Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Akhirnya Kembali


__ADS_3

Malam semakin larut namun pria yang sedang merasa frustasi dan dilema terus saja meneguk minuman haram yang telah lama tak disentuh nya lagi setelah kepergian sang ayah.


Malam itu seorang pengusaha besar melampiaskan kekesalannya dan kepiluannya dengan cara mendatangi klub terbesar di kota tersebut.


Tidak jauh dari sana, dengan setianya Max memantau tuannya dari kejauhan tepat di kursi dekat pintu room pesanan tuannya . Ia tahu jika tuannya telah menapaki tempat haram tersebut berarti jiwanya sedang terguncang kembali.


Max membiarkan tanpa berniat mencegatnya.


Pria tersebut adalah Ansel Eric Julian yang sedang berperang dengan keadaannya yang terpuruk dari segi percintaan.


Keberadaannya tertutup dari khalayak, karena tempat yang ditempati Ansel merupakan tempat Room VIP jelas menurut bokingannya.


Ansel pun bukan orang asing, dia sangat sekaligus orang paling berpengaruh di manapun,namanya dikenal di manapun tak terkecuali di tempat itu. Dunia pun tau seluk beluk pembisnis muda dengan karir yang menjulang hebat menembus dunia.


Meski tidak minum pernah juga pria kaya itu melakukan meeting di tempat tersebut sekedar memberikan hiburan untuk lawan bisnisnya.


''Kenapa ? Kenapa Mayra ? saat aku sudah merasakan cinta kau malah ingin pergi meninggalkanku . Seharusnya kamu selalu didekat ku Mayra bukan malah menjauh. '' Racau Ansel sambil meneguk sisa minuman keras tersebut.


''Lepas kamu bilang ? Sampai mati pun kamu tetap akan menjadi gadis ku sayang ,ahhh....kenapa semuanya jadi begini , semuanya karena kau Nayla!!! Kau menggunakan Mayra ku untuk mendapatkan ku . Dasar wanita licik !!! '' Teriak Ansel menggema.


Max menatap iba pada tuannya. Semoga setelah ini sang tuan tidak merasa sedih lagi.


''Aku pasti akan memiliki mu seutuhnya sayang, Dengan cara apapun '' . Geram Ansel Meremas gelas ditangannya hingga pecah ,darah langsung bercucuran menetes dilantai.


Max yang menyaksikannya langsung panik ,segera diraih sapu tangannya lalu dengan cekatan Max membalut luka kecil namun amatlah perih ,mungkin saja masih tersisa beling yang tertusuk di kulit tangan tuannya.


''Kau mengejek ku Max ? kau pikir luka ini sakit ? '' Ansel kembali meracau dengan mimik wajah yang sudah mabuk.


Wajah Ansel sangat lucu terlihat kadang tersenyum ,marah bahkan di sela marahnya Ansel juga tertawa keras Persis seperti orang sedang stres.


Max tidak menjawab ocehan sang bos yang masih ngelantur akibat mabuk .


''Cih ...Kau juga sama, Max pernahkah kamu merasakan di buang seseorang ? ''.


Pertanyaan Ansel sangat tertohok, sejujurnya masalah tuannya ini tidak sesakit dirinya.


Menurut Max sosok Mayra yang cantik dan baik berbalik dengan cintanya dulu, dengan tega tanpa perasaan mengkhianati Max langsung di depan mata dengan sangat menjijikkan .


Karena Max percaya takdir dia menerima semuanya dengan hati yang lapang, meskipun ada rasa sakit yang terkoyak-koyak di dasar hatinya yang sejatinya gadis itu adalah segalanya untuk Max.


Karena Tuhan tidak menjodohkan mereka, maka Max dengan berlapang dada menerima semuanya dengan ikhlas.


Segala keputusan Tuhan dan kehendak-NYA itulah takdir terbaik.


