi adalah hari dimana senyuman kakak tidak berganti dengan tangis luka terdalam,harusnya malam ini adalah malam dimana kakak terus tidur dalam kebahagiaan bukan sesegukan ''.Lirih Mayra yang sedang mengelus kepala Nayla.
Tekad Mayra sudah ditetapkan kini dia harus memulainya ,mulai mengembalikan sesuatu pada pemiliknya.
Dirasa Nayla sudah tenang Mayra beranjak dari sana .
Mayra tersentak kaget mendapati kedua orang tua angkatnya tertidur di sofa depan kamar mereka .
Ada kesedihan di sana ,dua pasangan paruh baya tersebut nampak begitu lelah menghadapi imbas dari ulahnya hingga Nayla histeris seperti tadi.
.
.
.
.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