''Tuan jika sesakit itu anda merasakan perih dan sakit bukan tempat ini penenangnya . Tuhan akan murka jika hamba-NYA mengeluh ketempat haram seperti ini. Tuhan selalu terjaga juga terus melihat setiap hamba yang mengadukan segala keluh kesah mereka saat hati dan pikiran terluka. Nona Mayra gadis baik ,jika dia tahu tuan malah lari ketempat ini mungkin saja penilaiannya untuk anda akan berkurang '' Jawab Max masih membalut luka Ansel.

__ADS_1


''Benarkah begitu ? '' Max mengangguk.


''Tapi aku sudah terlanjut masuk ketempat ini Max . Rasa sakit ku melangkahkan kakiku kemari...,Mayra ku tetap akan mencintaiku apa adanya. Pergilah !! aku akan pulang sendiri.'' Ansel menepis tangan max yang sedang mengikat kain sapu tangan di lukanya.


''Tuan anda tidak mungkin bisa menyetir dengan keadaan seperti ini '' Ucap Max khawatir.


''Pergilah , aku tidak butuh rasa kasihan mu. Gunakan itu untuk orang lain .Cepat enyahlah dari sini '' Bentak Ansel dengan sempoyongan memaksa tubuhnya berdiri guna mengusir Max keluar dari sana.


Max menurutinya namun dia hanya akan keluar tidak berniat sama sekali meninggalkan tuannya dalam keadaan mabuk. Dia masih punya hati dalam hal ini.


***


Mayra langsung menghampiri Nayla yang sedang berjalan menuju ke parkiran mobil dengan wajah lelahnya.


''Kak Nayla !! '' Panggil Mayra berlari menuju kakaknya.


Nayla langsung menoleh menghentikan langkahnya. Tatapan Nayla tanpa ekspresi membuat Mayra susah menebak isi pikiran kakaknya.


Meskipun di tolak lagi Mayra tetap bersikukuh apapun yang terjadi Ia harus mengambil hati Nayla kembali.


''Ngapain kamu masih berada disini, Tidak sadarkah jika kamu ini seorang gadis. Kalau ada orang jahat mengganggu mu bagaimana, Hah...?'' Ketus Nayla dengan sedikit suara meninggi.


Seketika air mata Mayra jatuh menepi di pipi mulusnya. Nayla kakaknya kembali, Walaupun bernada kasar tapi ucapannya sungguh menenangkan. Nayla yang dulu , Nayla yang begitu takut dan khawatir padanya kini terlihat lagi .


Bukannya marah dan sedih dengan keketusan Nayla melainkan raga tersebut langsung di tubruknya memeluk sang kakak tanpa membalas, tidak masalah asalkan Nayla tidak menolak.


Ya, setelah meninggalkan sang adik tadi seusai mereka berdebat sekaligus mengujinya Nayla terus merasa gelisah, membayangkan tangisan penyesalan sang adik yang disayanginya hingga mau berkorban untuk kepentingan perasaannya, Sungguh Nayla merasa bersalah.


Kini, Nayla sadar cinta sang adik lebih besar untuknya dibandingkan pria yang sama-sama mereka cintai.


''Kakak aku rindu kak Nayla yang prosesif. Aku rindu kak Nayla yang selalu mengkhawatirkan gadis pengkhianat ini . Mayra tidak sanggup jika kakak terus menghindari Mayra . Mayra minta maaf atas semua kesalahan Mayra kak...''. Tangis Mayra memeluk Nayla dengan kuat takut terlepas dan kakaknya pergi lagi.


''Semoga kamu bisa belajar dari kesalahan ini Mayra '' Lirih Nayla membalas pelukan sang adik.


Mayra merasa bahagia dengan ucapan lembut Nayla yang beberapa saat hilang di telan kemarahan.


''Kakak sudah memaafkan kesalahan bodoh ku ini ,kak ? '' Tanya Mayra memastikan sembari melepaskan pelukan. Menatap netra Nayla untuk mencari kebenaran di sana.


Bibir Mayra terulas manis, air matanya kembali mengalir saat Nayla mengangguk mengiyakan. Harapan serta doanya beberapa jam yang lalu dengan cepat terkabulkan.


Sungguh Mayra tidak berhenti bersyukur pada Robb-nya dengan kuasa-NYA, langsung diperlihatkan dengan nyata.


''Terimakasih kak Nayla, telah berlapang dada memberi Mayra kesempatan kedua. Aku akan menuruti keinginan kakak untuk jauh dari kak Eric ,tapi aku tidak mau hidup berjauhan dengan kalian ,maaf aku sedikit protes . '' Ungkap Mayra bahagia kembali memeluk Nayla dengan erat.


Hati Nayla berdesir pilu mengingat betapa jahatnya ucapan yang terlontarkan untuk sang adik . Bahkan adiknya rela berkorban kembali untuknya dan menyimpan perasaannya sendiri demi keluarganya , Mayra adiknya adalah orang yang paling berkesan dalam hidupnya.

__ADS_1


Nayla ingin menjadi seorang kakak yang seharusnya membahagiakan adiknya . Bukan malah merebut kebahagiaannya.


Masih banyak cinta lainnya ,walaupun dengan pelan Nayla harus belajar menerima kenyataan juga pelajaran penting ,jika sembuhnya tidak boleh bergantung pada manusia melainkan pada Tuhannya.


Ya, dengan cara membahagiakan setiap keluarganya. Nayla akan membiasakan dirinya menerima keadaan dengan hati yang ikhlas .


Saat ini senyum keluargalah yang di butuhkan.


Nayla tau betul. Perubahannya pada Mayra dan mamanya membuatnya semakin menyakitkan.


''Lupakan permintaan konyol kakak. Jangan lepaskan pria itu, dia berhak bahagia dengan siapapun. Jelas dengan dirimu mas Eric merasa bahagia, kakak ikhlas .'' Ucap Nayla lembut mengusap punggung Mayra.


''Tapi kak--''.


''Definisi cinta yang sesungguhnya adalah pengorbanan, kakak mencintainya melalui doa . Bahagianya itulah yang kakak harapkan, karena kakak juga bahagia May, jaga dia dan terima pria itu dengan penuh keyakinan '' Tutur Nayla memberikan keyakinan pada adiknya.


'' Maafkan aku kak ''.


''Kakak yang seharusnya minta maaf, karena sifat kekanakan kakak wajah cantik adikku jadi bengkak begini '' Ucap Nayla teriris hatinya.


Mayra mengangguk dan semakin erat memeluk kakaknya Nayla.


''Sudah...Mari kita kembali ke hotel. Malam ini kita akan tidur bersama, tapi kakak harus ketempat lain sebentar ada hal penting yang harus kakak kerjakan ''.


Nayla melepaskan pelukan adiknya serta menggandeng tangan Mayra membawanya ke mobil.


''Kakak tapi ini udah malam, aku mau temani kakak juga '' Rengek Mayra tidak terima.


Nayla terkekeh melihat Nayla mulai bermanja-manja dengannya lagi.


''Urusan bisnis tidak mengenal waktu dek, tugasmu istirahat. Tenagamu sudah terkuras habis akibat tangisan yang berkepanjangan. ''


''Kakak...''


''Ayo, kita kembali ke hotel ''.


Mereka langsung pergi meninggalkan tempat itu dengan hati yang lega.


 ------------------------------------------------------------


🌥️ Hai para Reader yang baik hati, terimakasih masih setia stay di novelku ini.


🌥️ Maaf jika ceritaku kadangkala keluar dari jalur, tapi akan tetap aku usahakan agar para pembaca tidak bosan.


🌥️ Cukup berikan ku semangat, tanpa keikhlasan dan kebaikan kalian aku bukan siapa-siapa di novel ini.

__ADS_1


🌥️ Terimakasih banyak atas komentar yang membangun dan penyemangat sebagai pengantar ketenangan saat aku menulis dari kalian semua, doakan supaya othor sehat selalu, agar bisa up lebih dari satu episode setiap hari nya.


..... شكرا كثيرا .....


__ADS_2